Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Jangan Bandingkan Anak

Jangan Bandingkan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Des 2022
  • visibility 374
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Apakah kalian pernah merasa dibandingkan dengan saudara sendiri atau anak tetangga? Bagaimana rasanya? Tak perlu dijawab. Cukup kalian simpan rasa itu. Sebab saya juga merasakannya kok. Dibanding-bandingkan dengan pencapaian saudara dan anak tetangga yang bisa itu dan ini, sedangkan kita masih begini-begini saja.

Orang tua bahkan paman dan bibi kita, melakukan hal itu semata untuk memotivasi kita agar mau bergerak dan lebih progresif. Tentu hal ini tak salah. Niatnya sudah bagus, hanya saja pengimplementasinya yang terkadang perlu dibenahi. Coba ingat kembali, bagaimana cara orang tua kita menyampaikan maksudnya tersebut. Apakah dengan kemarahan atau dengan tutur kata yang lembut?

Disini saya ingin menggarisbawahi terlebih dahulu, bahwa kita pasti sepakat bahwa anak berhak atas pilihannya sendiri. Tanpa adanya intervensi dan campur tangan orang lain termasuk orang tuanya. Bukan berarti lantas orang tuanya membiarkan begitu saja? Bukan. Posisi orang tua yang tepat adalah senantiasa disamping dan dibelakang anak-anak, agar tetap bisa mendukung dan memberikan arahan yang baik untuknya.

Saya teringat semasa kecil saat sudah masuk kelas 3 MI, ibu selalu membandingkan dan membicarakan pencapaian anak tetangga kami dengan penuh semangat. Bukan hanya itu, terkadang ia juga sedikit memaksa agar saya mau mengikuti jejaknya. Hati saya pernah memberontak dan bertanya. Mengapa ibu bisa begitu, apakah semua orang tua juga akan melakukan hal yang sama jika anaknya tak segera menurut perintahnya?

Ibu termasuk tipikal orang tua yang ingin anaknya sempurna. Baik dalam bidang pendidikan ataupun yang lainnya. Sejak kecil saya dituntut ibu untuk bisa mendapat peringkat teratas dikelas, agar bisa meniru anak tetangga kami yang selalu juara. Siang dan malam saya tak pernah berhenti belajar agar mampu mendapat ranking teratas. Untung saja zaman dulu gadget belum masif seperti sekarang. Jadi saya lebih bisa fokus.

Hasil tak mengkhianati usaha. Dari kelas 1 sampai kelas 4 MI saya selalu mandapat ranking pertama. Suatu ketika saat saya masuk di kelas lima, ranking saya turun. Betapa marahnya ibu mengetahui hal itu. Saat itu saya merasa sangat bersalah. Lantas, untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi, saya kembali giat belajar. Untungnya dewi fortuna masih menghampiri, dan saya kembali meraih ranking pertama hingga jenjang MI saya lewati.

Itu adalah salah satu pengalaman yang pernah saya alami. Waktu itu, saya sebagai anak hanya bisa menurut apa yang dikatakan oleh orang tua saya. Berbeda dengan sekarang, jika itu tak sesuai dengan kehendak dan keinginan saya, maka saya akan berbicara dan mendiskusikannya terlebih dahulu. Dan seiring berjalannya waktu itu pula, kini kedua orang tua saya tak pernah lagi memaksa dan menuntut saya ataupun saudara saya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Gabriel Goller

    Bapak Hamdi van Holland

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Hari itu adalah musim bunga bermekaran indah di halaman rumah. Keindahannya seolah hendak menyambut kedatangan kami yang tahun 2013 berlebaran di Bojong, Pandeglang. Ah, desa Bojong. Sebuah desa yang penuh dengan memori masa kecil dan remajaku. Kenanganku akan pasar Bojong, sawah Cijakan, dan sungai Cilemer tak lekang ditelan zaman. Di […]

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • Respon MWC NU Cluwak Terhadap RSI Pati

    Respon MWC NU Cluwak Terhadap RSI Pati

    • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Pati, 4 Januari 2021 Setelah di sepakatinya kerjasama antara PCNU Pati dengan  RSI (Rumah Sakit Islam) Pati pada tanggl 31 Januari 2021 bertpatan dengan harlah NU ke 95. MWC NU Cluwak gelar kordinasi bersama banom NU terkait fungsional Kartanu di bidang kesehatan. Konsolidasi yang di selenggarakan pada 04 Januari 2021 berlokasi   di Kantor MWC […]

  • NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Kayen

    NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Kayen

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.864
    • 0Komentar

      NU Peduli Kabupaten Pati kembali mendirikan Posko Kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir. Kali ini, Posko Kesehatan NU Peduli dibuka di Desa Pesagi, Kecamatan Kayen, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Pembukaan Posko Kesehatan tersebut diresmikan oleh Pengurus PCNU Kabupaten Pati, Khoirul Anam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Posko Kesehatan NU Peduli akan […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • PCNU-PATI Photo by aboodi vesakaran

    Pendidikan Sebagai Hak Asasi Manusia

    • calendar_month Sab, 6 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto “Pendidikan bukanlah menabur benih pada dirimu, melainkan menumbuhkan benih-benih yang ada dalam dirimu”. (Jalaluddin Rumi). Pendidikan itu benih harapan bagi masyarakat dan bagi manusia itu sendiri. Karena pendidikan merupakan instrumen kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, manakala masyarakat dilanda  kegelapan, keterbelakangan, keterpurukan, kekacauan, dan tidak tahu cara mengatasinya, maka sandaran […]

expand_less