Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Aktualisasi dalam Nilai Aswaja

Aktualisasi dalam Nilai Aswaja

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
  • visibility 742
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Aswaja atau yang kita kenal dengan Ahlussunnah wal Jamaah merupakan paham keagamaan yang memiliki pengetahuan serta pengalaman dalam sejarah Islam. Ia sering disematkan sebagai alian (mazhab) dalam Islam yang berkaitan dengan konsep akidah, syariat, dan tasawuf dengan corak moderat.

Salah satu ciri khas secara intrinsik paham ini adalah sebagai identitas dalam hal keseimbangan pada dalil naqliyah dan aqliyah. Keseimbangan ini memungkinkan adanya sikap akomodatif atas perubahan-perubahan yang berkembang dalam masyarakat, sepanjang tidak bertentangan dengan nas-nas formal.

Dalam konteks pembangunan nasional, perbincangan mengenai aktualisasi Aswaja menjadi relevan. Karena arah pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari upaya membangun manusia seutuhnya dan membangun masyarakat Indonesia secara keseluruhan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhn pangan, sandang, dan papan untuk kebutuhan masyarakat.

Adapun dalam hal ini, untuk melakukan pembangunan masyarakat sekarang maupun esok, pendekatan yang paling tepat adalah yang langsung mempunyai implikasi dengan kebutuhan dari aspek-aspek kehidupan. Karena dengan demikian, masyarakat yang tinggl di pedesaan akan lebih tanggap dan menerima secara positif.

Oleh karena itu, kebutuhan akan rumusan konsep aktualisasi Islam Aswaja, menjadi amat penting adanya. Hal ini dimaksud untuk mewujudkan ekonomi kreatif dan kemandirian umat dalam berwirausaha. Maka, pembangunan sangat penting apabila disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Maka, merumuskan konsep-konsep Aswaja memang tidak semudah diucapkan. Hal ini tidak lepas dari adanya dilakukan identifikasi masalah secara general dan spesifik masih sulit diupayakan, sehingga konsep aktualisasi secara utuh tidak mudah diformulakan. Akan tetapi secara sectoral aktualisasi itu dapat dikonseptualisasikan secara jelas dalam konteks pendekatan masalah yang dilembagakan secara sistematis, terencara, dan terarah sesuai dengan strategi yang ingin dicapai.

Sedangkan dari sisi lain, konsep Aswaja sangat potensial, namun jarang dibahas, bahkan hampir dilupakan. Konsep ini yang dimaksud adalah orang muslim yang mampu seharusnya bisa memberikan kontribusinya dan mengayomi bagi sesama muslim yang tidak mampu. Adapun yang dimaksud di sini adalah dengan menggerakkan sedekan untuk umat muslim yang tidak mampu.

Karena ajaran Aswaja bukan saja sebagai nilai etis dan manusia yang bisa diintegrasikan dalam pembangunan masyarakat, namun ia secara multidemonsional sarat juga dengan norma keselarasan dan keseimbangan. Sedangkan, dalam demensi sosial, misalnya Islam Aswaja memiliki kaitan yang komplek dengan masalah-masalah sosial. Karena syariat Islam sendiri mengatur hubungan antara manusia individu dengan Allah, antar sesama manusia, dan antar manusia dengan alam lingkungannya.

Tentang hubungan ketiga antara manusia dengan alamlingkungannya terumuskan dalam prinsip kebebasan mengkaji, mengelola, dan memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia dengan tata keseimbangan yang lazim dan tidak menimbulkan mafsadah, melainkan bisa memberikan maslahah.

Dalam pengelolaan dan pemanfaatan alam itu, tentu saja berorientasi pada prinsip mu’asyarah maupun muamalah yang menyangkut berbagai bentuk kegiatan perekonomian yang berkembang. Sehingga diperlukan konsep muamalah secara utuh yang mampu mengadaptasikan perkembangan perekonomian sebagai aktualisasi ajaran Islam Aswaja.

Dengan demikian, dari konsep nilai-nilai Aswaja di atas dengan memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam Aswaja, umat Muslim diharapkan dapat hidup harmonis, bertanggung jawab, dan memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan di sekitarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • PCNU-PATI Photo by Aditya Nara

    Hujan

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Hujan masih tetap air. Belum berubah menjadi gumpalan es. Dan hujan pun masih biasa biasa saja, tak akan membawa bencana ketika manusianya tak sewena wena. Hujan adalah anugerah bagi siapa saja yang bisa berpasrah. Hujan adalah air yang bisa mengalir, menumbuhkan rerumputan dan segala macam tanaman yang berada di permukaan bumi. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Pesan Literasi Nuzulul Quran

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.076
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Sekira tahun 610 M dulu, bertepatan 17 Ramadan telah terjadi peristiwa besar yang dialami Kanjeng Nabi Muhammad Saw, yaitu Nuzulul Quran di Gua Hira. Telah terjadi turun wahyu pertama kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Allah memerintahkan Kanjeng Nabi untuk membaca, belajar, dan menulis lewat Surat Al-aAlaq ayat 1-5 sebagai wahyu […]

  • Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Warta. LTN NU. Baru-baru ini Pimpinan Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, MA rihlah ke sekolah-sekolah, untuk memperkenalkan ke pelajar Pati dani acara perkenalannya melalui seminar atau pun bedah Majalah. Sehingga dengan begitu para pelajar yang mengikuti akan mengetahui jika  Majalah ini bagus untuk di jadikan referensi. Dalam edisi kali ini, Redaksi sengaja mengankat tema Pertarungan politik […]

  • Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 699
    • 0Komentar

    JAKARTA-KH. Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha’ merupakan salah satu ulama muda kharismatik. Putra KH. Nursalim tersebut terbilang kiai pendatang baru namanya melejit cukup instan. KH. Baha’uddin Nursalim (Gus Baha) sedang memberikan ceramah (foto: suaranahdliyin.com Usianya baru 49 tahun, namun wawasan keilmuwannya telah diakui oleh semua kalangan. Bukan hanya itu, sikapnya yang santai dan […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Pribadi Telaten KH. Muhammad Asmu’i Hasan

    • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Oleh: Yumna Ulayya Ainun Nafidz KH. Muhammad Asmu’i Hasan merupakan salah satu ulama yang dikenal pandai dalam bidang kajian kitab kuning di desa Kajen Pati, menjadi sosok pemimpin setiap kali bahtsul masail diadakan. Garis nasab Kiai Asmu’i jika ditarik ke atas, segaris lurus akan bertemu dengan nasab Kiai Khumaidi, Pundenrejo Pule Tayu, Pati. KH. Muhammad […]

expand_less