Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Des 2021
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

 

KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937.

Kiai Sahal sapaan akrabnya sejak kecil memang terkenal gemar membaca baik bacaan kitab kuning maupun buku ilmiah. Dari kegemaran membaca inilah Kiai Sahal tumbuh menjadi seorang ulama dan kiai besar yang selama hidupnya dihabiskan untuk memberikan sumbangsih pemikiran kepada bangsa dan negara.

Dalam diri Kiai Sahal Mahfudh terdapat karakter tawadhu’ (rendah hati), hirsh(spirit memburu ilmu yang sangat tinggi), i’timad ala nafsi (percaya diri), kifah mudawamah (spirit juang yang tingggi), istiqomah(konsisten), amanah (dapat dipercaya), tawassuth (moderat), zuhud(tidak berorientasi pada dunia), dan uswah hasanah (mampu menjadi teladan baik). Kesembilan karakter Kiai Sahal Mahfudh ini melahirkan berkah yang melimpah, baik untuk pribadi maupun keluarga, lingkungan, dan bangsa. Hlm (10).

Keteladanan Kiai Sahal Mahfudh dalam Menegakkan Khittah NU

Salah satu prestasi besar Kiai Sahal Mahfudh adalah menegakkan khittah 1926. Kiai Sahal Mahfudh mampu menampilkan diri sebagai seorang negarawan besar yang mampu mengakomodasikan semua elemen yang ada di Nahdlatul Ulama (NU) dan bangsa Indonesia. Beliau tidak hanya melayani satu partai dan satu kepentingan. Kenegarawanannya diakui semua orang. Keberadaannya diterima dan diapresiasi semua kalangan. Sehingga sosok Kiai Sahal Mahfudh akhirnya menjadi milik bangsa, bukan golongan. Di sinilah kehebatnya beliau yang harus menjadi teladan bangsa ini. Hlm (137).

Sebagau salah satu eksponen NU yang memperjuangkan Khittah 1926 di Muktamar NU ke 27 di Situbondo tahun 1984, Kiai Sahal mempunyai pemikiran besar tentang Khittah NU. Kiai Sahal saat di Muktamar Situbondo ini  sebenarnya secara struktural masih menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah.

Meskipun Kiai Sahal masih menjadi Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, namun aktivitas dan keilmuan Kiai Sahal sudah menasional. Kiai Sahal sudah terlibat dalam forum diskusi nasional tentang pesantren bersama KH. Abdurrahman Wahid, dan juga yang tak kalah penting adalah bahwa Kiai Sahal aktif dalam majalah pesantren yang terkenal yang berada di bawah naungan P3M (Perhimpunan Pesantren dan Pengembangan Masyarakat).

Dari modal intelektual dan pergaulan di atas menjadi modal besar Kiai Sahal terlibat dalam percaturan nasional. Dalam konteks inilah kita bisa melihat ketokohan Kiai Sahal sejak Muktamar NU tahun 1984 di Situbondo. Kiai Sahal Mahfudh yang berfikiran brilian dengan ide-ide besar trasformatif. Hlm (157).

Perjuangan Kiai Sahal Mahfudh

Dalam membangun peradaban Islam trasformatif, Kiai Sahal mempunyai beberapa fondasi pemikiran. Pertama, Islam mendorong umatnya menjadi muslim yang kuat supaya mampu memberikan kemanfaatan yang besar kepada orang lain secara luas. Kedua, Islam mendorong umat Islam untuk berjuang, baik dengan harta maupun jiwa. Berjuang dengan harta mengharuskan umat Islam mempunyai prestasi di bidang ekonomi. Di sinilah urgensi membangkitkan entrepreneurship dengan etos kerja. Ketiga, islam mendorong umatnya untuk berprestasi di bidang ilmu dengan perintah membaca sebagai kegiatan yang sangat representatif dalam konteks mencari ilmu. Umat Islam tidak boleh kalah dengan umat-umat lainnya, misalnya Yahudi dan Nasrani yang prestasi keilmuannya dan kualitas pendidikan umat Islam jauh di bawah Yahudi dan Nasrani. Hal ini mendorong seluruh seluruh umat Islam untuk mencurahkan segala kemampuan dalam mengembangkan kualitas personal dan institusional demi izzul Islam wal Muslimin. Hlm (42).

Dengan demikian, benang merah pemikiran Kiai Saal Mahfudh dalam buku ini adalah menjadikan teks-teks agama, khususnya fiqh sebagai instrumen efektif dalam melakukan trasformasi, khususnya di bidang ekonomi umat. Keadilan dan kesejahteraan ekonomi menjadi core value pemikiran Kiai Sahal Mahfudh yang dimanifestasikan dalam dedikasi dan perjuangannya sepajang hayat. Hlm (41).

Buku ini ingin mengeksplorasi lebih lanjut tentang karakter-karakter agung Kiai Sahal yang termaktub dalam buku ini terdiri dari tujuh bab. Bab pertama, menjelaskan tentang mengenal dari dekat Kiai Sahal mahfudh. Bab kedua, menjelaskan keteladanan Kiai Sahal Mahfudh. Bab ketiga, keteladanan Kiai Sahal Mahfudh menegakkan khittah NU. Bab keempat, Kendala menegakkan khittah NU. Bab kelima, Khittah Nahdliyah. Bab keenam, meneguhkan politik kebangsaan. Bab ketujuh, menegakkan khittah menuju era keemasan. Melalui buku ini, Anda dapat mengarungi samudra inspirasi untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik pada masa mendatang.

Judul Buku      : KH. MA. Sahal Mahfudh Sang Penegak Khittah NU

Penulis             : DR. Jamal Ma’mur Asmani, M.A.

Penerbit           : Diva Press

Tahun Terbit   : 2021

Tebal Halaman: 227

ISBN               : 978-623-293-532-7

Peresensi         : Siswanto

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Gelar Lakmud, Ada Bazar dan Pertunjukan Musik

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- DUKUHSETI – Bertepatan dengan momentum pergantian tahun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhseti mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud). Kegiatan ini digelar di SMK Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, pada 29 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Ketua PAC IPNU Dukuhseti, Muhammad Lailun Najih […]

  • Jeng Yah

    Jeng Yah

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di tengah kepulan asap kretek yang menyatu dengan aroma masa, Gadis Kretek, sebuah karya Ratih Kumala, melukiskan narasi sejarah rokok di Indonesia. Terbit perdana pada tahun 2012, dan kini novel ini telah lahir versi filmnya. Hal ini tentu saja memberikan dimensi baru pada ceritanya yang telah melekat di hati pembaca. […]

  • PCNU - PARI Photo by Foundry

    Peningkatkan Minat Baca Siswa Madrasah Ibtidaiyah

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Membaca adalah hal yang sangat penting dalam memajukan setiap pribadi manusia maupun suatu bangsa. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan mengetahui dunia. Namun sebuah persoalan membaca yang selalu mengemukan, terutama di kalangan pelajar, adalah bagaimana cara menimbulkan minat dan kebiasaan membaca. Banyak negara berkembang memiliki persoalan yang sama, yaitu kurangnya Minta membaca di kalangan […]

  • Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Seminar Hasil Riset Dosen pada Kamis (15/8). Bertempat di Ruang Meeting Rektorat IPMAFA, acara tersebut diikuti oleh penerima Hibah Peningkatan Mutu Penelitian LPPM IPMAFA Tahun 2019 dan civitas akademika lainnya. Presentasi hasil riset dosen IPMAFA di ruang meeting IPMAFA Kamis (15/8) […]

  • Ganjar Pranowo Buka Muskerwil PWNU

    Ganjar Pranowo Buka Muskerwil PWNU

    • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan sambutannya dalam Pembukaan Muskerwil PWNU Jateng SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo, hadir dalam acara pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Tengah. Kamis (10/2) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Selain Ganjar, acara tersebut juga dihafiri oleh para ulama NU se-Jateng dan beberapa tokoh lain seperti Pangdam, Kapolda dan […]

  • LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Adib al Arif, ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pati PATI – Terkait dengan penutupan tempat maksiat Lorok Indah (LI) yang ada di Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, LP Ma’arif NU Kabuoaten Pati merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kab. Pati dan seluruh jajarannya. Hal itu disampaikan langsung oleg Ketua LP Ma’arif Pati, Ahmad Adib Al […]

expand_less