Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Dari Kopi Menggerakan Literasi

Dari Kopi Menggerakan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 598
  • comment 0 komentar
Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati


“Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah”

Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja dikenal sebagai penulis bergenre sastra. Namun namanya juga lumayan masyhur di jagat perkopian khususnya di daerah Pati. Uniknya, pria yang kini tinggal di Plukaran, Gembong, Pati ini mencoba ‘mengawinkan’ dua hobinya tersebut menjadi satu, kopi dan literasi.

Satu sisi, dirinya mengajak masyarakat sadar lieterasi melalui program yang cukup hangat, ‘Uri-Uri Literasi’. Namun di sisi lain, Niam memiliki modus ‘terselubung’ yaitu mengenalkan kopi khas Pati kepada Indonesia. 

Capaiannya dalam dunia literasi juga tak main-main. Puluhan buku berhasil ia tulis dengan tangan  kreatifnya. Karya sastra buah tangan Niam At Majha yang menghiasi media massa pun tak terhitung jumlahnya.  

Sebut saja buku berjudul ‘Nostalgi dan Melankoli’ yang menjadi kebanggaan dunia sastra. Buku yang ditulis 2018 lalu itu menjadi satu di antara 40 buku yang telah ditulis oleh Niam sejak 2004 silam.  

Ia mengaku, kacintaannya dengan dunia tulis menulis telah ada sejak dirinya masih belia. namun Niam baru benar-benar mengawali debut menulisnya sejak nyantri di Desa Kajen, Margoyoso tahun 2004. 

Buku Nostalgi dan Melankoli, salah satu karya kebanggaan Niam At Majha, disandingkan dengan secangkir Kopi

“Saya menulis cerpen, puisi, novel itu mulai mondok dan sampai sekarang alhamdulillah masih aktif,” ungkapnya. 

Layakknya penulis-penulis lain, Koleksi buku yang dimiliki oleh Niam At Majha pun tidak bisa dibilang sedikit. Jika kita memasuki rumahnya, ucapan selamat datang akan disampaikan oleh sebuah rak berukuran jumbo yang menempel sepanjang dinding ruang tamunya. Rak tersebut penuh dengan buku-buku, khususnya buku sastra. Ruangan ini sekaligus menjadi tempat favorit bagi Niam. sebab menurutnya, disinilah ia menghasilkan karya-karya luar biasa.

“Kata orang banyak baca, banyak nulis,” celetuknya.

Berada di Lokasi Tepat 

Selain hobi menulis, sebagai seorang santri, kehidupan Niam juga tak lepas dari kopi. Kecintaannya pada kopi juga mulai muncul sejak ia mondok di Kajen. Hingga suatu ketika, Allah menakdirkannya untuk berjodoh dengan ‘kopi’.

2014, ia menikah dengan Munawaroh, seorang santri asal Plukaran, Gembong, Pati. Bukan rahasia lagi, bahwa desa ini merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Kabupaten Pati. Klop sekali!

“Saya bersyukur bisa kian dekat dengan kopi,” lanjutnya. 

Di lingkungan barunya ini, Niam tak mau diam saja. Perlahan tapi pasti, ia mulai menekuni profesi sebagai produsen kopi. Proses menanam, stek, hingga pengolahan menjadi kopi kemasan yang legal beredar ia pelajari perlahan-lahan. 

Proses menjemur kopi sebelum diolah menjadi kopi bubuk

Produk Kopi Plukaran-nya ini juga tidak lepas dari ide-ide yang muncul saat melihat lingkungan sekitarnya yang hanya menjual biji kopi. Padahal, kopi bubuk, menurut Niam, juga memiliki pasar yang relatif menjanjikan. Diam-diam, ia mencoba membuat resep kopi bubuknya sendiri.  

“Inspirasinya cukup sederhana. Pertama, sumber daya robusta melimpah di sini. Kedua, Di daerah saya ini masih jarang petani menjual olahan kopi. Mereka lebih menjual biji kopi. Saya melihat peluang berjualan kopi. Inspirasi lainnya dulu waktu mondok, saya suka ngopi. Kenapa tidak menggunakan kesempatan itu, menjual kopi di kalangan masyarakat dan santri,” katanya.

Melalui jejaringnya, Kopi Plukaran buatan pria 32 tahun ini, telah dinikmati oleh para pecinta kopi hampir di seantero Nusantara. Mulai dari Jawa, Madura, Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi.

Dalam satu tahun, lahan kopi milik orang tuanya bisa menghasilkan dua ton kopi basah. Namun jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan produksinya. sebab, per minggu, home industry milik aktivis NU ini harus ‘menelurkan’ sedikitnya 50 kilogram bubuk kopi. Untuk menunjang kebutuhan produksi ini, Niam melengkapinya dengan membeli biji kopi dari tetangga sekitar rumahnya. 

“Hitung-hitung ikut nglarisi mereka,” tuturnya sambil kelakar. 

Baginya, menjual kopi bukan hanya soal uang, meskipun laba yang dihasilkan bisa dua kali lipat. Namun menurut Niam, ketika kopinya bisa diterima di kalangan penikmat kopi, itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Kalau bicara laba, katakanlah biji kopi 23 ribu per kilogram, setelah menjadi bubuk, kita bisa jual 75 ribu. Tapi bukan itu tujuan utama, bagi saya tidak ada yang lebih artistik ketimbang kopi saya bisa dinikmati orang se-Indonesia,” tandas pria asli Cluwak ini.  

Literasi dan Kopi

Menjadi produsen kopi tak membuatnya berhenti menulis. Bahkan, Niam bisa mengkampanyekan literasi melalui kopi. Ia kerap menjual kopi dengan sistem beli sekian makan akan bonus buku karyanya sendiri. Menurutnya, membaca buku identik dengan kopi. Jika orang membeli kopi miliknya, maka bisa mendapatkan buku.

“Membaca buku dan kopi itu satu paket. Tapi kalau misal tidak suka buku masih bisa mendapatkan kopi dan sebaliknya.” kata pria lulusan MA Mathaliul Falah Kajen Margoyoso Pati ini.

Ayah dua anak ini mengaku tak merasa rugi dengan sistem menjual kopi bonus buku. Sebab kopi yang dijualnya diproduksi sendiri. Mulai dari menanam hingga menyangrai. Dengan menjual kopi gratis buku,diam-diam ia masih bisa meraup untung. Hal ini sangat wajar, Karena 90% kopi yang diproduksi bukan hasil membeli dari petani lain melainkan dari kebun sendiri. 

“Kalau untuk buku sendiri tak semua digratiskan karena masih dipasarkan di toko buku dan dipesan oleh teman-teman saya sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya memproduksi kopi dan menulis, Niam juga masih sangat aktif berorganisasi. salah satunya di Nahdlatul Ulama. Pria bertubuh gempal ini sudah sejak lama mengabdikan hidupnya untuk NU. Untuk menemui dan mengajaknya ngopi bareng saja, kita tidak usah repot-repot naik gunung ke Plukaran, karena setiap hari, Niam Nngantor di PCNU Pati. Bahkan kawan-kawannya menjuluki Niam sebagai ‘Juru Kunci kantor NU’.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusdurian dan NU Bagi-Bagi Sembako Plus APD

    Gusdurian dan NU Bagi-Bagi Sembako Plus APD

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Penyerahan paket sembako oleh Gusdurian Peduli dan NU Peduli Kemanusiaan kepada salah satu Warga Kecamatan Tlogowungu yang sedang melakukan Isoman didampingi Camat, Danramil dan Polsek Tlogowungu.   PATI-Salah satu karakter bangsa Indonesia, adalah kuatnya budaya gotong royong. Budaya inilah yang menjadi pilar kokohnya bangsa dunia termasuk Indonesia hingga sekarang. Gotong royong dalam rangka penanganan Covid – […]

  • Download Logo Muktamar ke-34 NU (Vektor, PNG, dan JPG)

    Download Logo Muktamar ke-34 NU (Vektor, PNG, dan JPG)

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Logo Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama PATI – Download logo Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama dalam bentuk file vektor (cdr dan AI), PNG Transparant, dan JPG. Muktamar ke-34 NU telah diputuskan akan diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021 di Lampung.  Manandai kegiatan akbar tersebut, PBNU pun secara resmi telah meluncurkan logo resmi Muktamar ke-34 NU tersebut.  Dilansir NU Pati […]

  • Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 636
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Pati merilis laporan penggunaan layanan kesehatan mobil Ambulan tahun 2024, Rabu (1/1).   Pada data tersebut, sedikitnya ada 122 layanan ambulan dijalankan oleh Lazisnu. Dari junlah itu, sebanyak 41 layanan di lakukan di dalam kota dan 81 lainnya di luar kota.   […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • DKC CBP KPP Pati Donasikan Satu Truk Bantuan untuk Korban Bencana

    DKC CBP KPP Pati Donasikan Satu Truk Bantuan untuk Korban Bencana

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

      Pati, 02 Februari 2021 DKC CBP KPP Pati donasikan satu truk bantuan yang berisi 15 dos Mie instan, 4 Karung beras dan selebihnya pakaian. Bantuan tersebut hasil dari penggalangan donasi oleh beberapa DKAC CBP KPP di antaranya DKAC Dukuhseti, DKAC Gunungwungkal, DKAC Juwana, DKAC Kyen, DKAC Trangkil, PR IPNU IPPNU Gabus dan PR IPNU […]

  • PCNU-PATI

    MI Al Ma’arif Parakan Kauman ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PARAKAN-MI Al Ma’arif Parakan Kauman mewisuda 38  siswa yang telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30  dan juz 29. Dari 38 siswa tersebut 35 siswa diantaranya telah menyelesaikan hafalan juz 30 dan 3 siswa  sdh menyelesaikan hafalan juz 29- 30. Sebelum diwisuda siswa- siswa tersebut telah mengikuti uji publik tahfidz  oleh JQH NU  Kab. Temanggung dan dinyatakan […]

expand_less