Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » (Ber) Adab; (Ber) Tetangga

(Ber) Adab; (Ber) Tetangga

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

Minggu adalah hari bersantai buat saya setelah melewati hari-hari melelahkan untuk bekerja. Hari minggu selalu saya manfaatkan untuk berada di rumah. Adakalanya baca buku, bersih-bersih rumah, dan sesekali menulis perihal apa saja. Selain itu tentu hari minggu adalah hari yang selalu saya nantikan karena dapat beristirahat sepanjang yang saya mau. Kalau dalam bahasa kerennya, mager sepanjang hari.

Sore itu, saat saya tengah menyapu halaman, saya menyaksikan hal menarik. Ceritanya Ibu sedang berbicara jarak jauh dengan tetangga. Ibu duduk diteras rumah, dan tetangga saya berada diteras rumahnya. Rumah kami tak begitu jauh, maka tak heran jika mengobrol dengan jarak agak jauh dilakukan. Yang penting saling mendengar topik pembicaraan. Saya yang terlampau asyik menyapu tak menyadari jika ada seorang anak datang ke rumah dengan membawa sesuatu. Anak ini adalah cucu dari tetangga yang diajak bicara Ibu.

Lalu saya menoleh saat anak ini memberikan tiga bungkus kerupuk kepada Ibu.

 “Wah kok malah dikasih jajan to Mbah, matursuwun lho niki.”ucap saya kepada anak kecil ini, dengan sengaja mengeraskan volume suara agar terdengar pula oleh tetangga saya. Rupanya jajan yang diberikan ini merupakan pemberian saudara tetangga saya yang sedang berkunjung dan membawa buah tangan. Yang menarik perhatian saya adalah bukan dari barang apa yang dikasih atau berapa nominalnya, tapi bagaimana tetangga saya menunjukkan adab bertetangga yang baik.

Secara tak langsung tetangga saya memberikan pelajaran yang berharga bagi saya sebagai generasi muda yang suatu saat kelak akan menggantikan posisi mereka. Saya yang masih bau kencur ini sudah sepantasnya disadarkan dengan hal-hal yang sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa seperti itu. Secara tersirat dibalik perlakuan tetangga saya ada satu hal yang saya dapat yaitu kalau mau dihargai orang, maka hargailah dulu orang lain. Begitu sebaliknya. Kamu tak mau menghargai maka kamu tak akan dihargai. Hidup bermasyarakat haruslah berkesalingan.

Tak dipungkiri, kita sebagai manusia tak akan pernah bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Seperti pernyataan Aristoteles bahwa manusia adalah Zoon Politicon, hewan yang bermasyarakat. Tak mudah memang hidup berdampingan dengan banyak orang. Ada yang ramah, ada yang suka marah dan ada pula yang selalu tampil wah. Lebih dari itu yang patut kita utamakan adalah bagaimana kita bersikap.

Membiasakan berperilaku baik, meski berat harus dipaksakan agar menjadi terbiasa. Meskipun kita tahu tak semua hal selalu baik dimata orang lain. Yang kita anggap baik belum tentu dimata orang lain terlihat baik pula. Orang akan selalu terlihat buruk dimata orang yang membenci. Apapun yang dilakukan selalu tampak buruk. Tak ada celah sedikitpun untuk kebaikannya. Begitu juga sebaliknya. Maka cara bersikap yang baik adalah melihat hal itu dari kacamata biasa saja. Jangan menjadi sombong ketika disanjung, dan jangan menjadi hina ketika direndahkan.

Disadari atau tak memiliki tetangga yang baik merupakan anugerah dari Allah Swt yang sangat patut untuk disyukuri. Oleh sebab itu, saya sangat bersyukur berada pada lingkungan yang para tetangganya ramah-ramah, sesekali ramah tamah dan memiliki sosial tinggi. Bayangkan jika tetangga saya tadi sudah kikir dari sejak lahir, maka kerupuk tiga bijipun tak akan diberikan cuma-cuma kepada Ibu saya. Bukan sebab nilai yang diberikan akan tetapi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) harus diaplikasikan, biar bukan sekadar di alamat KTP saja. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – PCNU Kabupaten Pati kembali berduka. Dalam suasana semangat kepengurusan baru, PCNU harus kehilangan satu tokoh penting dalam jajaran Syuriyah. Ahmad Adib Al Arif, salah satu wakil Ro’is Syuriyah PCNU Pati yang baru saja dilanting 27 Okteber 2024 lalu, dikabarkan telah memghembuskan nafas terakhir pada Rabu (15/1). Kabar wafatnya kiai yang juga menjabat sebagai […]

  • PCNU-PATI

    PT Sukun Santuni Ribuan Anak Yatim, Ketua PCNU Pati Berikan Apresiasi

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Pati mendapat santunan dari PT Sukun, Selasa (4/4/2023) sore. Mereka diundang untuk menerima santunan di Gedung Haji Pati.  Diketahui, Santunan 10 Ribu Anak Yatim PT Sukun diadakan di 10 kota/Kabupaten di Jawa Tengah. Seribu anak yatim di setiap kabupaten menerima santunan.  Pati merupakan Kabupaten kedelapan. Setelahnya, santunan bakal […]

  • Belajar Menjadi Bijaksana

    Belajar Menjadi Bijaksana

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

                Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.             M. […]

  • brown wooden book shelves in library

    Urgensi Dokumentasi Dalam Mengungkap Fakta Sejarah

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    oleh: Isyrokh Fuaidi pcnupati.or.id – Pengetahuan tentang sejarah tokoh atau peristiwa, meski sebagian mengalami distorsi dan kesalahan dalam pengungkapan yang dihadirkan kepada masyarakat, tetap bermanfaat dan dibutuhkan untuk menjadi pintu masuk memahami perjalanan peradaban manusia dan berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas suatu masyarakat. Sayangnya di Indonesia, tidak semua informasi penting yang menjadi bagian sejarah […]

  • Perjalanan ke Lokasi Muktamar, Katib Syuriyah PWNU Jateng Wafat

    Perjalanan ke Lokasi Muktamar, Katib Syuriyah PWNU Jateng Wafat

    • calendar_month Sen, 20 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    KH. Imam Sya’roni, Katib Syuriyah PWNU Jateng JAKARTA – Kabar duka menyelimuti PWNU Jawa Tengah jelang Muktamar NU ke-34 di Lampung 22-23 Desember mendatang. Pasalnya, Katib Syuriyah PWNU Jateng, KH. Imam Sya’roni dikabarkan wafat saat perjalanan menuju lokasi muktamar.  Pengasuh Ponpes As Sa’adah, Gayamsari Semarang tersebut sempat dilarikan ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan pertolongan medis. […]

  • PCNU PATI - Maksum dan Nadhiroh Ditunjuk Jadi Presidium Alumni PC IPNU IPPNU Pati

    Maksum dan Nadhiroh Ditunjuk Jadi Presidium Alumni PC IPNU IPPNU Pati

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Pati sukses menyelengarakan acara halal bihalal sekaligus pemilihan Presidium Majelis Alumni PC IPNU IPPNU Pati pada Minggu (22/5/2022). Dalam kesempatan itu, Muhammad Maksum dan Umi Nadhiroh terpilih sebagai Presidium Majelis Alumni. Sementara Mohammad Salman dan Khusnul Hidayah terpilih sebagai sekretaris […]

expand_less