Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Masjid Sebagai Center of Literasi

Masjid Sebagai Center of Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
  • visibility 404
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Setiap kali mendengar kata “masjid”, biasanya nalar pikir kita langsung tertuju pada sebentuk bangunan yang mempunyai ciri khas tersendiri dengan mihrab yang menonjol ke depan dan kubah yang menjulang tinggi ke atas. Sebuah bangunan unik yang menjadi salah satu ciri utama dan pertama Islam sekaligus sebagai wahana penggodokan umatnya.

Selain itu, masjid juga sebagai salah satu media ekspresi seni sekaligus penuangan daya estetis bagi umat Islam. Bahkan, hal ini jauh-jauh hari sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw pada awal masa perjuanganannya dalam menyebarkan Islam, di mana beliau bersegera membangun masjid terlebih dahulu sebelum membangun hal-hal lain.

Jika ditilik secara mendalam, peranan masjid yang paling utama adalah untuk memotivasi dan membangkitkan kekuatan ruhaniyah dan keimanan umat Islam. Di samping itu juga untuk menjadi lem perekat internal umat Islam serta menunjang persatuan sosial. Bahkan jika mengacu pada lintasan sejarah umat Islam awal, kita melihat bahwa peranan dominan dari masjid adalah dalam pembangunan sosial masyarakat.

Dengan demikian, secara umum masjid bisa dikatakan sebagai urgensi penting dalam membentuk karakter (akhlaq) umat Islam dan sebagai sarana untuk menuju sang khaliq. Karena di dalam masjid kita diajari untuk berkomunikasi melalui kalam ilahi baik pada saat beribadah minimal lima kali dalam sehari semalam. Sebab dengan adanya komunikasi yang intens antara seorang hamba dengan Tuhannya, diharapkan akan memberikan sebuah kesadaran yang mendalam kepada si hamba bahwa dirinya senantiasa berada dalam pengawasan Sang Pencipta, yang tidak pernah lalai dan tidak melupakannya.

Masjid sebagai center literasi

Di samping itu, di antara peranan masjid yang terpenting dalam masyarakat adalah literasi (baca dan tulis). Karena dalam rutinitas keseharian di dalam masjid, dunia literasi terus berjalan. Di awali dari membaca dan menulis, dijelaskan di dalam surat Al-‘Alaq “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. Yang mengajarkan manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al-‘Alaq: 1-5).

Dari ayat tersebut setidaknya ada dua kata kunci yakni membaca dan pena. Membaca dalam ayat tersebut tidak hanya ajakan untuk membaca kitab dan buku, tetapi lebih dari itu, baik membaca secara tersurat maupun tersirat. Membaca secara tersurat adalah membaca secara tekstual baik buku dan kitab. Sedangkan makna membaca secara tersirat tidak hanya membaca saja, melainkan membaca disertai dengan tindakan dalam hal ini adalah dengan cara menulis.

Adapun makna pena pada ayat di atas diartikan sebagai simbol untuk mengaktualisasikan dalam trasformasi ilmu melalui tulisan. Karena dengan melalui pena, banyak ulama yang mengaktualisasikan tulisannya dalam bentuk kitab. Sehingga melalui tulisan tersebut, dapat diakses dan dibaca pada generasi berikutnya. Sebut saja, Imam Al-Ghazali yang terkenal dengan kitabnya Ihya’ Ulumuddin yang hingga saat ini karyanya terus dikaji, baik di

lingkungan pesantren maupun ke perguruan tinggi.

Dalam Alquran pena dijadikan surat yang ke-68, yakni pada surat Al-Qalam ayat pertama. Allah Swt, bersumpah, “Nun, Demi Pena…”.

Sungguh ini menjadi bukti bahwa Allah Swt, begitu perhatian dengan dunia literasi. Membaca dan pena (alat tulis) baik dalam surat Al-‘Alaq maupun Al-Qalam ini menjadi ghirrah para ulama dalam menimba ilmu pengetahuan yang tak terbatas. Hal ini kita bisa merunut sejak pada masa Islam generasi pertama.

Oleh karena itu, rutinitas di dalam masjid selain sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan semangat ber-literasi, juga sebagai bentuk memakmurkan masjid dari berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Kristaps Ungurs

    Menunggu Panen

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Oleh : Ramli Lahaping Seiring waktu, Romi makin gandrung mengulang kebiasaannya. Setiap kali berada di waktu senggang, ia akan duduk di teras depan rumah punggunggnya untuk memandang-mandangi sepohon durian montong yang berada di sebelah kanan halamannya. Ia akan memperhatikan buah-buah pohon itu, sembari mengkhayalkan kenikmatan saat nanti ia menyantapnya.  Kebiasaan Romi itu tambah menjadi-jadi belakangan […]

  • PCNU-PATI Photo by Marcel Strauß

    Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai […]

  • Menumbuhkan Partisipasi Sosial Masyarakat Melalui Community Realation

    Menumbuhkan Partisipasi Sosial Masyarakat Melalui Community Realation

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

     Oleh : Siswanto Kesadaran merupakan sifat positif seseorang dalam menerima suatu hal yang bersifat positif. Bila dikaitkan dengan lingkungan hidup, kesadaran berarti kepedulian seseorang terhadap lingkungan hidup, serta kesediaan melakukan berbagai konsekuensi kegiatan yang disyaratkan dalam pemeliharaan kelestarian lingkungan hidup tersebut. Kesediaan yang dilakukan atas kesadaran bukan atas dasar paksaan, tetapi dilaksanakan atas dasar kesukarelaan. […]

  • Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    Segenap Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Ikut Mensukseskan Program Mageri Segoro Pemprov Jawa Tengah di Pati

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove di pesisir Pantai Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Rabu,(15/10/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertajuk Mageri Segoro, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Aksi tanam mangrove […]

  • Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf Melantik Rektor UNU Purwokerto

    Dilantik Ketum Gus Yahya, Achmad Iqbal Resmi Jabat Rektor UNU Purwokerto

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    JAKARTA – Achmad Iqbal resmi menjabat Rektor Universitas Nahdaltul Ulama (UNU) Purwokerto. Pelantikann dilaksanakan Kamis (7/4/2022) oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gus Yahya Cholil Staquf di Jakarta. “Alhamdulillah. Mabruk alfu alfi mabruk untuk pelantikan hari ini. Juga istimewa, karena (pelantikan) disiapkan dengan format pelantikan pejabat-pejabat di istana negara,” kata Gus Yahya. Seprti […]

  • PCNU - PATI

    7 Teladan Mbah Dimyati Rais

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 704
    • 0Komentar

    Membaca biografi KH. Dimyathi Rais yang baru saja wafat, ada beberapa teladan agung yang bisa dipetik. 1. Spirit thalabul ilmi Beliau adalah sosok pengelana pengetahuan yang haus ilmu. Pondok APIK, Lirboyo, Sarang, dan lain-lain menjadi destinasi keilmuan beliau. Dalam salah satu vidio youtube Beliau menjelaskan salah satu ulama hebat, yaitu Imam Syafii, sosok pengelana pengetahuan […]

expand_less