Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Ajarilah dengan Cinta

Ajarilah dengan Cinta

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
  • visibility 544
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Ada sesuatu yang membuat saya menyadari bahwa anak-anak tak bisa jika dibentak. Mereka akan menjadi seorang yang penakut dan kemungkinan lainnya akan menjadi seorang pemberontak, nantinya. Mereka tak akan pernah mau patuh pada aturan atau perintah siapapun, termasuk kedua orang tuanya sendiri.

Pengalaman yang saya alami saat tanpa sengaja saya membentak Tsania, ketika ia tengah merayu ingin bermanja. Saya terlepas batas telah mencubit lengannya. Pertanyaannya apa yang dilakukan Tsania sehingga saya merasa kesal padanya ?

Cerita itu bermula saat Tsania tiba-tiba minta digendong. Bersamaan dengan hal itu, saya tengah menyambut para tetangga yang datang berbondong-bondong ke rumah untuk mendoakan kakek saya. Karena beberapa waktu yang lalu kakek telah berpulang. Tradisi di desa saya setiap ada orang yang meninggal, akan banyak tetangga yang dengan sukarela turut hadir mendoakan jenazah.

Kembali pada cerita Tsania. Ia terus merengek dan karena keinginannya tak kunjung saya turuti, lantas ia mencubit paha saya. Seperti seekor semut yang dengan santainya menggigit bagian tubuh kita yang disukai. Saya secara reflek mencubit lengan Tsania berharap ia akan diam. Bagi saya cubitan itu tak terasa apa-apa. Namun bagi Tsania, barangkali itu teramat sakit.

Tsania menangis. Lalu ia tak mau berdekatan dengan saya seperti sebelumnya. Moodnya telah berubah. Dari yang merasa nyaman, sesaat kemudian menjadi suram dan mendung. Barangkali takut jika saya mencubitnya lagi.

Saat Tsania menangis, saya menyesal dan merasa bersalah padanya. Lantas saya mencoba mendekatinya berusaha mendapatkan maaf darinya. Beberapa kali Tsania menghindar. Namun saya tak kehabisan akal. Saat ia menginginkan sesuatu saya selalu sigap.

Hingga akhirnya kami bisa berbicara dari hati ke hati. Saya mengakui padanya bahwa apa yang telah saya lakukan adalah hal yang salah. Kemudian saya bertanya apakah cubitan tadi terasa sakit. Ia mengangguk. Lantas saya berjanji tak akan mengulanginya lagi, dan akhirnya Tsania memaafkan saya.

Anak-anak itu sama seperti orang dewasa. Saat disakiti ia akan mengingatnya. Meski dunianya saat ini senang bermain, tapi tak lantas hal-hal yang membuatnya merasa tak nyaman atau sejenisnya ia tepis dengan dunianya yang dipenuhi dengan bermain tersebut. Justru anak-anak yang masa kecilnya sering dibentak dan dimarahi, akan selalu teringat sampai ia dewasa dan bahkan sampai ia tua.

Anak-anak yang mengalami hal tersebut, saat ia telah menikah dan memiliki seorang anak lantas anaknya yang akan menjadi korban selanjutnya. Rantai ini tak akan putus jika kita tak berusaha memutuskannya sendiri. Meski seperti yang saya lakukan dengan maksud baik, tapi jika caranya tak baik maka hasilnya pun tak akan baik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMA’ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiya’), Karang Taruna Panji Satria […]

  • Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 667
    • 0Komentar

    CLUWAK-IPNU-IPPNU Ranting Sumur, Cluwak sambut Tahun Baru dengan tahlil dan diba’an. Banyak cara positif yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut Tahun Baru 1441 H. Salah satunya  yang dilakukan Pengurus Ranting IPNU IPPNU desa Sumur, tersebut. Para pengurus IPNU/IPPNU sedang melakukan mahalul qiyam dalam acara tahlil dan diba’an bersama untuk menyambut tahun baru hujriyah  Acara […]

  • Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Bupati Pati, Sudewo, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halalbihalal dan pelepasan calon jamaah haji Pengurus Cabang Muslimat NU, Perangkat MNU, dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pati, yang digelar pada Minggu (4/5) di Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an (PPTQ) “Al Kahfi”, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa […]

  • Photo by Mailchimp

    Pemimpin

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Tulisan ini saya buat saat hati dan pikiran kalut sekalutnya. Gundah segundahnya. Sambil duduk seorang diri di Cafe Circa Jl. Penjawi dengan harapan dapat menenangkan diri, mendapatkan ketenangan dalam senja yang mulai menghilang. Cafe masih sepi hanya beberapa orang, bisa jadi ikutan menyendiri sepeti saya saat ini. Alih alih malahan mendengar […]

  • Peserta Lomba Porsema Komplain Ingin Segera Dimulai, Karena Juri Telat

    Peserta Lomba Porsema Komplain Ingin Segera Dimulai, Karena Juri Telat

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah telah berjalan hari pertama pada Jumat (10/2/2023). Sejumlah perlombaan mulai dilaksanakan dan berlangsung seru. Pantauan di lapangan, ada beberapa cabang lomba yang jurinya telat. Salah satunya adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP. “Tadi jurinya telat […]

  • Rakerdin, Ketua PWNU Gus Rozin Sebut SDM Guru Ma’arif Harus Berkualitas

    Rakerdin, Ketua PWNU Gus Rozin Sebut SDM Guru Ma’arif Harus Berkualitas

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Kudus – Lembaga Pendidikan Ma`arif NU PWNU Jawa Tengah pada Minggu (19/1/2025) menggelar kegiatan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Zona 1 di Kabupaten Kudus. Rakerdin dihadiri 557 Kepala satuan pendidikan Ma`arif NU dari Cabang Kudus dan Jepara. Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Abu Rohmad, Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU PBNU, […]

expand_less