Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
  • visibility 422
  • comment 0 komentar

Harlah NU ke-94 adalah momentum strategis untuk membangkitkan spirit kaum muda NU. Sejak dipimpin Gus Dur pada tahun 1984, eskalasi pergerakan kaum muda NU mengagumkan. Gus Dur berhasil mengorbitkan kader-kader muda untuk tampil sebagai pemimpin dan aktivis NU masa depan yang kreatif, inovatif, progresif, dan kompetitif. Pencerahan pemikiran dan aksi-aksi kontroversial Gus Dur mampu membangkitkan semangat anak muda NU untuk bangkit menatap masa depan dengan optimis. Mereka menjadi akrab dengan wacana-wacana kontemporer, baik dari Timur maupun Barat, bacaan mereka tidak terbatas pada kitab kuning yang menjadi jimat kalangan pesantren dan NU, tapi juga buku-buku berbahasa Indonesia, arab, dan inggris yang memperkaya perspektif dan membangkitkan energi perubahan.
Lahirnya sosok Masdar Farid Mas’udi, Said Aqil Siraj, A. Mustafa Bisri, A. Hasyim Muzadi, Imam Aziz, Yahya Tsaquf, Ulil Abshar Abdalla, Abdul Moqsith Ghazali, Syafiq Hasyim, Badriyah Fayumi, Maria Ulfah Anshor, Husein Muhammad, Rumadi, Zuhairi Misrawi, Khamami Zada, Abdul A’la, Imdadun Rahmat, Ahmad Baso, Marzuki Wahid, Alai Najib, Imam Nakhai, dan Malik Madani, tidak lepas dari perjuangan Gus Dur dalam membangkitkan spirit intelektual dan mobilitas organisasi kaum muda sehingga mereka bisa dikenal publik dengan cepat. Kemampuan orasi, menulis, dan aksi Gus Dur betul-betul mampu menggugah tidur panjang NU dalam pertukaran pemikiran modern yang sebelumnya didominasi kalangan modernis. Kini, kader-kader Gus Dur telah memegang estafet kepemimpinan NU untuk meneruskan idealisme Gus Dur dalam menjadikan NU sebagai kekuatan utama civil society yang diperhitungkan oleh seluruh pihak, dalam dan luar negeri.
Harlah NU ke-94 ini harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan kaum muda NU dalam memimpin NU masa depan. Tidak mungkin NU mengalami era kejayaan dan keemasan jika pemimpinnya berwawasan sempit, relasinya terbatas, dan pergerakannya lamban. Kaum muda NU tidak boleh menunggu kader-kader senior mengundurkan diri dalam kompetisi, tapi harus merebut panggung kepemimpinan nasional NU dalam rangka mendinamisir potensi NU ke depan dengan langkah-langkah yang efektif. Saat ini, nama-nama yang muncul ke permukaan hampir semuanya kader-kader senior, seperti Said Aqil Siraj, As’ad Said Ali, A. Mustafa Bisri, A. Hasyim Muzadi, dan Salahuddin Wahid.  Sudah waktunya kader-kader muda di bawahnya, seperti Imam Aziz, Afifuddin Muhajir, Malik Madani, dan Yahya Tsaquf mengambil alih kepemimpinan nasional NU dan berkolaborasi dengan kader-kader senior untuk membawa kejayaan NU, melampaui era Gus Dur. Jika era Gus Dur, pemikir dan aktivis NU belum banyak, sehingga Gus Dur seperti berjuang sendirian dalam membesarkan NU, maka sekarang pemikir dan aktivis NU jumlahnya sangat banyak, baik alumni pesantren, perguruan tinggi dalam dan luar negeri, dan lain-lain, sehingga mereka bisa diajak bersama untuk membesarkan NU. Profesi mereka ada yang menjadi dosen, pengusaha, birokrat, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan lain-lain. Mereka kaya gagasan, tapi belum bisa dimanfaatkan untuk pengembangan NU.
Penulis yakin, kaum muda NU mampu tampil sebagai pemimpin NU masa depan jika mereka mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan mampu melakukan bargaining position yang tinggi dengan kapabilitas yang mereka miliki. Dalam konteks ini, kaum muda NU harus bersatu untuk merebut pucuk pimpinan NU dengan cara-cara elegan dan sportif. Forum terbuka dalam penyampaian visi dan misi pimpinan NU dimanfaatkan oleh kaum muda untuk melakukan sosialisasi gagasan dan pemikiran cemerlang dalam membangun NU di masa depan, baik di bidang penguatan kapasitas lembaga, kemandirian ekonomi warga NU, peningkatan kualitas lembaga pendidikan, menempatkan kader-kader muda terbaik NU ke berbagai instansi pemerintah, maupun bekerjasama dengan berbagai kalangan, dalam dan luar negeri, untuk memperkuat kontribusi NU dalam menyelesaikan problem-problem kemanusiaan global. Mereka perlu membuat profil yang bisa dibaca oleh peserta muktamar sebagai salah satu pertimbangan sebelum memilih seorang pemimpin sehingga diketahui rekam jejak yang bisa dipertanggungjawabkan.
Kebangkitan NU jilid tiga, setelah kebangkitan jilid pertama era Gus Dur dan kebangkitan jilid dua era Said Aqil Siraj dan Masdar F. Mas’udi, akan menjadi kenyataan jika anak-anak muda NU yang kreatif dan kompetitif mampu merebut panggung kepemimpinan nasional NU. Selama ini mereka gamang menghadapi hegemoni kader-kader senior yang ingin mempertahankan status quo. Oleh sebab itu, cita-cita tinggi menjadi pemimpin NU harus diperjuangkan dengan gigih. Namun, jika realitas politik menunjukkan kader-kader muda masih belum mampu merebut pucuk pimpinan, karena kuatnya pengaruh figur senior, maka kader muda harus proaktif membangun kekuatan untuk mendukung figur senior yang akomodatif dan terbuka terhadap kader-kader muda. Figur senior tersebut diharapkan mampu memberikan peran krusial kepada anak-anak muda untuk membangkitkan potensi terpendam NU yang masih belum diberdayakan secara optimal, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi.
Kompleksitas  problem NU tidak bisa diatasi oleh satu dua orang, tapi oleh tim yang kuat, solid, dan profesional. Kaum muda NU mempunyai kompetensi memadai untuk membangun tim pemenang (the winning team) yang akan menjalankan program-program prioritas yang sudah diputuskan dalam muktamar NU ke-33 di Jombang kemarin. Kekayaan ilmu, relasi global, kekuatan finansial, manajemen modern, dan jam terbang yang tinggi, baik dalam maupun luar negeri, menjadi jaminan mutu untuk menggerakkan roda organisasi NU dengan sukses menuju realisasi cita-cita yang diharapkan oleh seluruh warga NU dan bangsa, yaitu kemandirian ekonomi, kemajuan pendidikan, peningkatan pengetahuan dan teknologi, dan penguatan kapasitas kelembagaan secara professional. Jangan sampai kader-kader muda terbaik NU dimarginalkan, karena khawatir menjadi kompetitor. Pikiran negatif seperti ini hanya lahir dari orang-orang yang mentalitasnya rapuh dan akalnya tumpul. Kader-kader muda NU justru harus diorbitkan agar dikenal publik dan difasilitasi untuk membangun masa depan NU yang cemerlang.( Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA Wakil Ketua PCNU Pati, Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

      CBP merupakan singkatan dari Corp Brigade Pembangunan, sementara KPP merupakan singkatan dari Korps Pelajar Putri. Keduanya merupakan lembaga otonom di bawah naungan IPNU IPPNU yang berfungsi sebagai keamanan internal organisasi dan sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya paham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi Aswaja An-Nahdliyah dan menjaga keutuhan […]

  • PCNU-PATI

    10.208 Nasi Bungkus telah Disalurkan NU Peduli untuk Korban Banjir

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI – Dapur Umum (DU) PCNU Pati telah memasuki hari ke sepuluh per Selasa (10/1). Aksi sosial yang digagas oleh NU Peduli Kabupaten Pati teraebut telah memberi banyak kontribusi dalam memasok logistik bagi korban banjir.  “Memang masih jauh dari mencukupi, mengingat luasya wilayah terdampak banjir dan banyaknya korban yang membutuhkan bantuan makanan,” ungkat Ahmad […]

  • Hari Santri Mempersatukan Negeri

    Hari Santri Mempersatukan Negeri

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Pati.Hari Santri Nasional (HSN) 2017 yg diadakan PCNU Pati berlangsung meriah. Semua elemen bangsa ikut terlibat, mereka merasa memilili hari santri ini. Jaringan Gusdurian, kaum Tionghoa, tokoh lintas agama, Aisiyah Muhammadiyah, dan ormas lain berduyun-duyun mengikuti kirap dan apel akbar di alun-alun Pati, ahad 22 Oktober 2017, mulai pukul 13.00-17.00 WIB. Ini menunjukkan bahwa spirit […]

  • PCNU-PATI

    Expo Pasar Murah MA Assyafi’iyah Talun Diserbu Pengunjung

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    KAYEN – MA Assyafi’iyyah Talun, Kecamatan Kayen sukses menyelenggarakan Ekspo Bazar Madrasah pada Selasa (25/10). Kegiatan ini merupakan Ekspo perdana yang diselenggarakan oleh pihak madrasah.  Menurut sumber yang diterima pcnupati.or.id, agenda ini merupakan  tugas akhir praktikun mata pelajaran Prakarya dan kewirausahaan kelas X sampai XII MA Assyafi’iyyah Talun. Hal ini disampaikan oleh Tatik Kusniah, guru pengampu […]

  • ASN Kemenhaj Pati WFH setiap Jumat, Bagaimana Nasib Pelayanan Haji?

    ASN Kemenhaj Pati WFH setiap Jumat, Bagaimana Nasib Pelayanan Haji?

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.916
    • 0Komentar

      PCNUPati – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pati ikut melaksanakan kebijakan ’work from home’ (WFH) atau bekerja dari rumah setiap hari jumat. Pelayanan pun dialihkan secara online. ​Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Pati, Umi Istianah, menjelaskan kebijakan ini diterapkan usai terbitnya surat edaran dari Menteri Pendayagunaan […]

  • Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    TAYU-Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 1 Tayu menyelenggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Agenda tersebut trlah menjadi program tahunan yang selalu diadakan oleh Rohis SMAN 1 Tayu. Pengurus IPNU-IPPNU Cabang Pati foto bersama Pengurus Rohis SMAN 1 Tayu usai kegiatan Latihan Dadar Kepemimpinan (LDK), Sabtu, (24/8) Dalam LDK tahun ini, Rohis menggandeng Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupatan […]

expand_less