Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kenali, Pahami Rayuan Anak

Kenali, Pahami Rayuan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
  • visibility 188
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa hal yang berkaitan dengan parenting utamanya soal anak, saya rasanya ingin belajar lagi dan lagi. Sudah tentu untuk menyiapkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak saya kelak dimasa depan. Mulai dari mengikuti akun yang membagikan tips bagaimana menjadi orang tua yang baik, bagaimana memahami anak-anak dalam situasi dan kondisi apapun, dan sebagainya. Karena saya tahu anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan pada setiap pasangan.

Anak-anak juga manusia. Ia memiliki perasaan dan akal. Sama seperti orang dewasa pada umumnya. Mereka memiliki hak untuk menentukan apa yang mereka inginkan, tanpa intervensi dari pihak manapun termasuk orang tuanya. Namun, terkadang kita lupa, sebab rasa sayang yang berlebihan justru malah membuat kita menuntut si anak sesuai dengan kemauan kita. Kita tak membiarkan mereka berekspresi dan menjalani kehidupannya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Saya punya banyak pengalaman dengan keponakan saya Tsania. Pada tulisan sebelumnya, saya membagikan pengalaman saat saya tengah pergi ke pasar dengan Tsania. Dia mengeluarkan jurus tantrumnya. Sama seperti Naruto yang mengeluarkan jurus Kage Bunshin No Jutsu untuk mengelabuhi lawannya agar dia bisa menang. Tsania juga sama. Ia berusaha mengelabuhi saya dengan jurus tangisannya, agar saya kalah dan menuruti keinginannya yang mendadak itu.

Pengalaman lainnya adalah saat Tsania berkunjung kerumah saya. Waktu itu orang tuanya memberinya handphone agar dia mau anteng. Ayahnya pergi bekerja, sedang ibunya sedang mengobrol dengan saudara yang lain. Hingga ibunya tiba-tiba berkata dengan nada cukup tinggi kepada Tsania. Hal itu dimaksudkan untuk memperingati Tsania agar tak bermain handphone lama-lama. Namun karena perintahnya hanya melalui kata-kata, jelas Tsania menolak dan tak bergeming. Menghiraukan begitu saja perkataan ibunya.

Terlihat tak hanya sekali ibunya berkata kepada Tsania. Lalu saya keluar dari kamar berusaha menengahi keduanya. Saya mendekati Tsania dan membujuknya untuk menyudahi bermain handphone. Respon yang saya dapat adalah diacuhkan. Saya tak kehabisan akal. Lalu saya mencoba berkata lagi,

“Mbak kasih waktu lima belas menit lagi ya.”

Setelah itu saya disampingnya menemani bermain handphone.

Waktu terus berjalan. Saat telah mencapai lima menit, saya katakan kepada Tsania. Begitu seterusnya. Lima menit pertama ia masih tenang. Namun lima menit berikutnya, ia tampak was was. Barangkali berharap waktu tak berjalan dengan cepat. Saya melihat ekspresi itu dari raut wajahnya yang mungil. Hingga sampai pada lima menit terakhir, saya kembali berkata.

“Sudah ya dik mainnya. Kan sudah lima belas menit sesuai perjanjian tadi.”

Setelah berkata demikian, handphone saya ambil. Tsania menangis dengan keras. Tangisannya bak dentuman Hirosima dan Nagasaki yang mengagetkan seluruh jagat raya. Lalu handphone saya serahkan kepada ibunya, dan Tsania saya peluk guna mendengarkan khotbah dari saya. Ia masih terus saja menangis. Namun tak lama kemudian ia akhirnya berhenti.

“Adik boleh kok main handphone, tapi sebentar saja. Kita cari permainan lainnya yuk.”

Lain waktu saat ia kembali berkunjung kerumah, dan seperti biasanya ia akan dibiarkan bermain handphone oleh orang tuanya. Saya memperingatinya dengan hanya memberinya waktu lima belas menit lagi. Apa alasannya? Saya yakin di rumahnya ia pasti sudah sering bermain handphone. Setelah lima belas menit terlewati, saya memberitahunya untuk berhenti. Dan dengan sadar ia lalu mengembalikan handphone pada ibunya. Saya yang melihat kejadian itu merasa senang. Dan tak lupa saya memberinya pelukan serta ciuman sebagai tanda apresiasi.

Sebagai orang yang umurnya lebih tua dari Tsania, sudah tentu saya yang notabene adalah tantenya ikut andil membimbing sekaligus menjadi pendamping untuknya. Meski sebenarnya itu bukan menjadi kewajiban saya, namun menemaninya bermain bagi saya sekaligus sebagai wujud belajar parenting.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis

    Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

      Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis Pati 9 Maret 2021 Dalam rangka memperingati harlah ke 71 thn Fatayat NU  Pati. ajak kader Fatayat Pelatihan desain grafis untuk meningkatkan publikasi Fatayat. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 – 12.00 berlokasi di gedung PCNU Pati  lt 3 di bimbing langsung oleh […]

  • PCNU - PATI Photo by Wasa Crispbread

    Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Kemarin malam saat sedang menikmati secangkir teh, sebagai pengantar istirahat malam saya mendapatkan pesan di Whatsapp dari orang yang saya sayangi. Singkat padat dan terkendali. “Mas kejadian tadi buat tulisan buat hari Rabu ya,” Saya langsung mengiyakan saja permintaanya; sedangkan tulisan dengan judul Dari Rumah Ke Rumah akan saya publish pada […]

  • Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

    Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Rembang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakoma NU) Cabang Rembang menggelar acara pembentukan badan kerja pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pengembangan Sakoma NU di Kabupaten Rembang. Ketua LP Ma’arif NU […]

  • Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Studium Generale (SG) dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Kompetitif, dan Berkarakter Pesantren” di Aula Kampus setempat, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika IPMAFA. Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghofarrozin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi akademik bagi mahasiswa di […]

  • Ulama dan Umaro’ Jalani Shalat Istisqo’

    Ulama dan Umaro’ Jalani Shalat Istisqo’

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pemerintah Desa Bermi, Kecamatan Gembong menyelenggarakan Shalat Istisqo’ di Lapangan Bermi, Selasa (8/10) siang. Agenda ini merupakan inisiatif para ulama setempat setelah kemarau panjang yang tak kunjung usai di tahun ini. Dengan menggandeng Ranting NU dan para pengasuh pondok pesantren yang ada di desa ini, pemerintah desa berupaya memfasilitasi keinginan warga untuk melaksanakan shalat memohoh […]

  • Turba di Tayu, Ketua IPNU : Kita Ingin Jalin Kedekatan

    Turba di Tayu, Ketua IPNU : Kita Ingin Jalin Kedekatan

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    TAYU-Pelaksanaan Turba (Turun Ke Bawah) yang diagendakan Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupaten Pati mendarat di Tayu. Ini merupakan kali pertama PC IPNU/IPPNU melaksanakan Turba. Kegiatan Turba PC IPNU/IPPNU di Gedung Istighotsah Al Asyiq, Pule, Tayu Tujuan diagendakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program-program kerja cabang. Harapannya, para pengurus IPNU/IPPNU yang hadir dalan kesempatan tersebut dapat mendukung […]

expand_less