Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Zakat sebagai Alternatif Pemberdayaan Umat

Zakat sebagai Alternatif Pemberdayaan Umat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Jan 2024
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagain dari hasil usahamu yang baik-baik dan Sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan mengalihkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji (QS Al-Baqaroh 2:267).

Zakat pada dasarnya merupakan bentuk ibadah yang sudah tidak asing lagi bagi umat Muslim. Karena zakat sendiri merupakan salah satu rukun Islam, sehingga bagi umat Muslim bagi yang mampu wajib mengeluarkan zakat baik zakat profesi dan lebih-lebih adalah zakat fitrah. Namun mengenai zakat profesi, kiranya bisa dikatakan sebagai sesuatu yang masih aneh di telinga umat Muslim.

Bisa jadi istilah ini kalah popular dengan dua bentuk zakat sebelumnya, yakni zakat fitrah yang biasa dilakukan umat Islam ketika menjelang Idul Fitri dan zakat mal yaitu zakat yang difungsikan untuk mensucikan atau membersihkan harta kekayaan.

Meskipun kalah popular, bentuk zakat profesi memiliki kontribusi yang signifikan dalampengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat. khususnya di Indonesia, bukan mustahil kalau zakat profesi ini bisa diwujudkan, negara ini akan jauh lebih maju. Bayangkan saja, umat Muslim yang ada di Indonesia adalah kaum mayoritas dan terbesar di dunia.

Kalau saja setengahnya dari jumlah tersebut memiliki prfesi jelas, artinya yang menghasilkan dan bisa mencukupi diri dan keluarganya, serta mampu menyisihkan sebagain kecil hartanya untuk berbagi dengan orang yang membutuhkannya. Maka, pemerataan kesejahteraan umat bukan sesuatu yang sulit. Dan tentunya kemajuan umat pun akan terjadi di mana-mana.

Namun dari jumlah yang mayoritas itu, kenyataannya umat Muslim masih menjadi minoritas, terutama dalam hal perekonomian. Hal ini menurut hemat penulis ada tiga hal penting yang menjadi penghambat. Pertama, masih terdapat rendahnya kesadaran untuk zakat profesi. Kedua, strategi penyaluran dan pengelolaan zakat profesi yang dinilai masih kurang professional dan proporsional. Ketiga, masih terdapat rendahnya pengetahuan dan informasi terkait dengan macam-macam zakat baik zakat profesi maupun zakat lainnya.

Oleh karena itu, penting sekali memberikan pemahaman dan manfaat zakat kepada para orang yang mampu dan kepada maqsyarakat. Karena tanpa dibeikan pemahaman dan pentingnya pemberian zakat yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan, tentunya akan berdampak sia-sia dan tidak memberikan edukasi kepada masyarakat.

Maka dalam hal ini, mengutip dari Kiai Sahal Mahfudh melalui fiqh sosial, bahwa memberikan zakat tidak harus berbentuk uang, melainkan beliau menekankan pada nilai produktifitasnya kepada masyarakat.

Dalam hal ini, Kiai Sahal memberikan contoh zakat bisa berbentuk barang atau benda yang benar-benar memberikan dampak signifikan kepada masyarakat yang sifatnya kontinyu. Sehingga dari pemberian tersebut, masyarakat akan lebih sejahtera dan berdaya.

Dengan demikian, zakat profesi kalau benar-benar dikelola dengan baik dan sesuai alurnya, tentunya banyak sekali masyarakat yang akan mendapatkan manfaatnya. Misalnya dalam hal ini pemberian zakat digunakan untuk wirausaha, entrepenership, dan bentuk usaha lainnya yang memberikan nilai tambah saban harinya.

Oleh karena itu, zakat profesi selain bisa menjadi win-win solution dalam mengentaskan angka kemiskinan di Indonesia. Dan juga bisa membuka lapangan pekerjaan di Indonesia serta bisa mensejahterakan masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.179
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial”, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Acara yang diikuti para siswa itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • PCNU - PATI Photo by Markus Spiske

    Anak Berkembang, Orang Tua Harus Cemerlang

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Saya berusaha menuntut diri untuk menulis tentang anak-anak secara rutin. Lambat laun menjadi sebuah kesukaan. Bagi saya anak-anak adalah makhluk kecil yang istimewa. Namun seringkali keberadaannya seringkali disepelekan dan dianggap sebagai pelengkap keluarga saja. Bahkan dengan kehadirannya tersebut terkadang membuat kita bertindak sangat dominan atas dirinya dan pilihannya. Meski saat ia belum […]

  • Ilustrasi Branding - PCNU PATI, Photo by Eva Elijas on Pexels

    Branding

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Saban pagi rutinitas harian adalah minum kopi, seseklai membaca buku puisi. Robusta adalah merk kopi rakyat yang sangat di gemari masyarakat. Sebab harganya pas di kantong tak bikin kantong kosong. Selain itu, adalah bentuk perlawanan dengan merk-merk kopi pabrikan. Masyarakat di desa kami lebih menghargai produk-produk tetangga dan saudara dan temannya, ketimbang produk pabrikan. Apabila […]

  • PCNU-PATI

    GP Ansor Adalah Agen Perdamaian

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- WONOSOBO- Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Doglo, Boyolali, Gus Aunullah A’la Al Habib mengutarakan bahwa GP Ansor adalah Agen Perdamaian. Oleh karena itu, pemuda Ansor harus mampu menahan diri untuk tetap fokus pada tujuan meski acapkali diterpa isu dan fitnah pihak-pihak yang ingin memprovokasi. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Aun saat menjadi narasumber dalam talkshow […]

  • PCNU-PATI

    Hasil-Hasil Munas Alim Ulama Konbes NU 2017

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Buku ini merupakan kumpulan Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada pada tanggal 23-25 November 2017 di NusaTenggara Barat. Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama merupakan Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama yang membahas masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah)

expand_less