Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Baca Sholawat Itu Ada Aturannya

Baca Sholawat Itu Ada Aturannya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Des 2023
  • visibility 78
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Sholawat itu sejak zaman kanjeng Nabi sudah ada. Bahkan kita semua juga tahu perintah sholawat itu tak hanya ditujukan untuk manusia saja. Gusti Allah dan para malaikat pun turut memanjatkan sholawat untuk kanjeng Nabi Muhammad. Sholawat itu ibadah gratis dan termudah yang diperintah Tuhan kepada hambanya.

Kita telah mendengar berkali-kali ceramah dari para Kyai, Habaib, dan guru-guru kita bahwa dengan bersholawat apapun masalah yang kita hadapi akan dengan mudah dan cepat terselesaikan. Sholawat memang memiliki sejuta, satu miliar atau bahkan tak terhitung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Janji Allah, barangsiapa bersholawat satu kali maka akan mendapat pahala 10x lipat. Bayangkan jika kita berkali-kali membaca sholawat. Berapa banyak pahala yang kita kumpulkan. Tawaran yang sangat menggiurkan bukan.

Dan semakin berkembangnya zaman, kini sholawat banyak kita temukan di berbagai sudut belahan dunia manapun. Dengan diiringi aransemen musik yang indah dan merdu, sholawat yang dibaca pun tampak tak membosankan. Ada yang menggunakan lagu india, lagu-lagu Jawa, atau lagu-lagu klasik zaman dulu. Selain itu ditambah dengan alat musik seperti piano dan alat-alat yang lainnya turut memperindah bacaan sholawat tersebut.

Kedahsyatan makna sholawat kini telah membawa pada banyaknya majelis-majelis sholawat yang bermunculan. Group-group hadroh dengan satu orang yang menjadi khodim (pemimpin) hampir setiap hari baik pagi, siang ataupun malam selalu mengisi panggung-panggung acara yang digelar individu maupun kelompok masyarakat.

Jika dulu orang-orang hadir ke majelis karena haus akan ilmu, sekarang tampaknya sudah agak lain. Mereka berbondong-bodong datang ke majelis hanya untuk bertemu dengan habaibnya atau personil hadrohnya. Dan jika Habaib yang dirawuhkan sudah sepuh, maka antusias pengunjung pun akan berkurang. Berbeda dengan yang masih muda dan viral, maka jamaahnya sudah pasti akan membludak.

Beberapa waktu yang lalu ditempat tinggal saya ada salah seorang tetangga mengadakan majelis sholawat. Jumlah pengunjungnya begitu banyak. Satu minggu kemudian tetangga lainnya mengadakan pengajian sebagai rasa syukur karena telah mengkhitankan anaknya. Hanya pengajian. Tak ada embel-embel sholawatan. Meski sebenarnya di sela-sela pengajian tersebut, ada sholawatannya. Pengunjung yang hadir hanya sepertiga bahkan sepertinya lebih kurang dari jumlah pengunjung saat majelis sebelumnya. Itu kasus yang pertama.

Kasus kedua. Saya pun juga menyaksikan sendiri saat sang Kyai tengah bermauidhoh hasanah, ada beberapa pengunjung yang berteriak untuk meminta segera menyudahi apa yang disampaikan. Mereka ingin untuk melanjutkan sholawatan kembali. Padahal sebenarnya baik sholawatan dan pengajian adalah dua hal yang sama-sama baik dan mendatangkan pahala. Namun jika sampai berteriak menghentikan mubaligh ceramah, itu yang tidak sopan.

Bagi saya kedua kasus ini sangat memprihatinkan. Apakah memaknai sholawat sekarang sudah bergeser maknanya? Datang ke majelis tergantung siapa yang dirawuhkan dan mengabaikan ilmu yang disampaikan oleh penceramahnya. Mementingkan sholawatan dan sholawatan terus. Meski hal ini tak sepenuhnya salah, tapi ya jangan begitu to. Mengutip apa pernah disampaikan oleh salah satu Kyai dalam acara selapanan di desa saya, Ngono yo Ngono neng yo ojo Ngono.

 

Apalagi fenomena sekarang pun didalam majelis sholawat banyak juga para pengunjungnya yang berjogetan layaknya sedang menghadiri acara dangdutan. Sholawatan kok jogetan. Kan yo wis yak nah jika begitu. Baca sholawat itu ada aturannya. Tak sembarangan. Lha wong sholawat itu untuk memuji kanjeng Nabi kok disampaikan dengan cara yg tak sopan. Yak nah yak nah.

Tetapi semoga kedepan nanti akan banyak yang sadar. Sesuatu yang baik harus disampaikan dengan hal baik pula. Merawat dan menjaga nama baik sebagai umatnya kanjeng Nabi Muhammad harus diutamakan. Shollu ‘Ala Nabi Muhammad.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda. “Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam […]

  • Bupati Akan Tutup Lokasi Prostitusi, PCNU : Kita Tunggu Langkah Konkretnya

    Bupati Akan Tutup Lokasi Prostitusi, PCNU : Kita Tunggu Langkah Konkretnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati mengapresiasi deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi oleh Bupati Pati dan Forkompinda. NU bersama masyarakat menunggu langkah konkrernya.  PATI-Deklarasi Bupati untuk menutup lokasi prostitusi yang ada di Kabupaten Pati (18/8), menuai pujian dari berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya NU, yang memang sejak awal konsisten dalam memperjuangkan penutupan prostitusi.  “Kami memang sejak […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    NU dalam Membendung Radikalisme

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Berbicara mengenai radikalisme tentunya tidak lepas dari unsur kekerasan. Karena radikalisme sendiri berasal dari kata radikal dan isme. Sedangkan radikal sendiri adalah akar dan isme adalah paham. Maka, pengertian radikalisme pada awalnya merupakan paham yang sampai ke akar-akarnya. Sedangkan radikalisme dalam Islam dipahami sebagai paham yang dianut oleh kelompok Islam yang mendasarkan […]

  • Pelantikan Ranting  NU Sukobubuk Kec Margorejo

    Pelantikan Ranting NU Sukobubuk Kec Margorejo

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati secara resmi melantik Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo, bertempat di Mushola An-Nasir Desa Sukobubuk, Ahad 5/6 kemarin. Pelantikan tersebut dilakukan agar kordinasi dari tingkat Ranting hingga Cabang akan terus terjalin. “Maka sejak tahun ini pengurus cabang akan datang ke ranting-ranting NU untuk memperbarui para pengurusnya,”ujar Ali […]

  • fff-png-2

    Bekerja Menjadi WTS

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

      1.       Dizaman sekarang ini banyak sekali yang namanya WTS (wanita tuna susila), diantara alasan wts-wts tersebut adalah  bekerja sebagai WTS guna menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukum menjadi WTS dengan alasan diatas, dan bagaimana jika karena menuruti hawa nafsu ?   Jawaban :Menjadi WTS sudah jelas hukumnya […]

  • Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

    Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kedalaman ilmu, kebeningan hati, keagungan moral, dan kearifan hidup tidak lahir tiba-tiba. Ia membutuhkan asupan ilmu, bimbingan rohani, dan pancaran cahaya Ilahi dari orang-orang di sekitarnya. Peran keluarga dan lingkungan sangat vital untuk membentuk pribadi agung di atas. Salah pribadi agung tersebut adalah KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Beliau lahir dari lingkungan keluarga yang sangat religius, […]

expand_less