Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Des 2022
  • visibility 513
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor.

Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, Gus Dur menyambut Maba (Mahasiswa Baru) tersebut, dan menyuruh Gus Mus memasak air untuk bikin kopi.

Sambil ngobrol ngalor ngidul, Gus Dur mengambil sebuah cangkir dan membersihkannya dengan lap yang tak lazim, (mohon maaf) celana dalam. KH. Syukri  Zarkasyi tang saat itu masih belia dan mungkin sudah terbiasa dengan kemewahan Gus di Gontor, mulai curiga dengan gerak-gerik Gus Dur. Feeling-nya sudah ndak enak.

Setelah Gus Mus memberi kode kalau air sudah mendidih, Gus Dur kemudian menyeduh kopi dan mengaduknya. Double kill!, alat yang di gunakan Gus Dur untuk mengaduk kopi bukanlah sendok atau garpu, tapi sikat gigi.

Seketika Syukri Zarkasyi muda menelan ludah berkali-kali. Tapi apa boleh buat, kopi yang diaduk dengan sikat dan cangkirnya yang dilap dengan calana dalam itu memang secara spesial dibuat Gus Dur buat dia.

Sambil ngobrol ria bersama Gus Dur dan Gus Mus, ia sama sekali tak punya cita-cita untuk menyerutup kopi teraneh di dunia tersebut. Hanya saja, lagi-lagi perasaan ndak enak menyergapnya. Sudah dibuatkan kok nggak diminum. Lagi pula, Gus Dur tak henti menawarkan kopi cap CD dan Sikat Gigi itu kepada Sang Tamu.

“Ayo, monggo lho di minum kopinya, gelak dingin.”

Dengan perasaan tak karuan, Syukri Zarkasyi muda menyerutup perlahan kopi itu.

“Gimana kopi buatan saya? Enak ndak gus?.”

“Wah nikamat gus.”


Pembaca Rahimakumullah, sebenarnya, ini adalah proses pendidikan. Metodologi pembelajaran ala Gus Dur terhadap Gus Syukri sudah selayaknya diterapkan oleh siapapun yang memiliki kesempatan untuk mendidik. Baik orang tua, guru, senior di kampus, dosen, pendiri bangsa dan sejenisnya.

Begini! anak tidak harus dicekoki dengan fasilitas serba ada setiap hari. Rumah dan orang tua, tidak boleh menjadi alfamaret gratis bagi anak. Untuk menjelaskan situasi ini, sebut saja teori limitasi atau pembatasan.

Dalam konteks ini, penulis yakin, bahkan haqqul yaqin, bahwa Gus Dur punya lap yang–minimal–berstandar kos-kosan dan sendok bersih. Namun itu semua tidak tidak ‘divisualisasikan’. Demi apa? Yups, demi sebuah hikmah bahwa hidup tak seperti pergi ke mall bersama ‘om-om’.

Dengan menyuguhkan ‘puyer’ limitasi ini, Gus Dur sedang mengajak Gus Syukri agar bisa ‘bertahan’ dalam keterbatasan kopi cap sikat gigi. Namun di sisi lain, limitasi adalah tantangan untuk meraih target yang lebih ideal, serbet bersih, cangkir bersih dan sendok mengkilap yang dicuci dengan MamaNu.

Gus Dur, memberikan ‘pendidikan celana dalam dan sikat gigi’ bukan untuk dinikmati selamanya atau setidaknya ditiru secara normatif oleh Gus Syukri. Namun lebih pada proses edukatif, kemampuan survive dalam kondisi apapun, namun tetap mengedepankan tekad juang demi menaikkan taraf kenyamanan yang lebih ideal dan waras.

Kerangka berfikir seperti inilah yang sudah mulai langka. Kebanyakan orang tua menginginkan pederitaannya di masa lalu tidak dialami oleh penerusnya. Sayangnya, anak cucu hanya diajari cara mrnikmati tanpa digula wentah proses mendapatkan.

Ilaa hadhroti Gus Dur, Al faaatihah….[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    PATI-Gerakan Pemuda (GP) Ansor memiliki pengaruh besar dalam tatanan peradaban dunia. Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Korwil Jateng dan DIY Mujiburrohman menyebut, jutaan kader Ansor tersebar di dunia.“Ansor merupakan organisasi yang anggotanya sekitar tujuh juta orang dan tersebar di seluruh dunia. Ada tujuh negara di dunia yang telah memiliki pimpinan cabang (PC) GP Ansor, […]

  • Prabowo Dijadwalkan Hadiri Kongres XVIII Muslimat NU

    Prabowo Dijadwalkan Hadiri Kongres XVIII Muslimat NU

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Kongres XVIII Muslimat NU yang akan diselenggarakan di Jatim Expo, 12 Februari 2025 diperkirakan akan berlangsung meriah. Dalam Kongres organisasi ibu-ibu NU tersebut, rencananya akan dihadiri oleh Ketua PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf dan beberapa jajarannya. Tak hanya petinggi NU, Bahkan Presiden RI, Prabowo Subianto pun dijadwalkan akan hadir dalam agenda besar […]

  • PCNU-PATI Photo by Nati Melnychuk

    Relasi Aman Tanpa Penundukan

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Kembali menulis soal perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari pegiat dan aktivis gender ternama diakun sosial medianya. Ia menuliskan sebuah tanggapan atas sebuah cuitan seorang pria. Bukan cuitan, namun lebih tepatnya tentang curahan hati perihal hubungan dengan pasangannya. Pria ini menuliskan sebuah kalimat unek-unek tentang dirinya yang tak […]

  • Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto sedang menandatangani deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi PATI-Rencana penutupan tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Pati menemui titik terang. Rabu (18/8) Ormas-ormas islam, MUI serta FKUB melakukan audiensi dengan Bupati Pati dan Forkompinda.  Hasilnya, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Pragolo Kantor Bupati Pati tersebut, akhirnya Bupati bersedia menyatakan komitmen dan deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi. […]

  • Jalan Sehat Ala Santri

    Jalan Sehat Ala Santri

    • calendar_month Ming, 22 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus MWC NU Margoyoso beserta banom-banomnya mangadakal acara” Mlaku – mlaku bareng santri se-Kabupaten Pati. Dari PCNU Pati sendiri memiliki program acara tersebut yang terpusatkan di kecamatan Margoyoso, pada jalan sehat Hari Santri Nasional kali ini dengan mengambil tema Meneguhkan peran santri dalam bela negara, Pancasila, dan NKRI , 20/10. Acara ini dimulai pada […]

  • Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang, Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., pada Sabtu (10/5/2025). Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Nomor […]

expand_less