Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Laziz NU » Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
  • visibility 506
  • comment 0 komentar

Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya

PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur. 

Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Pucakwangi ini  mengatakan, pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 mulai tahun lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya berpikir untuk mencari aktivitas menghasilkan uang yang bisa dikerjakan dari rumah,” terang dia belum lama ini.

Dari informasi yang dipelajari di media sosial dan ketekunannya menimba ilmu dari sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai macam jenis varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga proses pembuahannya.

“Tanaman anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,” kata dia.

Kebun anggur milik Juliono

Juliono menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1 hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk kalium pada saat pembuahan.(angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jajaki Kerja Sama Penguatan SDM Lewat Pendidikan, INISNU Sinergi dengan Wali Kota Magelang

    Jajaki Kerja Sama Penguatan SDM Lewat Pendidikan, INISNU Sinergi dengan Wali Kota Magelang

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.424
    • 0Komentar

      Magelang — Upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan tinggi terus diperkuat melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dan jajaran Wakil Rektor menjajaki kerja sama strategis dengan Walikota Magaleng H. Damar Prasetyono dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) […]

  • PTM Madrasah Tertunda Lagi

    PTM Madrasah Tertunda Lagi

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

      Ilustrasi PTM di madrasah (sumber : NU Online) PATI – Keinginan Madrasah di Kabupaten Pati untuk kembali melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tampaknya harus ditunda terlebih dahulu. Pasalnya Bupati Pati Haryanto mengaku belum memberikan izin kepada madrasah yang ada di wilayahnya untuk menggelar uji coba atau simulasi (PTM).  Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang […]

  • Fidyah Aneh (1)

    Fidyah Aneh (1)

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Sebagaimana yang telah berlaku didesa – desa, cara melakukan fidyahberbeda – beda. Ada yang caranya sebagai berikut : Ahli waris mengundang 10 orang misalnya, kemudian setelah berkumpul, Salah seorang ahli waris menyerahkan beras untuk fidyah kepada salah seorang diantara 10 orang tersebut, Setelah itu sebagian atau semua  beras diputarkan diantara orang – orang tersebut dengan […]

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.318
    • 0Komentar

      Semarang, 15102026. LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Pearson Indonesia dalam program pendampingan Bahasa Inggris bagi guru-guru sekolah dan madrasah di lingkungan LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah. Program ini diikuti oleh 29 guru dari 26 sekolah dan madrasah. Kegiatan diawali dengan pelatihan tatap muka yang dilaksanakan pada 14–15 Januari 2026 di […]

  • Persiapan KSM, Yayasan Al Ma’arif Gembong Gelar Latihan Silat Integral

    Persiapan KSM, Yayasan Al Ma’arif Gembong Gelar Latihan Silat Integral

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 672
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jelang Kompetensi Siswa Madrasah (KSM) tingkat Kecamatan Gembong, semua madrasah berlomba-lomba mempersiapkan peserta didik terbaiknya. Secara umum, ada tiga cabang lomba yang akan dipertandingkan, yaitu cabang akademik, seni dan olah raga. Suasana latihan integral peserta didik se-Yayasan Al Ma’arif Gembong Cabang akademik, terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPU, PAI dan Bahasa Arab. Sementara cabang […]

  • Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19 GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini.  Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan […]

expand_less