Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » (Ter)bedah Buku

(Ter)bedah Buku

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Des 2022
  • visibility 319
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Hari ini, sejak malam tadi adalah jadwal saya untuk menulis di setiap Rabu. Sebuah aktifitas sederhana untuk mengejawantahkan segala renik-renik pemikiran yang bersarang di kepala. Dan soal buah pemikirannya nanti bagus atau pun tak tergantung siapa yang membaca dan mengomentarinya. Terpenting yaitu rutinitas di hari Rabu harus tetap berjalan, bagaimana pun, dalam kondisi apa pun, dalam bentuk bagaimana pun harus tetap tayang.

Hingga waktu dhuha sudah hampir selesai, saya masih berkutat dengan kebingungan, keraguan dan kebuntuan. Ide tak muncul-muncul. Dalam kemalasan saya akhirnya scroll-scroll media sosial, siapa tahu saya mendapatkan ide untuk saya tulis hari ini. Dan benar saja saat saya membaca status temannya yang sedang mengahadiri acara bedah buku. Iseng iseng saya komentari.

Akhirnya saya komunikasi dengan teman saya tersebut dengan intens membahas bedah buku tersebut.

“Baru kali ini ada bedah buku dan bukunya tak ada” celetuk teman saya tersebut.

Ketika saya mendengar pernyataan teman saya tersebut, saya jadi ngilu dan prihatin, kok ada ya bedah buku yang tak ada bukunya. Padahal itu intansi pemerintah yang di biayai uang pajak dari rakyat. Selain itu yang lebih bimsalabim lagi yaitu isinya morat dan marit tak karuan, sedangkan editornya memperlihatkan bukunya melalui power full. Jadi dalam acara bedah buku tersebut narasumbernya bingung seperti saat muter alun alun bumi mina tadi tak ketemu ujungnya.

Bisa jadi dalam perancangan buku tersebut asal jadi saja. Tak perduli dengan isi yang ada di dalamnya, bahkan untuk berfikir lebih jauh lagi bahwa buku tersebut kedepannya akan menjadi rujukan atau pun bacaan dari generasi ke generasi. Ah.. tak mungkin mampu berfikir sejauh itu.

Dunia ini adalah panggung sandiwara, seperti yang di katakan oleh Nike Ardila. Jadi kemungkin terbesarnya adalah dalam pembuatan buku persebut bisa jadi adalah dalam bentuk sandiwara. Orang yang tak pernah menulis tiba tiba mak bedunduk jadi penulis. Orang yang tak pernah menjadi editor buku bimsalabim menjadi editor. Sungguh hebat bukan? Inilah cerita indah di hari Rabu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Muktamar NU, 62 Pendekar Se-Jateng Serbu Pesantren di Blora

    Jelang Muktamar NU, 62 Pendekar Se-Jateng Serbu Pesantren di Blora

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Seorang anggota TNI memberikan materi lapangam dalam Diklatsus Pasukan Inti Pagar Nusa BLORA – Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PW PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah menggembleng para pendekar untuk persiapan  Muktamar Ke-34 NU di Lampung. Penggemblengan  bertajuk  Pendidikan dan Latihan Khusus (DIKLATSUS) Pasukan Inti (Pasti) ini diadakan di Pondok Pesantren An Nur di Desa […]

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu maraknya ideologi […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menghitung Kredit. Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash.

    Kredit

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Karena untuk menjadi istiqomah itu amat berat. Selalu tepat waktu dalam kondisi apa saja, dimana saja, dengan siapa dan berbuat apa. Jika sudah mengiyakan sepekan sekali harus ada tulisan ya harus di sempatkan. Seperti halnya kemarin-kemarin jika hari kemenangan tinggal kenangan. Setelah sebulan fuul kita terkekang, menahan lapar, menahan dahaga. Tapi belum mampu menahan rasan-rasan […]

  • NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    NU Gembong Kehilangan 6 Tokoh Penting, MWC : Sulit Cari Gantinya

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kantor MWC NU Gembong  GEMBONG – Tahun 2021 menjadi tahun duka bagi MWC NU Kecamatan Gembong. Pasalnya dalam paruh pertama tahun ini, NU Gembong telah kehilangan beberapa orang penting dalam organisasi sosial keagamaan ini.  Menurut keterangan K. Sholikhin, sedikitnya ada enam orang pengurus MWC dan Banom NU Gembong yang meninggal dunia selama 2021. Mulai dari […]

  • Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

    Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.302
    • 0Komentar

    Aceh Timur — Banjir bandang itu datang tanpa memberi waktu. Dalam hitungan menit, air setinggi enam meter menyeret rumah, sawah, ternak, kendaraan, dan seluruh harta warga Dukuh Dataran Indah, Kecamatan Peunaron. Di antara ratusan korban, rumah milik Maslukin, Wagiran, Adnan, dan Efendy ikut tergeser puluhan meter dari tempat semula. Hari itu, Jumat 16 Januari 2026, […]

  • PCNU - PATI

    Sepotong Hati yang Baru

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Banyak sekali diksi yang bisa gue resap di banyak cerpennya yang walau pun mengangkat tema romance, tetapi rasa dari setiap cerpennya begitu berbeda. Di cerpen pertama, romance yang ditawarkan begitu masa kini, tentang anak muda belia yang begitu GR dengan seorang laki laki yang ternyata hanya menebar pesona yang disalah artikan saja. Endingnya, si cewek […]

expand_less