Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Hidup Sederhana Yang Apa Adanya

Hidup Sederhana Yang Apa Adanya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Des 2023
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Tadi malam saat saya mengikuti kegiatan tahlil rutinan, tiba-tiba saya terbesit ingin menulis untuk hari ini tentang kesederhanaan. Hal-hal sederhana yang terkadang dianggap sebelah mata oleh kebanyakan manusia. Landasan saya ingin berbagi cerita hari ini adalah karena orang tua dan keluarga saya. Bapak dan Ibu sejak saya kecil hingga sekarang selalu mengajarkan hal-hal sederhana. Tak ikut campur urusan tetangga, tak ikut urun rembug jika tak dipersilahkan, dan banyak hal lain menjadi salah satu hal yang diajarkan kepada saya.

Saat mengikuti acara tadi malam, Bapak kembali membuktikan kesederhanaannya. Pemandu acara menunjuk Bapak untuk memimpin tahlil saat itu juga. Bapak yang amalan agamanya sudah sangat kental (menurut saya) tampak begitu santai saat dirinya memimpin pembacaan tahlil tersebut. Namun siapa sangka saat sesi pembacaan doa Bapak menyerahkan kepada pemandu acara kembali. Padahal dalam kacamata saya Bapak bisa saja memimpin tahlil dan doa sekaligus. Kesederhanaan dan ketawadhu’an Bapak tersebut membuat saya merasa sangat bangga memiliki sosok seperti Bapak.

Lain pula dengan cerita Ibu. Saya masih sangat ingat ketika waktu itu menjelang lebaran Idhul Fitri. Sebagai seorang anak yang masih polos dan sukanya jajan, saya meminta dibelikan baju baru oleh Ibu. Waktu itu saya merasa kecewa karena keinginan itu tak dikabulkan dengan alasan baju yang lama masih bagus. Usia saya saat itu belum mampu berfikir bahwa berhemat dan tampil sederhana adalah pilihan hidup. Saya tahunya hanya jajan, jajan, dan agar tak ketinggalan zaman.

Rupanya penerapan sikap tegas dari Ibu tersebut kini telah membentuk pribadi saya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dari yang suka jajan dan foya-foya padahal masih memiliki barang bagus, hingga kini semua serba difikirkan mana yang lebih prioritas. Butuh atau hanya sekadar ingin tampil wah. Bahkan dalam proses perjalanan hidup saya kini pun dipertemukan dengan laki-laki yang begitu mencintai saya amat sederhana. I love you kekasihku.

Lain halnya dengan cerita keluarga besar Ibu. Saat itu ketika kakek saya telah berpulang, dalam acara 7 hari meninggalnya adat di desa kami yaitu dari pihak keluarga memberikan semacam buah tangan untuk warga yang turut datang mendoakan. Ketika seluruh saudara ibu berdiskusi tentang buah tangan apa yang baik, saya dipersilahkan untuk ikut rembug. Disana saya menyaksikan paman ingin memberikan barang yang lebih dari adat biasanya. Paman saya yang lain pun tak setuju karena dianggap terlalu berlebihan. Tak perlu melebihkan dari yang biasanya sudah ada, begitu katanya. Padahal saya menilai jika memang dari pihak keluarga kami ingin ada tambahan barang lain yang lebih dari biasanya itu bisa saja. Tapi seluruh keluarga sepakat untuk yang biasa-biasa saja.

Dari beberapa kejadian tersebut saya sadar bahwa karakter dan kepribadian saya yang kini terbentuk salah satunya karena lingkungan keluarga yang selalu mengedepankan sikap kesederhanaan. Dan saya pun meyakini bahwa Tuhan menilai hambanya hanyalah dari sisi ketakwaannya bukan dari seberapa banyak materi yang dikumpulkan.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Ustadz Hanan Attaki menyatakan resmi menjadi warga NU di bawah baiat Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar. Kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya tersebut berlangsung pada Kamis (11/5) di Ponpes Sabilurrosyad, Malang. Proses baiat ini disaksikan ribuan santri Sabilurrosyad dan juga beberapa kiai yang hadir, seperti Gus Nadirsyah Hosen dan KH. Anwar Zahid. […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

  • PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    BATANGAN- Gerakan Pemuda Ansor Kec. Batangan Kab. Pati sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Senin (15/7) malam. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung TPQ Masjid Baitul Makmur Gadel, Batangan berhasil memilih ketua baru. Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Batangan berlangsung tertib dan damai itu menghasilkan nama Darno sebagai pemimpin baru PAC Ansor Kec. […]

  • MA-MTs Darul Falah Gelar Sosialisasi Pembentukan Pimpinan IPNU IPPNU

    MA-MTs Darul Falah Gelar Sosialisasi Pembentukan Pimpinan IPNU IPPNU

    • calendar_month Sel, 9 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Para pemgurus Komisariat MA dan MTs Darul Falah Cluwak bersama para pengurus PAC IPNU/IPPNU Cluwak CLUWAK – Departemen Jaringan Sekolah Pesantren (JSP) PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Cluwak mengadakan sosialisasi pembentukan Pimpinan Komisariat MTs-MA Darul Falah pada Minggu (7/11). Kegiatan tersebut bertempat di MA Darul Falah dan dimulai pada pukul 09.30 WIB.  Sosialisasi ini dihadiri oleh Ainur […]

  • Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Innalillahi wainnailaihi raiji’un, Mbah Moen, KH. Maimun Zubair wafat di Makkah. Ulama kharismatik asal Sarang Rembang yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dikabarkan wafat disela-sela menunaikan ibadah haji di Makkah. Sebagaimana NU Pati lansir dari situs NU Online, kabar meninggalnya Mbah Moen (panggilan KH. Maimun Zubair) datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah […]

  • Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kabar NU, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat 18 September 2015, pukul 09.30. Wib Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama  KH Ali Fatah Ya’qub (Waturoyo) telah pulang kerahmatullah di RSI Pati. Dan di makamkan hari itu juga pada pukul 14.00. Wib.  Yi Fatah para santri biasa memanggilnya. Beliau adalah sosok yang sederhana, sosok yang penuh […]

expand_less