Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perseteruan Menjelang Pernikahan

Perseteruan Menjelang Pernikahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
  • visibility 358
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, pengantin laki-laki selalu salah dalam mengucapkannya.

 

Alih-alih menenangkan calon suaminya tersebut, si pengantin perempuan malah marah dan mengeluarkan kata-kata yang tak baik untuk pasangannya. Soal kata-kata yg tak baik ini bagaimana, saya skip saja ya. Alhasil si pengantin laki-laki tersebut tidak terima dan mengadu kepada seluruh keluarganya yang hadir. Perseteruan dua keluarga tak terhindarkan. Ijab qabul coba dilakukan lagi, dan hingga kesepuluh kalinya masih juga belum berhasil. Dalam suasana dua keluarga yang masih memanas tersebut, ketika pengucapan ijab qabul, keluarga laki-laki serentak bilang tidak sah.

 

Namun meski begitu percobaan kembali diulangi lagi dan akhirnya pernikahan pun selesai dilaksanakan. Karena vendor dan segala perlengkapannya telah disediakan. Kurang lebih begitu cerita yang dibagikan dalam ingatan saya.

 

Jujur ketika saya membaca cerita tersebut rasanya begitu miris. Saya tak menyangka bahwa ada dua sejoli yang sebentar lagi akan menjadi pasangan seumur hidup, berseteru dengan penuh emosi seperti yang digambarkan. Saya percaya jika memutuskan untuk menikah itu harus siap fisik dan juga psikis. Selain itu kontribusi dua keluarga juga penting untuk saling mendukung. Siap fisik berarti raga telah siap untuk menikah. Setidaknya jika menurut undang-undang perkawinan usia perempuan siap menikah adalah minimal 16 tahun, sedangkan untuk laki-laki minimal 19 tahun.

 

Dari segi psikis kedua calon mempelai juga diminta untuk saling siap. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan rumah tangga nantinya berjalan seimbang. Jika salah satu atau bahkan malah keduanya masih mengandalkan ego, maka yang terjadi adalah perselisihan yang berkelanjutan. Bahkan hal kecil dan sepele sekalipun akan dianggap masalah yang besar dan pelik.

 

Kata beberapa kawan sesaat setelah saya bercerita soal itu, bahwa pada saat mengucap ijab qabul itu memang penuh dengan kegugupan dan kekhawatiran. Saya berpikir barangkali itu juga yang dialami oleh si pengantin laki-laki tadi. Dan barangkali juga sebelumnya telah terjadi barangkali-barangkali yang lainnya hingga menimbulkan masalah diantara kedua mempelai tersebut. Saya tak tahu pastinya.

 

Namun dari sini saya bisa mengambil pelajaran bahwa menikah itu memang tak mudah. Menyelaraskan dua individu untuk mempunyai visi misi yang sama. Bukan hanya sekadar ikut-ikutan teman yang lainnya. Maka sebelum menikah diperlukan untuk menata dulu komunikasi. Harus berbuat apa saat pasangan sedang bagaimana. Dan lain sebagainya. Harus mampu menjadi manusia yang berkesalingan.

 

Dan menikah itu tidak untuk satu atau dua hari. Menikah juga bukan untuk mencari kesenangan bisa melakukan hubungan intim secara halal. Tetapi nilai dari menikah itu lebih dari itu semua. Bagi saya pribadi menikah adalah untuk hidup bersama, bukan hanya sekadar tinggal bersama. Menjalani kehidupan bersama-sama secara berkesalingan untuk mencapai Ridho-NYA. Doa terbaik untuk kita semua. Terimakasih telah membaca.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Boglรกrka Salamon

    Dampingi Anak-Anak

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Satu bulan belakangan ini banyak sekali berita tentang anak-anak yang mengalami kejadian buruk. Melansir banyak berita mengabarkan bahwa seorang siswa salah satu Madrasah Aliyah kota Demak membacok gurunya. Sedangkan di Kabupaten Cilacap dua orang siswa SMP menjadi tersangka kasus penganiayaan kepada sesama temannya sendiri yang sempat viral di jagat maya. Dan […]

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

  • MI Walisongo Kalangan Sukoharjo Gelar Market Day

    Market Day, Cara MI Walisongo Ajarkan Jiwa Wirausaha Islami

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Setelah absen beberapa tahun, MI Walisongo Kalangan Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo kembali menggelar kegiatan Market Day pada Jum’at, 21 Februari 2024 kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengajarkan konsep berwirausaha yang islami dan mengembangkan kreativitas siswa. Market Day sebagai salah satu kegiatan implementasi dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila […]

  • LDNU bersama IPNU-IPPNU Pati Gelar Ngaji Budaya di Masjid Agung Pati

    LDNU bersama IPNU-IPPNU Pati Gelar Ngaji Budaya di Masjid Agung Pati

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Masjid Agung Baitunnur Pati mencatatkan sejarah dengan menggelar ngaji budaya, Kamis (28/3/2024) malam. Masjid yang berada di pusat kota Pati tersebut bakal menjadi rujukan masjid agung lain di Indonesia. “Saya terenyuh. Ini bisa jadi contoh masjid yang lain,” ujar KH Budi Harjono saat berceramah di hadapan ribuan jamaah dalam Ngaji Cangkrukan memperingati […]

  • Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Beberapa minggu yang lalu, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Peduli Penyelamatan Pati melakukan unjuk rasa di depan kantor Bank Jateng Cabang Pati dan dilanjutkan di Pengadilan Negeri. Mereka menuntut  kepada pihak Bank Jateng untuk mengembalikan sertifikat tanah MWC.NU Wedarijaksa yang dijadikan agunan hutang oleh Sdr. Romli. Sebagaimana keterangan dari pengurus MWC.NU Wedarijaksa bahwa pada […]

  • Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 590
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Puncak haul Syaikh Ahmad Mutamakin Kajen berlangsung malam ini, Kamis (27/7). Sedikitnya tiga ribu tamu undangan memadati area makam. Sementara, enam ribu undangan lainnya ditempatkan di Masjid Kajen. Sedangkan untuk jama’ah umum, diperkenankan untuk menduduki pos-pos yang telah ditentukan panitia. Strategi ini dilakukan untuk memecah titik kerumunan. Sebab, diperkirakan, pada malam ini ada […]

expand_less