Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
  • visibility 297
  • comment 0 komentar

Oleh : Nur Hidayatun Nikmah*

Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini. 

Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol kesehatan. Jika orang tua tidak memberikan contoh baik dalam hal ini, pun anak akan mengabaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Terutama, saat anak diajari tentang protokol kesehatan di sekolah oleh guru mereka. Entah itu melalui E-Learnig maupun Luring. 

Padahal seperti kita tahu bahwa protokol kesehatan akan segera diterapkan kepada anak usia dini setelah PPKM berakhir. Prokes merupakan hal penting dalam pelaksanaan PTM (Pertemuan Tatap Muka) yang telah disosialisasikan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada bulan Juni 2021.

PTM terbatas adalah kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan melalui tatap muka antara peserta didik dengan pendidik, secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat (Kemendikbudristek, 2021: 5). Dengan kata lain, dari devinisi itu, kita tahu bahwa prokes menjadi bagian tak terpisahkan dengan PTM.

Kembali ke topik. Ada banyak faktor orang tua lupa atau bahkan tidak terbiasa menerapkan prokes pada anak-anak. Yang sering sekali kita dapati adalah faktor human error atau kesalahan manusia. Terkadang orantua lupa, tidak sempat atau bahkan sama sekali tidak memiliki waktu untuk memberikan penjelasan terhadap anak mereka terkait pentingnya protokol kesehatan yang menjadi syarat wajib semua lini kehidupan masyarakat terutama pada dunia pendidikan. 

Anak usia dini merupakan cikal bakal penerus bangsa. Jika kita sebagai orang tua tidak kritis dalam memberikan penilaian terhadap anak, maka mereka akan terlena dengan keadaan. 

Misalnya saat anak terlanjur tidak mencuci tangan dan akan segera makan makanan di meja, sebaiknya kita ingatkan untuk kembali mencuci tangan, maka anak juga akan sulit untuk menerima pembelajaran tentang prokes jika ia tidak pernah melihat secara langsung orang tua atau saudara yang menggunakan masker dengan baik dan benar atau mungkin tidak mencuci tangan. Kedisiplinan kita sebagai orang tua merupakan kunci utama suksesnya anak dalam pendidikan karakter. 

Hal ini selaras dengan pendapat Bell Gredler, Teori belajar disiplin mental, adalah pandangan tentang belajar yang disusun oleh filsuf Yunani bernama Plato. Yaitu tentang idealisme yang melukiskan pikiran dan jiwa yang bersifat dasar bagi segala sesuatu yang ada. 

Idealisme hanyalah ide murni yang ada di dalam fikiran, karena pengetahuan orang berasal dari ide yang ada sejak kelahirannya. Belajar dilukiskan sebagai pengembangan oleh fikiran yang bersifat keturunan. Kepercayaan ini kemudian dikenal sebagai konsep ‘Disiplin Mental, (Bell Gredler, 1994: 21). 

Sudah seharusnya kita sebagai orang tua memberikan motivasi dan dukungan serta memberikan contoh kepada anak kita. Disiplin mental mereka kita bangun mulai sekarang dengan beragam cara. Termasuk dengan mengkombinasikan metode belajar dirumah saat daring maupun luring saat disekolah. 

Kreatifitas orangtua juga dibutuhkan dalam menerapkan disiplin prokes, seperti saat anak tidak mau mencuci tangan dan malah bermain air sambil mengeluarkan sabun dari botolnya maka kita harus bijak menyikapi hal itu dengan mengajak anak mencuci tangan dengan menggunakan sabun itu berulang-ulang dan mengambil sisa sabun untuk mencuci tangan setelah makan. 

Selain itu, memberi penjelasan yang sesuai dengan pemahaman anak juga penting. Jangan terkesan memaksa dan menuntut anak, karena kita juga tidak mau jika dipaksa melakukan sesuatu. Semua harus dilandaskan dengan rasa bahagia dan ceria. 

Lakukanlah kegiatan mencuci tangan bersama anak atau bisa juga membuang sampah dan menggunakan masker saat bepergian dengan double masker. Selain itu ada banyak sekali kegiatan lain untuk menerapkan protokol kesehatan diantaranya adalah mengajak si kecil menonton video di Youtube tentang pentingnya berprokes. 

Saat ini kita dihadapkan dengan banyak pilihan media pembelajaran yang beragam. Membuat anak nyaman dengan disiplin protokol kesehatan yang menyenangkan merupakan kunci sukses implementasi kedisiplinan anak. 

*Pemerhati psikologi anak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan HSN di Tayu akan Meriah

    Peringatan HSN di Tayu akan Meriah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    TAYU-Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2019 sudah di ujung mata. Beberapa elemen masyarakat mulai bersiap-siap menyambut hari bahagia tersebut. Tak terkecuali NU, sebagai salah satu Ormas yang telah banyak berjasa mengangkat status santri. Rapat persiapan Hari Santri Nasional (HSN) oleh MWCNU, dihadiri oleh seluruh pengurus MWC, Lembaga dan Banom  Salah satu elemen NU yang […]

  • Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    GABUS-Ikamba atau Ikatan Alumni Madrasah Abadiyah Gabus membuka bulan Robi’ul Awwal 1441 H. dengan cara yang istimewa. Organisasi alumnu yang dipunggawai oleh Suwarto sebagai ketua Ikamba menhadirkan Sholawat Az Zahir pada penghujung Bulan Shafar (27/10) kemarin. Habib Ali Zainal Abidin (pegang mic) dan Az Zahir saat tampil di Madrasah Abadiyah Gabus bersama Ikamba (foto : […]

  • Tanggulangi Covid 19, PCNU Pati Bagikan Bilik Antiseptik

    Tanggulangi Covid 19, PCNU Pati Bagikan Bilik Antiseptik

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyerahkan sebuah bilik antiseptik kepada pengurus takmir Masjid Baiturrohim, Winong, Pati. PATI-Demi menunjang kenyamanan beribadah di tengah penyebaran covid 19, PCNU Pati segera ambil tindakan. Melalui berbagai lembaganya, pengurus  NU kabupaten Pati tersebut melakukan support upaya pencegahar penyebaran virus melalui bantuan moril dan materiil. Support moril dilaksanakan dengan […]

  • NU Pati Serahkan 1 Truk Besar Bantuan untuk Korban Semeru

    NU Pati Serahkan 1 Truk Besar Bantuan untuk Korban Semeru

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Penyaluran Bantuan untuk korban Semeru secara simbolis diserahkan oleh ketua PC Lazisnu Pati, KH. Niam Sutaman (pegang kardus, kanan) kepada pengurus PCNU Lumajang LUMAJANG – Bantuan untuk Semeru masih terus berdatangan. Kali ini datang dari NU Kabupaten Pati Jawa Tengah yang membawa satu Truck bantuan pada Jum’at, (17/12) ke Posko utama NU Lumajang Peduli Gedung […]

  • Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

      Wonosobo – Rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah akan semakin semarak dengan digelarnya Porsema Bersholawat. Acara ini akan berlangsung pada Jumat malam, 12 September 2025 pukul 19.30 WIB di Alun-Alun Timur Wonosobo, menghadirkan lantunan sholawat penuh hikmah bersama Majelis As Saba Wonosobo. Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, […]

  • Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan. Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa […]

expand_less