Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Muru’ah

Muru’ah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya begitu sederhana yaitu dengan mendengarkan nasihat-nasihat dari orang-orang alim yang dihadirkan serta diiringi oleh musik sampak gusuran. Genre musik yang berbeda dengan lainnya.

Pada penyampaian pertama oleh Bib Anis saya mendapat garis besar bahwa muru’ah adalah kehormatan, harga diri. Harga diri erat kaitannya dengan malu. Setiap manusia memiliki malu yang diciptakan Tuhan. Namun meski begitu masing-masing individu diberikan kebebasan dalam menjaga dan mengontrol malu tersebut. Menurut pandangan orang-orang zaman dahulu laki-laki dan perempuan itu kehormatannya berbeda. Laki-laki kehormatannya ada pada ucapannya, sedangkan perempuan ada pada kemaluannya.

Selain menyampaikan kata pengantar tentang arti muru’ah agar dapat mudah dipahami oleh yang mendengarkan, Bib Anis juga menambahkan beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan muru’ah atau harga diri. Salah satu contohnya yang masih saya ingat adalah banyaknya orang yang tanpa malu menampakkan wajahnya dibeberapa titik dengan ditambah kalimat “saya orang yang amanah”. Kalimat pembenaran atas sesuatu yang mungkin saja berbeda dengan keseharian seperti itu tampak “diwajarkan” dalam urusan politik. (kalimat ini adalah tambahan dari curahan hati saya)

Kemudian Mbah Nawawi menambahkan dengan bercerita bahwa setiap manusia sejak kecil sudah dilatih dengan muru’ah. Pemberian nama dari orang tua adalah muru’ah itu sendiri. Mbah Nawawi menyampaikan dengan menceritakan pengalamannya saat mengisi acara di Jakarta. Ketika itu saat Mbah Nawawi istirahat di hotel, tiba-tiba ada yang mengirimkan pesan berisi penawaran tukang pijat lengkap dengan kenikmatan duniawinya. Proses menjaga muru’ah ini kemudian diterapkan Mbah Nawawi dengan menolak tawaran itu. Karena menurut Mbah Nawawi jika ia menerima tawaran tersebut, maka yang akan menanggung malu bukan hanya beliau tetapi juga orang tua yang sudah memberinya sebuah nama juga gurunya.

Dari sini kita bisa menemukan titik kesamaan dari apa yang disampaikan oleh Bib Anis juga Mbah Nawawi yaitu muru’ah erat kaitannya dengan malu. Mengutip arti sebuah Hadist bahwa malu itu sebagian dari iman. Tentu dengan begitu kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindunginya. Dan menurut saya salah satu jalan dalam menjaga harga diri adalah dengan membiasakan berbicara dan bertindak yang jujur.

Saya hanya bisa menjabarkan beberapa dari banyak hal yang saya dapatkan dalam mengikuti kegiatan Suluk Maleman waktu itu. Apalagi nasihat yang disampaikan Mbah Mus, sungguh kamu harus mendengarkannya sendiri. Selengkapnya bisa kamu lihat pada tayangan ulangnya di youtube suluk maleman. Jika ditanya apakah saya mendapat sesuatu setelah mengikuti acara tersebut, jawabannya iya. Saya kembali diingatkan dan belajar lagi tentang banyak hal.

Intinya yang mampu dan bisa menjaga harga diri adalah kita sendiri. Tuhan juga sudah membekali dengan logika dan ilmu yang disebarkan pada seluruh penjuru bumi ini. Tinggal bagaimana sikap yang akan kita pilih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Memahami Konsep Fikih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Secara etimologi, fikih berasal dari kata bahasa Arab faqiha-yafqahu-fikihan, yang berarti mengerti atau memahami. Orang-orang Arab memaknai fikih dalam konteks kebahasaan dengan mā daqqa wa ghamudha, yang artinya: sesuatu yang samar dan sulit untuk dipahami. Berdasarkan pengertian etimologis kata fikih ini, orang-orang Arab mengatakan faqihtu ma’na kalāmika liannahu qad yaduqqu wa yaghmadhu, […]

  • Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

    Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Ngaji NgAllah Suluk Maleman kembali digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (15/3) malam, dengan mengangkat tema “Menyibak Kegelapan” sebagai bahan renungan bersama. Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut dalam Qur’an dijelaskan bahwa Allah mengeluarkan orang-orang mukmin dari kegelapan menuju cahaya. “Manusia memiliki kemampuan untuk membaca realitas karena diberi alat baca […]

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • Pertemuan Alumni PKPNU Angkatan 1 Sekaligus Penyerahan Sertifikat

    Pertemuan Alumni PKPNU Angkatan 1 Sekaligus Penyerahan Sertifikat

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 6 Juni 2015, bertempat di Gedung PCNU Lt 3, telah berlangsung acara temu alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama angkatan 1 (PKPNU).  Dalam acara tersebut di hadiri oleh Rois Syuriah PCNU Pati KH. M. Aniq Muhammadun, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Drs. Ali Munfaat, Mpd, dan Wakil Ketua Tanfdizyah Dr. Jamal Makmur  Asmani, […]

  • Photo by Richard Stachmann

    Pesantren dan Pembangunan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagaimana kita ketahui pesantren merupkan tempat untuk menimba ilmu baik agama maupun umum, sehingga pesantren dapat diartikan sebagai pusat pendidikan bagi santri maupun masyarakat. Mengingat pesantren sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi pendidikan, gedung, dan trasformasi sosial terhadap lingkungan sekitar. Sehingga pesantren di era sekarang ini bisa disebut […]

  • PCNU- PATI

    PC Fatayat NU Pati Komentari Launching MLU MWCNU Winong

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    WINONG – Launching Mobil Layanan Ummat (MLU) MWC NU Kecamatan Winong yang telah berlangsung Minggu (21/8) lalu mendapatkan apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat.  Salah satunya datang dari PC Fatayat NU Kabupaten Pati yang juga hadir pada saat acara launching tersebut. Menurut Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah, agenda tersebut selain meriah juga sangat memggugah […]

expand_less