Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Playboy

Playboy

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Des 2022
  • visibility 424
  • comment 0 komentar

Oleh: Elin Khanin

“Kamu kalau sudah kebelet nikah bilango sama Ummik.”

Laki-laki berkulit sawo matang di hadapan Bu nyai Khomsah itu menunduk dalam. Tiba-tiba tak berani menatap sang ibunda. Kontras dengan ekspresi wajahnya saat membenarkan hafalan wanita sepuh itu.  Berkobar-kobar. Pun sebaliknya, ia begitu antusias ketika Bu nyai menyimak dan membenarkan hafalannya.

Rutinitas bakda isya’ itu jarang sekali ia tinggalkan. Karena ia tahu, al istiqomah khoirummin alfi karomah. Bahwa istiqomah itu lebih baik daripada seribu karomah.

Barangkali itulah yang membuat hafalannya senantiasa lancar. Sering mendapat panggilan ngaji orang-orang yang ingin mendapat barokah alqur’an ketika punya hajatan. Ngaji adalah senjata ampuh yang membuat wanita yang kini masih terbalut mukena itu begitu bahagia telah melahirkannya. Siapa yang tak bangga dan bahagia mempunyai dzuriyah hamilul qur’an.

Meski begitu, ia tetaplah pemuda yang sewaktu-waktu darahnya bisa bergejolak. Ingin melakukan sesuatu demi menonjolkan eksistensinya sebagai seorang pemuda. Seperti nonton konser, merokok diam-diam di pojok halaman belakang bersama santri putra badung lainnya, bergaul dengan pemuda-pemuda desa yang perilakunya cenderung ugal-ugalan, dan pacaran. Iya, ia sudah memacari puluhan wanita belakangan ini. Jadi wajar jika beberapa santri putri menyebutnya Gus Playboy.

Tak heran seringkali tingkahnya membuat wanita sepuh itu meradang. Seperti malam ini. Ia merasa harus menyiapkan amunisi jika Bu nyai murka seperti yang sudah-sudah.

“Bilango, Qi!”

Suara wanita itu mulai meninggi beberapa oktaf. Tapi lelaki yang bersimpuh dihadapannya masih bergeming dengan mushaf masih di tangannya. Mungkin sibuk mengingat-ingat kesalahan apa yang telah ia perbuat. Lebih tepatnya memilah mana kesalahan yang paling berat akhir-akhir ini yang tertangkap oleh Ummik.

“Ummik lebih suka mengeluarkan banyak uang untuk bisnis kambingmu daripada mendengarmu melakukan hal yang dilarang oleh agama.”

Bu nyai memutar tasbihnya. Mungkin istighfar yang keluar dari mulutnya di sela-sela penantian jawaban dari putra bungsunya itulah yang membuat Bu nyai bisa sedikit melebur amarah. Ia memang tak langsung menghakimi putranya, ia hanya ingin bertabayun apakah berita yang diwartakan para khadimah di dapur yang tak sengaja tertangkap oleh telinganya benar adanya.

“Kamu tahu kan kepala seorang mukmin yang ditusuk oleh besi panas itu lebih baik daripada ia menyentuh perempuan yang bukan mahromnya?”

Laki-laki yang masyhur dengan sebutan “Gus Syauqi” itu akhirnya mendongakkan wajahnya. Menatap wajah sendu penuh keriput itu dengan air muka penuh tanda tanya.

“Maksud Ummik nopo? Kulo salah nopo, Mik?” tanyanya dengan kedua alis saling bertautan. Dan dengan wajah innocent-nya.

“Arek sopo kui jenenge? Santri putri yang kamu cium? Nafla?”

Deg.

Bibir Syauqi tiba-tiba kaku. Lidahnya kelu dan jantungnya berdegup kencang. Ia menunduk lebih dalam dari sebelumnya. Otomatis teringat kejadian itu. Di dapur pesantren itu. Kala semua santri sibuk mujahadah di musola.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Wasiat Dari Mbah Liem

    9 Wasiat Dari Mbah Liem

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Pelajaran-pelajaran KH Muslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem (alm) yang disampaikan di sini saya kutip dari tulisan yang ada di kalender Yayasan Pondok Pesantren Al muttaqien Pancasila Sakti yang menurut saya sangat-sangat penting dan saya anggap sebuah pelajaran penting dari Mbah Liem. Saya berharap dan berdo’a semoga saya dan saudara semua pun bisa meneladani pelajaran-pelajaran […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Jangan Bandingkan Anak

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Apakah kalian pernah merasa dibandingkan dengan saudara sendiri atau anak tetangga? Bagaimana rasanya? Tak perlu dijawab. Cukup kalian simpan rasa itu. Sebab saya juga merasakannya kok. Dibanding-bandingkan dengan pencapaian saudara dan anak tetangga yang bisa itu dan ini, sedangkan kita masih begini-begini saja. Orang tua bahkan paman dan bibi kita, melakukan […]

  • PCNU-Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Gempa Cianjur

    PCNU-Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    PATI – Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pati menggelar donasi untuk para korban gempa bumi di Cianjur beberapa waktu lalu. Hal ini dikonfirmasi oleh Niam Sutaman, Ketua Lazisnu PCNU Pati. Menurutnya, para donatur yang hendak memberi kontribusi bisa langsung mentransfer ke rekening Lazisnu Pati. “Ini soal kemanusiaan. Jadi kami berharap melalui […]

  • MI Walisongo Kalangan Sukoharjo Gelar Market Day

    Market Day, Cara MI Walisongo Ajarkan Jiwa Wirausaha Islami

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Setelah absen beberapa tahun, MI Walisongo Kalangan Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo kembali menggelar kegiatan Market Day pada Jum’at, 21 Februari 2024 kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengajarkan konsep berwirausaha yang islami dan mengembangkan kreativitas siswa. Market Day sebagai salah satu kegiatan implementasi dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila […]

  • IPNU-IPPNU Gembong Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Ketitang

    IPNU-IPPNU Gembong Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Ketitang

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.505
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PAC IPNU-IPPNU Gembong unjuk gigi dalam aksi sosial. Pada Selasa (28/10) lalu, tepat pada hari Sumpah Pemuda, sayap pelajar NU dari Lereng Muria tersebut menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk solidaritas nyata dari para pelajar Nahdlatul Ulama yang turut merasakan penderitaan masyarakat akibat […]

  • Bahtsu Masail tentang Imamah (kepemimpinan) dalam Perspektif Fiqh

    Bahtsu Masail tentang Imamah (kepemimpinan) dalam Perspektif Fiqh

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Trangkil Pati mengadakan bahtsul masail putaran ke 51 mengkaji tentang  kepemimpinan dalam perspektif  fiqh, 18/5 kemarin. Acara berlangsung di PP Riyadlus Shalihin Trangkil Bandung Bahtsu masail ini dipimpin oleh KH Badruddin Syathibi selaku Rais Syuriyah MWCNU Trangkil. Dr Zumradi, K Said, K Sabar, K Hambali, dan kiai kiai […]

expand_less