Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
  • visibility 577
  • comment 0 komentar

 

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia.

Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini menjadi bukti bahwa, multikulturalisme di Indonesia bukan hanya tumbuh subur namun sudah berbuah manis.

Di kalangan insan pendidikan hingga kantoran, perkara ini juga memberi dampak yang cukup melebarkan senyum. Dengan dilegalformalkannya Agama Konghuchu, secara otomatis–seperti agama lain di Indonesia–hari rayanya pun wajib ditanggalmerahkan.

Wal hasil, sejak Februari 2003, Hari Raya Imlek menjadi hari libur nasional. Satu kata yang membuat para pelajar dan pegawai kantoran sumringah. Ternyata, dengan sederhana, Gus Dur sukses membahagiakan bukan hanya para penganut Konghuchu, namun juga seluruh Bangsa Indonesia.

Maka, mereka yang turut merasakan manisnya libur Imlek, tak etis jika masih merundung perbedaan, khususnya kaum chinese yang sering kali termarginalkan akibat habit marginalisasi 32 tahun Orba.

Apalagi di 2025 ini, libur Imlek menambah panjang jajaran tanggal merah di kalender kita setelah Sabtu-Minggu dan Isra’ Mi’raj. Barokat lima hari libur, kita dapat menambah hari mancing, durasi liburan di luar kota makin panjang, tim rebahan juga kian mesra dengan kasur kesayangan dan yang terpenting, hasrat quality time bersama keluarga bisa terbayar lunas.

Setelah hampir se pekan libur, hari ini, sudah saatnya kita menjalani rutinitas kembali. Para abdi korporat dan pencari ilmu, waktunya bangkit bekerja dan belajar sambil menunggu datangnya hari Sabtu dan Minggu.

Sebab, jika kita rasa-rasakan, profesi kantoran dan pelajar hanyalah aktivitas mengisi waktu luang untuk menanti tanggal merah berikutnya. Kehidupan sebenarnya adalah Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional. Karena di waktu libur itulah keluarga kaum kantoran mendapatkan perhatian jauh lebih banyak dibanding hari-hari kerja. Salam hormat buat esok Jumat, peluk hangat Sabtu dan Ahad.

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.650
    • 0Komentar

      Semarang — Ruang Oval lantai dua Dinas Pendidikan Kota Semarang, Selasa (11/11/2025), menjadi pusat perhatian dunia pendidikan daerah. Di tempat inilah, Dr. Hamidulloh Ibda, Wakil Rektor INISNU Temanggung, tampil sebagai reviewer utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembuatan Buku Numerasi Berbasis EVI MAP (Ethnoscience Village Map) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Semarang bekerja […]

  • Cak Imin Sampaikan Peran Penting Santri saah Hadiri Reuni Akbar Salafiyah Kajen Pati

    Cak Imin Sampaikan Peran Penting Santri Hadiri Reuni Akbar Salafiyah Kajen Pati

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, mengadakan Reuni Akbar dan Temu Alumni Nasional Ke-5, Sabtu (5/7/2025). Acara itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH. Ubaidillah Wahab berharap, kegiatan reuni akbar ini dapat meningkatkan semangat alumni dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan […]

  • Perkuat Organisasi, IPNU-IPPNU Gembong Minta Wejangan Sayyid Muhammad

    Perkuat Organisasi, IPNU-IPPNU Gembong Minta Wejangan Sayyid Muhammad

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    GEMBONG-Serangan eksternal akhir-akhir ini kian tajam menghantam NU. Kelompok-kelompok yang sering mengaku ingin kembali ke al qur’an dan hadits banyak menberikan tudingan terhadap amaliyah-amaliyah yang dikerjakan warga Nahdliyyin. Fitnah bid’ah, syirik hingga kafir sering tersemat untuk orang-orang dalam tubuh NU. Demi menanggulangi gangguan ini, diperlukan adanya kekuatan internal. Para Pemgurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Gembong bersama […]

  • PCNU-PATI

    Menu Berbuka yang Dianjurkan Rasulullah SAW

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Menu berbuka puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW sangat sederhana dan harus kita sesuaikan dengan kondisi negara masing-masing. Selain perintah Nabi Muhammad, sebenarnya kita sendiri jika mengacu ilmu medis dan anjuran Islam, banyak sekali makanan sehat dan berkhasiat yang bisa dikonsumsi saat berpuasa. Sebab, jika memakan makanan haram dan tidak menyehatkan tentu selain […]

  • Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Tahta. Photo by Vienna Reyes on Unsplash.

    Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Takhta

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* SEA Games Kamboja 2023 bakal menjadi kenangan manis di album Timnas Garuda. Bagi penulis dan pastinya Sebagian besar manusia Indonesia, sepakat bahwa, kita tak perlu jadi juara umum, asalkan tim bola kita menang, itu sudah lebih dari cukup. Pasalnya, puasa gelar dalam SEA Games selama 32 tahun akhirnya terbayar. Timnas sepak […]

  • PCNU-PATI

    Ideologi Islam dan Utopia

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Buku ini adalah karya ilmiah pelopor dari titik pandang empiris sekalligus teoretis. Sejauh pengetahuan saya, inilah upaya sistematis pertama untuk menafsirkan pemikiran politik Muslim Indonesia selama periode waktu yang panjang, sejak pertengahan 1940-an sampai sekarang, dan yang pertama kali berusaha mengembangkan model teoretis pemikiran itu dengan mengategorikan arus-arus pemikiran politik yang berbeda-beda menurut tujuan politik […]

expand_less