Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
  • visibility 471
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Seringkali saya mendengar orang ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukannya. Jadi bukan karena tidak bisa menulis, tapi karena tidak punya waktu untuk menulis. Sebetulnya patut disayangkan orang seperti ini, karena kendalanya bukan tidak bisa menulis, tapi karena faktor lain, yakni kesibukan. Fenomena ini bukan satu dua orang yang pernah saya temui, tapi banyak sekali. Seolah menjadi “penyakit” yang sama yang dirasakan oleh kebanyakan orang. 

Lantas, adakah solusinya bagi yang terpapar “penyakit” seperti di atas, yakni ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukan? Tentu saja ada. Bahkan saya yakin sebenarnya mereka punya jawabannya. Tapi, baiklah akan saya coba memberikan solusi bagi orang yang model seperti ini. Setidaknya berdasarkan pengalaman sendiri, karena saya sendiri pernah berada di posisi seperti itu.

Sewaktu di Yogyakarta, saya pernah menjadi orang kantoran, berangkat pagi pulang sore selama senin sampai jumat. Praktis saya tidak bisa menulis. Padahal sebelum kerja kantoran saya sudah terbiasa menulis nyaris tanpa kendala. Tapi, begitu jadi orang kantoran, saya nyaris tidak bisa menulis. Awalnya saya pikir malam hari bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa. Pikiran dan badan sudah begitu letih, sulit untuk diajak berpikir. Inginnya tidur atau santai-santai saja, tidak mau memikirkan hal-hal berat, apalagi menulis. Sabtu dan minggu mestinya saya bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa juga, karena bawaannya tetap ingin santai-santai, seperti olahraga dan jalan-jalan.

Saya tidak bisa seperti itu terus menerus. Pikiran dan tangan saya sudah gatal ingin menulis. Saya harus menyiasatinya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Saya kemudian mendapatkan solusinya. Saya berpegang pada prinsip bahwa saya harus bisa menyempatkan diri untuk bisa menulis, kapan pun waktunya dan di mana pun tempatnya. Kalau tidak, saya tidak akan pernah menulis. Maka, dengan berpegang pada prinsip itulah saya mencari solusinya.

Akhirnya saya mendapatkan solusinya, yakni saya berangkat pagi sekali ke kantor. Biasanya pukul 7, kali ini berangkat pukul 6. Jalanan yang sepi membuat perjalanan begitu lancar dan durasi waktu sampai kantor tidak sampai setengah jam. Biasanya kalau berangkat pukul 7, sampai kantor bisa memakan waktu setengah jam lebih. Nah, karena berangkat pukul 6, aku sampai kantor pukul 6.30. Jam kerja pukul 8, jadi aku masih punya waktu 1,5 jam.

Saya tidak langsung ke kantor, tapi mencari warung makan atau warung kopi terlebih dahulu di sekitar kantor. Di situlah aku sarapan sambil menulis. Bagiku ini waktu terbaik untuk menulis, karena pagi hari pikiran masih fresh, dan badan masih segar bugar. Sekitar satu jam aku membaca, berpikir, dan menulis. Setidaknya aku bisa menghasilkan satu halaman spasi satu di MS Word. Lumayan. Ketika waktu sudah mendekati pukul 8, aku bergegas ke kantor.

Jadi kalau dirata-ratakan, aku menulis hanya 1 halaman setiap harinya. Memang sedikit, tapi kalau dilakukan setiap hari, itu bisa jadi berhalaman-halaman dan menjadi satu naskah buku. Itulah yang saya alami. Proses menulis setiap pagi berjalan berhari-hari, seolah menjadi SOP saya pas berangkat kerja. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Taraa… akhirnya tulisan itu menjadi satu naskah.

Naskah itu kemudian saya diamkan saja. Saya tidak ada niat untuk menawarkannya ke penerbit. Hingga setelah saya resign, saya teringat dengan naskah saya. Saya baca ulang naskahnya, dan saya perbaiki lagi dengan tambal sulam. Dengan optimistis, saya kirim naskah saya ke penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tidak ada satu bulan naskah saya diterima. Alhamdulillah.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah saya di atas adalah pentingnya menyempatkan waktu untuk menulis. Terserah durasinya berapa. Jika memang sempatnya 10 menit, tidak masalah. Kemudian cari waktunya untuk menulis dan tepati. Pastikan waktunya tidak mengganggu waktu yang lain. Mungkin ada yang malam hari menjelang tidur, atau setelah bangun tidur. Atau bisa juga pas jam istirahat, yakni pukul dua belas siang, setelah shalat dan makan siang. Yang jelas, kita harus bisa menyempatkan waktu untuk menulis, kalau memang kita punya keinginan menulis.

Setelah itu, lakukanlah dengan istikamah. Tidak bisa tidak. Kalau hanya sesekali menulis, tulisan Anda tidak akan selesai-selesai. Walaupun sehari hanya satu paragraf, misalnya, tapi dilakukan setiap hari selama satu tahun, itu sudah menjadi banyak naskah buku. Jika tidak percaya, silakan praktikkan.

Kalau mau dibuat quote, bunyinya seperti ini:

“Jangan mencari waktu luang untuk menulis, karena belum tentu Anda gunakan dengan menulis. Tapi luangkanlah waktumu untuk menulis, niscaya waktu menulis akan selalu ada.” Seperti tulisan ini.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Intruksikan Kader Galang Dana untuk Korban Bencana di Bumi Mina Tani

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menginstruksikan kader Pelajar NU Pati turun ke jalan untuk galang donasi. Bantuan yang didapatkan akan diberikan kepada para korban bencana alam di Bumi Mina Tani. Diketahui, pada Rabu (30/11/2022), Kabupaten Pati dihantam bencana angin puting beliung dan banjir […]

  • Lagi, Pelajar NU Giatkan Pelatihan Public Speaking

    Lagi, Pelajar NU Giatkan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Salah satu sesi pelatihan Public Speaking yang diadakan oleh Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Kadilangu, Trangkil TRANGKIL – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Kadilangu menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking di Aula Madrasah Diniyah Mansyaul Ulum pada Jum’at (17/12). Kegiatan dimulai pada pukul 18.30 WIB.  Setidaknya ada 18 peserta dari anggota IPNU IPPNU Desa Kadilangu yang mengikuti agenda ini. […]

  • PCNU-PATI

    Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Minggu, 26/11/2023,-Puisi-puisi karya Nuyang Jaimee  membuat narasi jernih dari silang sengkarutnya peristiwa. Mengangkat kon-teks kedalam teks, dan menjadi percakapan yang bisa didengarkan. “Kata-katanya disuling dengan bertenaga, menjadi kita terjaga,” ujar Budayawan Taufik Rahzen memberikan pendapat karya puisi Nuyang Jaimee dalam buku antologi puisi tunggal Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya yang disampaikan di Jakarta, […]

  • Fidyah Aneh (1)

    Fidyah Aneh (1)

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Sebagaimana yang telah berlaku didesa – desa, cara melakukan fidyahberbeda – beda. Ada yang caranya sebagai berikut : Ahli waris mengundang 10 orang misalnya, kemudian setelah berkumpul, Salah seorang ahli waris menyerahkan beras untuk fidyah kepada salah seorang diantara 10 orang tersebut, Setelah itu sebagian atau semua  beras diputarkan diantara orang – orang tersebut dengan […]

  • Mengevaluasi Lembaga dan Banom untuk Sebuah Kemajuan

    Mengevaluasi Lembaga dan Banom untuk Sebuah Kemajuan

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

        Pati. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengadakan kordinasi dan evaluasi Lembaga dan Banom-banomnya pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2020 di Gedung PCNU Pati.   “Pertemuan ini kami laksanakan tetap menerapkan protokol kesehatan, hal ini untuk mencegah penyebaran Covid 19,” jelas Sekretaris PCNU Kab Pati Maskan, Rabu (12/8/2020).   Sedangkan Ketua PCNU Pati […]

  • MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 16/02/2020, MWC NU Wedarijaksa menjadi tuan rumah anjangsana NU Kawedanan Juwana dengan agenda rapat: koordinasi, konsolidasi dan sinergi program. Acara yang diselenggarakan di gedung NU itu dihadiri oleh 20 peserta dari MWCNU Wedarijaksa, MWCNU Trangkil, MWCNU Juwana dan MWCNU Batangan. Rapat koordinasi itu dipimpin oleh KH. Dr. Jamal Ma’mur, MA selaku wakil Ketua PCNU […]

expand_less