Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Habib Ali Zainal Abidin kembali hadir di Gembong untuk ke sekian kalinya. Kali ini, Minggu (20/10) Habib asal Jepara ini diundang oleh keluarga KH. Imam Shofwan untuk mengisi haul ke-36 KH. Muhammad Karim, ayah KH. Imam.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali tidak hanya mengumandangkan sholawat, namun juga memberikan pencerahan kepada jama’ah. Ia berpesan agar selalu mencintai Nabi Muhammad SAW dan terus mengenang jasa para pendahulu. Dengan penuh hidmat, sekitar seribu jama’ah yang hadir memadati Ponpes Shofa Az Zahro’ tempat dimana agenda tersebut dilangsungkan, larut dalam suasana semarak.

Acara Puncak Haul ke-36 KH. Muhammad Karim bersama Habib Ali Zainal Abidin Jepara di Aula Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong, Minggu (20/10). (Foto : Idanov)

Rangkaian Haul ke-36 ini juga diisi dengan kegiatan-kegiatan lain seperti istighotsah, tahtimul qur’an dan ziarah massal yang telah dilaksanakan Jumat (18/10) hingga Sabtu (19/10). Sedangkan gema sholawat yang diisi oleh Habib Ali merupakan puncak acara sekaligus penutup.

Hadir pula Bupati Pati, Haryanto yang turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya yang cukup singkat, ia sempat menyinggung soal jasa-jasa KH. Muhammad Karim dalam ranah pendidikan. Kapada para hadirin, Bupati berkumis tebal tersebut berpesan agar perjuangan para pendahulu seperi KH. Muhammad Karim ini dapat dilestarikan, sebab menurutnya menjaga hasil perjuangan juga merupakan salah satu tugas berat.

“Mari kita teladani KH. Muhammad Karim yang telah banyak berjasa dalam pendidikan. Kita juga harus mampu meneruskan perjuangan beliau” tuturnya.

Bupati Pati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para penyelenggara pendidikan swasta. Sebab menurutnya, pemerintah daerah tidak akan mampu menampung peserta didik secara keseluruhan tanpa bantuan lembaga pendidikan swasta.

KH. Muhammad Karim

KH. Muhammad Karim atau akrab disapa Mbah Mad Karim merupakan salah satu tokoh pendidikan, tokoh NU dan tokoh perjuangan melawan kolonialisme. Rumahnya pernah digunakan sebagai markas kedua Tentara Kita saat masa penjajahan Belanda dan Jepang. Hal ini sampai membuat nama Muhammad Karim menjadi DPO penjajah.

Kiprahnya di NU diawali paska kemerdekaan sebagai ketua ranting NU Gembong. Pun dalam hal pendidikan, santri KH. Salam Kajen ini juga pelopor pendidikan yang kini besar dan bernama Yayasan Al Ma’arif Gembong.

“Bapak saya pernah berpesan agar kami, anak-anaknya jangan sampai meninggalkan NU. Pesan ini saya sampaikan lagi kepada bapak-ibu, khususnya bagi santri Al Ma’arif dan Ponpes Shofa Az Zahro'” ungkap K. Sholikhin, putra bungsu Mbah Mad Karim dalam sambutan panitia siang tadi.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Aliaksei Lepik

    Zakat sebagai Metode Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Salah satu masalah terbesar masyarakat Indonesia adalah tingginya angka kemiskinan. Sebagai sebuah masalah, maka kemiskinan perlu didefinisikan terlebih dahulu kemudian dicari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan masyarakat menjadi miskin dan bagaimana kemiskinan itu dapat diminimalisir. Boleh jadi kemiskinan itu terjadi karena kebodohan sehingga mayarakat tidak mengetahui masalah dan potensi dirinya. Selain masalah […]

  • Ansor Pati Akan Gelar Selametan Bumi Pesantenan

    Ansor Pati Akan Gelar Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati akan menggelar kegiatan bertajuk Selametan Bumi Pesantenan. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama 2 hari, pada 19-20 September 2019 ini terdiri atas tiga kegiatan yaitu 100 Khataman Al Quran, Apel Pembaretan 5.000 Banser, dan Istighosah Kubro. Pamflet acara Selametan Bumi Pesantenan yang akan digelar oleh PC […]

  • LTN NU Pati Jalin Koordinasi dengan NU Online Jateng

    LTN NU Pati Jalin Koordinasi dengan NU Online Jateng

    • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati melakukan koordinasi dengan NU Online Jawa Tengah, Kamis (4/5/2023) siang. Kegiatan yang berlangsung di Aula PWNU Jateng tersebut diikuti oleh sejumlah Pengurus LTN NU Pati.  Syamsul Huda, Pimpinan Umum NU Online Jateng yang menemui rombongan dari Pati mebuka diskusi tersebut. Ia menyampaikan peranan krusial NU […]

  • PCNU Pati Gelar Apel Hari Santi di Pendopo Kabupaten

    PCNU Pati Gelar Apel Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.570
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan peringatan Hari Santri 2025, di pendopo kabupaten, Rabu (22/20/2025) sore. Kegiatan ini semula dijadwalkan berlangsung di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, kemudian dilanjutkan ziarah serta tabur bunga di pusara Muhammad Hasyim Mahfudh (1929-1949). Namun karena terhalang hujan lebat, maka apel dipindahkan ke pendopo kabupaten. Seratusan […]

  • Pembahasan Raperda Pesantren Ditarget Selesai Pertengahan November

    Pembahasan Raperda Pesantren Ditarget Selesai Pertengahan November

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pesantren dikebut oleh Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Pembahasan ini ditargetkan rampung pada pertengahan November 2022. Ketua Komisi D DPRD Pati, Wisnu Wijayanto mengatakan, Komisinya akan menyelesaikan pembahasan Raperda tersebut paling lambat sampai 14 Oktober mendatang.  “Tanggal 2 sampai 4 November kita pembahasan. […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.212
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

expand_less