Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Dari Kopi Menggerakan Literasi

Dari Kopi Menggerakan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 542
  • comment 0 komentar
Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati


“Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah”

Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja dikenal sebagai penulis bergenre sastra. Namun namanya juga lumayan masyhur di jagat perkopian khususnya di daerah Pati. Uniknya, pria yang kini tinggal di Plukaran, Gembong, Pati ini mencoba ‘mengawinkan’ dua hobinya tersebut menjadi satu, kopi dan literasi.

Satu sisi, dirinya mengajak masyarakat sadar lieterasi melalui program yang cukup hangat, ‘Uri-Uri Literasi’. Namun di sisi lain, Niam memiliki modus ‘terselubung’ yaitu mengenalkan kopi khas Pati kepada Indonesia. 

Capaiannya dalam dunia literasi juga tak main-main. Puluhan buku berhasil ia tulis dengan tangan  kreatifnya. Karya sastra buah tangan Niam At Majha yang menghiasi media massa pun tak terhitung jumlahnya.  

Sebut saja buku berjudul ‘Nostalgi dan Melankoli’ yang menjadi kebanggaan dunia sastra. Buku yang ditulis 2018 lalu itu menjadi satu di antara 40 buku yang telah ditulis oleh Niam sejak 2004 silam.  

Ia mengaku, kacintaannya dengan dunia tulis menulis telah ada sejak dirinya masih belia. namun Niam baru benar-benar mengawali debut menulisnya sejak nyantri di Desa Kajen, Margoyoso tahun 2004. 

Buku Nostalgi dan Melankoli, salah satu karya kebanggaan Niam At Majha, disandingkan dengan secangkir Kopi

“Saya menulis cerpen, puisi, novel itu mulai mondok dan sampai sekarang alhamdulillah masih aktif,” ungkapnya. 

Layakknya penulis-penulis lain, Koleksi buku yang dimiliki oleh Niam At Majha pun tidak bisa dibilang sedikit. Jika kita memasuki rumahnya, ucapan selamat datang akan disampaikan oleh sebuah rak berukuran jumbo yang menempel sepanjang dinding ruang tamunya. Rak tersebut penuh dengan buku-buku, khususnya buku sastra. Ruangan ini sekaligus menjadi tempat favorit bagi Niam. sebab menurutnya, disinilah ia menghasilkan karya-karya luar biasa.

“Kata orang banyak baca, banyak nulis,” celetuknya.

Berada di Lokasi Tepat 

Selain hobi menulis, sebagai seorang santri, kehidupan Niam juga tak lepas dari kopi. Kecintaannya pada kopi juga mulai muncul sejak ia mondok di Kajen. Hingga suatu ketika, Allah menakdirkannya untuk berjodoh dengan ‘kopi’.

2014, ia menikah dengan Munawaroh, seorang santri asal Plukaran, Gembong, Pati. Bukan rahasia lagi, bahwa desa ini merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Kabupaten Pati. Klop sekali!

“Saya bersyukur bisa kian dekat dengan kopi,” lanjutnya. 

Di lingkungan barunya ini, Niam tak mau diam saja. Perlahan tapi pasti, ia mulai menekuni profesi sebagai produsen kopi. Proses menanam, stek, hingga pengolahan menjadi kopi kemasan yang legal beredar ia pelajari perlahan-lahan. 

Proses menjemur kopi sebelum diolah menjadi kopi bubuk

Produk Kopi Plukaran-nya ini juga tidak lepas dari ide-ide yang muncul saat melihat lingkungan sekitarnya yang hanya menjual biji kopi. Padahal, kopi bubuk, menurut Niam, juga memiliki pasar yang relatif menjanjikan. Diam-diam, ia mencoba membuat resep kopi bubuknya sendiri.  

“Inspirasinya cukup sederhana. Pertama, sumber daya robusta melimpah di sini. Kedua, Di daerah saya ini masih jarang petani menjual olahan kopi. Mereka lebih menjual biji kopi. Saya melihat peluang berjualan kopi. Inspirasi lainnya dulu waktu mondok, saya suka ngopi. Kenapa tidak menggunakan kesempatan itu, menjual kopi di kalangan masyarakat dan santri,” katanya.

Melalui jejaringnya, Kopi Plukaran buatan pria 32 tahun ini, telah dinikmati oleh para pecinta kopi hampir di seantero Nusantara. Mulai dari Jawa, Madura, Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi.

Dalam satu tahun, lahan kopi milik orang tuanya bisa menghasilkan dua ton kopi basah. Namun jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan produksinya. sebab, per minggu, home industry milik aktivis NU ini harus ‘menelurkan’ sedikitnya 50 kilogram bubuk kopi. Untuk menunjang kebutuhan produksi ini, Niam melengkapinya dengan membeli biji kopi dari tetangga sekitar rumahnya. 

“Hitung-hitung ikut nglarisi mereka,” tuturnya sambil kelakar. 

Baginya, menjual kopi bukan hanya soal uang, meskipun laba yang dihasilkan bisa dua kali lipat. Namun menurut Niam, ketika kopinya bisa diterima di kalangan penikmat kopi, itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Kalau bicara laba, katakanlah biji kopi 23 ribu per kilogram, setelah menjadi bubuk, kita bisa jual 75 ribu. Tapi bukan itu tujuan utama, bagi saya tidak ada yang lebih artistik ketimbang kopi saya bisa dinikmati orang se-Indonesia,” tandas pria asli Cluwak ini.  

Literasi dan Kopi

Menjadi produsen kopi tak membuatnya berhenti menulis. Bahkan, Niam bisa mengkampanyekan literasi melalui kopi. Ia kerap menjual kopi dengan sistem beli sekian makan akan bonus buku karyanya sendiri. Menurutnya, membaca buku identik dengan kopi. Jika orang membeli kopi miliknya, maka bisa mendapatkan buku.

“Membaca buku dan kopi itu satu paket. Tapi kalau misal tidak suka buku masih bisa mendapatkan kopi dan sebaliknya.” kata pria lulusan MA Mathaliul Falah Kajen Margoyoso Pati ini.

Ayah dua anak ini mengaku tak merasa rugi dengan sistem menjual kopi bonus buku. Sebab kopi yang dijualnya diproduksi sendiri. Mulai dari menanam hingga menyangrai. Dengan menjual kopi gratis buku,diam-diam ia masih bisa meraup untung. Hal ini sangat wajar, Karena 90% kopi yang diproduksi bukan hasil membeli dari petani lain melainkan dari kebun sendiri. 

“Kalau untuk buku sendiri tak semua digratiskan karena masih dipasarkan di toko buku dan dipesan oleh teman-teman saya sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya memproduksi kopi dan menulis, Niam juga masih sangat aktif berorganisasi. salah satunya di Nahdlatul Ulama. Pria bertubuh gempal ini sudah sejak lama mengabdikan hidupnya untuk NU. Untuk menemui dan mengajaknya ngopi bareng saja, kita tidak usah repot-repot naik gunung ke Plukaran, karena setiap hari, Niam Nngantor di PCNU Pati. Bahkan kawan-kawannya menjuluki Niam sebagai ‘Juru Kunci kantor NU’.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Naharul Ijtima', Awali Harlah NU ke-100 Masehi di Temanggung

    ‎Naharul Ijtima’, Awali Harlah NU ke-100 Masehi di Temanggung

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.016
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Bertempat di aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Naharul Ijtima’ bertajuk “Ngawiji Kinabekten, Mituhu Ing Kapesten” pada Selasa (27/1/2026). ‎ ‎Selain jajaran PCNU, kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari unsur MWC NU, Lembaga dan Badan Otonom PCNU Kabupaten Temanggung, BPP INISNU, INISNU Temanggung, […]

  • Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah mengapresiasi pola perekrutan Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kendal. Hal itu disampaikan Wakil Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Senin (10/7/2023). “Pola perekrutan berbasis kompetensi sangat bagus yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU […]

  • Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.294
    • 0Komentar

    PATI – Upaya mengawal keadilan bagi korban kembali ditegaskan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati. Bersama sejumlah badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama lainnya, Fatayat melakukan kunjungan ke Kepolisian Resor (Polres) Pati pada Senin (4/5/2026). Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PC Fatayat NU Pati, serta Ketua LKP3A (Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan, dan […]

  • Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Pati, NU Online Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Ahad (19/4). Kegiatan dilaksanakan di Wisma PTPN Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menurut Ketua PC GP Ansor Pati, Imam Rifa’i, PKL bertema “Membangun Kader Militan yang Berwawasan Kebangsaan” itu bertujuan mempersiapkan kader militan ditingkat pengurus […]

  • Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Siapa sih yang tak kenal Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur, pendiri NU, dan “sumber” ilmu dari sejumlah kiai besar di Jawa itu? Sudah pasti ada banyak kisah tentang kiai besar ini. Sebagian besar kisah tentang beliau sudah pasti pernah dituturkan, baik oleh para muridnya atau oleh orang-orang lain yang pernah mengenal sosok ini. […]

  • PCNU-PATI

    BANSER Pati Akan Adakan Apel Akbar

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Juwana.  Pimpinan Cabang GP Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kabupaten Pati akan menggelar apel akbar 5000 Banser. Kegiatan yang diselenggarakan  besok pada hari Minggu (16/10) akan bertempat di Pulau Seprapat, Juwana ini bakal dihadiri Satkornas Banser Pimpinan Pusat GP Ansor. Kasatkorcab Banser Pati H. M. Soetomo menjelaskan peserta apel […]

expand_less