Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tugas Mulia Pondok Pesantren

Tugas Mulia Pondok Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
  • visibility 379
  • comment 0 komentar

KH. A. Mustafa Bisri dalam mauidhoh hasanah di PP. Mansajul Ulum Cebolek Margoyoso Pati dalam rangka Haul Ibu Nyai Salamah Muhammadun, istri KH. Abdullah Rifa’i (selasa malam rabu, 12 Juli 2022) menjelaskan: di pesantren, tarbiyah (pendidikan) lebih dominan dari pada ta’lim (pengajaran).

Tarbiyah sebagaimana keterangan Syaikh Mustafa Al-Ghulayaini dalam kitab ‘Iddhatun Nasyiin’ adalah menanam akhlak utama pada anak didik (غرس الاخلاق الفضيلة). Akhlak utama ini menjadikan anak didik kreatif, moralis dan dedikatif bagi orang lain, bangsa dan negara. Mereka mengedepankan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi.

Para kiai tidak hanya mengajarkan wudlu’, shalat, dan lain-lain. Tapi mereka mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendidik santri supaya meneladani. Para kiai mengajarkan sifat jujur dan amanah dan memberikan contoh kepada para santri bagaimana hidup jujur dan amanah.

Internalisasi karakter ala pesantren ini menjadi kunci bagaimana pesantren mampu menghasilkan orang-orang hebat yang bermanfaat dalam skala lokal, regional, nasional dan internasional. Pondasi akhlak mereka sangat kuat sehingga ilmu yang diberikan semata-mata untuk menggapai ridlo Allah dan mengabdi kepada sesama.

Tugas mulia pesantren ini harus didukung oleh semua pihak.

Pertama, orangtua harus benar-benar mendoakan anak-anaknya supaya dijadikan Allah generasi yang berkualitas (berakhlak mulia dan berilmu tinggi). Jangan lupa melakukan shalat malam dan mendoakan anak-anaknya yang sedang studi di pesantren.

Kedua, anak-anak yang studi di pesantren harus membangun niatnya yang benar: menggapai ridlo Allah, menghilangkan kebodohan, dan menghidupkan agama Allah. Para santri harus belajar sungguh-sungguh supaya diberi Allah anugerah ilmu yang dalam, luas, dan berkah untuk menyebarkan ilmu Allah kepada sesama manusia.

Ketiga, orangtua dan anak harus memuliakan kiai sebagai ahlul ilmi. Orangtua memasrahkan anaknya kepada kiai dengan sungguh-sungguh memohon kepada kiai supaya mendidik anaknya menjadi generasi shalih berkualitas.

Keempat, meneladani kiai dan bu nyai dalam segala hal, khususnya dalam memaknai kehidupan dan berjuang di tengah masyarakat.

Ibu Nyai Salamah contohnya adalah sosok Bu Nyai yang hebat yang mengajar anak-anak dan para santri serta mendampingi suami, KH. Abdullah Rifa’i, dengan penuh kesabaran, istiqomah, dan kasih sayang yang luar biasa. Anak-anaknya menjadi kader-kader hebat yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Begitu juga santri-santrinya menjadi kader penerus perjuangan agama dan bangsa.

Menjadi Partner Setia

KH. A. Mustafa Bisri secara panjang lebar menjelaskan bahwa haul Ibu Nyai Salamah ini menunjukkan bahwa perempuan adalah sosok hebat yang punya peran signifikan dalam pergulatan keilmuan dan sosial sekaligus.

Perempuan tidak diposisikan sebagai ‘konco wingking’ dan makhluk kedua. Laki-laki dan perempuan sama-sama berperan aktif dalam kehidupan di berbagai aspek kehidupan.

Nabi bersabda:

النساء شقائق الرجال

Perempuan adalah saudara kandung laki-laki

ما اكرم النساء الا كريم وما أهانهن الا لعين

Hanya orang mulia yang mampu memuliakan perempuan dan hanya orang terkutuk yang merendahkan perempuan

الجنة تحت أقدام الامهات

Surga berada di bawah telapak kaki para Ibu

Hadis-hadis di atas meneguhkan posisi sentral perempuan sebagai makhluk Allah yang setara, bahkan sangat mulia.

Ibu Nyai Salamah adalah bukti nyata seorang perempuan tangguh yang mendidik anak-anak dan para santri serta mendampingi suami, KH. Abdullah Rifa’i,  dalam berkhidmah pada ilmu dan masyarakat. Semoga kita mampu meneladaninya, amiin

تغشاهما الله تعالي بالرحمة والمغفرة والرضا وأسكنهما فسيح جناته أمين يا رب العالمين

Pati, 13 Juli 2022/ 13 Dzulhijjah 1443

(Dr. Jamal Makmur Asmani, Wakil Ketua PCNU Pati)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    16 Grup Siap Meriahkan Festival Rebana Pelajar NU Pati

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Pati bakal menggelar Festival Rebana se-Kabupaten Pati di MA Shirotul Ulum Trangkil pada Sabtu (26/11/2022). Sebanyak 16 grup rebana dari berbagai penjuru Bumi Mina Tani siap meramaikannya. Diantaranya, Sauqul Qolbi (PAC Margoyoso), Nurusshofa (PAC Juwana), Al Amboh (PAC Trangkil), Rebana […]

  • Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan Ngaji bareng dengan membedah Kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan mendatangkan  narasumber lulusan Sudan yaitu Taufiq Zubaidi, M.A bertempat di Darul Hadlonah-Waturoyo, 3/8 kemarin malam. “Mulai per Agustus ini mempunyai agenda baru yaitu ngaji bareng, lebih tepatnya bedah buku-buku yang berkaitan dengan NU, Aswaja dan pemikiran Islam atau […]

  • PCNU-PATI Photo by Fahrul Azmi

    Peran Masjid sebagai agen of change

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Masjid sebagaimana kita ketahui merupakan tempat untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt. Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tentunya dibutuhkan sarana dan tempat yang tepat dan bisa lebih khusyuk dan khidmat dalam beribadah kepada Sang Kholiq. Maka, keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ‘Muslim’ tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi urgen […]

  • NU Jangan Hanya Bicara Potensi

    NU Jangan Hanya Bicara Potensi

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    KH Lukman Hakim Syaifuddin, selaku Menteri Agama dalam Silaturrahim NU se-Dunia di Hotel Taisir Mekah (Kamis, 7 Dzulhijjah 1440 H./8 Agustus 2019) menyatakan, membicarakan NU jangan hanya potensi. Semua pihak sudah paham bahwa potensi NU di semua bidang sangat besar. Diamnya NU sudah merupakan potensi. Namun potensi saja tidak cukup. Potensi besar NU harus digerakkan […]

  • LPBI NU : 10 Tangki Air Bersih Per Hari Masih Kurang

    LPBI NU : 10 Tangki Air Bersih Per Hari Masih Kurang

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    PATI-Lazisnu bersama dengan LPBI NU Cabang Pati akhir-akhir ini disibukkan dengan agenda bhakti sosial. Kekeringan yang melanda sebagian daerah di Kabupaten Pati membuat LPBI NU sebagai lembaga yang mengurus penanggulangan bencana harus turun tangan. Tercatat, puluhan desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Pati mengalami kekeringan. Saebagian besar desa tersebut berada di Kecamatan Pucakwangi, Kayen, […]

  • PATI - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pati gelar  Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), belum lama ini. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan solidaritas, profesionalisme, serta Loyalitas dalam Ber-Khidmah dalam Ansor.  Adapun kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab), Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) se-kabupaten Pati, dan Ketua Cabang Ansor Pati.  Tema yang diangkat pada acara tersebut juga sejalan dengan salah satu misi dari Ansor Pati, yaitu mengatasi intoleransi dan isu perpecahan menjelang pemilu yang jamak terjadi. Seperti diketahui, bahwa isu intoleransi memang selalu muncul, terlebih ketika adanya suatu momentum tertentu, seperti pada saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Di sana, Ansor dan Banser akan terus bersiap menjadi garda terdepan dalam menjaga kesatuan NKRI. "Memiliki massa 5000 anggota lebih, Ansor dan Banser Pati akan selalu konsisten untuk menjaga kebhinekaan dan kesatuan NKRI," ungkap Ketua Cabang Ansor Pati H. Abdullah Syafiq. Sementara itu Kasatkorcab Banser Kabupaten Pati, H Moh Soetomo, menuturkan bahwa Banser akan lebih sigap dalam menjaga keutuhan NKRI. "Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh ketua cabang Ansor, Banser sebagai ujung tombak Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai persatuan, akan menindak tegas adanya intoleransi dan isu perpecahan," tutur dia. (Angga/Ltn)

    Banser Pati Siap Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi 

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    PATI – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pati gelar  Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), belum lama ini. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan solidaritas, profesionalisme, serta Loyalitas dalam Ber-Khidmah dalam Ansor.  Adapun kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab), Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) se-kabupaten Pati, dan Ketua Cabang Ansor Pati.  Tema yang diangkat pada […]

expand_less