Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

 Oleh: Siswanto


Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban.

Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jamaah NU saja, melainkan juga kontribusinya dialamatkan kepada bangsa dan negara. Itu sebabnya eksistensi NU terhadap bangsa dan negara sudah tidak diragukan lagi.

Sudah sangat jelas, bahwa NU merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Pandangan keagamaannya menjadi pilar yang dapat mengukuhkan berdirinya bangsa ini. Tidak melebih-lebihkan pula bila NU dalam sejarahnya yang panjang mampu berperan sebagai kekuatan sosial berbasis agama dengan visi kebangsaan yang kukuh. Salah satu momentumnya adalah pada saat tahun 1984 NU menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final dan Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia. 

Sehingga komitme NU dalam menjaga eksistensi NKRI sudah tidak diragukan lagi, bahkan NU selalu di garda paling depan dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Hal ini tidak berlebihan, mengingat NU dalam sejarah panjangnya selalu konsisten dan mengabdi demi bangsa Indonesia tercinta.

Oleh sebab itu, agar pembangunan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia bisa terbangun dengan baik dan bentuk keharmonisasian masyarakat Indonesia yang majemuk saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya, maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain yaitu;

Pertama, secara kodrati manusia diciptakan dengan penuh keberagaman yang tentu akan memantik keberagaman-keberagaman yang lain dalam kehidupannya. Sehingga wawasan akan kemajemukan harus diberlakukan dalam fenomena seperti ini. Dengan demikian, pembangunan manusia di Indonesia harus berdasarkan pada kesadaran kemajemukan karena keberagaman yang dimilikinya.

Kedua, dalam banyak kasus konflik sosial yang bernuansa SARA (suku, agama dan ras) di Indonesia pada dasawarsa belakangan ini disinyalir berhubungan dengan masalah rendahnya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan (human values) dan dangkalnya pemahaman terhadapa kemajemukan multikultural.

Ketiga, berdasarkan dari kedua hal tersebut, kesadaran kebangsaan adalah sebentuk perwujudan politik yang diilhami sama cita dan sama cinta terhadap apa yang dimiliki oleh bangsanya untuk tetap senantiasa menjaga keutuhan kehidupan sosial di dalamnya.

 

 Dalam Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, Hadharatu Syaikh Hasyim Asy’ari menyatakan:

“Manusia harus bersatu… agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan dan terhindar dari bahaya… Persatuan telah mendorong kesejahteraan negara, meningkatkan status rakyat, dan mencapai kemajuan, kekuatan dan kesempurnaan pemerintah.”

Kutipan di atas adalah pesan kemanusiaan atas keprihatinan Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari terhadap kondisi masyarakat pada zamannya yang terpecah belah sebab kemajemukan tidak dipahami sebagai anugerah Tuhan. Perbedaan yang merupakan bukti keabsahan kalam Tuhan ditafsirkan dengan serampangan sehingga memantik ketegangan-ketegangan sosial antar sesama anak bangsa. Tidak adanya persatuan dalam tubuh jiwa-jiwa muda Indonesia, telah mengakibatkan bangsa Indonesia semakin sengsara di bawah bendera kolonialisme. Parahnya, saat kolonialisme semakin menancapkan akarnya di bumi Ibu Pertiwi ini, bangsa Indonesia justru terpecah belah dan sibuk sendiri dengan fanatisme suku, golongan, stratifikasi sosial dan pengamalan ajaran-ajaran keagamaan yang semakin memperkeruh keadaan bangsa Indonesia.

Selain konflik eksternal antar sesama anak bangsa, umat Islam sendiri mengalami konflik internal. Rentang konflik keagamaan umat Islam sendiri merupakan dalil ketidakdewasaan pemuka agama sekaligus masyarakat keagamaannya dalam menyikapi ragam penafsiran dan aneka praktik kebudayaan. Perdeaan masalah-masalah parsial (al-masâil al-furû’iyyah) selalu menjadi alasan di balik setiap konflik internal keagamaan umat Islam. Kesadaran akan perlunya persatuan umat Islam, kemudian dilanjutkan dengan pesatuan kebangsaan antar sesama umat beragama di Indonesia, menjadi titik kepekaan Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari untuk mengingatkan bahwa:

“Janganlah hal-hal yang sepele menyebabkan kamu bercerai-berai, bertengkar dan bermusuhan… Serta jangan kamu meneruskan budaya saling bertikai dan mencacai…”

Dari padepokan yang sederhana, Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari senantiasa memperhatikan dan mengingatkan para pemimpin dan masyarakat mengenai pentinganya kesadaran kebangsaan sebagi pupuk untuk mewujudkan persatuan. Tidak hanya sebatas kata, Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari juga senantiasa memahat jiwa-jiwa generasi muda dengan tempaan-tempaan kebangsaan agar bangkit dan bersatu melawan praktik-praktik kolonialisme di tanah Ibu Pertiwi.

*Siswanto Alumnus Interdisclipinary iIslamic Studies dan Founder Taman Baca ABATA

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Juara 3 Lomba Madrasah Student Leadrship Award di Bogor

    Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Juara 3 Lomba
    Madrasah Student Leadrship Award di Bogor

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.  Dia adalah Fathul Hidayah. Siswa kelas XII ini berhasil meraih juara III dalam Lomba Madrasah Student Leadrship Award (MSLA) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama RI.  Adapun finalnya berlangsung di Bogor, Jawa Barat […]

  • PCNU-PATI

    Pengelolaan Limbah PG Trangkil Sudah Sesuai dengan Prosedur Perizinan

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Isu pencemaran lingkungan di tengah-tengah masyarakat menjadi polemik terhadap perusahaan, hal ini tentunya dari perusahaan bisa mengklarifikasi dan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar isu pencemaran lingkungan tidak semakin melebar luas. Pada kesempatan kali ini, Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA melakukan kuliah lapangan di PG Trangkil Pati. Sabtu, 10/06/2023. […]

  • Hak Perempuan dalam Islam

    Hak Perempuan dalam Islam

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

      Islam adalah agama rohmatan lil’alamin, semuanya sudah ada tata cara dan ketentuan untuk menjadi panduan kita dalam beragama. Ada banyak aspek yang dibahas didalam Islam, salah satunya mengenai perempuan. Saya mencoba mengulas kitab Assittin Al-Adliyyah semampu saya, dan sesuai dengan pemahaman saya. Dalam kitab tersebut terdiri dari 60 hadist yang bisa menjadi rujukan bagaimana […]

  • Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    GABUS-Kejuaraan pencak silat Pandawa Championship 2019 resmi dibuka Jumat (4/10) malam tadi. Kompetisi ini merupakan gelaran yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) Kabupaten Pati. Kejuaraan ini akan mempertemukan para pelajar dari tingkat MI/SD hingga SLTA. Para peserta ajang Pandawa Championship 2019 memekikkan mars Syubbanul Wathon dalam acara pembukaan perhelatan teraebut di […]

  • PCNU-PATI

    Sambut 1 Abad NU, MWCNU Trangkil Gelar Istighosah

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil menggelar Istighosah di Kantor MWCNU setempat, Sabtu (4/4/2023). Kegiatan dalam rangka menyambut usia 1 Abad NU ini diikuti oleh seluruh Badan Otonom (Banom) dan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Trangkil. Hadir dalam kesempatan itu  Ketua Tanfidziah PCNU Pati KH Yusuf Hasyim. Istighosah dipimpin oleh KiaiSolihul […]

  • PCNU - PATI

    Ber (Kurban)

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Minggu kemarin adalah hari raya idul adha. Hari raya makan daging. Hari raya nyate bersama, hari raya berharap dapat daging dari yang berkurban, baik dari masjid, mushola atau kolega yang kita kenal. Berharap dan penuh harap, dapat lebih banyak dari pada yang lain. Serentak pada hari itu story Whatshapp, status media sosial baik Facebook dan […]

expand_less