Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Wujud Nyata Nasionalisme NU

Wujud Nyata Nasionalisme NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Jan 2015
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Resensi Buku. NU adalah orgnasasai sosial keagamaan yang secara doktrinal menganut paham Aswaja (Ahlu sl-Sunnah wa al-Jama’ah). Menurut KH. Ahmad Syidiq, hakika Aswaja adalah ajaran Islam murni sebagaimana diajarkan dan diamalkan Rasulallah SAW, dan para sahabat. KH. Ahmad Syidiq melihat Aswaja adalah esensi ajaran Islam. Dalam pemahaman seperti ini, Aswaja merupakan esensi Islam yang bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia. Aswaja dalam pengertian demikian, mensyaratkan tiga hal penting, yaitu; Pertama, menghendaki keseimbangan antara trilogi Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan (akidah, syari’ah, dan akhlak atau tauhid, fiqh, dan tasawuf); Kedua,Aswaja merupakan masalah al-Ushul (prinsip atau pokok ajaran bukan furu’); Ketiga,pengamalannya selalu mengalami perkembangan yang dinamis dengan menggunakan metode tertentu. Secara spesifik Aswaja dalam perspektif NU mengikuti sistem bermadzhab. Dalam bidang fikih, NU mengikuti madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali. Dalam bidang akidah, NU mengikuti dua imam, yaitu imam Asy’ari dan Maturidi. Dan dalam bidang akhlak, NU mengikuti dua imam juga, yaitu Imam Junaidi al-Baghdadi dan al-Ghazali. Sistem bermadzhab inilah yang mendasari NU dalam menggali dan mengamalkan paham keagamaan dan kebangsaan (politik) secara dinamis. Dalam lembaran sejarah Indonesia, peran dan partisipasi NU dalam memperjuangkan nasionalisme tidak diragukan lagi. Rangkain narasi historis menunjukkan NU dengan berjalannya waktu konsisten mempertahankan paham nasionalismenya untuk tetap setia mendukung negara Indonesia dan pancasila.Dalam berbagai konteks, NU membuktikan komitmen tersebut. Pada tahun 1936 NU meyepakati bahwa wilayah Nusantara sebagai daru al-Islam, pada tahun 1945 NU mengeluarkan Resolusi Jihad membela tanah air, pada tahun 1954 NU menyematkan gelar waliyyu al-Amri al-Dlaruri bi al-Syaukah, dan puncaknya pada tahun 1984 NU menetapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk sah dan final dari seluruh cita-cita nation, termasuk umat Islam, untuk mendirikan negara di kawasan Nusantara. Berbagai kebijakan di atas bukan tanpa dasar dan epistemologi yang kokoh. Paham kebangsaan NU digali dari pemikiran-pemikiran politik Sunni Abad pertengahan. Filsafat politik ini sudah mengalami perkembangan sekitar 500 tahun, diawali pada abad ke-9 oleh para ulama fikih, seperti al-Baqillani, al-Baghdadi, al-Mawardi, al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Khaldun. Namun dalam realitas dan praktiknya, NU dalam pandangan politiknya lebih cenderung merujuk pada pemikiran al-Mawardi dan al-Ghazali, dua tokoh sunni yang memiliki pandangan politik yang moderat dan lebih mengedepankan sikap yang mementingkan keselarasan hubungan antarmanusia, sebagaimana watak orang Jawa.Sikap moderat dan memilih jalan damai inilah yang diadopsi NU sebagai pandangan politik dan kebangsaan, sebab sesuai dengan tradisi orang Jawa dimana mayoritas masyarakat pesantren tinggal. Secara spesifik sikap dan pandangan politik NU dapat dirumuskan dalam beberapa prinsip, yaitu tawasuth (keseimbangan), tawazun (keselarasan), I’tidal (teguh dan tidak berat sebelah), dan iqtishad (bertindak seperlunya  dan sewajarnya, tidak berlebihan).Namun, NU saat ini dipanggil lagi perannya untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan dari luar maupun dari dalam yang berkaitan dengan nasionalisme. Di tengah-tengah perkembangan dunia, nasionalisme dikepung oleh tiga arus besar, yaitu globalisme, etnonasionalisme dan fundamentalisme. Globalisme adalah paket retoris yang berwujud ideologi pasasr neoliberal yang memberikan norma, nilai, dan makna-makna tertentu terhadap proses globalisasi. Secara umum globalisasi terjadi dalam tiga ranah, yaitu ekonomi, politik dan kultural.Sedangkan etnonasionalisme adalah gerakan yang mengusung etnisitas sebagai basis untuk mengeklaim hak membentuk pemerintahan sendiri. Pola gerakan ini sering dilakukan dengan cara konflik kekerasan, sehingga dinamakan dengan konflik etnis. Dalam perspektif negara gerakan ini disebut dengan separatisme. Dan fundamentalisme adalah kelompok agama yang menentang sekulerisme dan berkeinginan mendirikan negara Tuhan atau khilafah islamiyah. Bila dipetakan, globalisme dan fundamentalisme merupakan ancaman dari luar, sedangkan etnonasionalisme adalah ancaman dari dalam.Dalam buku ini, Ali Masykur Musa mengajak para masyarakat Indonesia, terutama warga NU untuk bersama-sama menumbuhkan dan mempertahankan kesadaran nasionalisme ala NU di tengah-tengah perkembangan zaman yang penuh dengan kepungan berbagai arus yang mengancam eksistensi nasionalisme. Secara kritis, penulis menyampaikan dasar pemahaman kebangsaan dan sikap politik NU serta hubungannya dengan negara dan nasionalisme. Selain itu penulis juga menyampaikan, ada tiga ancaman nasionalisme baik dari luar, maupun ancaman dari dalam, yaitu globalisme, etnonasionalisme dan fundamentalisme. Untuk dapat menghadapi tiga ancaman tersebut, NU harus membangun ulang orientasi kebangsaan, membangun sikap proaktif dan partisipatif dan membangun politik kelembagaan. Oleh karena itu, buku ini penting dibaca oleh para warga nahdliyin.              
Judul Buku      : Nasionalisme di Persimpangan: Pergumulan NU dan Paham Kebangsaan Indonesia
Penulis             : Ali Masykur Musa
Penerbit           : Erlangga
Tahun Terbit    : Cetakan 2011
Tebal               : 228 hlm
ISBN               : 978-979-099-478-2
Peresensi         : R. Andi Irawan
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Twib ‘Siap PTM’ karya Ali Munir menempati posisi trending #6 dan #8 di portal twibbon terkemuka, twibbonize.com. sementara twib PMII Kece menempati posisi trending #2 di portal yang sama PATI – Usia bukan ukuran untuk berkreasi. Banyak orang dengan usia yang tak lagi muda, namun masih bisa memproduksi beragam ide. Bahkan tidak jarang, ide-ide itupun […]

  • Sugianto, Banser yang Mengocak Perut Rombongan PCNU Pati

    Sugianto, Banser yang Mengocak Perut Rombongan PCNU Pati

    • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    DEMAK – Istighotsah PWNU dalam menyambut 1 abad Nahdlatul Ulama yang dilangsungkan di Masjid Agung Demak, menyisakan cerita yang cukup menggelikan bagi undangan dari PCNU Pati. Setibanya di lokasi, pada Hari Sabtu (30/7), pukul 03.30 WIB, rombongan dari Pati tersebut diminta lurus ke barat menuju gedung PCNU Demak. “Kita diminta menyelesaikan administrasi sekalian ambil konsumsi,” […]

  • PCNU - PATI

    Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KH. Sahal Mahfudh, ulama karismatik asal Kajen Pati ini pada akhir tahun 80an pernah menulis sebuah makalah yang dengan eksplisit menunjuk pesantren sebagai tempat membina (mengajar dan mendidik) para santri agar peduli terhadap lingkungan. Kiai Sahal optimis pesantren dapat melakukan pembinaan lingkungan hidup agar tidak menyulitkan generasi masa depan. Saat ini, bencana alam yang melanda […]

  • MWCNU  Kecamatan Gembong Sukses Gelar Seminar Ekonomi

    MWCNU Kecamatan Gembong Sukses Gelar Seminar Ekonomi

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) dan Para Kader  Muda NU melaksanakan seminar Ekonomi bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi MWC-NU Gembong” dengan peserta dari seluruh Ranting NU se Kecamatan Gembong dengan menghadirkan dua narasumber, H. Najib Zabidi Direktur Koperasi Aneka Jasa 26 Pati dan Mumu Mubarok, Direktur Arta Mas Abadi, Minggu (15/1) kemarin. […]

  • PCNU-PATI Photo by Malik Skydsgaard

    Fenomena Prostitusi dalam Perspektif Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prostitusi didefinisikan sebagai pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan atau pelacuran. Aktifitas seksual yang terjadi dalam prostitusi bukan lahir karena hubungan sah suami-istri, melainkan karena adanya transaksi “penjual” dan “pembeli”. Dari sini sudah jelas sekali, bahwa prostitusi merupakan praktik bisnis perzinaan berbayar […]

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

expand_less