Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah ‘Salah Server’

Dakwah ‘Salah Server’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
  • visibility 451
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Seorang putra wali (yang juga wali) diberangkatkan haji oleh ayahnya. Namun setiba di Pasai, ia bersama temannya malah memilih ‘sekolah’ disana. Tentunya langkah ini diambil untuk memperdalam agama yang sudah diajarkan oleh sang ayah sebelumnya.

Pulang ke jawa, tanah kelahirannya, si putra wali ini mengawali debut dakwah di Kediri. Waktu itu, di sana belum tersentuh islam. Mayoritas masih Hindu-Budha plus penganut animis dan dinamis yang jumlahnya tak sedikit. Bahkan kabarnya, dukun-dukun sakti juga masih banyak di sana.

Di Kediri, ia berdakwah dengan metode yang, ya begitu, lah. Arca-arca ditumbangkan, Dukun-dukun diperangi. Bahkan, dengan kesaktiannya, aliran Kali Brantas pun disumpal sehingga tidak mengaliri daerah-daerah yang warganya menolak mentah-mentah agama nabi ini.

Alih-alih bertambah follower, model dakwah ini justru membuat pribumi berjaga jarak dengan dia. Antara takut, kesal ditambah benci. Ibarat bikin gerakan anti minuman harom di club malam, salah server!

Karena tak kunjung sukses, iapun merantau ke Demak dan belajar lagi di sana. Dirinya mencoba memahami bagaimana para ulama bisa mendapatkan simpati masyarakat.

Jawabannya satu! Ternyata, semakin radikal suatu ajakan, maka semakin keras pula penolakan terhadapnya. Meteri itulah yang ia dapat di Kadipaten Demak Bintoro. Sebuah ilmu sederhana sarat makna.

Akhirnya, ia merevisi metodologi yang  diimani sementara waktu. Aliran dakwah yang semula radikal pun total berubah menjadi lebih sejuk dan humanis lewat tasawuf, seni rupa, arsitektur dan tak ketinggalan, ilmu kejadugan juga.

Cara ini ternyata manjur. Usai dari Demak ia hijrah ke Lasem dan Tuban, hingga akhirnya wafat di sana dengan predikat pendakwah sukses dengan ribuan follower dan subscriber bibarkati dakwah cinta dan kasih.

Bahkan karena kebijaksanaannya, putra wali bernama Sayyid Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang ini dimandati Bupati Tuban untuk menjadi Wali negara yang ngurusi agama (kalau sekarang mungkin menteri agama).

Inilah kalau orang berilmu tinggi, biar pernah salah tapi berani belajar dan merevisi kesalahan. Bukan malah ngotot mempertahankan asumsi yang diimani.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan Sumpah Pemuda, Band AMARO dan SMK Manba’ul Huda Gelar Festival “Youth Movement”

    Rayakan Sumpah Pemuda, Band AMARO dan SMK Manba’ul Huda Gelar Festival “Youth Movement”

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.399
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Pati – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, band pendatang baru AMARO bekerja sama dengan SMK Manba’ul Huda Kembang akan menggelar pagelaran bertajuk Youth Movement. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, bertempat di Lapangan Olahraga YPM Kembang, Dukuhseti, Pati. Festival ini mengusung tema “Bergerak Merawat Ingat”, dengan tujuan menggerakkan semangat […]

  • Photo by sasint

    Bagaimanapun Itu ; Anak Harus Merdeka

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Perempuan dan laki-laki yang belum menikah ataupun sudah, selamanya akan menyandang status sebagai seorang anak bagi kedua orang tuanya. Meski usianya kian hari makin dewasa; namanya anak tetaplah anak. Meski dari segi apapun baik pendidikan atau jabatan jauh lebih tinggi dibanding orang tuanya. Akan tetapi hal itu tak lantas membuatnya untuk […]

  • Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Kabar. NU. Pati Sabtu 31 Januari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Acara tersebut dimulai dengan launcing Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)  dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN). Dalam kedua acara tersebut, […]

  • Puasa dalam Presfektif Kesehatan

    Puasa dalam Presfektif Kesehatan

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Pati. Pondok Pesantren Ar-Roudloh Kajen Margoyoso Pati mengadakan ceramah ilmiah untuk mengisi kegiatan pada bulan ramadhan, acara tersebut bertempat di aula Pondok Pesantren Ar Raudloh,Senin 2/6 kemarin.             “Selain mengaji kitab kuning dalam menyemarakan bulan suci ramadhan kami juga mengadakan ceramah ilmiah, hal tersebut dilakukan agar supaya para santri memahami tentang puasa, apabila puasa itu […]

  • Gandeng PC IPNU IPPNU Pati, Tim PKM IPMAFA Sukses Adakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Perdana di Kawedanan Pati Kota

    Gandeng PC IPNU IPPNU Pati, Tim PKM IPMAFA Sukses Adakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Perdana di Kawedanan Pati Kota

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Gembong – Sosialisasi perdana dalam rangka bimbingan remaja guna mencegah kekerasan seksual di Kabupaten Pati yang dilakukan oleh TIM PKM IPMAFA dan PC IPNU IPPNU PATI sukses digelar pada Ahad, 17 November 2024. Dengan target remaja yang tergabung dalam jaringan IPNU/IPPNU dan GKMNU Kabupaten Pati, kegiatan sosialisasi ini nantinya akan diadakan 4 kali dengan peserta […]

  • Mbah Moen Berpulang, Ribuan Santri Padati Sarang

    Mbah Moen Berpulang, Ribuan Santri Padati Sarang

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    REMBANG-Seharian ini, media sosial dipenuhi dengan berita wafatnya KH. maumun Zubair, Selasa (6/8) pagi waktu Arab Saudi. Berita menggemparkan ini sontak mewarnai dunia maya. Ribuan santri padati Ponpes Al Anwar Sarang untuk doakan Mbah Moen KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen adalah sosok ulama kharismatik yang dimiliki Indonesia. Wafatnya kiai asal Sarang, Rembang ini tentu […]

expand_less