Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Des 2022
  • visibility 493
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor.

Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, Gus Dur menyambut Maba (Mahasiswa Baru) tersebut, dan menyuruh Gus Mus memasak air untuk bikin kopi.

Sambil ngobrol ngalor ngidul, Gus Dur mengambil sebuah cangkir dan membersihkannya dengan lap yang tak lazim, (mohon maaf) celana dalam. KH. Syukri  Zarkasyi tang saat itu masih belia dan mungkin sudah terbiasa dengan kemewahan Gus di Gontor, mulai curiga dengan gerak-gerik Gus Dur. Feeling-nya sudah ndak enak.

Setelah Gus Mus memberi kode kalau air sudah mendidih, Gus Dur kemudian menyeduh kopi dan mengaduknya. Double kill!, alat yang di gunakan Gus Dur untuk mengaduk kopi bukanlah sendok atau garpu, tapi sikat gigi.

Seketika Syukri Zarkasyi muda menelan ludah berkali-kali. Tapi apa boleh buat, kopi yang diaduk dengan sikat dan cangkirnya yang dilap dengan calana dalam itu memang secara spesial dibuat Gus Dur buat dia.

Sambil ngobrol ria bersama Gus Dur dan Gus Mus, ia sama sekali tak punya cita-cita untuk menyerutup kopi teraneh di dunia tersebut. Hanya saja, lagi-lagi perasaan ndak enak menyergapnya. Sudah dibuatkan kok nggak diminum. Lagi pula, Gus Dur tak henti menawarkan kopi cap CD dan Sikat Gigi itu kepada Sang Tamu.

“Ayo, monggo lho di minum kopinya, gelak dingin.”

Dengan perasaan tak karuan, Syukri Zarkasyi muda menyerutup perlahan kopi itu.

“Gimana kopi buatan saya? Enak ndak gus?.”

“Wah nikamat gus.”


Pembaca Rahimakumullah, sebenarnya, ini adalah proses pendidikan. Metodologi pembelajaran ala Gus Dur terhadap Gus Syukri sudah selayaknya diterapkan oleh siapapun yang memiliki kesempatan untuk mendidik. Baik orang tua, guru, senior di kampus, dosen, pendiri bangsa dan sejenisnya.

Begini! anak tidak harus dicekoki dengan fasilitas serba ada setiap hari. Rumah dan orang tua, tidak boleh menjadi alfamaret gratis bagi anak. Untuk menjelaskan situasi ini, sebut saja teori limitasi atau pembatasan.

Dalam konteks ini, penulis yakin, bahkan haqqul yaqin, bahwa Gus Dur punya lap yang–minimal–berstandar kos-kosan dan sendok bersih. Namun itu semua tidak tidak ‘divisualisasikan’. Demi apa? Yups, demi sebuah hikmah bahwa hidup tak seperti pergi ke mall bersama ‘om-om’.

Dengan menyuguhkan ‘puyer’ limitasi ini, Gus Dur sedang mengajak Gus Syukri agar bisa ‘bertahan’ dalam keterbatasan kopi cap sikat gigi. Namun di sisi lain, limitasi adalah tantangan untuk meraih target yang lebih ideal, serbet bersih, cangkir bersih dan sendok mengkilap yang dicuci dengan MamaNu.

Gus Dur, memberikan ‘pendidikan celana dalam dan sikat gigi’ bukan untuk dinikmati selamanya atau setidaknya ditiru secara normatif oleh Gus Syukri. Namun lebih pada proses edukatif, kemampuan survive dalam kondisi apapun, namun tetap mengedepankan tekad juang demi menaikkan taraf kenyamanan yang lebih ideal dan waras.

Kerangka berfikir seperti inilah yang sudah mulai langka. Kebanyakan orang tua menginginkan pederitaannya di masa lalu tidak dialami oleh penerusnya. Sayangnya, anak cucu hanya diajari cara mrnikmati tanpa digula wentah proses mendapatkan.

Ilaa hadhroti Gus Dur, Al faaatihah….[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menimbun Minyak Tanah

    Menimbun Minyak Tanah

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang, kita tahu bahwa seluruh dunia mengalami krisis globalisasi ( termasuk negara kita Indonesia ), sehingga berdampak pada kelangkaan minyak tanah. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya, jika ada seorang yang kaya raya memborong minyak tanah di kota itu dengan harga yang sangat murah, lalu orang kaya tersebut menjual minyak tanah kepada orang lain dengan […]

  • Corak Fiqh KH Maimun Zubair

    Corak Fiqh KH Maimun Zubair

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    KH Maimun Zubair adalah Mustasyar PBNU, sebuah jabatan yang hanya dihuni begawan-begawan ulama yang sudah paripurna ilmu, akhlak, dan dedikasi kebangsaannya. Pemikiran dan tindakan KH Maimun Zubair menjadi sorotan banyak pihak. Dalam konteks NU, maka kajian fiqh menjadi dominan. Pegangan warga NU adalah hasil bahtsul masail baik yang diadakan Pondok Pesantren maupun Nahdlatul Ulama, mulai […]

  • MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus MWCNU Batangan mengadakan santunan anak yatim piatu dan duafa, bersama keluarga besar ikatan remaja masjid dan Ansor ranting desa Klayusiwalan, Batangan Pati 18/6 kemarin. “Meskipun pada tahun ini kami Pengurus MWCNU Batangan baru bisa memberikan santunan 28 anak Yatama dan 200 dhuhafa’, hal ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami, semoga kedepannya akan […]

  • Para yatama berpose bersama para pengurus NU Care LAZISNU dan Ketua DKM Darussalam Grogolan, Dukuhseti, Pati pada Senin (29/6/2026). Foto: Dok UPZIS NU Care LAZISNU Grogolan)

    Dalam Sekejap, UPZIS NU Care-LAZISNU di Pati Himpun Belasan Juta untuk Santunan Yatama

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Musthofa Asrori
    • visibility 16.260
    • 0Komentar

    Pati, NU Online Semangat gotong royong warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali tampak dalam santunan anak yatim (Yatama) yang diinisiasi UPZIS NU Care-LAZISNU Grogolan. Lembaga tersebut berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp13 juta hanya dalam hitungan hari. Sebanyak 26 anak yatim menerima santunan masing-masing sebesar Rp500 ribu pada kegiatan yang digelar […]

  • twibbonize Muskercab PCNU pati

    twibbonize Muskercab PCNU pati

    • calendar_month Jum, 20 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

      [button color=”primary” size=”big” link=”https://www.twibbonize.com/muskercabpcnupati” icon=”” target=”true” center=”true” nofollow=”false” sponsored=”false”]Upload twibbonize Muskercab PCNU pati[/button]

  • Kepala Desa Wonosekar Sah Jadi Ketua Ranting NU

    Kepala Desa Wonosekar Sah Jadi Ketua Ranting NU

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 681
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Kabar menggembirakan datang dari Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pasalnya, Muhammad Zaenuri, Kepala Desa Wonosekar terpilih sebagai Ketua Ranting NU desa tersebut melalui musyawarah ranting beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Nur Kholis, ketua ranting periode sebelumnya, naik sebagai Wakil Ketua MWC-NU Gembong. Sedangkan tampuk kepemimpinan dipegang oleh wakilnya. Namun, dalam pemilihan ketua Ranting […]

expand_less