Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
  • visibility 468
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Jadul Maula

Dewasa ini berbagai tantangan kehidupan kebangsaan kita semakin abstrak, dan kemudian hal itu berdampak nyata berupa absurdnya aktualisasi nilai-nilai kebangsaan kita. Saat ini kita cenderung lebih memuja sesuatu yang verbal, yang hanya berorientasi pada sesuatu yang bersifat material, dan menomorduakan yang substansial dan spiritual.

Lesbumi atau Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia yang merupakan bagian dari lembaga ormas NU memiliki peran strategis dalam upaya mengembalikan spirit dan cara pandang kehidupan berkebangsaan kita. Spirit nasionalisme itu dibangun dengan terlebih dahulu membangun jiwa, baru kemudian badan. “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Upaya strategis Lesbumi untuk mengembalikan kemerdekaan jiwa kebangsaan ini dilakukan dengan cara mengembalikan kegembiraan kultural dan kedaulatan spiritual warga bangsa Indonesia.

Gerakan Kebudayaan ini memiliki landasan teologis yang selama ini dianut oleh warga Nahdlatul Ulama, yakni yang berpijak pada kaidah tawasuth, tawazun dan tasamuh serta amar ma’ruf nahi munkar. Gerakan Kebudayaan yang dikampanyekan Lesbumi ini mencakup upaya-upaya kongkrit untuk mengembalikan spirit kebudayaan ini pada garis fitrahnya. Hidup berkebudayaan adalah jalan hidup yang menjadikan jiwa atau ruh sebagai titik pijak, yang kemudian pemihakannya pada dimensi kehidupan sosial kemasyarakatan. Berpijak pada nilai-nilai suci, berpihak pada kemanusiaan yang hakiki. Lesbumi berkebudayaan “bil jismi wal ruuhi”.

Di sisi yang lain, kehidupan berkebudayaan kita saat ini masih digiring oleh trend, baik secara politik maupun ekonomi serta perkembangan teknologi. Massifnya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi melahirkan transisi nilai yang mengkhawatirkan. Beragam wisdom dan kearifan lokal serta kegembiraan kultural kita seolah dirampas oleh penjajah baru yang datang tidak membawa senjata perang. Nampak jelas pergeseran nilai-nilai dari yang semula berpijak pada acuan luhur, berpindah pada pragmatisme dan sesuatu yang profan, tidak substansial.

Peristiwa resolusi jihad NU tahun 1945 itu secara substansial adalah mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia “bil jismi war ruuhi”, badaniah dan batiniah . Sebuah kesadaran akan kewajiban total bagi setiap individu bangsa untuk berjuang melawan agresi, terutama bagi mereka yang berjarak 70 km dari medan pertempuran di Surabaya. Dus, resolusi jihad itu sampai sekarang belum dicabut.

Karena itu signifikansinya adalah “kewajiban” untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa ini masih terus berlaku.  Dalam konteks ini, gerakan kebudayaan yang diprogramkan Lesbumi adalah bagian dari menjalankan kewajiban jihad mempertahankan jiwa kebangsaan.

*Disampaikan pada kegiatan “Lokakarya Manajemen Organisasi Seni-Budaya” (Kemendikbudristek Bersama Lesbumi PWNU Jawa Tengah)

** Ketua Umum PP Lesbumi PBNU

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konfercab IPNU dan IPPNU

    Konfercab IPNU dan IPPNU

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama Kabupaten pati ini menggelar konferensi cabang ke XI  dilaksanakan di SMPNU Karaban. Sabtu 29/04 kemarin. “Kami Mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PC IPNU IPPNU Masa Khidmah 2014-2016 yang sudah melaksanakan segala program kerja dan sudah meluangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk […]

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

  • Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kabar duka kembali menyelimuti NU. Setelah kepergian KH. Maimun Zubair (mustasyar PBNU), datang lagi berita meninggalnya salah satu Ketua PBNU. H. Sulton Fatoni berpulang ke hadirat Allah pada Kamis (8/8) pukul 00.03 WIB dini hari tadi. H. Sulton Fatoni (foto : NU Online) Kepulangannya diiringi tangis pilu keluarga dan kesedihan mendalam bagi NU. Pasalnya belum […]

  • Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

    Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Temanggung – Penetapan Desa Getas sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah disambut positif oleh Kepala Desa Getas, tokoh agama, sesepuh dan tokoh adat Desa Getas. Demikian ini tergambar dari forum sambung rasa lintas agama Desa Getas pada Senin (10/7/2023) kemarin di balai Desa Getas. Hadir pada kegiatan ini […]

  • Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia.  Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya […]

  • PCNU-PATI

    Kemah ‘Arobiyyah, Cara Jitu dalam Mengembangkan Kemampuan Muhadatsah

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Qismu Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah (Qol’ah) Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Pati berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, selenggarakan kegiatan Al-Mukhoyyam Al-‘Aroby Al-Khorijiy atau biasa disebut dengan Kemah Bahasa Arab Eksternal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2022, di kampus IPMAFA. Adapun tujuan […]

expand_less