Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Wujud Nyata Nasionalisme NU

Wujud Nyata Nasionalisme NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Jan 2015
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

Resensi Buku. NU adalah orgnasasai sosial keagamaan yang secara doktrinal menganut paham Aswaja (Ahlu sl-Sunnah wa al-Jama’ah). Menurut KH. Ahmad Syidiq, hakika Aswaja adalah ajaran Islam murni sebagaimana diajarkan dan diamalkan Rasulallah SAW, dan para sahabat. KH. Ahmad Syidiq melihat Aswaja adalah esensi ajaran Islam. Dalam pemahaman seperti ini, Aswaja merupakan esensi Islam yang bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia. Aswaja dalam pengertian demikian, mensyaratkan tiga hal penting, yaitu; Pertama, menghendaki keseimbangan antara trilogi Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan (akidah, syari’ah, dan akhlak atau tauhid, fiqh, dan tasawuf); Kedua,Aswaja merupakan masalah al-Ushul (prinsip atau pokok ajaran bukan furu’); Ketiga,pengamalannya selalu mengalami perkembangan yang dinamis dengan menggunakan metode tertentu. Secara spesifik Aswaja dalam perspektif NU mengikuti sistem bermadzhab. Dalam bidang fikih, NU mengikuti madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali. Dalam bidang akidah, NU mengikuti dua imam, yaitu imam Asy’ari dan Maturidi. Dan dalam bidang akhlak, NU mengikuti dua imam juga, yaitu Imam Junaidi al-Baghdadi dan al-Ghazali. Sistem bermadzhab inilah yang mendasari NU dalam menggali dan mengamalkan paham keagamaan dan kebangsaan (politik) secara dinamis. Dalam lembaran sejarah Indonesia, peran dan partisipasi NU dalam memperjuangkan nasionalisme tidak diragukan lagi. Rangkain narasi historis menunjukkan NU dengan berjalannya waktu konsisten mempertahankan paham nasionalismenya untuk tetap setia mendukung negara Indonesia dan pancasila.Dalam berbagai konteks, NU membuktikan komitmen tersebut. Pada tahun 1936 NU meyepakati bahwa wilayah Nusantara sebagai daru al-Islam, pada tahun 1945 NU mengeluarkan Resolusi Jihad membela tanah air, pada tahun 1954 NU menyematkan gelar waliyyu al-Amri al-Dlaruri bi al-Syaukah, dan puncaknya pada tahun 1984 NU menetapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk sah dan final dari seluruh cita-cita nation, termasuk umat Islam, untuk mendirikan negara di kawasan Nusantara. Berbagai kebijakan di atas bukan tanpa dasar dan epistemologi yang kokoh. Paham kebangsaan NU digali dari pemikiran-pemikiran politik Sunni Abad pertengahan. Filsafat politik ini sudah mengalami perkembangan sekitar 500 tahun, diawali pada abad ke-9 oleh para ulama fikih, seperti al-Baqillani, al-Baghdadi, al-Mawardi, al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Khaldun. Namun dalam realitas dan praktiknya, NU dalam pandangan politiknya lebih cenderung merujuk pada pemikiran al-Mawardi dan al-Ghazali, dua tokoh sunni yang memiliki pandangan politik yang moderat dan lebih mengedepankan sikap yang mementingkan keselarasan hubungan antarmanusia, sebagaimana watak orang Jawa.Sikap moderat dan memilih jalan damai inilah yang diadopsi NU sebagai pandangan politik dan kebangsaan, sebab sesuai dengan tradisi orang Jawa dimana mayoritas masyarakat pesantren tinggal. Secara spesifik sikap dan pandangan politik NU dapat dirumuskan dalam beberapa prinsip, yaitu tawasuth (keseimbangan), tawazun (keselarasan), I’tidal (teguh dan tidak berat sebelah), dan iqtishad (bertindak seperlunya  dan sewajarnya, tidak berlebihan).Namun, NU saat ini dipanggil lagi perannya untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan dari luar maupun dari dalam yang berkaitan dengan nasionalisme. Di tengah-tengah perkembangan dunia, nasionalisme dikepung oleh tiga arus besar, yaitu globalisme, etnonasionalisme dan fundamentalisme. Globalisme adalah paket retoris yang berwujud ideologi pasasr neoliberal yang memberikan norma, nilai, dan makna-makna tertentu terhadap proses globalisasi. Secara umum globalisasi terjadi dalam tiga ranah, yaitu ekonomi, politik dan kultural.Sedangkan etnonasionalisme adalah gerakan yang mengusung etnisitas sebagai basis untuk mengeklaim hak membentuk pemerintahan sendiri. Pola gerakan ini sering dilakukan dengan cara konflik kekerasan, sehingga dinamakan dengan konflik etnis. Dalam perspektif negara gerakan ini disebut dengan separatisme. Dan fundamentalisme adalah kelompok agama yang menentang sekulerisme dan berkeinginan mendirikan negara Tuhan atau khilafah islamiyah. Bila dipetakan, globalisme dan fundamentalisme merupakan ancaman dari luar, sedangkan etnonasionalisme adalah ancaman dari dalam.Dalam buku ini, Ali Masykur Musa mengajak para masyarakat Indonesia, terutama warga NU untuk bersama-sama menumbuhkan dan mempertahankan kesadaran nasionalisme ala NU di tengah-tengah perkembangan zaman yang penuh dengan kepungan berbagai arus yang mengancam eksistensi nasionalisme. Secara kritis, penulis menyampaikan dasar pemahaman kebangsaan dan sikap politik NU serta hubungannya dengan negara dan nasionalisme. Selain itu penulis juga menyampaikan, ada tiga ancaman nasionalisme baik dari luar, maupun ancaman dari dalam, yaitu globalisme, etnonasionalisme dan fundamentalisme. Untuk dapat menghadapi tiga ancaman tersebut, NU harus membangun ulang orientasi kebangsaan, membangun sikap proaktif dan partisipatif dan membangun politik kelembagaan. Oleh karena itu, buku ini penting dibaca oleh para warga nahdliyin.              
Judul Buku      : Nasionalisme di Persimpangan: Pergumulan NU dan Paham Kebangsaan Indonesia
Penulis             : Ali Masykur Musa
Penerbit           : Erlangga
Tahun Terbit    : Cetakan 2011
Tebal               : 228 hlm
ISBN               : 978-979-099-478-2
Peresensi         : R. Andi Irawan
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memahami Mukjizat Al Qur’an

    Memahami Mukjizat Al Qur’an

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Sebagai umat Islam kita tentu sangat yakin apabila Al Quran adalah mukjizat nabi Muhammad Saw, melalui kitab suci tersebut Nabi Muhammad menyebarkan ajaran agama Islam yang sampai saat ini semakin berkembang. Al-Quran adalah kitab suci umat Islam diseluruh dunia, sebagai penuntun hidup di dunia maupun di akhirat.Mukjizat al-Quran adalah mukjizat (bukti kebenaran) yang terdapat di […]

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Studi Lapangan di Karaban Valley Asri Pati

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Studi Lapangan di Karaban Valley Asri Pati

    • calendar_month Sen, 2 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Pati. Segenap mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dari Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) baru-baru ini melaksanakan kuliah lapangan di Karaban Valley Asri, sebuah usaha lokal yang terletak di Desa Gabus, Pati. Sabtu (30/11/24). Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan antara teori yang diajarkan di kampus dengan praktik langsung di lapangan, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Kuliah […]

  • Ramadan itu Bulan Produktif!

    Ramadan itu Bulan Produktif!

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Gambaran kita pasti selama Ramadan itu nglemprek, lemes, lemah, letih, lesu, lunglai, letoi, dan sejenisnya. Ada yang demikian, ada yang tidak. Tapi bagi saya, Ramadan itu bulan produktif.   Bulan Ramadan sering kali dipandang sebagai bulan yang penuh dengan ibadah dan refleksi diri dengan “lemahnya” fisik kita. Namun, lebih dari […]

  • Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Jurnalistik, PMR, dan Pramuka, bagi-bagi ratusan takjil di bulan Ramadan ini. Mereka membagikan 350 paket takjil kepada para pengendara yang malintas di depan Pendopo Kabupaten Pati, pada Senin (1/4/2024) sore. Warga pun tampak antusias untuk mendapatakan takjil […]

  • PCNU-PATI

    Setelah Jepara, Giliran Lazisnu Grobogan Bantu Korban Bencana Pati

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PATI – Di tengah maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat menjadi meningkat. Bahkan sebagian masyarakat tergerak merogoh kocek lebih dalam untuk membantu sesamanya yang menjadi korban bencana.  Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari uang, sembako, pakaian layak pakai. Justru, menurut pantauan Lazisnu Pati, bantuan non-tunai inilah yang dibutuhkan korban yang […]

  • Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisas

    Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisas

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisasi Home  Berita  Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisasi Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisasi  Aksara     Rabu, Mei 26, 2021     Berita     Comment    Minggu (23/05) Dalam […]

expand_less