Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ketika Ernest Hemingway “Berpuasa”

Ketika Ernest Hemingway “Berpuasa”

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
  • visibility 550
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Setiap tahun kaum muslim melakukan ibadah puasa wajib satu bulan penuh di bulan ramadhan. Bulan ramadhan memang bulan yang istimewa, bulan yang suasananya begitu berbeda. Kebersamaan dalam keluarga, kebersamaan dalam masyarakat begitu melekat. Misalnya, buka puasa bersama, tarawih bersama, dan sahur bersama. Dan, bulan puasa juga diawali dengan rame-rame hiruk-pikuk dalam penentuan tanggal 1 ramadhan, antara penganut rukyah dan hisab. Maka sering terjadi perdebatan yang tidak jelas juntrungnya.

Muncul pula anekdot-anekdot yang ramai di dunia maya. Misalnya, “Lha, pantes gak bisa melihat hilal, wong alatnya dikorupsi kok!” Atau kisah dialog antara laki-laki dan perempuan. “Mbak, bapaknya orang NU ya? Lha kok tau? Soalnya aku melihat hilal 4 derajat di matamu!”

Seorang penulis barat yang terkenal dengan karyanya berjudul The Oldman and The Sea yaitu bernama Ernest Hemingway menulis sebuah esai berjudul “Lapar adalah Disiplin yang Baik”. Dalam esai tersebut dia mengisahkan dirinya saat berada di Paris. Banyak di sepanjang jalan di Paris memamerkan makanan lezat. Baunya sungguh menggoda. Nah, saat selesai melakukan pekerjaan jurnalistik, Hemingway selalu tergoda untuk nongkrong di bangku-bangku yang banyak makanan itu, tapi nahasnya dia tidak punya uang.

Waktu itu, dia masih kere. Dia sering kelaparan. Pagi sampai sore seringkali belum makan. Demi menghindari godaan dan menghilangkan rasa lapar itu dia sering jalan-jalan di taman Luxemburg dan museum. Dia mengatakan, “Lukisan-lukisan jadi tampak lebih tajam, lebih jelas, dan lebih cantik, jika aku mengamatinya dengan perut kosong.”

Dia juga sering berpikir saat memerhatikan lukisan itu, ‘apakah pelukis lukisan itu juga sering mengalami kelaparan saat mengerjakan lukisannya?’ Lantas dia membuat pernyataan “Lapar adalah disiplin yang baik, dan kita bisa belajar banyak darinya.”

Pembaca yang budiman, saya ingin menarik kepada konteks kita saat ini, bahwa orang yang berpuasa ternyata tidak mengurangi produktivitas dalam bekerja, dan tidak pula mengalami sakit. Kita semua mungkin sudah membuktikan hal itu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Saya pernah setiap hari pulang pergi ke tempat saya bekerja naik sepeda ontel. Jaraknya cukup jauh. Kurang lebih 4 Kilo Meter. Tapi, saya tidak semaput begitu. Biasa saja.

Hal ini juga yang dialami para pemain sepakbola muslim di Eropa. Mereka tetap melakukan puasa di bulan ramadhan saat mereka bertanding. Salah satunya Frederic Kanoute, mantan pemain Sevilla, dia mengatakan: “Puasa Ramadhan membuatku semakin kuat.” Nabi Muhammad Saw. pernah mengatakan: “Suumuu, tasihhuu…, berpuasalah niscaya kamu akan sehat.”

Itu hikmah puasa dari segi fisik, belum dari segi sosial dan spiritual. Dari segi sosial misalnya, orang berpuasa itu akan memunculkan kepekaan sosial. Dia merasakan, beginilah orang yang kelaparan. Sehingga menggerakkan kita untuk beramal. Dari segi spiritual, misalnya, dia akan mampu menjaga diri dari hawa nafsu. Karena sejatinya orang berpuasa tidak hanya memuasakan perut, tetapi juga tangan, kaki, mata, telinga, dan lain-lain, menjaga dari hal-hal negatif. Kualitas fisikal, sosial, dan spiritual inilah yang akan membedakan masing-masing orang yang berpuasa.  

Apabila kita renungkan ayat tentang puasa, ternyata ada benang merah dengan kisah-kisah tadi, yang bisa kita ambil. Firman Allah:

            Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumu siyam… (Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa…)

Dari redaksi ayat tersebut ada kata ‘diwajibkan’. Di situ disembunyikan fa’ilnya, atau subjeknya. Siapa yang mewajibkan? Tentu saja Tuhan, tapi uniknya kenapa Tuhan tidak menyebutkan diri-Nya, misalnya ‘Alllah mewajibkan kalian berpuasa’. Tapi ini tidak. Rahasianya menurut Quraish Shihab, seorang pakar Al-Quran, adalah bahwa sudah semestinya manusia itu sendiri mewajibkan dirinya untuk berpuasa, tidak perlu disuruh-suruh, karena manfaatnya sudah jelas, dan akan dirasakan sendiri oleh yang bersangkutan. 

            Ada puisi Jalaluddin Rumi perihal keistimewaan puasa:

            Ada kebahagiaan rahasia bersama perut yang kosong

Kita cuma alat musik kecapi, tak lebih, tak kurang

Ketika kotak suara penuh, maka musik pun hilang

Bakar habis segala yang mengisi kepala dan perut dengan menahan lapar

Maka setiap saat irama baru akan keluar dari api kelaparan yang nyala berkobar

Ketika hijab habis terbakar

Keperkasaan baru akan membuatmu melejit berlari mendaki setiap anak tangga di depanmu yang digelar[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati selenggarakan Muskercab

    PCNU Pati selenggarakan Muskercab

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2014
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    PCNU PATI (26/6/14). Dalam sejarah yang panjang dan monumental, NU memiliki catatan-catatan historiografis. Dengan massa organisasi yang tersebar di berbagai wilayah, NU memiliki agenda strategis untuk membantu bangsa ini keluar dari keterpurukan dan kemiskinan. Nahdlatul Ulama merupakan sebuah organisasi keagamaan  dibentuk oleh masyarakat tetapi  dalam melaksanakan pengabdian ke masyarakat harus bekerja sama dengan semua pihak […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Nyadran, Dugderan, Dandangan

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 788
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Menjelang Ramadan, beragam ekspresi muncul untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Di dunia banyak ditemukan tradisi menyabut Ramadan. Catatan Harahap (2025) mengungkap tradisi Kanon Ramadan (UEA), Garangao (Qatar), Tedaru (Brunei Darusalam), Bazar Ramadan (Malaysia), Qatayef (Yaman), Fanous (Mesir), Tabuhan Gendang (Turki), Tembakan Meriam (Lebanon), Seheriwalas (India), dan lainnya. Sedangkan di […]

  • INISNU Gelar Pembinaan Karir Mahasiswa untuk Persiapan Kerja

    INISNU Gelar Pembinaan Karir Mahasiswa untuk Persiapan Kerja

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.643
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Temanggung — Dalam rangkaian kegiatan Yudisium, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Karir Mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja, bertempat di Aula KBIHU Babussalam, Selasa (21/10/2025). Kegiatan pembinaan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Sofwan Setiawan, S.Pd.I. dan Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang […]

  • PCNU-PATI

    PAC GP Ansor Tlogowungu Gelar PKD dan Diklatsar 

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. TLOGOWUNGU – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Tlogowungu gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar). Kegiatan yang digelar selama tiga hari,  pada 24-26 Februari 2023 itu bertempat di Masjid Baitur Rohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu.  Turut hadir pada kegiatan itu, di antaranya Camat Tlogowungu Tony Romas […]

  • Masjid Harus Ramah Anak

    Masjid Harus Ramah Anak

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Masjid adalah bangunan pertama Nabi pasca hijrah. Masjid berfungsi sebagai pusat penyucian hati, pendalaman ilmu dan kaderisasi. Jamaah shalat lima waktu, termasuk shalat jumat, pengajian ilmu, dan mendidik kader-kader muda Islam sejak dini tentang akidah, ilmu Al Qur’an, dan syariat Islam adalah sebagian kegiatan masjid. Era Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam, masjid benar-benar tempat yang ramah […]

  • Wagub Turun Tangan Pantau Vaksinasi

    Wagub Turun Tangan Pantau Vaksinasi

    • calendar_month Rab, 22 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Wagub Jawa Tengah, Gus Taj Yasin memantau pelaksanaan vakdinasi covid 19 di Kajen, Margoyoso, Pati. MARGOYOSO – Lima ribu santri di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengikuti vaksinasi, Senin (20/9).  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung di beberapa lokasi vaksinasi di Kajen. Adapun Vaksinasi ini digelar di beberapa tempat. Di antaranya […]

expand_less