Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
  • visibility 408
  • comment 0 komentar

Guru mengajarkan kalau dunia itu ada dua; fana, yaitu dunia yang bisa rusak dan dunia baka, yaitu dunia setelah manusia meninggal. Dan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia ternyata ada dunia baru. Dunia baru antara dunia fana dan dunia baka itu adalah dunia maya (virtual world), yaitu dunia online yang sangat luas sekali, yang berisi berbagai lingkungan simulasi interaktif dengan dasar komputer.
Dunia maya kini sangat menghegemoni, sehingga banyak orang rela meninggalkan dunia fana untuk berlama-lama berkecimpungan. Untuk  pelarian dari stress atas berbagai masalah dari dunia fana, yang mana galau dan move on merupakan dua ungkapan yang sangat populer. Istilah yang digunakan generasi muda Indonesia pada zaman internet.
Di tengah-tengah zaman modern yang krisis dan kering akan nilai-nilai sosial, dunia baru yang kadang bisa melupakan humanitas kita sebagai manusia, melanggar batas moral, etika, agama, dan privasi orang lain. Dalam interaksi, transaksi, atau pergaulan di dunia maya, dunia digital yang harusnya dijaga demi harmonisasi sosial, banyak yang dilanggar (atau terjadi “perusakan muka” orang lain). Agama kadang dijadikan saran berebut tahta, filsafat dibuat-buat untuk melaknat, hukum diputar balikkan supaya terasa lurus, dan kebenaran rekor sejarah diplesetkan untuk menebar fitnah, bahasa dan sastra pun acap dibuat jahat mengumpat dan menghujat. Oleh karena itu J. Sumardianta melalui buku Habis Galau Terbitlah Move On, memberikan solusi lewat bukunya. Bahwa manusia tidak boleh bertekuk lutut atas tirani yang menjajah keadaan yang bikin galau. Dunia digital adalah sebagai sumber belajar berbagai ilmu pengetahuan yang bisa membuat manusia lebih berbudaya.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari J. Sumardianta yang mana di dalamnya terdapat kisah-kisah yang dapat menginspirasi seseorang untuk mendorong agar mau melakukan kegiatan hal lebih positif. Misal, sosok Bunda Teresa berhasil mengubah Kota Kalkuta, Ibu Kota Negara Bagian Bengali Barat, India. Yang mana Bunda Teresa bergumam “Di kota bengis ini, bahkan anjing diperlakukan lebih baik dari pada manusia”(h. 39). Membaca kisah Bunda Teresa menunjukkan sikap kepada kita untuk melakukan sikap ringan tangan, toleransi, dan tolong menolong antara satu sama lain tidak memandang perbedaan status.
Kesadaran akan pentingnya toleransi antar sesamanya perlu di sosialisasikan melalui berbagai cara, diantaranya melalui pemanfaatan media online. Di era digitalisasi ini media sosial dapat di jadikan wadah atau kekuatan untuk menggerakkan masyarakat dalam melahirkan aksi sosial bertoleransi antar sesama agama, suku, ras, dan budaya. Melalui teknologi digital dan media sosial, seperti facebook, twitter, yahoo, blog, dan sebagainya, kita bisa menggerakkan aksi sosial tersebut.
Buku ini bisa dinikmati oleh siapa pun. Dengan membaca kisah-kisah inspiratif tersebut, media online bisa menjadi penghubung sikap toleransi antara satu sama lain. Buku yang sangat apik dan ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca, sehingga pesan-pesannya sangat jelas.
Judul buku      : Habis Galau Terbitlah Move On
Penulis             : J. Sumardianta
Penerbit           : Bentang
Tebal               : xxii + 330 h
Cetakan           : 1 November 2014
ISBN               : 978-602-291-067-1
Peresensi         :M. Ja’far Amir
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI kegiatan_akad_nikah_di_masjid

    Sighot Ta’liq dalam Pernikahan

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

       Berikut ini kami sertakan potongan dari sighot ta’liq : ‘selanjutnya saya sekarang membaca sighot ta’liq atas istri saya itu sebagai berikut : sewaktu-waktu saya  : Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama 3 bulan lamanya Atau saya menyakiti badan atau jasmani istri saya itu Atau saya membiarkan […]

  • Sukses, KSPPS BMT Soko Guru Ma'arif NU Jepara Gelar RAT

    Sukses, KSPPS BMT Soko Guru Ma’arif NU Jepara Gelar RAT

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Jepara – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Soko Guru Maarif Jepara, Rabu 26 Februari 2025 menggelar Rapat Anggota Tahunan ( RAT) Tutup Tahun Buku 2024. Kegiatan tahunan yang merupakan forum pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas selama satu tahun tersebut digelar di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Tampak hadir […]

  • Kiai Jangan Sampai Kalah dengan AI

    Kiai Jangan Sampai Kalah dengan AI

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin) menegaskan bahwa kiai atau ulama Nahdlatul Ulama tidak boleh kalah dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.   Hal itu diungkapkan dalam Refleksi dan Istighosah dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU bertajuk “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat” di aula […]

  • Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”. Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan […]

  • IPMAFA Peduli Korban Banjir

    IPMAFA Peduli Korban Banjir

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Pati. Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA Pati mendatangi salah satu wilayah korban banjir Pati. Bapak Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA selaku Kaprodi Zawa didampingi Sekprodi M. Luthfi, S.Pd.I perwakilan dari anggota BEM Pro Zawa menyerahkan bantuan secara langsung kepada bapak Agus Sutrisno (Ketua RT 02/03) Dukuh penggingwangi, Desa Kasiyan Sukolilo Pati. Di desa yang […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

expand_less