Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Aktualisasi dalam Nilai Aswaja

Aktualisasi dalam Nilai Aswaja

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Aswaja atau yang kita kenal dengan Ahlussunnah wal Jamaah merupakan paham keagamaan yang memiliki pengetahuan serta pengalaman dalam sejarah Islam. Ia sering disematkan sebagai alian (mazhab) dalam Islam yang berkaitan dengan konsep akidah, syariat, dan tasawuf dengan corak moderat.

Salah satu ciri khas secara intrinsik paham ini adalah sebagai identitas dalam hal keseimbangan pada dalil naqliyah dan aqliyah. Keseimbangan ini memungkinkan adanya sikap akomodatif atas perubahan-perubahan yang berkembang dalam masyarakat, sepanjang tidak bertentangan dengan nas-nas formal.

Dalam konteks pembangunan nasional, perbincangan mengenai aktualisasi Aswaja menjadi relevan. Karena arah pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari upaya membangun manusia seutuhnya dan membangun masyarakat Indonesia secara keseluruhan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhn pangan, sandang, dan papan untuk kebutuhan masyarakat.

Adapun dalam hal ini, untuk melakukan pembangunan masyarakat sekarang maupun esok, pendekatan yang paling tepat adalah yang langsung mempunyai implikasi dengan kebutuhan dari aspek-aspek kehidupan. Karena dengan demikian, masyarakat yang tinggl di pedesaan akan lebih tanggap dan menerima secara positif.

Oleh karena itu, kebutuhan akan rumusan konsep aktualisasi Islam Aswaja, menjadi amat penting adanya. Hal ini dimaksud untuk mewujudkan ekonomi kreatif dan kemandirian umat dalam berwirausaha. Maka, pembangunan sangat penting apabila disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Maka, merumuskan konsep-konsep Aswaja memang tidak semudah diucapkan. Hal ini tidak lepas dari adanya dilakukan identifikasi masalah secara general dan spesifik masih sulit diupayakan, sehingga konsep aktualisasi secara utuh tidak mudah diformulakan. Akan tetapi secara sectoral aktualisasi itu dapat dikonseptualisasikan secara jelas dalam konteks pendekatan masalah yang dilembagakan secara sistematis, terencara, dan terarah sesuai dengan strategi yang ingin dicapai.

Sedangkan dari sisi lain, konsep Aswaja sangat potensial, namun jarang dibahas, bahkan hampir dilupakan. Konsep ini yang dimaksud adalah orang muslim yang mampu seharusnya bisa memberikan kontribusinya dan mengayomi bagi sesama muslim yang tidak mampu. Adapun yang dimaksud di sini adalah dengan menggerakkan sedekan untuk umat muslim yang tidak mampu.

Karena ajaran Aswaja bukan saja sebagai nilai etis dan manusia yang bisa diintegrasikan dalam pembangunan masyarakat, namun ia secara multidemonsional sarat juga dengan norma keselarasan dan keseimbangan. Sedangkan, dalam demensi sosial, misalnya Islam Aswaja memiliki kaitan yang komplek dengan masalah-masalah sosial. Karena syariat Islam sendiri mengatur hubungan antara manusia individu dengan Allah, antar sesama manusia, dan antar manusia dengan alam lingkungannya.

Tentang hubungan ketiga antara manusia dengan alamlingkungannya terumuskan dalam prinsip kebebasan mengkaji, mengelola, dan memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia dengan tata keseimbangan yang lazim dan tidak menimbulkan mafsadah, melainkan bisa memberikan maslahah.

Dalam pengelolaan dan pemanfaatan alam itu, tentu saja berorientasi pada prinsip mu’asyarah maupun muamalah yang menyangkut berbagai bentuk kegiatan perekonomian yang berkembang. Sehingga diperlukan konsep muamalah secara utuh yang mampu mengadaptasikan perkembangan perekonomian sebagai aktualisasi ajaran Islam Aswaja.

Dengan demikian, dari konsep nilai-nilai Aswaja di atas dengan memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam Aswaja, umat Muslim diharapkan dapat hidup harmonis, bertanggung jawab, dan memberi manfaat bagi sesama dan lingkungan di sekitarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memaknai Satu Abad NU

    Memaknai Satu Abad NU

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Tepat pada tanggal 7 Februari 2023 Nahdlatul Ulama (NU) berusia 100 tahun atau lebih tepatnya satu abad menurut kalender hijriyah. Tentunya di usia satu abad ini, NU memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia dan dunia dalam hal dunia Islam. Dalam usia satu abad NU, ada tonggak-tonggak sejarah yang patut dicatat dan dikenang. Adapun […]

  • Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

    Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong   GEMBONG-Kaderisasi merupakan satu komponen penting dalam organisasi. Hanya dengan kader yang militan dan terdidik, sebuah organisasi bisa tumbuh subur dan eksis. itulah setidaknya yang diungkapkan oleh K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong, Kamis (29/7). “Organisasi bisa panjang umur kalau pengkaderannya baik,” tuturnya. Namun, di masa pandemi ini, pengkaderan dalam […]

  • Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    • calendar_month Rab, 1 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Luthfi Karim* Foto : NU Online Craig Considine, pendeta Nasrani berkebangsaan Amerika sempat berprasangka negatif terhadap islam. Bagaimanapun, citra islam terbentuk dari media massa yang menggiring opini publik untuk melakukan penilaian sepihak, terorisme. Di barat, kecenderungan islamophobia telah berhasil mengintegrasi atau setidaknya menyejajarkan antara islam dengan ISIS, islam dengan Bin Leiden, dan […]

  • Tanggapi Perpres Nomor 82 Tahun 2021, PCNU : Memang Sudah Kewajiban Pemerintah

    Tanggapi Perpres Nomor 82 Tahun 2021, PCNU : Memang Sudah Kewajiban Pemerintah

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim saat diwawancarai oleh rekan-rekan wartawan terkait Perpres Nomor 82 Tahun 2021 usai trasyakuran atas disahkannya Perpres tersebut PATI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim mengatakan bahwa terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021 menjadi angin segar bagi Pesantren. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri tasyakuran atas […]

  • PWNU Sambangi NU Pati untuk Bahas SISNU

    PWNU Sambangi NU Pati untuk Bahas SISNU

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Bimtek Sisnu di aula PCNU Pati bersama tim Sensus warga NU dari PW-NU Jateng PATI-PC NU Kab. Pati bersama PW NU JATENG, melaksanakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) mengenai sensus warga NU berbasis SISNU di Aula PCNU Pati, Sabtu (22/8).  Sedikitnya 21 orang delegasi MWC NU se-kabupaten Pati beserta perwakilan oprator dari ranting NU di masing-masing MWC […]

  • Hukum Mengubur Ari-ari

    Hukum Mengubur Ari-ari

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka (keluarganya) mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut? Jawaban :Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, 1. Tali pusar yang dalam bahasa arab juga disebut al-kholash(bagian yang terhubung […]

expand_less