Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah ‘Salah Server’

Dakwah ‘Salah Server’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
  • visibility 538
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Seorang putra wali (yang juga wali) diberangkatkan haji oleh ayahnya. Namun setiba di Pasai, ia bersama temannya malah memilih ‘sekolah’ disana. Tentunya langkah ini diambil untuk memperdalam agama yang sudah diajarkan oleh sang ayah sebelumnya.

Pulang ke jawa, tanah kelahirannya, si putra wali ini mengawali debut dakwah di Kediri. Waktu itu, di sana belum tersentuh islam. Mayoritas masih Hindu-Budha plus penganut animis dan dinamis yang jumlahnya tak sedikit. Bahkan kabarnya, dukun-dukun sakti juga masih banyak di sana.

Di Kediri, ia berdakwah dengan metode yang, ya begitu, lah. Arca-arca ditumbangkan, Dukun-dukun diperangi. Bahkan, dengan kesaktiannya, aliran Kali Brantas pun disumpal sehingga tidak mengaliri daerah-daerah yang warganya menolak mentah-mentah agama nabi ini.

Alih-alih bertambah follower, model dakwah ini justru membuat pribumi berjaga jarak dengan dia. Antara takut, kesal ditambah benci. Ibarat bikin gerakan anti minuman harom di club malam, salah server!

Karena tak kunjung sukses, iapun merantau ke Demak dan belajar lagi di sana. Dirinya mencoba memahami bagaimana para ulama bisa mendapatkan simpati masyarakat.

Jawabannya satu! Ternyata, semakin radikal suatu ajakan, maka semakin keras pula penolakan terhadapnya. Meteri itulah yang ia dapat di Kadipaten Demak Bintoro. Sebuah ilmu sederhana sarat makna.

Akhirnya, ia merevisi metodologi yang  diimani sementara waktu. Aliran dakwah yang semula radikal pun total berubah menjadi lebih sejuk dan humanis lewat tasawuf, seni rupa, arsitektur dan tak ketinggalan, ilmu kejadugan juga.

Cara ini ternyata manjur. Usai dari Demak ia hijrah ke Lasem dan Tuban, hingga akhirnya wafat di sana dengan predikat pendakwah sukses dengan ribuan follower dan subscriber bibarkati dakwah cinta dan kasih.

Bahkan karena kebijaksanaannya, putra wali bernama Sayyid Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang ini dimandati Bupati Tuban untuk menjadi Wali negara yang ngurusi agama (kalau sekarang mungkin menteri agama).

Inilah kalau orang berilmu tinggi, biar pernah salah tapi berani belajar dan merevisi kesalahan. Bukan malah ngotot mempertahankan asumsi yang diimani.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah […]

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

  • Bulan Depan PCNU Pati Turba ke Tiap Kawedanan

    Bulan Depan PCNU Pati Turba ke Tiap Kawedanan

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    PATI – Bulan September besok, PCNU Kab. Pati mengagendakan melakukan turba (turun bawah) ke masing-masing MWC NU di Kabupaten Pati. Meski, untuk efektivitas pelaksanaannya, turba tersebut dilakukan per-eks kawedanan. Kepastian pelaksanaan turba pengurus cabang NU Kabupaten Pati ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara PCNU dengan MWC NU se kabupaten Pati, Ahad (25/08) siang kemarin. Wakil […]

  • LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 855
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati meluncurkan dua aplikasi bernama SiKupat (Sistem Informasi Keuangan LAZISNU Pati) dan CroPat.Go (Crowdfunding Lazisnu Pati Go), pada Ahad (27/7/2025). Peluncuran aplikasi-aplikasi tersebut sebagai komitmen LAZISNU Pati dalam memperkuat tata kelola keuangan dan inovasi sosial. Ketua LAZISNU Pati, menjelaskan bahwa aplikasi SiKupat […]

  • Aturan

    Aturan

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Dimana pun tempatnya disitu ada aturan yang menjadi dasar dan pedoman dalam melaksanakan dan mencapai tujuannya. Apabila kita datang atau diundang masuk kedalam ruang yang terikat aturan, bukankah sebaiknya kita mematuhi dan turut serta melaksanakan aturan tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Bagaimana jadinya jika kita sebagai orang asing datang dan masuk […]

expand_less