Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Des 2021
  • visibility 623
  • comment 0 komentar

 

KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937.

Kiai Sahal sapaan akrabnya sejak kecil memang terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Dalam diri Kiai Sahal Mahfudh terdapat karakter tawadhu’ (rendah hati), hirsh(spirit memburu ilmu yang sangat tinggi), i’timad ala nafsi (percaya diri), kifah mudawamah (spirit juang yang tingggi), istiqomah(konsisten), amanah (dapat dipercaya), tawassuth (moderat), zuhud(tidak berorientasi pada dunia), dan uswah hasanah (mampu menjadi teladan baik). Kesembilan karakter Kiai Sahal Mahfudh ini melahirkan berkah yang melimpah, baik untuk pribadi maupun keluarga, lingkungan, dan bangsa. Hlm (10).

Keteladanan Kiai Sahal Mahfudh dalam Menegakkan Khittah NU

Salah satu prestasi besar Kiai Sahal Mahfudh adalah menegakkan khittah 1926. Kiai Sahal Mahfudh mampu menampilkan diri sebagai seorang negarawan besar yang mampu mengakomodasikan semua elemen yang ada di Nahdlatul Ulama (NU) dan bangsa Indonesia. Beliau tidak hanya melayani satu partai dan satu kepentingan. Kenegarawanannya diakui semua orang. Keberadaannya diterima dan diapresiasi semua kalangan. Sehingga sosok Kiai Sahal Mahfudh akhirnya menjadi milik bangsa, bukan golongan. Di sinilah kehebatnya beliau yang harus menjadi teladan bangsa ini. Hlm (137).

Sebagau salah satu eksponen NU yang memperjuangkan Khittah 1926 di Muktamar NU ke 27 di Situbondo tahun 1984, Kiai Sahal mempunyai pemikiran besar tentang Khittah NU. Kiai Sahal saat di Muktamar Situbondo ini  sebenarnya secara struktural masih menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah.

Meskipun Kiai Sahal masih menjadi Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, namun aktivitas dan keilmuan Kiai Sahal sudah menasional. Kiai Sahal sudah terlibat dalam forum diskusi nasional tentang pesantren bersama KH. Abdurrahman Wahid, dan juga yang tak kalah penting adalah bahwa Kiai Sahal aktif dalam majalah pesantren yang terkenal yang berada di bawah naungan P3M (Perhimpunan Pesantren dan Pengembangan Masyarakat).

Dari modal intelektual dan pergaulan di atas menjadi modal besar Kiai Sahal terlibat dalam percaturan nasional. Dalam konteks inilah kita bisa melihat ketokohan Kiai Sahal sejak Muktamar NU tahun 1984 di Situbondo. Kiai Sahal Mahfudh yang berfikiran brilian dengan ide-ide besar trasformatif. Hlm (157).

Perjuangan Kiai Sahal Mahfudh

Dalam membangun peradaban Islam trasformatif, Kiai Sahal mempunyai beberapa fondasi pemikiran. Pertama, Islam mendorong umatnya menjadi muslim yang kuat supaya mampu memberikan kemanfaatan yang besar kepada orang lain secara luas. Kedua, Islam mendorong umat Islam untuk berjuang, baik dengan harta maupun jiwa. Berjuang dengan harta mengharuskan umat Islam mempunyai prestasi di bidang ekonomi. Di sinilah urgensi membangkitkan entrepreneurship dengan etos kerja. Ketiga, islam mendorong umatnya untuk berprestasi di bidang ilmu dengan perintah membaca sebagai kegiatan yang sangat representatif dalam konteks mencari ilmu. Umat Islam tidak boleh kalah dengan umat-umat lainnya, misalnya Yahudi dan Nasrani yang prestasi keilmuannya dan kualitas pendidikan umat Islam jauh di bawah Yahudi dan Nasrani. Hal ini mendorong seluruh seluruh umat Islam untuk mencurahkan segala kemampuan dalam mengembangkan kualitas personal dan institusional demi izzul Islam wal Muslimin. Hlm (42).

Dengan demikian, benang merah pemikiran Kiai Saal Mahfudh dalam buku ini adalah menjadikan teks-teks agama, khususnya fiqh sebagai instrumen efektif dalam melakukan trasformasi, khususnya di bidang ekonomi umat. Keadilan dan kesejahteraan ekonomi menjadi core value pemikiran Kiai Sahal Mahfudh yang dimanifestasikan dalam dedikasi dan perjuangannya sepajang hayat. Hlm (41).

Buku ini ingin mengeksplorasi lebih lanjut tentang karakter-karakter agung Kiai Sahal yang termaktub dalam buku ini terdiri dari tujuh bab. Bab pertama, menjelaskan tentang mengenal dari dekat Kiai Sahal mahfudh. Bab kedua, menjelaskan keteladanan Kiai Sahal Mahfudh. Bab ketiga, keteladanan Kiai Sahal Mahfudh menegakkan khittah NU. Bab keempat, Kendala menegakkan khittah NU. Bab kelima, Khittah Nahdliyah. Bab keenam, meneguhkan politik kebangsaan. Bab ketujuh, menegakkan khittah menuju era keemasan. Melalui buku ini, Anda dapat mengarungi samudra inspirasi untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik pada masa mendatang.

Judul Buku      : KH. MA. Sahal Mahfudh Sang Penegak Khittah NU

Penulis             : DR. Jamal Ma’mur Asmani, M.A.

Penerbit           : Diva Press

Tahun Terbit   : 2021

Tebal Halaman: 227

ISBN               : 978-623-293-532-7

Peresensi         : Siswanto

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Mustahik di Pati Mendapat Modal Usaha dari Baznas Jateng

    Ribuan Mustahik di Pati Mendapat Modal Usaha dari Baznas Jateng

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 3.500 mustahik dari Kabupaten Pati dan Rembang, diberi modal usaha oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah. Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Daroji, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ZIS dalam meningkatkan taraf hidup mustahik melalui pengembangan usaha produktif. ”ZIS bukan hanya sebatas kewajiban ibadah, tetapi juga solusi […]

  • PCNU-PATI

    Berenang Gratis Buat Anak-Anak

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Setelah selesai dengan aktivitas sosial yang begitu padat, pada akhirnya saya kembali pada rutinitas semula. Kembali menulis dan melanjutkan aktivitas harian yang beberapa hari ini telah saya tinggalkan. Ide dari tulisan yang akan saya uraikan ini, sebenarnya sudah ada sejak lama di fikiran. Namun, saya mengendapkannya terlebih dahulu karena berbenturan dengan hal […]

  • Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

    Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini adalah jadwal saya menulis tentang celoteh yang menjadi rutinitas tiap minggunya. Tiap Jumat maka saya akan menulis tentang kisah yang berkaitan dengan anak-anak. Mengapa saya memilih anak-anak? Sebab mereka adalah makhluk kecil yang masih polos dan kita sebagai orang dewasa yang didekatnya sudah tentu memiliki kewajiban untuk menuntunnya sebagai […]

  • MWCNU  Kecamatan Gembong Sukses Gelar Seminar Ekonomi

    MWCNU Kecamatan Gembong Sukses Gelar Seminar Ekonomi

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) dan Para Kader  Muda NU melaksanakan seminar Ekonomi bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi MWC-NU Gembong” dengan peserta dari seluruh Ranting NU se Kecamatan Gembong dengan menghadirkan dua narasumber, H. Najib Zabidi Direktur Koperasi Aneka Jasa 26 Pati dan Mumu Mubarok, Direktur Arta Mas Abadi, Minggu (15/1) kemarin. […]

  • PCNU Pati Temukan Siswa Mokel Puasa dengan Menu MBG

    PCNU Pati Temukan Siswa Mokel Puasa dengan Menu MBG

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.301
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menemukan sejumlah siswa mokel atau membatalkan puasa Ramadan dengan menu makan bergizi gratis (MBG). Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengatakan temuan ini terjadi di beberapa sekolahan di Kabupaten Pati. Mulai dari tingkatan SD, SMP hingga SMA. Para siswa makan setelah mendapatkan menu MBG. ”Mohon […]

  • NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda  No 8 Tahun 2013

    NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 27 Juni 2015 di ruang rapat Pragola Setda Kab Pati. Ormas terbesar di Kabupaten Pati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Ansor dan Banser mengadakan Audiensi  dengan Forkompinda perihal Perda No 8 tahun 2013  yang telah habis masa toleransinya awal bulan Juli nanti.             “Terima kasih banyak Pak Bupati telah memberikan waktu untuk kami […]

expand_less