Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia.

KH Maimun Zubair

Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH Zubair Dahlan, yang juga guru spesial Syaikhina KH MA Sahal Mahfudh dan KH Ahmad Fayumi Munji, beliau meneruskan di Pondok Lirboyo Kediri di bawah bimbingan langsung KH Abdul Karim, santri Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.

Setelah itu, KH Maimun Zubair meneruskan petualangan ilmunya di Timur Tengah, khususnya di Haramain, belajar dengan ulama-ulama besar di sana. Antara lain Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani, dan lain-lain. KH Maimun Zubair juga berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang lain, seperti Syaikh Fadhol Senori dan KH Bisri Mustafa.

Beberapa Keunggulan

Pertama, KH Maimun Zubair sebagaimana lulusan PP Lirboyo adalah sosok yang dikenal ahli dalam Bidang nahwu-sharaf. Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil ala Alfiyyah Ibnu Malik menyedot para santri untuk berbondong-bondong mereguk kedalaman ilmu beliau.

Kedua, KH Maimun Zubair adalah sosok ulama ahli tafsir. Setiap kali pengajian tafsirnya, khususnya pada hari Ahad di PP Al Anwar Sarang dibanjiri santri dan kiai dari berbagai pelosok di Indonesia. Keterangannya renyah, humoris, dan banyak melahirkan inspirasi.

Ketiga, KH Maimun Zubair adalah sosok ulama yang menguasai sejarah, khususnya sejarah Islam. Beliau mampu menguraikan sejarah secara detail. Dalam pengajian kitab Tafsir, penjelasan beliau tentang sejarah sangat detail dan mendalam. Hal ini tidak lepas dari bacaan beliau yang luas terhadap khazanah keilmuan Islam yang kaya.

Keempat, KH Maimun Zubair adalah sosok mushannif (author) yang karyanya bernas dan ilmiah. Salah satunya adalah Al Ulama Wal Mujaddidun, Catatan Kitab tauhid Jauharatut Tauhid, Tsunami, Biografi Ulama Sarang dalam bahasa Arab, dan lain-lain.

Kelima, beliau adalah sosok guru yang berhasil melahirkan ulama-ulama besar. KH Abdul Wahid Bandungsari, KH Zuhrul Anam, KH Bahauddin Nursalim, KH Sya’roni, dan ulama-ulama lain adalah produk didikan KH Maimun Zubair. Alumni Al Anwar Sarang tampil sebagai ulama dan tokoh masyarakat yang diakui kedalaman ilmu dan keikhlasannya dalam berjuang.

Keenam, KH Maimun Zubair adalah tokoh penting Nahdlatul Ulama. Beliau pernah menjadi Rais Syuriyah PWNU Jateng, dan sampai akhir hayatnya, beliau adalah Mustasyar PBNU yang selalu ditunggu petuahnya.

Ketujuh, KH Maimun Zubair adalah sosok negarawan yang selalu mengobarkan dan memperjuangkan Islam moderat. Beliau mampu memadukan Islam dan kebangsaan. PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar 1945) beliau perjuangkan dengan sepenuh hati. Beliau sosok nasionalis yang pemikiran fiqh-tafsir-tasawufnya mengokohkan paham kebangsaan.

Di balik itu semua, KH Maimun Zubair adalah sosok ulama teduh, santun, dan berkarakter yang layak menjadi contoh dan teladan santri, kiai, umat, dan bangsa ini. Akhlak mulianya menghiasi kehidupannya sehari-hari. Beliau memuliakan tamu dengan ramah, penuh senyum, dan hormat.

Beliau sosok sufi yang selalu menghindari syubhat. Beliau sosok wirai dan zahid yang selalu menghidupi keluarga dari rizki yang benar-benar halal. Beliau mampu mendidik anak-anaknya menjadi tokoh umat dan bangsa yang mendalam ilmunya, agung akhlaknya, dan ikhlas perjuangannya di tengah umat.

Saat wafatnya beliau pagi menjelang subuh, Selasa, 5 Dzulhijjah 1440 / 6 Agustus 2019 pukul 04.17, Makkah tidak seperti biasa. Makkah hujan gerimis dan sepanjang perjalanan jenazah beliau, suasana mendung. Langitpun tertegun, sedih, dan tidak bisa menutupi kemurungannya atas wafatnya ulama besar ini.

Menurut informasi dari KH Said Abdurrahim, keponakan KH Maimun Zubair, usia KH Maimun Zubair adalah 91 tahun Masehi dan 94 Hijriyah.

Selamat jalan Kiaiku, semoga inspirasi keilmuan dan perjuanganmu tertancap kuat di dada kami, umat, bangsa, dan para santri baik di Indonesia maupun dunia.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه. اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة. اللهم اجعله من السعداء المقبولين واجعل الجنة مثواه، امين يا رب العالمين

RS An Nor Mekkah,
Selasa, 6 Agustus 2019, 5 Dzulhijjah 1440

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI-Ribuan warga Pati memadati Stadion Joyo Kusumo, Jumat (20/9) malam tadi. Lima ribu diantaranya adalah para anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dari seluruh Satkoryon yang ada di Kabupaten Pati. Kehadiran mereka ialah untuk mengikuti acara Selametan Bumi Pesantenan dan pembaretan 5000 Banser. KH. Agus Ali Masyhuri (memakai jas) dalam acara Selametan Bumi Pesantenan dan […]

  • Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.054
    • 0Komentar

      Aceh Timur, 15 Januari 2026 — Tim relawan Nahdlatul Ulama (NU) terus bergerak menembus wilayah terdampak banjir di pelosok Aceh Timur. Khatib Syuriyah NU Aceh Timur, Kecamatan Peunaron, Ustadz Maftukhin, bersama anggota Banser dan relawan NU, melakukan perjalanan puluhan kilometer menuju daerah yang terisolir akibat banjir bandang. Perjalanan dimulai dari Kota Langsa menuju Aceh […]

  • Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda. “Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam […]

  • Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    Jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin Santuni Yatim-Dhuafa

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Takmir Masjid Besar Baitul Muttaqin menyantuni yatim-dhuafa Senin (17/4) malam ini. Panitia penyelenggara menggelontorkan sedikitnya Rp 24,7 juta. Dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat sekitar dan didonasikan kepada 113 yatim, dhuafa dan marbot. “Alhamdulillah santunan dari beliau-beliau sangat bermanfaat khususnya menjelang hari saya,” ujar Supardi, salah satu penerima donasi. Agenda yang dihelat sekaligus […]

  • Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Tarling (Tarawih Keliling) MWC-NU Kecamatan Gembong putaran terakhir, berlangsung malam ini. Kegiatan yang disinergikan dengan Forkopimcam tersebut finish di Masjid Fathur Rohman, Dukuh Gondoriyo, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong. Bukan hanya Tarawih, diujung acara tersebut juga diisi dengan tausyiyah dan santunan. Hal ini juga dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya. “Alhamdulillah ini berkat Lazisnu. […]

  • Kemesraan Bung Karno & Mbah Wahab Hasbullah

    Kemesraan Bung Karno & Mbah Wahab Hasbullah

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

     Strategi Diplomasi Fathul Qarib Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal, Bung Karno menghubungi Kiai Wahab Hasbullah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Bung Karno menanyakan bagaimana hukum orang-orang Belanda yang masih bercokol di Irian Barat? Kiai Wahab menjawab tegas,”Hukumnya sama dengan orang yang ghasab.” “Apa artinya ghasab, kiai?” Tanya Bung […]

expand_less