Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Muru’ah

Muru’ah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
  • visibility 427
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya begitu sederhana yaitu dengan mendengarkan nasihat-nasihat dari orang-orang alim yang dihadirkan serta diiringi oleh musik sampak gusuran. Genre musik yang berbeda dengan lainnya.

Pada penyampaian pertama oleh Bib Anis saya mendapat garis besar bahwa muru’ah adalah kehormatan, harga diri. Harga diri erat kaitannya dengan malu. Setiap manusia memiliki malu yang diciptakan Tuhan. Namun meski begitu masing-masing individu diberikan kebebasan dalam menjaga dan mengontrol malu tersebut. Menurut pandangan orang-orang zaman dahulu laki-laki dan perempuan itu kehormatannya berbeda. Laki-laki kehormatannya ada pada ucapannya, sedangkan perempuan ada pada kemaluannya.

Selain menyampaikan kata pengantar tentang arti muru’ah agar dapat mudah dipahami oleh yang mendengarkan, Bib Anis juga menambahkan beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan muru’ah atau harga diri. Salah satu contohnya yang masih saya ingat adalah banyaknya orang yang tanpa malu menampakkan wajahnya dibeberapa titik dengan ditambah kalimat “saya orang yang amanah”. Kalimat pembenaran atas sesuatu yang mungkin saja berbeda dengan keseharian seperti itu tampak “diwajarkan” dalam urusan politik. (kalimat ini adalah tambahan dari curahan hati saya)

Kemudian Mbah Nawawi menambahkan dengan bercerita bahwa setiap manusia sejak kecil sudah dilatih dengan muru’ah. Pemberian nama dari orang tua adalah muru’ah itu sendiri. Mbah Nawawi menyampaikan dengan menceritakan pengalamannya saat mengisi acara di Jakarta. Ketika itu saat Mbah Nawawi istirahat di hotel, tiba-tiba ada yang mengirimkan pesan berisi penawaran tukang pijat lengkap dengan kenikmatan duniawinya. Proses menjaga muru’ah ini kemudian diterapkan Mbah Nawawi dengan menolak tawaran itu. Karena menurut Mbah Nawawi jika ia menerima tawaran tersebut, maka yang akan menanggung malu bukan hanya beliau tetapi juga orang tua yang sudah memberinya sebuah nama juga gurunya.

Dari sini kita bisa menemukan titik kesamaan dari apa yang disampaikan oleh Bib Anis juga Mbah Nawawi yaitu muru’ah erat kaitannya dengan malu. Mengutip arti sebuah Hadist bahwa malu itu sebagian dari iman. Tentu dengan begitu kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindunginya. Dan menurut saya salah satu jalan dalam menjaga harga diri adalah dengan membiasakan berbicara dan bertindak yang jujur.

Saya hanya bisa menjabarkan beberapa dari banyak hal yang saya dapatkan dalam mengikuti kegiatan Suluk Maleman waktu itu. Apalagi nasihat yang disampaikan Mbah Mus, sungguh kamu harus mendengarkannya sendiri. Selengkapnya bisa kamu lihat pada tayangan ulangnya di youtube suluk maleman. Jika ditanya apakah saya mendapat sesuatu setelah mengikuti acara tersebut, jawabannya iya. Saya kembali diingatkan dan belajar lagi tentang banyak hal.

Intinya yang mampu dan bisa menjaga harga diri adalah kita sendiri. Tuhan juga sudah membekali dengan logika dan ilmu yang disebarkan pada seluruh penjuru bumi ini. Tinggal bagaimana sikap yang akan kita pilih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma'arif Akan Dapat Lisensi Publik

    Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma’arif Akan Dapat Lisensi Publik

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

      Brebes – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Brebes, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding sangat penting bagi kemajuan sekolah dan madrasah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Melalui branding, sekolah dan madrasah Ma’arif akan dikenal masyarakat luas untuk mendapatkan lisensi publik bahwa sekolah dan madrasah Ma’arif memang […]

  • Peringatan Harlah Pagar Nusa Dibuka di MHI Gembong Hari Ini

    Peringatan Harlah Pagar Nusa Dibuka di MHI Gembong Hari Ini

    • calendar_month Sab, 28 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-GEMBONG – Rentetan acara Perayaan Harlah Pagar Nusa ke-37 PC Pagar Nusa Pati di mulai Sabtu (28/1) pagi. Agenda tersebut dibuka dengan pelatihan Pasukan Inti (Pasti). Berlokasi di Aula MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong dan Eks Lapangan Gembong, pelatihan Pasti dijadwalkan akan selesai Ahad (29/1) esok. Dalam acar pembukaan tersebut, beberpa tokoh penting tampak hadir. […]

  • Bebas Buta Huruf Al Qur’an Diterapkan Mahasiswa KKN IPMAFA di Sentul

    Bebas Buta Huruf Al Qur’an Diterapkan Mahasiswa KKN IPMAFA di Sentul

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    CLUWAK-Masih adanya beberapa warga Desa Sentul, Cluwak terutama kalangan lansia membuat mahasiswa KKN IPMAFA tancap gas memberikan wadah pembelajaran al-quran. Hal ini senada dengan tema KKN 2019, ‘Optimalisasi Peran Komunitas Menuju Masyarakat yang Berdaya, Berbudaya dan Religius’. Kegiatan tersebut bernama : #2019 bebas buta huruf al Qur’an. Banyaknya kalangan lansia yang ikut disebabkan mahalnya biaya […]

  • Kebijakan Full Day School Membingungkan

    Kebijakan Full Day School Membingungkan

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi. Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara […]

  • Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisas

    Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisas

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisasi Home  Berita  Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisasi Halal Bihalal IPNU IPPNU Se-Kawedanan Juwana : Tali Silaturahmi Perkuat Komunikasi Untuk Organisasi  Aksara     Rabu, Mei 26, 2021     Berita     Comment    Minggu (23/05) Dalam […]

  • KKN IPMAFA mengajar TPQ di Masjid Al-Ikhlas Desa Pulorejo  Winong

    KKN IPMAFA mengajar TPQ di Masjid Al-Ikhlas Desa Pulorejo Winong

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Pati – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yang bertempat di Desa Pulorejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati menjalankan salah satu program kerja pilar pendidikan dengan mengajar kegiatan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di Masjid Al-Ikhlas Dukuh Mblibak belum lama ini. (Rabu, 23/08/2017) Kegiatan yang berlangsung setiap hari Senin, Rabu dan Kamis […]

expand_less