Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
  • visibility 418
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Jadul Maula

Dewasa ini berbagai tantangan kehidupan kebangsaan kita semakin abstrak, dan kemudian hal itu berdampak nyata berupa absurdnya aktualisasi nilai-nilai kebangsaan kita. Saat ini kita cenderung lebih memuja sesuatu yang verbal, yang hanya berorientasi pada sesuatu yang bersifat material, dan menomorduakan yang substansial dan spiritual.

Lesbumi atau Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia yang merupakan bagian dari lembaga ormas NU memiliki peran strategis dalam upaya mengembalikan spirit dan cara pandang kehidupan berkebangsaan kita. Spirit nasionalisme itu dibangun dengan terlebih dahulu membangun jiwa, baru kemudian badan. “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Upaya strategis Lesbumi untuk mengembalikan kemerdekaan jiwa kebangsaan ini dilakukan dengan cara mengembalikan kegembiraan kultural dan kedaulatan spiritual warga bangsa Indonesia.

Gerakan Kebudayaan ini memiliki landasan teologis yang selama ini dianut oleh warga Nahdlatul Ulama, yakni yang berpijak pada kaidah tawasuth, tawazun dan tasamuh serta amar ma’ruf nahi munkar. Gerakan Kebudayaan yang dikampanyekan Lesbumi ini mencakup upaya-upaya kongkrit untuk mengembalikan spirit kebudayaan ini pada garis fitrahnya. Hidup berkebudayaan adalah jalan hidup yang menjadikan jiwa atau ruh sebagai titik pijak, yang kemudian pemihakannya pada dimensi kehidupan sosial kemasyarakatan. Berpijak pada nilai-nilai suci, berpihak pada kemanusiaan yang hakiki. Lesbumi berkebudayaan “bil jismi wal ruuhi”.

Di sisi yang lain, kehidupan berkebudayaan kita saat ini masih digiring oleh trend, baik secara politik maupun ekonomi serta perkembangan teknologi. Massifnya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi melahirkan transisi nilai yang mengkhawatirkan. Beragam wisdom dan kearifan lokal serta kegembiraan kultural kita seolah dirampas oleh penjajah baru yang datang tidak membawa senjata perang. Nampak jelas pergeseran nilai-nilai dari yang semula berpijak pada acuan luhur, berpindah pada pragmatisme dan sesuatu yang profan, tidak substansial.

Peristiwa resolusi jihad NU tahun 1945 itu secara substansial adalah mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia “bil jismi war ruuhi”, badaniah dan batiniah . Sebuah kesadaran akan kewajiban total bagi setiap individu bangsa untuk berjuang melawan agresi, terutama bagi mereka yang berjarak 70 km dari medan pertempuran di Surabaya. Dus, resolusi jihad itu sampai sekarang belum dicabut.

Karena itu signifikansinya adalah “kewajiban” untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa ini masih terus berlaku.  Dalam konteks ini, gerakan kebudayaan yang diprogramkan Lesbumi adalah bagian dari menjalankan kewajiban jihad mempertahankan jiwa kebangsaan.

*Disampaikan pada kegiatan “Lokakarya Manajemen Organisasi Seni-Budaya” (Kemendikbudristek Bersama Lesbumi PWNU Jawa Tengah)

** Ketua Umum PP Lesbumi PBNU

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

    PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    PATI-Bangsa Indonesia bersiap menyambut pemimpin barunya Minggu (20/10) esok. Pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin akan dilantik di gedung DPR/MPR setelah memenangkan pemilu 17 April 2019 silam. Saalah satu cuplikan video dengan judul “Ketua PCNU Kab.Pati Mendukung plntkn Bp.Jokowi Sebagai Presiden RI,menolak Radikalisme, tindakan Anarkhis” Hiruk pikuk masyarakat dalam menyongsong acara ini telah mewarnai […]

  • PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih mengalami krisis air bersih. Di antaranya Kecamatan Pucakwangi. Melihat kondisi ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati menggandeng agen LPG mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa di wilayah Kecamatan Pucakwangi, yaitu di Desa Plosorejo dan Tanjungsekar, Sabtu (23/9/2023) siang. Masing-masing desa diberikan satu tangki air bersih.  […]

  • PCNU-PATI

    Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Mencermati kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, kita akan mengetahui bahwa penulisannya dilatarbelakangi oleh munculnya gerakan modernisme Islam di Indonesia. Menurut Andrée Feillard (2009:6) kaum modernis membentuk organisasi yang dikenal seperti Muhammadiyyah (1912), Al-Irsyad (1915), dan Persatuan Islam (1923). Gerakan ini menurutnya adalah gerakan kedua yang harus dihadapi kaum muslimin Ahlussunnah […]

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • Rois Syuriah PCNU Temanggung: Rektor INISNU Harus Kuatkan Komitmen Nilai Mabadi’ Khaira Ummah

    Rois Syuriah PCNU Temanggung: Rektor INISNU Harus Kuatkan Komitmen Nilai Mabadi’ Khaira Ummah

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.995
    • 0Komentar

      pcnupati.com Temanggung— Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung, KH. Muhammad Furqon Masyahuri, menegaskan bahwa pemilihan Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung periode 2026–2029 dari kalangan internal merupakan langkah tepat karena lembaga ini telah memiliki banyak kader dan sumber daya manusia yang mumpuni. “Rektor dipilih dari internal karena sudah banyak kader […]

  • Photo by Wolfgang Hasselmann

    Hidup Sederhana Yang Apa Adanya

    • calendar_month Jum, 29 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Tadi malam saat saya mengikuti kegiatan tahlil rutinan, tiba-tiba saya terbesit ingin menulis untuk hari ini tentang kesederhanaan. Hal-hal sederhana yang terkadang dianggap sebelah mata oleh kebanyakan manusia. Landasan saya ingin berbagi cerita hari ini adalah karena orang tua dan keluarga saya. Bapak dan Ibu sejak saya kecil hingga sekarang selalu […]

expand_less