Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 279
  • comment 0 komentar

 Oleh: Siswanto


Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban.

Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jamaah NU saja, melainkan juga kontribusinya dialamatkan kepada bangsa dan negara. Itu sebabnya eksistensi NU terhadap bangsa dan negara sudah tidak diragukan lagi.

Sudah sangat jelas, bahwa NU merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Pandangan keagamaannya menjadi pilar yang dapat mengukuhkan berdirinya bangsa ini. Tidak melebih-lebihkan pula bila NU dalam sejarahnya yang panjang mampu berperan sebagai kekuatan sosial berbasis agama dengan visi kebangsaan yang kukuh. Salah satu momentumnya adalah pada saat tahun 1984 NU menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final dan Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia. 

Sehingga komitme NU dalam menjaga eksistensi NKRI sudah tidak diragukan lagi, bahkan NU selalu di garda paling depan dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Hal ini tidak berlebihan, mengingat NU dalam sejarah panjangnya selalu konsisten dan mengabdi demi bangsa Indonesia tercinta.

Oleh sebab itu, agar pembangunan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia bisa terbangun dengan baik dan bentuk keharmonisasian masyarakat Indonesia yang majemuk saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya, maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain yaitu;

Pertama, secara kodrati manusia diciptakan dengan penuh keberagaman yang tentu akan memantik keberagaman-keberagaman yang lain dalam kehidupannya. Sehingga wawasan akan kemajemukan harus diberlakukan dalam fenomena seperti ini. Dengan demikian, pembangunan manusia di Indonesia harus berdasarkan pada kesadaran kemajemukan karena keberagaman yang dimilikinya.

Kedua, dalam banyak kasus konflik sosial yang bernuansa SARA (suku, agama dan ras) di Indonesia pada dasawarsa belakangan ini disinyalir berhubungan dengan masalah rendahnya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan (human values) dan dangkalnya pemahaman terhadapa kemajemukan multikultural.

Ketiga, berdasarkan dari kedua hal tersebut, kesadaran kebangsaan adalah sebentuk perwujudan politik yang diilhami sama cita dan sama cinta terhadap apa yang dimiliki oleh bangsanya untuk tetap senantiasa menjaga keutuhan kehidupan sosial di dalamnya.

 

 Dalam Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, Hadharatu Syaikh Hasyim Asy’ari menyatakan:

“Manusia harus bersatu… agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan dan terhindar dari bahaya… Persatuan telah mendorong kesejahteraan negara, meningkatkan status rakyat, dan mencapai kemajuan, kekuatan dan kesempurnaan pemerintah.”

Kutipan di atas adalah pesan kemanusiaan atas keprihatinan Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari terhadap kondisi masyarakat pada zamannya yang terpecah belah sebab kemajemukan tidak dipahami sebagai anugerah Tuhan. Perbedaan yang merupakan bukti keabsahan kalam Tuhan ditafsirkan dengan serampangan sehingga memantik ketegangan-ketegangan sosial antar sesama anak bangsa. Tidak adanya persatuan dalam tubuh jiwa-jiwa muda Indonesia, telah mengakibatkan bangsa Indonesia semakin sengsara di bawah bendera kolonialisme. Parahnya, saat kolonialisme semakin menancapkan akarnya di bumi Ibu Pertiwi ini, bangsa Indonesia justru terpecah belah dan sibuk sendiri dengan fanatisme suku, golongan, stratifikasi sosial dan pengamalan ajaran-ajaran keagamaan yang semakin memperkeruh keadaan bangsa Indonesia.

Selain konflik eksternal antar sesama anak bangsa, umat Islam sendiri mengalami konflik internal. Rentang konflik keagamaan umat Islam sendiri merupakan dalil ketidakdewasaan pemuka agama sekaligus masyarakat keagamaannya dalam menyikapi ragam penafsiran dan aneka praktik kebudayaan. Perdeaan masalah-masalah parsial (al-masâil al-furû’iyyah) selalu menjadi alasan di balik setiap konflik internal keagamaan umat Islam. Kesadaran akan perlunya persatuan umat Islam, kemudian dilanjutkan dengan pesatuan kebangsaan antar sesama umat beragama di Indonesia, menjadi titik kepekaan Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari untuk mengingatkan bahwa:

“Janganlah hal-hal yang sepele menyebabkan kamu bercerai-berai, bertengkar dan bermusuhan… Serta jangan kamu meneruskan budaya saling bertikai dan mencacai…”

Dari padepokan yang sederhana, Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari senantiasa memperhatikan dan mengingatkan para pemimpin dan masyarakat mengenai pentinganya kesadaran kebangsaan sebagi pupuk untuk mewujudkan persatuan. Tidak hanya sebatas kata, Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari juga senantiasa memahat jiwa-jiwa generasi muda dengan tempaan-tempaan kebangsaan agar bangkit dan bersatu melawan praktik-praktik kolonialisme di tanah Ibu Pertiwi.

*Siswanto Alumnus Interdisclipinary iIslamic Studies dan Founder Taman Baca ABATA

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda  No 8 Tahun 2013

    NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 27 Juni 2015 di ruang rapat Pragola Setda Kab Pati. Ormas terbesar di Kabupaten Pati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Ansor dan Banser mengadakan Audiensi  dengan Forkompinda perihal Perda No 8 tahun 2013  yang telah habis masa toleransinya awal bulan Juli nanti.             “Terima kasih banyak Pak Bupati telah memberikan waktu untuk kami […]

  • SMP IT Al-Anis Sukoharjo Konsisten Gelar Muhadhoroh

    SMP IT Al-Anis Sukoharjo Konsisten Gelar Muhadhoroh

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Ekstrakurikuler muhadhoroh yang diprkatikkan SMP IT Al-Anis Kartasura, Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu kegiatan untuk memerkuat karakter siswa. Sebagai SMP di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, SMP IT Al-Anis Kartasura secara konsisten melaksanakan muhadhoroh setiap seminggu sekali.   Ekstrakulikuler muhadharah di SMPIT Al – Anis Kartasura dilaksankan setiap hari Sabtu pada […]

  • 712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

    712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Menumbuhkan sikap peduli dan peka terhadap kesehatan masyarakat, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melaksanakan donor darah. Hal tersebut ditunjukkan para siswa dan guru yang berada di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen yang meliputi MA, SMK dan MTs Salafiyah. Mereka tampak antusias sebagai pendonor dalam kegiatan  yang di selenggarakan oleh Palang Merah Remaja […]

  • PCNU-PATI

    Fatayat NU Pati Galakkan Promosi Hidup Sehat

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

     pcnupati.or.id,PC Fatayat NU Pati sukses melangsungkan acara Launching Garfa (Garda Fatayat) dan Senam Gesit. Dalam agenda yang sama, para pemudi NU tersebut juga melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup sehat.  Untuk merealisasikan agenda yang dihelat pada Selasa (8/11) di Gedung PCNU tersebut, PC Fatayat NU menggandeng beberapa pihak stakeholder. Hal ini diungkapkan Lilik Khoni’ah, Sekretaris […]

  • PCNU-PATI

    Koalisi

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Dari senja tadi hujan tak berhenti-berhenti. Padahal pagi tadi tetangga Bumi Mina Tani sedang mengalami banjir bandang mengaliri jalan-jalan, rumah-rumah dan kampung kampung Purwodadi Grobogan. Meski banjir sebagian, akan tetapi telah membuat banyak status Whatsapp tegang. Itulah kisah hari ini. Ada yang mengalami banjir, ada pula yang mencoba memperbaiki sebuah […]

  • Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

    Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Hari Raya Idul Adha merupakan momentum bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, terlebih bagi umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari peringatan Hari Raya Idul Adha ini, agar kita semua senantiasa meneladani Nabi Ibrahim AS atas ketaatannya menjalankan perintah Allah SWT. Ada tiga keistimewaan yang […]

expand_less