Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Berkesadaran

Berkesadaran

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
  • visibility 462
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pernahkah kalian merasa bahwa apa yang dilakukan orang tua kita justru malah membuat kita semakin tak bahagia? Meski dalilnya itu didasarkan untuk kebaikan kita? Atau pernahkah kalian merasa terbebani dengan permintaan-permintaan orang tua karena menganggap kita sudah dewasa dan seharusnya bisa mengabulkan segala keinginan tersebut?

Salah satu yang menurut saya beban adalah dengan pertanyaan kapan menikah. Saya sendiri sempat heran. Yang menikah dan menjalaninya siapa, yang grusa-grusu dan ingin cepat-cepat siapa. Bapak, Ibu dan semua keluarga, bahkan teman-teman dan beberapa rekan kerja menginginkan saya untuk segera menikah. Sebenarnya saya pun tak keberatan dengan permintaan itu, namun jika sudah memaksa itu yang saya tak suka.

Mereka selalu memakai alasan tunggu apalagi, usia kita sudah beranjak tua. Nanti kamu kalau tak bisa punya anak gimana. Dan sebagainya. Selalu begitu. Kadang saya sampai merasa risih. Memang, apa yang mereka sampaikan tersebut tak sepenuhnya salah, tetapi mbok ya jangan memaksakan kehendak pribadi terus menerus to.

Jika saya diberikan kesempatan bertanya, apakah posisi saya saat ini menjadi beban untuk mereka? Apakah mereka merasa malu karena masih menampung dan berinteraksi dengan seorang gadis yang tak kunjung menikah, terlebih gadis-gadis seumuran lainnya sudah menikah? Atau apakah mereka bisa menjamin jika menuntut saya untuk segera melepas masa lajang tersebut nantinya akan bisa membuat saya lebih bahagia?

Saya yakin jawabannya tentu tidak. Mereka hanya menempatkan dan memaksa saya untuk memenuhi standarisasi yang telah dibentuk oleh masyarakat tanpa bertanya tentang dan bagaimana kondisi serta keinginan saya. Mereka lebih melihat saya sebagai seorang anak perempuan yang tak bisa apa-apa dan harusnya tunduk saja pada standarisasi tersebut. Mereka tak melihat saya sebagai manusia pada umumnya yang boleh memiliki kesempatan untuk memilih sendiri jalan hidup yang saya inginkan.

Hari ini saya bahagia menikmati perjalanan hidup dengan lebih banyak berlatih berkesadaran. Sebab melalui latihan-latihan tersebut saya merasa tenang, dan menemukan sebuah kebahagiaan. Meski jalan yang saya pilih ini berbeda dari apa yang kebanyakan teman-teman saya lalui, tapi itu nyatanya tak membuat saya putus asa.

Bagi saya hidup berkesadaran tanpa menuntut dan memaksa diri harus sesuai standarisasi masyarakat yang ada adalah bentuk syukur dari apa yang diberikan gusti Allah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI. Ilustrasi THR. Photo by Christian Dubovan on Unsplash.

    THR

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Minggu terakhir menuju hari kemenangan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, pada hati dan nurani juga saya tanyai. Mengapa setiap orang ketika akan datang hari kemenangan setelah satu bulan full di kekang. Selalu sibuk dan ributnya minta ampun, ada yang minta bagi bagi THR, ada pula yang berbagi rejeki, ada pula yang masih berfikir […]

  • PCNU-PATI

    Peristiwa Manikebu Kesastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960 an

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar
  • Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Aksi Banser Satkoryon Wedarijaksa di Air Terjun Rejenu paska ziarah di makam Syeh Syadzili dan melakukan pengibaran bendera di sana WEDARIJAKSA-Tepat tanggal 17 Agustus kemarin Banser Satkoryon Wedarijaksa melakukan perjalanan ke Muria. Tujuan mereka adalah makam Syeh Syadzili.  Kegiatan ini diikuti hampir seluruh anggota Banser Wedarijaksa. Andis Qomarudin, sesepuh Banser terjun sendiri mengawal kegiatan ini.  […]

  • Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhumi Phala Wisata serta Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV untuk periode 2025-2030, Senin (6/10/2025), di Pendopo Jenar Kompleks Kantor Bupati Temanggung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan yang […]

  • Akhir Kepengurusan, LP. Ma'arif Berikan Ma'arif NU Jateng Awards

    Akhir Kepengurusan, LP. Ma’arif Berikan Ma’arif NU Jateng Awards

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

      Semarang – Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023 memberikan penghargaan kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota dalam kegiatan Ma’arif NU Jateng Awards pada Sabtu (9/3/2024). Hadir Ketua dan jajaran pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota se […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

expand_less