Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » (Ber) Adab; (Ber) Tetangga

(Ber) Adab; (Ber) Tetangga

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Minggu adalah hari bersantai buat saya setelah melewati hari-hari melelahkan untuk bekerja. Hari minggu selalu saya manfaatkan untuk berada di rumah. Adakalanya baca buku, bersih-bersih rumah, dan sesekali menulis perihal apa saja. Selain itu tentu hari minggu adalah hari yang selalu saya nantikan karena dapat beristirahat sepanjang yang saya mau. Kalau dalam bahasa kerennya, mager sepanjang hari.

Sore itu, saat saya tengah menyapu halaman, saya menyaksikan hal menarik. Ceritanya Ibu sedang berbicara jarak jauh dengan tetangga. Ibu duduk diteras rumah, dan tetangga saya berada diteras rumahnya. Rumah kami tak begitu jauh, maka tak heran jika mengobrol dengan jarak agak jauh dilakukan. Yang penting saling mendengar topik pembicaraan. Saya yang terlampau asyik menyapu tak menyadari jika ada seorang anak datang ke rumah dengan membawa sesuatu. Anak ini adalah cucu dari tetangga yang diajak bicara Ibu.

Lalu saya menoleh saat anak ini memberikan tiga bungkus kerupuk kepada Ibu.

 “Wah kok malah dikasih jajan to Mbah, matursuwun lho niki.”ucap saya kepada anak kecil ini, dengan sengaja mengeraskan volume suara agar terdengar pula oleh tetangga saya. Rupanya jajan yang diberikan ini merupakan pemberian saudara tetangga saya yang sedang berkunjung dan membawa buah tangan. Yang menarik perhatian saya adalah bukan dari barang apa yang dikasih atau berapa nominalnya, tapi bagaimana tetangga saya menunjukkan adab bertetangga yang baik.

Secara tak langsung tetangga saya memberikan pelajaran yang berharga bagi saya sebagai generasi muda yang suatu saat kelak akan menggantikan posisi mereka. Saya yang masih bau kencur ini sudah sepantasnya disadarkan dengan hal-hal yang sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa seperti itu. Secara tersirat dibalik perlakuan tetangga saya ada satu hal yang saya dapat yaitu kalau mau dihargai orang, maka hargailah dulu orang lain. Begitu sebaliknya. Kamu tak mau menghargai maka kamu tak akan dihargai. Hidup bermasyarakat haruslah berkesalingan.

Tak dipungkiri, kita sebagai manusia tak akan pernah bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Seperti pernyataan Aristoteles bahwa manusia adalah Zoon Politicon, hewan yang bermasyarakat. Tak mudah memang hidup berdampingan dengan banyak orang. Ada yang ramah, ada yang suka marah dan ada pula yang selalu tampil wah. Lebih dari itu yang patut kita utamakan adalah bagaimana kita bersikap.

Membiasakan berperilaku baik, meski berat harus dipaksakan agar menjadi terbiasa. Meskipun kita tahu tak semua hal selalu baik dimata orang lain. Yang kita anggap baik belum tentu dimata orang lain terlihat baik pula. Orang akan selalu terlihat buruk dimata orang yang membenci. Apapun yang dilakukan selalu tampak buruk. Tak ada celah sedikitpun untuk kebaikannya. Begitu juga sebaliknya. Maka cara bersikap yang baik adalah melihat hal itu dari kacamata biasa saja. Jangan menjadi sombong ketika disanjung, dan jangan menjadi hina ketika direndahkan.

Disadari atau tak memiliki tetangga yang baik merupakan anugerah dari Allah Swt yang sangat patut untuk disyukuri. Oleh sebab itu, saya sangat bersyukur berada pada lingkungan yang para tetangganya ramah-ramah, sesekali ramah tamah dan memiliki sosial tinggi. Bayangkan jika tetangga saya tadi sudah kikir dari sejak lahir, maka kerupuk tiga bijipun tak akan diberikan cuma-cuma kepada Ibu saya. Bukan sebab nilai yang diberikan akan tetapi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) harus diaplikasikan, biar bukan sekadar di alamat KTP saja. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Islam Hanyalah Jasad Tanpa Ruh

    Ketika Islam Hanyalah Jasad Tanpa Ruh

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • PCNU PATI

    Nikmat yang Terlupakan

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Siang ini, suasana rumah sakit mulai ramai, berbeda dengan pagi tadi. Saya sedang menemani anak saya yang bungsu, yang kini terbaring lemah di tempat tidur. Tidak ada yang lebih berat bagi seorang orang tua selain melihat anaknya sakit. Saya duduk di sampingnya, memperhatikan wajahnya yang tampak pucat, berharap ia segera […]

  • 20220323_154955-jpg-2

    HUT Pergunu, Ribuan Guru Serbu SMA Muria

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Kang Zen saat ditemui pcnupati.or.id di sela-sela agenda jalan santai PC Pergunu Pati. PATI – Jelang perayaan 70 tahun Persatuan Guru Nahdlatul Ulama’ (Pergunu) 30 Maret nanti, banyak hal yang dilakukan oleh organisasi guru NU tersebut.  Di Pati, PC Pergunu, pada Rabu (23/3) sore tadi melakukan jalan santai dengan garis finish di SMA Muria, Pati. […]

  • PCNU-PATI

    Islam Kemodernan dan Keindonesiaan

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Banyak sekali tokoh-tokoh agama kita yang sangat alergi dengan modernisasi karena dipelopori oleh orang-orang Barat. Cak Nur, dalam buku tersebut, membedakan kemodrenan dengan budaya yang datang dari Barat (Westenisasi). Baginya, kemodernan itu sesuatu yang harus diterima karena dia tidak bertentangan dengan Islam. Kemodernan adalah suatu kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, di mana apabila kemajuan ini […]

  • Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.594
    • 0Komentar

      Suasana khidmat dan penuh keakraban terasa pada malam api unggun sekaligus penutupan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal LP Ma’arif PBNU, Haryando Oghie, pada Kamis (19/12/2025) malam. Api unggun menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan seluruh peserta. Berbagai refleksi dan penampilan singkat […]

  • Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha. Photo by Fauzan On Unsplash.

    Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, MA Idul Adha atau yang kita kenal dengan sebutan Eid al-Adha merupakan salah satu Hari Raya Besar Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah di bulan terakhir dalam kalender Islam. Karena pada momentum Idul Adha ini, seluruh umat Islam di penjuru dunia ikut mengumandangkan takbir. Sedangkan makna takbir Hari Raya Idul Adha di […]

expand_less