Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Ajarilah dengan Cinta

Ajarilah dengan Cinta

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
  • visibility 543
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Ada sesuatu yang membuat saya menyadari bahwa anak-anak tak bisa jika dibentak. Mereka akan menjadi seorang yang penakut dan kemungkinan lainnya akan menjadi seorang pemberontak, nantinya. Mereka tak akan pernah mau patuh pada aturan atau perintah siapapun, termasuk kedua orang tuanya sendiri.

Pengalaman yang saya alami saat tanpa sengaja saya membentak Tsania, ketika ia tengah merayu ingin bermanja. Saya terlepas batas telah mencubit lengannya. Pertanyaannya apa yang dilakukan Tsania sehingga saya merasa kesal padanya ?

Cerita itu bermula saat Tsania tiba-tiba minta digendong. Bersamaan dengan hal itu, saya tengah menyambut para tetangga yang datang berbondong-bondong ke rumah untuk mendoakan kakek saya. Karena beberapa waktu yang lalu kakek telah berpulang. Tradisi di desa saya setiap ada orang yang meninggal, akan banyak tetangga yang dengan sukarela turut hadir mendoakan jenazah.

Kembali pada cerita Tsania. Ia terus merengek dan karena keinginannya tak kunjung saya turuti, lantas ia mencubit paha saya. Seperti seekor semut yang dengan santainya menggigit bagian tubuh kita yang disukai. Saya secara reflek mencubit lengan Tsania berharap ia akan diam. Bagi saya cubitan itu tak terasa apa-apa. Namun bagi Tsania, barangkali itu teramat sakit.

Tsania menangis. Lalu ia tak mau berdekatan dengan saya seperti sebelumnya. Moodnya telah berubah. Dari yang merasa nyaman, sesaat kemudian menjadi suram dan mendung. Barangkali takut jika saya mencubitnya lagi.

Saat Tsania menangis, saya menyesal dan merasa bersalah padanya. Lantas saya mencoba mendekatinya berusaha mendapatkan maaf darinya. Beberapa kali Tsania menghindar. Namun saya tak kehabisan akal. Saat ia menginginkan sesuatu saya selalu sigap.

Hingga akhirnya kami bisa berbicara dari hati ke hati. Saya mengakui padanya bahwa apa yang telah saya lakukan adalah hal yang salah. Kemudian saya bertanya apakah cubitan tadi terasa sakit. Ia mengangguk. Lantas saya berjanji tak akan mengulanginya lagi, dan akhirnya Tsania memaafkan saya.

Anak-anak itu sama seperti orang dewasa. Saat disakiti ia akan mengingatnya. Meski dunianya saat ini senang bermain, tapi tak lantas hal-hal yang membuatnya merasa tak nyaman atau sejenisnya ia tepis dengan dunianya yang dipenuhi dengan bermain tersebut. Justru anak-anak yang masa kecilnya sering dibentak dan dimarahi, akan selalu teringat sampai ia dewasa dan bahkan sampai ia tua.

Anak-anak yang mengalami hal tersebut, saat ia telah menikah dan memiliki seorang anak lantas anaknya yang akan menjadi korban selanjutnya. Rantai ini tak akan putus jika kita tak berusaha memutuskannya sendiri. Meski seperti yang saya lakukan dengan maksud baik, tapi jika caranya tak baik maka hasilnya pun tak akan baik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    PATI-Ajang Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tingkat Provinsi telah berlalu. Sekarang saatnya para juara untuk mempersiapkan diri menghadapi Porsema tingkat nasional.  Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pati Drs. H Adib Al Arif, M.Ag., didampingi Kepala Madrasah MA Manahijul Huda (batik putih) dan sekretaris LP Ma’arif Pati Drs. Ahmad Mustaghfiri (batik hitam) Dalam ajang […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Sound Horeg dan Marwah Takbir Keliling

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.805
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Sejak merantau di Semarang sekira 2008 silam, saya sudah tak terlalu aktif mengikuti perkembangan takbir keliling di Kabupaten Pati. Wajar ya, karena sudah tak menetap di sana. Saya amati, dalam satu dekade terakhir, tiap acara rakyat dipastikan ada horeg atau sound horeg (ada yang menulis sound horek). Entah itu acara […]

  • Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Salah satu pemantik sedang menyampaikan  materi dalam acara Trainning of Jurnalistic yang diselenggarakan oleh Tim KKN IAIN Kudus dan IPNU IPPNU Juwana JUWANA – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana sukses menggelar Training of Journalistic di Balai Desa Growong Lor, Minggu (3/10). Mengusung tema “Mencetak Tim Jurnalis  yang Berdedikasi dan Humanis”, kegiatan ini dapat terlaksana atas […]

  • RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 771
    • 0Komentar

    MARGOYOSA-RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) NU kabupaten Pati, hari ini, Sabtu (10/8) mengadakan Silaturrahmi Pengasuh Pesantren untuk mendiskusikan program-program pemerintah yang berkaitan dengan pesantren. Suasana silaturrahim pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pati di Ponpes Raudla at Thohiriyah, Kajen Acara yang berlangsung di Pesantren Raudlah At-Thohiriyah tersebut dihadiri sedikitnya 140 pengasuh pesantren se-kabupaten Pati. Turut hadir ketua Forum […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Mengenalkan Sikap Consent Ke Anak

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Konsep consent memiliki arti pemberian persetujuan tanpa sebuah paksaan. Hal ini sangat penting kita terapkan dalam keseharian berkehidupan. Tanpa adanya sebuah persetujuan, maka akan menimbulkan berbagai masalah dan kerusakan. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, sebaiknya kita terbiasa dan membiasakan diri meminta izin dalam hal apapun. Bukan hanya soal yang berkaitan dengan seksual […]

expand_less