Iklan
Berita

Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong  

GEMBONG-Kaderisasi merupakan satu komponen penting dalam organisasi. Hanya dengan kader yang militan dan terdidik, sebuah organisasi bisa tumbuh subur dan eksis. itulah setidaknya yang diungkapkan oleh K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong, Kamis (29/7).

“Organisasi bisa panjang umur kalau pengkaderannya baik,” tuturnya.

Iklan

Namun, di masa pandemi ini, pengkaderan dalam organisasi apapun terhambat akibat pembatasan kerumunan yang dapat mempercepat penularan Covid 19. Aktivitas seperti pertemuan, rapat, seminar dan sejenisnya, dilaksanakan secara virtual.

Hanya saja, bagi NU, pertemuan secara virtual tidak menyelesaikan seluruh permasalahan. Satu di antaranya adalah kaderisasi melalui Pendidikan Kader Penggerak NU yang menurut K. Sholikhin mustahil dilaksanakan secara virtual.

“Ada persentuhan langsung antara kiai, mentor dan para kader, ada momen-momen sakral yang tidak mungkin dilaksanakan secara virtual,” lanjutnya.

Kader Perlu Dididik

K. Sholikhin memaparkan bahwa MWC NU Gembong seharusnya sudah melaksanakan Pendidikan Kader Penggerak sejak Agustus tahun lalu. Akantetapi, karena pademi yang melanda dunia ini, PCNU Pati dan para Pengurus MWC NU di Kabupaten Pati sepakat untuk menjadwal ulang pelaksanaan kaderisasi tersebut sampai waktu yang belum ditentukan.

Hal ini tentunya mempengaruhi perjalanan organisasi, khususnya dalam hal melahirkan kader penerus. K. Sholikhin tidak memiliki kekhawatiran kehilangan kader-kader militan. menurutnya, hingga detik ini, generasi muda NU yang berada di IPNU/IPPNU, Ansor dan Fatayat memiliki semangat yang luar biasa. Namun, lanjutnya, militansi dan semangat saja tidak cukup.

“Kalau kader militan banyak sekali, tapi kader yang benar-benar terdidik secara organisasi menjadi kekhawatiran sendiri. Militan perlu, tapi militan plus terdidik, ini indikator kader ideal, dan kita sangat butuh kader ideal ini,” tandasnya.

Militansi kader NU di Gembong juga terlihat dari antusiasme Para Ranting-Ranting NU hingga warga NU sendiri yang senantiasa menunggu jadwal pelaksanaan Kaderisasi. Hal ini disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, Ketua Kader Penggerak NU Kecamatan Gembong.

“Banyak sekali yang tanya, kapan ada kaderisasi NU, kalau ada tolong kabari, kalau ada saya mau ikut. Begitu pesan yang saya terima baik lewat WA ataupun secara langsung,” ungkapnya. 

Namun, K. Sholikhin dan para pengurus MWCNU lainnya tidak menyesalkan keaadaan ini. Menurutnya, ada yang lebih penting dari pada kaderisasi, yaitu memutus ranpai penularan Covid-19. 

“Ulama kita melalui kaidah fiqh mengatakan bahwa mencegah mafsadat itu didahulukan daripada mengambil maslahat. Kita prioritaskan dulu urusan Covid biar cepat selesai dan tidak menimbulkan mafsadat yang lebih besar, sambil kita fikirkan hal-hal yang bersifat maslahat sebagai prioritas kedua,” ungkapnya.(lut/ltn) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button