Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Islam, Perang dan Perdamaian

Islam, Perang dan Perdamaian

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
  • visibility 11.222
  • comment 0 komentar
Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Perang di Timur Tengah sejak Ramadlan 1447 H. menyita perhatian publik, baik di dunia nyata maupun online. Perang terjadi secara offline dan digital. Isu agama mencuat tajam. Pihak Iran menyebut ini ada perang agama sehingga umat Islam dunia harus mendukung Iran. Sedangkan Amerika lewat Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ini adalah perang melawan Islam.
Bagaimana pandangan Islam ?
Islam dari akar katanya adalah salima, selamat, atau aslama, penyerahan diri atau menebarkan kedamaian. Artinya, Islam adalah agama yang mengajak dan membumikan kedamaian, persaudaraan dan keselamatan, tidak hanya dalam kehidupan dunia, tapi juga akhirat. Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir (jilid 2:194) menjelaskan makna Islam adalah salam (perdamaian), shulh (berdamai), khudhu’ wal inqiyad lillah (patuh, merendah, dan tunduk kepada Allah).
Hadis terkenal adalah: al-muslimuna man salima al-muslimuna min lisanihi wa yadihi (H.R. Bukhari-Muslim). Orang muslim sesungguhnya adalah orang yang mulut dan tangannya tidak membahayakan orang lain. Salah satu bukti kemabruran haji seseorang adalah ifsyaus salam (menyebarkan perdamaian). Ini menunjukkan bahwa Islam menjadikan perdamaian sebagai pondasi yang menjadi akar ajaran agama suci ini.
Oleh sebab itu, persaudaraan, merajut persahabatan, meminimalisir konflik, menggalang persatuan, dan mencari titik persamaan adalah hal-hal yang diajarkan dalam Islam sehingga perdamaian bisa terwujud dengan kokoh. Inilah strategi efektif yang berhasil dilakukan Nabi ketika membangun kota Madinah yang asal penuh konflik dan agitasi berubah menjadi kota yang damai, penuh toleransi, dan berjalan dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Piagam Madinah yang dideklarasikan Nabi mencerminkan visi kebangsaan Nabi yang pluralistik dan demokratis dengan mengedepankan kerja-kerja sosial politik dan menampilkan agama secara ramah, inklusif dan solutif.
Secara relasional, hubungan umat Islam ada yang dengan sesama muslim dan ada yang maupun dengan nonmuslim. Hubungan umat Islam dengan sesama muslim adalah hubungan persaudaraan hakiki, lahir dan batin, saling menghormati, membantu, dan bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan. Sedangkan hubungan dengan nonmuslim adalah hubungan kemanusiaan yang harus saling menghormati dan menolong satu dengan yang lain untuk tujuan kolektif, yaitu membangun peradaban kemanusiaan yang menitikberatkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kedamaian.
Dalam rahim Nahdlatul Ulama, ada pemikiran progresif dari KH. Ahmad Shiddiq, yaitu trilogi ukhuwwah, yang terdiri dari ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan antar sesama warga negara) dan ukhuwwah insaniyyah-basyariyyah (persaudaraan antar sesama manusia lintas negara). Dari penjelasan di atas, sangat jelas bahwa Islam adalah agama yang berbasis perdamaian dan mendorong pemeluknya dalam memperjuangkan perdamaian sepanjang masa.
Perang
Namun mengapa dalam sejarah Islam ada perang ? sejarah membuktikan bahwa Nabi terlibat dalam perang Badar, Uhud, Fathu Makkah, dan lain-lain. M. Quraish Shihab dalam buku Sirah Nabi Muhammad menjelaskan beberapa prinsip perang dalam terdapat dalam Q.S. al-Baqarah 2:190 dan 193.
Pertama, peperangan dilakukan karena Allah, bukan ambisi pribadi dan golongan, bukan untuk meraih keuntungan duniawi yang terlepas dari Ilahi. Kedua, peperangan dibenarkan kepada mereka yang melakukan agresi dan tidak boleh kepada pihak yang cinta damai. Ketiga, dalam peperangan tidak boleh melampaui batas kewajaran. Anak-anak, perempuan dan orangtua tidak boleh dijadikan sasaran. Tidak diperbolehkan juga membumihanguskan lokasi dan lain-lain. Keempat, peperangan berakhir ketika sudah tidak ada penganiayaan dan ketaatan hanya untuk Allah.
Melihat keterangan di atas, maka sangat jelas bahwa basis utama Islam adalah perdamaian. Peperangan diperbolehkan dalam rangka mempertahankan kedaulatan dan menegakkan keadilan. Visi besar Islam inilah yang harus terus dipromosikan supaya dunia penuh dengan pesan-pesan perdamaian, persaudaraan dan kebahagiaan lahir batin.
Maka, perang Amerika Israel dengan Iran sekarang ini harus segera diakhiri. Masing-masing pihak harus kembali ke meja perundingan untuk mencapai kesepakatan damai yang disepakati kedua belah pihak dengan asas keadilan kolektif. Amerika Israel tidak boleh lagi bertindak sepihak dengan melanggar hukum internasional dengan cara-cara yang menyalahi prinsip kemanusiaan dengan membunuh anak-anak. Iran juga harus menyampaikan komitmen total untuk melakukan deeskalasi dengan program nuklir untuk kebutuhan industri, bukan untuk persenjataan. Israel juga harus dinetralisir dari produksi senjata nuklir seperti suara Iran.
Akhirnya, pelajaran sangat berharga dari perang ini adalah tanggungjawab besar umat Islam dunia untuk melakukan optimalisasi potensi dalam rangka mengembangkan kualitas pendidikan, ekonomi, kebudayaan, sosial, dan pertahanan keamanan di tengah kompetisi dunia yang sangat dinamis, kompetitif dan eskalatif.
*Dosen IPMAFA Pati, Wakil Ketua PCNU Pati
  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Online Ulang Tahun Hari Ini

    NU Online Ulang Tahun Hari Ini

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Kiriman kue ulang tahun untuk NU Online dari Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU HongKong JAKARTA-Media massa sangat diperlukan sebaagai corong berita. Seiring berkembangnya zaman, media massa bukan hanya tempat menimba berita, namun juga bisa menjadi tempat yang menyediakan berbagai informasi bahkan hiburan dalam berbagai bentuk. Media cetak juga sudah mulai bertransformasi dalam bentuk yang mengikuti […]

  • PCNU-PATI

    Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Mencermati kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, kita akan mengetahui bahwa penulisannya dilatarbelakangi oleh munculnya gerakan modernisme Islam di Indonesia. Menurut Andrée Feillard (2009:6) kaum modernis membentuk organisasi yang dikenal seperti Muhammadiyyah (1912), Al-Irsyad (1915), dan Persatuan Islam (1923). Gerakan ini menurutnya adalah gerakan kedua yang harus dihadapi kaum muslimin Ahlussunnah […]

  • 49 Tim Ramaikan Lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah, Ini Daftar Pesertanya

    49 Tim Ramaikan Lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah, Ini Daftar Pesertanya

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pendaftaran lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah resmi ditutup. Total peserta 49 tim dari MA/SMA/SMK di Jawa Tengah. SEMARANG- Pendaftaran lomba Reportase dari Sekolah-Madrasah yang diselenggarakan oleh babad.id bekerja sama dengan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi ditutup sejak 30 April 2025 lalu. Ada total 49 tim yang ikut serta dalam adu keterampilan di […]

  • ‎Hanya Ada Di INISNU, Kampus Gelar Nyadran Kampus Hijau

    ‎Hanya Ada Di INISNU, Kampus Gelar Nyadran Kampus Hijau

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.131
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi atau 1 Abad NU, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung bersama keluarga besar Kampus Hijau menggelar Nyadran Kampus Hijau yang dipusatkan di Komplek Masjid Al-Ittihad INISNU Temanggung, Jumat pagi (30/1/2026). ‎ ‎Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika dan lembaga di lingkungan […]

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu maraknya ideologi […]

  • Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Pati. Berdirinya NU tidak bisa lepas dari peran ulama sebagai pendiri, penggerak, dan pengembang organisasi. Kader-kader muda NU harus belajar kepada para ulama NU supaya mampu mengembangkan NU di masa depan. Demikian paparan KH. Abdul Majid, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Trangkil dan Ustadz Muhammad Hambali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dalam acara Orientasi Aswaja […]

expand_less