Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

Harlah NU ke-94 adalah momentum strategis untuk membangkitkan spirit kaum muda NU. Sejak dipimpin Gus Dur pada tahun 1984, eskalasi pergerakan kaum muda NU mengagumkan. Gus Dur berhasil mengorbitkan kader-kader muda untuk tampil sebagai pemimpin dan aktivis NU masa depan yang kreatif, inovatif, progresif, dan kompetitif. Pencerahan pemikiran dan aksi-aksi kontroversial Gus Dur mampu membangkitkan semangat anak muda NU untuk bangkit menatap masa depan dengan optimis. Mereka menjadi akrab dengan wacana-wacana kontemporer, baik dari Timur maupun Barat, bacaan mereka tidak terbatas pada kitab kuning yang menjadi jimat kalangan pesantren dan NU, tapi juga buku-buku berbahasa Indonesia, arab, dan inggris yang memperkaya perspektif dan membangkitkan energi perubahan.
Lahirnya sosok Masdar Farid Mas’udi, Said Aqil Siraj, A. Mustafa Bisri, A. Hasyim Muzadi, Imam Aziz, Yahya Tsaquf, Ulil Abshar Abdalla, Abdul Moqsith Ghazali, Syafiq Hasyim, Badriyah Fayumi, Maria Ulfah Anshor, Husein Muhammad, Rumadi, Zuhairi Misrawi, Khamami Zada, Abdul A’la, Imdadun Rahmat, Ahmad Baso, Marzuki Wahid, Alai Najib, Imam Nakhai, dan Malik Madani, tidak lepas dari perjuangan Gus Dur dalam membangkitkan spirit intelektual dan mobilitas organisasi kaum muda sehingga mereka bisa dikenal publik dengan cepat. Kemampuan orasi, menulis, dan aksi Gus Dur betul-betul mampu menggugah tidur panjang NU dalam pertukaran pemikiran modern yang sebelumnya didominasi kalangan modernis. Kini, kader-kader Gus Dur telah memegang estafet kepemimpinan NU untuk meneruskan idealisme Gus Dur dalam menjadikan NU sebagai kekuatan utama civil society yang diperhitungkan oleh seluruh pihak, dalam dan luar negeri.
Harlah NU ke-94 ini harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan kaum muda NU dalam memimpin NU masa depan. Tidak mungkin NU mengalami era kejayaan dan keemasan jika pemimpinnya berwawasan sempit, relasinya terbatas, dan pergerakannya lamban. Kaum muda NU tidak boleh menunggu kader-kader senior mengundurkan diri dalam kompetisi, tapi harus merebut panggung kepemimpinan nasional NU dalam rangka mendinamisir potensi NU ke depan dengan langkah-langkah yang efektif. Saat ini, nama-nama yang muncul ke permukaan hampir semuanya kader-kader senior, seperti Said Aqil Siraj, As’ad Said Ali, A. Mustafa Bisri, A. Hasyim Muzadi, dan Salahuddin Wahid.  Sudah waktunya kader-kader muda di bawahnya, seperti Imam Aziz, Afifuddin Muhajir, Malik Madani, dan Yahya Tsaquf mengambil alih kepemimpinan nasional NU dan berkolaborasi dengan kader-kader senior untuk membawa kejayaan NU, melampaui era Gus Dur. Jika era Gus Dur, pemikir dan aktivis NU belum banyak, sehingga Gus Dur seperti berjuang sendirian dalam membesarkan NU, maka sekarang pemikir dan aktivis NU jumlahnya sangat banyak, baik alumni pesantren, perguruan tinggi dalam dan luar negeri, dan lain-lain, sehingga mereka bisa diajak bersama untuk membesarkan NU. Profesi mereka ada yang menjadi dosen, pengusaha, birokrat, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan lain-lain. Mereka kaya gagasan, tapi belum bisa dimanfaatkan untuk pengembangan NU.
Penulis yakin, kaum muda NU mampu tampil sebagai pemimpin NU masa depan jika mereka mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan mampu melakukan bargaining position yang tinggi dengan kapabilitas yang mereka miliki. Dalam konteks ini, kaum muda NU harus bersatu untuk merebut pucuk pimpinan NU dengan cara-cara elegan dan sportif. Forum terbuka dalam penyampaian visi dan misi pimpinan NU dimanfaatkan oleh kaum muda untuk melakukan sosialisasi gagasan dan pemikiran cemerlang dalam membangun NU di masa depan, baik di bidang penguatan kapasitas lembaga, kemandirian ekonomi warga NU, peningkatan kualitas lembaga pendidikan, menempatkan kader-kader muda terbaik NU ke berbagai instansi pemerintah, maupun bekerjasama dengan berbagai kalangan, dalam dan luar negeri, untuk memperkuat kontribusi NU dalam menyelesaikan problem-problem kemanusiaan global. Mereka perlu membuat profil yang bisa dibaca oleh peserta muktamar sebagai salah satu pertimbangan sebelum memilih seorang pemimpin sehingga diketahui rekam jejak yang bisa dipertanggungjawabkan.
Kebangkitan NU jilid tiga, setelah kebangkitan jilid pertama era Gus Dur dan kebangkitan jilid dua era Said Aqil Siraj dan Masdar F. Mas’udi, akan menjadi kenyataan jika anak-anak muda NU yang kreatif dan kompetitif mampu merebut panggung kepemimpinan nasional NU. Selama ini mereka gamang menghadapi hegemoni kader-kader senior yang ingin mempertahankan status quo. Oleh sebab itu, cita-cita tinggi menjadi pemimpin NU harus diperjuangkan dengan gigih. Namun, jika realitas politik menunjukkan kader-kader muda masih belum mampu merebut pucuk pimpinan, karena kuatnya pengaruh figur senior, maka kader muda harus proaktif membangun kekuatan untuk mendukung figur senior yang akomodatif dan terbuka terhadap kader-kader muda. Figur senior tersebut diharapkan mampu memberikan peran krusial kepada anak-anak muda untuk membangkitkan potensi terpendam NU yang masih belum diberdayakan secara optimal, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi.
Kompleksitas  problem NU tidak bisa diatasi oleh satu dua orang, tapi oleh tim yang kuat, solid, dan profesional. Kaum muda NU mempunyai kompetensi memadai untuk membangun tim pemenang (the winning team) yang akan menjalankan program-program prioritas yang sudah diputuskan dalam muktamar NU ke-33 di Jombang kemarin. Kekayaan ilmu, relasi global, kekuatan finansial, manajemen modern, dan jam terbang yang tinggi, baik dalam maupun luar negeri, menjadi jaminan mutu untuk menggerakkan roda organisasi NU dengan sukses menuju realisasi cita-cita yang diharapkan oleh seluruh warga NU dan bangsa, yaitu kemandirian ekonomi, kemajuan pendidikan, peningkatan pengetahuan dan teknologi, dan penguatan kapasitas kelembagaan secara professional. Jangan sampai kader-kader muda terbaik NU dimarginalkan, karena khawatir menjadi kompetitor. Pikiran negatif seperti ini hanya lahir dari orang-orang yang mentalitasnya rapuh dan akalnya tumpul. Kader-kader muda NU justru harus diorbitkan agar dikenal publik dan difasilitasi untuk membangun masa depan NU yang cemerlang.( Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA Wakil Ketua PCNU Pati, Ketua Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat NU Pati Sumbang Rp 46,7 Juta untuk Panti Asuhan

    Muslimat NU Pati Sumbang Rp 46,7 Juta untuk Panti Asuhan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Penyerahan secara simbolis donasi dana dari PC Muslimat NU Pati kepada pihak Panti Asuhan Darul Hadlonah YKMNU Pati. PATI-Pengurus Cabang Muslimat NU Pati mengucurkan dana sebilai Rp 46.700.000 untuk Panti Asuhan Darul Hadlonah YKMNU Pati. Kagiatan ini dilaksanakan Rabu (15/4) di gedung panti asuhan. Ketua PC Muslimat NU memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tasyakuran […]

  • Hak Perempuan dalam Islam

    Hak Perempuan dalam Islam

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

      Islam adalah agama rohmatan lil’alamin, semuanya sudah ada tata cara dan ketentuan untuk menjadi panduan kita dalam beragama. Ada banyak aspek yang dibahas didalam Islam, salah satunya mengenai perempuan. Saya mencoba mengulas kitab Assittin Al-Adliyyah semampu saya, dan sesuai dengan pemahaman saya. Dalam kitab tersebut terdiri dari 60 hadist yang bisa menjadi rujukan bagaimana […]

  • PCNU - PATI Photo by Tanaphong Toochinda

    Anak Tantrum

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya. Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya […]

  • PCNU-PATI Photo by Alberto Bianchini

    Air

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Air adalah penghidupan. Air untuk hidup dan kehidupan. Air adalah elemen penting dalam sebuah hidup dan kehidupan. Sebab dalam tubuh Saya dan Anda hampir separuh lebih terdiri dari air. Bisa dikatakan apabila jika sangat tergantung pada air. Dan air pula dapat menimbulkan anugrah dan musibah. Tinggal bagaimana saya dan Anda bersikap […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Emergency Couple

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Sejak Faris berubah wujud dari lelaki bersarung menjadi lelaki berdasi, Najiya terus berpikir siapa sebenarnya Faris. Sepertinya Mr. Bunglon itu bukan orang sembarangan. Sejak awal bertemu, ia punya firasat sendiri mengenai lelaki pemilik panti tersebut. Ia punya aroma bangsawan. Wajahnya penuh misteri memendam sekam.  Wajah tirus dengan hidung mancung, bibir berbentuk […]

  • Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Jateng 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Rinciannya

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang, Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., pada Sabtu (10/5/2025). Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Nomor […]

expand_less