Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 9.201
  • comment 0 komentar

 

Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, resmi meraih gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang.

Dalam sidang tersebut, ia mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Islam Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5PPRA) pada Kurikulum Merdeka Madrasah di Jawa Tengah.”

Penelitian ini menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam Nusantara sebagai ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Disertasi ini dinilai relevan dengan tantangan pendidikan Indonesia saat ini, terutama dalam menghadapi pergeseran budaya dan isu intoleransi. Integrasi nilai Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka dipandang sebagai langkah strategis membangun sistem pendidikan yang membumi, kontekstual, dan tetap adaptif terhadap dinamika global.

Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transmisi pengetahuan, tetapi proses pembentukan karakter yang menyatu antara nilai keislaman dan kebangsaan.

Ujian promosi doktor tersebut dipimpin oleh para penguji, yakni Dr. H. Iman Fadilah, S.H.I., M.SI (Ketua Sidang/Penguji), Dr. Ifada Retno Ekaningrum, M.Ag (Sekretaris Sidang/Penguji), Prof. Dr. H. Mahmudarroh HR, S.H., M.H (Penguji/Promotor), Prof. H. Abu Hapsin, M.A., Ph.D (Penguji), Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T (Penguji), Dr. Hj. Sari Hernawati, S.Ag., M.Pd (Penguji/Co-Promotor), dan Dr. H. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd (Penguji).

Dalam kesempatan itu, hadir Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU H. Harianto Oghie, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah Dr. Ghufron Hamzah, S.Th.I., M.S.I., Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA., Kabid PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Moch Fatkhuronji, S.Ag., M.Pd.I., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., Rektor Universitas Ivet (Unisvet) Semarang Dr. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si., Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung sekaligus Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., Dekan Fakultas Agama Islam Univesitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Dr. Agus Irfan, S.H.I., M.P.I., Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang H. Suyatno, Lc., M.Si., Rektor Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Blora KH. Ahmad Zaki Fuad, S.Th.I., M.Ag. Hadir juga jajaran pengurus LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Ketua dan Sekretaris LP Ma’arif PCNU Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah, keluarga, dan tamu undangan.

‎Novelty dari temuan disertasi ini, dijelaskan Fakhruddin bahwa secara keseluruhan, integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka menjadi upaya menghadirkan sistem pendidikan yang kontekstual, membumi, serta mampu melahirkan generasi yang religius, toleran, dan adaptif terhadap dinamika global tanpa kehilangan jati diri keindonesiaannya sebagai mana tergambar dari hasil temuan dan model yang ditemukan. Pertama, adanya model integrasi yang berbasis Tipologi Sosial Pedesaan sebagaimana tergambar dalam temuan di SMA NU 1 Kradenan Blora dan MAN 1 Blora dan model integrasi yang berbasis Tipologi Sosial Perkotaan sebagaimana yang tergambarkan dalam hasil penelitian di SMK NU Ungaran dan MA NU Nurul Huda Mangkang Semarang. Kedua, rekonstruksi integrasi nilai Islam Nusantara dalam P5RA tidak seragam atau sama dalam impelemnetasinya. Temuan peneliti menyebutkan bahwa ada konseptualisasi atau karakteristik yang berbeda pada sekolah dan madrasah yang di teliti.

‎Fakhruddin Karmani dinyatkan lulus sebagai doktor ke 24 dari Prodi S3 PAI Fakultas Agama Islam Unwahas dengan masa studi 4 tahun 4 bulan 20 hari. Ia dinyatakan lulus dengan IPK 3.81 predikat cumlaude.

Sidang terbuka tersebut menjadi momentum akademik penting bagi penguatan wacana pendidikan Islam berbasis moderasi dan kearifan lokal. Dengan capaian ini, Fakhruddin Karmani diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam Nusantara di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu […]

  • Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.482
    • 0Komentar

      Munculnya fenomena mengumbar kebencian terutama di media sosial rupanya menjadi keresahan tersendiri saat digelarnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke- 167 pada Sabtu (15/11). Penggagas Suluk Maleman mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan luar biasa di kalangan masyarakat. “Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa […]

  • Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PATI-Dua mahasiswa Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA), Ah. Shofi Amri dan Nur Faiz sowan ke kantor Lazisnu Cabang Pati, Selasa (15/10) siang. Mereka datang dengan didampingi dua orang dosen, Ahmad Nashiruddin dan M. Luthfi. Lazisnu Cabang Pati menyambut kehadiran dua orang mahasiswa IPMAFA didampingi dua orang dosennya untuk melaksanakan PPL di kantor Lazisnu selama 45 […]

  • PCNU-PATI

    Banjir di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Bulan Ramadhan selalu disambut dengan sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melalui ibadah puasa, shalat tarawih, dan berbagai amalan baik lainnya. Namun, tak jarang ujian dan cobaan datang di saat-saat seperti ini, seperti musibah banjir yang kerap […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

  • PCNU-PATI Photo by Bayu Syaits

    Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Di era digital yang begitu pesat perkembanganya, menuntut manusia tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga berkarakter. Sebab karakter merupakan sebagai bentuk kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak untuk membedakan dengan individu lain. Adapun terbentuknya suatu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan proses yang relative lama dan terus-menerus. […]

expand_less