Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Mak Ngasimah

Mak Ngasimah

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

Aku Maolan bin Margo lahir tanggal 3 September 1942. Tahun dimana penjajahan masih merajalela di Indonesia. Bapakku Margo bin Jasmo desa Asempapan kecamatan Wedarijaksa yang sekarang Trangkil. Emakku Ngasimah Binti Rasmo Sirah dari dukuh Centhong desa Purwodadi kecamatan Margoyoso.

Emakku orang bodoh, tidak pernah mengenyam bangku sekolah maupun mengaji. Maka aku pun tumbuh menjadi anak bodoh. Bapakku bekerja sebagai penjahit dan ikut sebagai buruh jika ada tebasan sawah atau tambak.

Aku baru belajar berjalan saat menginjak umur satu tahun ketika bapakku meninggal. Tidak sakit tidak kecelakaan. Sore pergi ke tambak, paginya meninggal di sana. Sontak kematian Bapak yang mendadak itu membuat Emak kelimpungan seperti orang edan. Ia selalu menangis dan tak doyan makan sampai badannya kurus tak terurus. Setiap ia lihat foto Bapak, Emak pingsan, hingga akhirnya foto itu dibakar yang mengakibatkan aku tak pernah melihat wajah Bapak karena itu foto satu-satunya yang dimiliki Emak.

Ketika Emak sudah tegar dan mampu merelakan kepergian Bapak setiap kamis sore bakda asar ia mengajakku ke makam Bapak. Sampai di kuburan Bapak, tangis Emak kembali pecah, karena ia memang orang bodoh tak bisa mengaji atau tahlil seperti yang orang-orang lakukan ketika berziarah, ia hanya berkata pada Bapak seolah Bapak masih hidup.

“Mas, ini loh anakmu tak ajak kesini jenguk kamu, semoga kamu di ampuni Allah dan ditempatkan di tempat yang terbaik. Semoga anakmu jadi anak yang soleh ya, Pak,” ucap Emak dengan suara parau dan sarat emosi.

Setelah puas berbicara Emak akan mendekapku erat sekali sambil menangis sesenggukan. Meluapkan seluruh emosi dan sesak yang menghimpit dadanya. Ia tak punya tumpuan lagi selain aku. Terpaksa dada mungil yang menjadi tempat ia bersandar karena dada tegap nan bidang itu sudah hilang.

Setelah tangisnya reda, Emak akan mengajakku pulang. Melewati jalan setapak kuburan yang wingit hingga melewati jalan pedesaan yang ramai oleh warga. Di sanalah setiap mata akan menatap kami dengan iba dan nelangsa,  tak jarang pula yang menatap dengan sorot mata bergidik karena mereka berpikir Emak gila. Gila ditinggal suami tercinta saat sedang senang-senangnya punya suami dan seorang putra.

“Nduk Mah, saking pundi, Ngger? (Nduk Mah, dari mana, Nak?),” Tanya seseorang pada Emak.

“Dari jenguk Bapaknya kenang,” jawab Emak sopan.

“Loh rak soko kubur? (Loh lak dari makam?)” Tanya orang itu lagi penuh peduli.

“Inggih, Mbah. Kenang biar tahu tempat Bapaknya. Masyallah, nggak apa-apa to, Mbah?”

“Iya nggak apa-apa, Nduk.”

“Sampun nggeh, Mbah.”

Meskipun Emak bodoh tapi Emak adalah perempuan yang tahu tata krama, unggah ungguhnya baik, sopan santunnya terjaga. Berkali-kali bertemu orang di jalan Emak selalu menjawab dengan tutur kata yang halus. Ia menghormati siapa saja dan tak pernah sekalipun marah.

Ia tak peduli dengan orang-orang yang tak suka bahkan menjulukinya gila. Karena ia tahu banyak pula yang kasihan dan menaruh welas asih padanya.

“Mesakke Ngasimah, kepedotan tresno, lagi seneng-senenge nduwe bojo lan anak cilik ditinggal mati. Mugo-mugo diparingi sabar lan kuat yo Nduk.”

Begitu kata orang yang hatinya lembut dan menaruh kasih pada Emak. Emak mengangguk seraya mangaminkan.

Emak mengajakku berziarah ke makam Bapak setiap hari kamis sampai aku bisa berjalan sendiri. Begitu aku sudah disapih Emak menikah lagi dengan Tuwowo Yasir, seorang duda beranak lima; Mustajab, Muslimatun, Damiri, Mathori, dan Muhaimin. Saat itu aku tidak diajak serta di keluarga baru Emak. Maka aku diasuh oleh Kakekku, Mbah Jasmo.

Dengan Pak Yasir, pernikahan Emak tak berlangsung lama. Kemudian Emak kembali menikah dengan Mat Barok, seorang putra Carik Ngagel yang sangat kaya. Itu artinya Emak jadi istri orang kaya.

Setiap pagi Emak berjualan di pasar Ngagel. Pulang pergi diantar dokar. Sebenarnya Emak ingin membawaku ikut serta ke dalam keluarga barunya tapi Mbah Jasmo tak memperbolehkan. Ia tak mau pisah dengan aku-cucu satu-satunya. Akhirnya Emak hanya bisa menjengukku sebulan sekali. Hari ketika Emak menjenguk adalah hari yang selalu aku tunggu-tunggu. Karena malamnya Emak akan menemaniku tidur sampai malam. Ia akan memelukku erat seperti aku memeluknya.

Akhirnya pagi itu aku tak rela Emak pergi. Kugenggam tangannya erat-erat agar sampai ia mengurungkan niatnya untuk pulang.

“Mak, aku melok kuwe, (Mak, aku ikut kamu),” teriakku dengan air mata berderai-derai.

Sontak Emak bersimpuh dan terduduk di atas tanah seraya tersedu-sedu. Ia memelukku dan kutenggelamkan wajahku pada dadanya. Kueratkan pelukan dan menangis di dadanya sampai sesenggukan. Aku tak mampu lagi berpisah. Apapun yang terjadi aku mau ikut. Ternyata Emak pun sama, ia tak mampu lagi berjauhan denganku-anak semata wayangnya.

Dengan keberanian dan tekad bulat akhirnya Emak berkata pada suaminya, “Mas aku kamu ceraikan tetap akan pulang dan kumpul bersama anakku, tidak kamu ceraikan juga tetap akan pulang. Aku nggak kuat pisah sama anakku.” Dengan tangis pecah dan berderai-derai.

Dengan berat hati Mad Barok menceraikan Emak dan Emak pulang, hidup denganku dan Mbah Jasmo lagi. Aku mencintaimu, Mak.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Website Lazisnu jadi Laman Zakat Terpopuler

    Website Lazisnu jadi Laman Zakat Terpopuler

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Tampilan beranda nucare.id, website resmi Lazisnu pusat.  JAKARTA-Kabar menggembirakan kembali datang dari NU. Kali ini, salah satu lembaganya, Lazisnu mampu menunjukkan siungnya di dunia maya.  Menurut Alexa Rank, Lazisnu menduduki peringkat popularitas ke-1392 dari total ribuan bahkan jutaan situs web di Indonesia. Ranking tersebut terdengar biasa saja. Namun dalam lingkup website lembaga-lembaga zakat Indonesia ini […]

  • Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan. Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya […]

  • Peringati Harlah NU ke 95, Ranting NU desa Godo Winong gelar rapat kordinasi banom

    Peringati Harlah NU ke 95, Ranting NU desa Godo Winong gelar rapat kordinasi banom

    • calendar_month Sen, 1 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

      Mengawali Tahun Baru Masehi 2021, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati melakukan rapat koordinasi (Rakor) pertama sekaligus Memperingati Harlah NU yang 95. Kegiatan rapat rapat koordinasi dihadiri Rais Syuriyah K. Sadi, Sekretaris MWC NU Muhammad Ismail,M.Pd Ketua Tanfidziyah Ariys Khoerul Ashadi dan sejumlah pengurus Lembaga dan Banom NU […]

  • ‎Harlah ke-96 LP Ma’arif NU Temanggung: Momentum Tingkatkan Mutu dan Karakter Pendidikan

    ‎Harlah ke-96 LP Ma’arif NU Temanggung: Momentum Tingkatkan Mutu dan Karakter Pendidikan

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id ‎Temanggung – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PCNU Kabupaten Temanggung digelar dengan khidmat di Aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, Kamis (18/9/2025). Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala madrasah dan sekolah di lingkungan LP Ma’arif NU se-Kabupaten Temanggung. ‎Ketua LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Temanggung, […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.984
    • 0Komentar

      Semarang – Disertasi Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa Islam Nusantara merupakan model keberagamaan yang relevan bagi Indonesia sebagai bangsa multikultural. Dalam pendahuluannya dijelaskan bahwa Islam Nusantara menekankan toleransi, komunikasi terbuka, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai kekuatan penyatu dalam bingkai NKRI. Nilai-nilai utama seperti tasāmuh (toleransi), musāwah (egaliter), insāniyyah (humanis), dimūqrāṭiyyah (demokratis), dan waṭaniyyah (nasionalis) menjadi […]

  • Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso kembali membuat harum nama Kabupaten Pati di kancah Nasional. Setelah 3 Santri MA Salafiyah yang berhasil menyabet 3 medali dalam perhelatan pencak silat Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019, kini beredar kabar dua santri MTs dan satu santri MI juga membawa pulang medali dari ajang yang sama. Para peaerta didik […]

expand_less