Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menebar Dakwah Lewat Kisah

Menebar Dakwah Lewat Kisah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Nov 2017
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

Berdakwah paling efektif, mengena disukai kebanyakan masyarakat umum adalah dengan menggunakan metode bercerita, sebab pada dasarnya  setiap orang suka bercerita dan suka mendengarkan cerita. Oleh sebab itu, di dalam kitab suci, cerita menjadi unsur yang menonjol, kalau tidak dikatakan dominan. Tidaklah mengherankan jika cerita menjadi gaya penyampaian ajaran agama yang barangkali paling menarik, bahkan mungkin paling efektif bagi semua kalangan.
Hikayat-Hikayat Sufi di dalam buku ini merekam kisah-kisah sufi yang mengajarkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran agama. Setiap cerita dapat dimaknai secara berbeda oleh satu orang dengan orang lain, bahkan dari cara maupun tingkat penafsirannya.
Salah satu hikayat tentang cinta, diceritakan bebera orang mengunjungi Asy-Syibli.
“Siapakah kalian,?” tanya Asy-Syibli dari halaman rumah.
“Kami orang-orang yang ingin mencintaimu, maka terimalah,”jawab mereka.
As-Syibli melempari mereka dengan batu. Orang orang itu pun berlari menjauhinya.
Mengapa kalian berlari dariku? Kalau betul-betul mencintaiku, tentu kalian tidak akan lari dari cobaanku.” Orang yang memiliki cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan. Menjadi sempitlah bagi mereka bumi dan negeri. Mereka tenggelam dalam lautan rindu kepada-Nya dan merasa nikmat munajat kepada-Nya. (hal 57)
 Hikayat di atas menggambarkan apabila cerita itu mampu memberikan pemahaman kepada oranga lain, jika memberikan nasihat dengan penuh kelembutan, tidak terlihat menggurui; memang demikianlah watak sebuah cerita: memberi ruang bagi pembacanya untuk mengambil hikmah dan pelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman dan pengalamannya sendiri. Bukan hanya itu, pembaca yang sama mungkin akan menemukan keping-keping makna yang bernuansa berbeda ketika membacanya hari ini dan sebulan atau setahun kemudian-seiring dengan perkembangan pemahaman dan pengalamannya tadi.


            Penulis memahami jika masyarakat kita, tipikalnya sangat menyukai cerita, kisah dan hikayat, baik berupa tutur ataupun dalam bentuk tulisan. Buku yang merangkum kurang lebih 76 kisah melalui bermacam-macam cara menjelaskan isi yang terkandung dalam hikayatnya.
            Maka dari itu, buku ini sangat cocok untuk bahan tambahan ketika mengajar disekolah atau pun sebagai cerita pengantar tidur bagi anak-anak kita. Selamat membaca.
 
Judul                            : Hikayat Hikayat Sufi
Penulis                          : Hermawan Aksan
Penerbit                       : Mizania
Tahun Terbit                : Pertama, November 2014
Tebal                            : 151 halaman
ISBN                           :  978-602-1337-29-5
Peresensi                     : Pujianto, Penjual Kopi         
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Pucakwangi – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Pucakwangi, Kabupaten Pati gelar Launching dan Bedah Buku. Acara ini berlangsung di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) setempat, Kamis (20/10/2022) malam.  Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Gairah Literasi di Madrasah dan Pondok Pesantren” itu menghadirkan seorang penyair sekaligus penulis, Sosiawan Leak. Sosiawan Leak memaparkan, literasi tidaklah […]

  • Penutupan Lokalisasi Dipermasalahkan, MUI dan Beberapa Ormas Nyatakan Sikap

    Penutupan Lokalisasi Dipermasalahkan, MUI dan Beberapa Ormas Nyatakan Sikap

    • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Para tokoh dari berbagai Ormas tandatangani pernyataa sikap atas protes yang dilakukan forum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) untuk penutupan lokalisasi dan karaoke PATI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati bersama sejumlah ormas keagamaan memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Pati untuk memberantas tempat-tempat lokalisasi dan karaoke ilegal di Bumi Mina Tani. Dukungan tersebut dituangkan […]

  • Bertemu Dinsos, Fatayat Rembug Soal Perempuan dan Anak

    Bertemu Dinsos, Fatayat Rembug Soal Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    PATI-Kegiatan silaturrahim PC Fatayat NU Pati terus bergulir. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Pati, Haryanto, Bappeda, Kemenag dan DLH, kali ini Fatayat mencoba menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati.  Jajaran Pejabat Dinas Sosial Pati menjamu para Pengurus Cabang Fatayat NU Pati dalam kunjungan di Kantor Dinsos Pati, Selasa (3/9) Oleh Alfi Hidayah, ketua III […]

  • Santri Salafiyah Kajen Juara Pencak Silat Nasional

    Santri Salafiyah Kajen Juara Pencak Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SEMARANG-Ikatan Pencak Silat NU yang dikenal dengan Pagar Nusa, dalam perkembangannya telah banyak mengalami perkembangan. Dari yang semula berfungsi sebagai pelindung para ulama, sekarang juga mengarah ke arah prestasi. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pelatih pencak silat Pagar Nusa di Madrasah Salafiyah, Zaenal Abidin. “Dulu para santri-santri jawara silat bertugas untuk menjaga ulama saja, […]

  • Bilik Bilik Pesantren

    Bilik Bilik Pesantren

    • calendar_month Sen, 11 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Membaca pesantren dalam paradigma modernis merupakan sebuah kajian yang sangat urgen sekaligus menarik. Karena, kita bisa mengetahui sejauh mana gaung pesantren dalam menghadapi cakrawala kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hal itu juga bisa dihadapkan dengan kritikan-kritikan yang muncul terhadap pesantren. Kritikan berupa kredibilitasnya sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional Nusantara dalam menghadapi kemajuan teknologi dan merespon persoalan-persoalan kontemporer yang jamak […]

  • Fidyah Aneh (2

    Fidyah Aneh (2

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Bolehkah membayar fidyah setiap tahun pada bulan wafatnya orang yang difidyahi, dan dapatkah menggugurkan / meringankan tuntutan meninggalkan sholat / puasa mayat yang ketika hidupnya sudah biasa meninggalkannya ?   Jawaban : Boleh karena tidak ada kewajiban fauron (seketika) dalam mengkafarohi mayit, dan tidak dapat menggugurkan tuntutan meninggalkan sholat/puasa akan tetapi dapat sedikit meringankan dosanya. […]

expand_less