Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Muru’ah

Muru’ah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
  • visibility 357
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya begitu sederhana yaitu dengan mendengarkan nasihat-nasihat dari orang-orang alim yang dihadirkan serta diiringi oleh musik sampak gusuran. Genre musik yang berbeda dengan lainnya.

Pada penyampaian pertama oleh Bib Anis saya mendapat garis besar bahwa muru’ah adalah kehormatan, harga diri. Harga diri erat kaitannya dengan malu. Setiap manusia memiliki malu yang diciptakan Tuhan. Namun meski begitu masing-masing individu diberikan kebebasan dalam menjaga dan mengontrol malu tersebut. Menurut pandangan orang-orang zaman dahulu laki-laki dan perempuan itu kehormatannya berbeda. Laki-laki kehormatannya ada pada ucapannya, sedangkan perempuan ada pada kemaluannya.

Selain menyampaikan kata pengantar tentang arti muru’ah agar dapat mudah dipahami oleh yang mendengarkan, Bib Anis juga menambahkan beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan muru’ah atau harga diri. Salah satu contohnya yang masih saya ingat adalah banyaknya orang yang tanpa malu menampakkan wajahnya dibeberapa titik dengan ditambah kalimat “saya orang yang amanah”. Kalimat pembenaran atas sesuatu yang mungkin saja berbeda dengan keseharian seperti itu tampak “diwajarkan” dalam urusan politik. (kalimat ini adalah tambahan dari curahan hati saya)

Kemudian Mbah Nawawi menambahkan dengan bercerita bahwa setiap manusia sejak kecil sudah dilatih dengan muru’ah. Pemberian nama dari orang tua adalah muru’ah itu sendiri. Mbah Nawawi menyampaikan dengan menceritakan pengalamannya saat mengisi acara di Jakarta. Ketika itu saat Mbah Nawawi istirahat di hotel, tiba-tiba ada yang mengirimkan pesan berisi penawaran tukang pijat lengkap dengan kenikmatan duniawinya. Proses menjaga muru’ah ini kemudian diterapkan Mbah Nawawi dengan menolak tawaran itu. Karena menurut Mbah Nawawi jika ia menerima tawaran tersebut, maka yang akan menanggung malu bukan hanya beliau tetapi juga orang tua yang sudah memberinya sebuah nama juga gurunya.

Dari sini kita bisa menemukan titik kesamaan dari apa yang disampaikan oleh Bib Anis juga Mbah Nawawi yaitu muru’ah erat kaitannya dengan malu. Mengutip arti sebuah Hadist bahwa malu itu sebagian dari iman. Tentu dengan begitu kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindunginya. Dan menurut saya salah satu jalan dalam menjaga harga diri adalah dengan membiasakan berbicara dan bertindak yang jujur.

Saya hanya bisa menjabarkan beberapa dari banyak hal yang saya dapatkan dalam mengikuti kegiatan Suluk Maleman waktu itu. Apalagi nasihat yang disampaikan Mbah Mus, sungguh kamu harus mendengarkannya sendiri. Selengkapnya bisa kamu lihat pada tayangan ulangnya di youtube suluk maleman. Jika ditanya apakah saya mendapat sesuatu setelah mengikuti acara tersebut, jawabannya iya. Saya kembali diingatkan dan belajar lagi tentang banyak hal.

Intinya yang mampu dan bisa menjaga harga diri adalah kita sendiri. Tuhan juga sudah membekali dengan logika dan ilmu yang disebarkan pada seluruh penjuru bumi ini. Tinggal bagaimana sikap yang akan kita pilih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disergap Tumor Hati, Ibu Paini Butuh Uluran Tangan

    Disergap Tumor Hati, Ibu Paini Butuh Uluran Tangan

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

      TAMBAKROMO – Sudah tiga bulan lebih Ibu Paini terbaring menahan rasa sakit akibat mengidap penyakit tumor hati. Semakin hari berat badannya semakin turun. Tubuhnya tergolek lemah yang mengakibatkan ia tak mampu berjalan.  Warga Dukuh Kluwung RT 03 RW 02 Desa Tambahagung Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati tersebut hampir tidak bisa menjalankan aktifitas pada umumnya.  Ibu […]

  • Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kab Pati kembali mengadakan acara Workshop Ketahanan Budaya bekerja sama dengan Lembaga Kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LENNSA) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 2014 dengan mengangkat tema “Menjaga dan Melestarikan Seni dan Budaya sebagai Identitas Bangsa dan Negara”. Acara ini dihadiri oleh berbagai […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • Photo by Ankit Rathore

    Membaca Sekitar

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Millatul A. Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus […]

  • Salat Jaga Jarak Lebih Utama saat Pandemi, Ini Penjelasannya

    Salat Jaga Jarak Lebih Utama saat Pandemi, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    KH. Abdul Qohar, Pengasuh PP. Al Ma’arif Gembong saat menyampaikan pendapatnya tentang salat berjamaah dengan jaga jarak GEMBONG- KH. Abdul Qohar, Pengasuh Ponpes Al Ma’arif Gembong baru-baru ini mengeluarkan pendapat tentang salat jemaah di era pandemi ini. Hal itu disampaikan olehnya Sabtu (10/7) malam usai ngaji Malam Minggu Ihya Ulumuddin di pondoknya.  Menurut pria yang […]

  • 7 Agenda Strategis

    7 Agenda Strategis

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Oleh : Jamal Makmur Asmani* Duet KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Chalil Tsaquf adalah duet fakih-intelektual. KH. Miftachul Akhyar adalah sosok ulama yang berpetualang dari pesantren ke pesantren. Beliau berkarir dari bawah. Rais Syuriyah PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Wakil Rais Am, Pejabat Sementara Rais Am, dan akhirnya menjadi Rais ‘Am PBNU. […]

expand_less