Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Bukan Pejabat, Ekspektasi Rakyat yang Salah 

Bukan Pejabat, Ekspektasi Rakyat yang Salah 

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 26 Jan 2023
  • visibility 401
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin* 

Kopka Azmiadi, TNI yang baru saja memperoleh kenaikan jabatan pesat sebagai Sersan Dua di Mabes TNI Angkatan Darat. Kejadiannya bermula saat Azmiadi yang merupakan Anggota Babinsa Koramil/02 Sungai Pinang, Kodim 0901 Samarinda sukses mengurai kemacetan yang terjadi selama 16 jam. 

Kokap Azmiadi dengan inisiatifnya, menggadaikan sepeda motor untuk menyewa eskavator guna mengevakuasi truk penyebab kemacetan. Dana yang ia gelontorkan guna menyewa alat berat tersebut pun tak tanggung-tanggung untuk kelas Babinsa, yaitu sebesar 22 juta rupiah. Wow!. 

Kisah semacam ini memang sangat menyentuh qalbu Rakyat Indonesia sebab pengabdian seserius Azmiadi memang sudah langka. Aparat pemerintah yang diharapkan menjadi pengayom publik, bekerja intens melayani rakyat layaknya barang antik di negeri ini. Pak Azmiadi bukan hanya oase di padang pasir, tapi dia seperti sungai air bening di daratan Mars. 

Betapa tidak! Di lapangan, sudah jadi rahasia umum, oknum petugas kesehatan yang membentak-bentak rakyat kecil pas tanggal tua, oknum pegawai dinas yang kerjanya main PUBG, Kades dan Guru ASN yang konangan enak-enak di sebuah hotel dan ratusan kasus KKN yang dimotori pejabat, mau tak mau membuat kepercayaan publik remuk redam. 

Hanya saja, kalau boleh jujur, perulaku menyimpang para pejabat tidak sepenuhnya salah mereka. Ekspektasi kita lah yang terlalu tinggi. Sudah tau banyak oknum pelayan publik yang kerjanya gitu-gitu aja, plus akhlaknya yang cuma nol koma, eh, kita masih berharap integritas. 

Kita juga lupa, kalau kita pernah menyogok petugas di di sebuah instansi untuk menyalip antrean. Apalagi pas musim politik. Ekspektasi kita, punya pemimpin yang amanah, jujur, sayang rakyat dan nggak main uang. Tapi kita lalai berapa banyak amplop yang kita terima dari Caleg atau calon Kades tempo hari. 

Logika, ekspektasi dan langkah konkret kita mengalami tabrakan hebat yang membuat hari-hari kita terluka parah. Manusia Indonesia kebanyakan sadar akan luka, namun lupa bahwa kita pula lah yang dengan sengaja menabrakkan diri dalam situasi itu. 

Perilaku tepat (menurut penulis) yang layak diambil ialah istighfar yang banyak dan berkomitmen menghentikan kesalahan masa lampau, jangan tergiur amplop. 

Satu hal lain yang tak kalah urgent, tingkah Pak Azmiadi dan aparat-aparat yang seperti beliau harus viral di media-media sosial. Jangan sampai Pak Azmiadi dan fiends kalah populer dengan oknum para pejabat yang bejat, hidden cam yang merekam sopir truk yang terpaksa menyuap petugas, pun oknum pelayan kesehatan yang ramahnya pas tanggal muda saja. 

Satu sisi, mengunggah kelakuan nakal oknum pejabat dan pelayan masyarakat memang baik untuk kontrol instansi. Namun di sisi lain, semakin viral kasus pelayanan publik dan perilaku negatif aparat, bukannya membikin mereka jera, tapi malah membuat masyarakat semakin memaklumi dan menganggap wajar. 

Belum lagi UU ITE yang mengintai (mereka yang dianggap) ‘pelanggar’ di dunia maya. Kita yang jadi korban, kita yang berjuang memberikan info berharga, eh malah kita yang di penjara. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gus-20dur-jpg

    Ger Gerran Bersama Gus Dur

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

      “Biarkan dunia politik ribut, humor terus berlanjut”. Demikianlah kira-kira prinsip yang dipegang oleh KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mantan Ketua Umum PBNU (1984-1999) yang juga menjadi presiden RI yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001, memang terkenal dengan gaya khasnya yang nyeleneh dan humoris. Dari sifat nyeleneh dan humor-humor yang dilontarkan Gus Dur, […]

  • Sama dengan PCNU, Fatayat Ajak Pengurus Lakukan Doa Bersama

    Sama dengan PCNU, Fatayat Ajak Pengurus Lakukan Doa Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Ketua PC Fatayat NU Pati Asmonah mengajak pengurus Fatayat NU di semua tingkatan untuk membaca doa bersama.  PATI-Malam ini Warga NU Pati diimbau untuk melakukan doa bersama di rumah masing-masing. Imbauan ini dibuat oleh PCNU Kabupaten Pati. Dikonfirmasi dari K. Yusuf Hasyim, PCNU telah membuat urut-urutan doa yang harus dibaca. Doantaranya, sholawat nariyah 11 kali, […]

  • Peringati HSN dan Maulid Nabi, MWCNU Kayen Gelar Ngaji dan Sholawat

    Peringati HSN dan Maulid Nabi, MWCNU Kayen Gelar Ngaji dan Sholawat

    • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) menggelar Ngaji dan Sholat di Alun-alun Kayen, Jumat (21/10) malam. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022 ini juga dimeriahkan 1.000 penerbang dari hadroh se-Kecamatan Kayen. “Ngaji dan Sholawat yang dimeriahkan 1.000 terbang ini memiliki tujuan Habblum Minallah dan Hablum Minannas,” ungkap Rois Syuriah […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Depok, Senin 4/9/2023,-  Puisi yang ditulis oleh Syarifuddin Arifin dalam buku antologi puisi tunggal ke-6 berjudul “Iga, Rindu Tanah Plasenta” sebagai puisi-puisi  romantik atau romantisme. ” Penyair belajar sejarah, romantik ‘kan sejarah, enggak dicari-cari atau terserok kemana-mana,” ujar Prof.Dr.Wahyu Wibowo kepada penulis usai mengikuti perbincangan diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ke-6 karya […]

  • Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Kabar. NU. Pati Sabtu 31 Januari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Acara tersebut dimulai dengan launcing Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)  dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN). Dalam kedua acara tersebut, […]

  • Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Wonosobo – Bertempat di Ruang Sinensis, Tambi Tea Resort Wonosobo, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 bersama Ketua dan Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024). Dalam sesi pemaparan program kerja, dipimpin Wakil Sekretaris LP. Ma’arif NU PWNU […]

expand_less