Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Bukan Boneka

Anak Bukan Boneka

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Des 2022
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sebuah kisah. Tentang pengabdian seorang anak perempuan kepada ibunya. Pengabdian menurut saya sangat berlebihan, hingga membuatnya tak berani bahkan takut untuk bertindak atas pilihannya sendiri.

Awal kisah bermula saat anak ini masih duduk di bangku SMA. Ia dipaksa untuk menikah oleh sang ibu dengan laki-laki yang telah dipilihkan. Ia sama sekali tak menolak, apalagi membela haknya yang masih menyandang gelar seorang siswa. Ia hanya tunduk pada perintah ibunya.

Alhasil menikahlah mereka berdua, dan tinggal satu atap dengan sang ibu. Suatu ketika dia yang kini telah menyandang status sebagai seorang istri, diajak suaminya untuk pergi keluar. Kalau bahasa gaulnya sekarang, quality time. Mereka pulang agak larut. Dan sesampainya dirumah, sang ibu marah besar. Barangkali ibunya telah lupa bahwa anaknya sudah menikah dengan laki-laki tersebut. Atau bisa jadi karena alasan lain.

Laki-laki yang telah menjadi menantunya itu masih menjajaki dunia pekerjaan sehingga ekonomi masih belum stabil. Dan karena pertengkaran hebat malam itu, hubungan si anak perempuan dengan suaminya mulai renggang. Hingga pada saat itu suami memutuskan untuk pergi merantau. Sedangkan si anak perempuan tak diajaknya karena masih harus sekolah.

Selama suami ditempat perantauan, ia tak henti-hentinya memberikan kabar kepada istrinya. Namun yang dia dapat malah justru penghindaran. Istrinya menghindar dan tak bisa dihubungi. Hingga akhirnya suami meminta bantuan kepada salah satu teman istrinya untuk menyampaikan sebuah pesan kerinduan.

Bukan balasan menyenangkan yang ia dapatkan. Justru malah pengkambinghitaman dari ibu mertuanya. Ia dituduh berselingkuh dengan teman yang menyampaikan pesan tersebut kepada istrinya. Akhirnya si ibu meminta untuk anaknya bercerai dengan suaminya, di usia pernikahan yang baru menginjak tiga tahun tersebut.

Ini bukan dongeng atau kisah yang fiktif. Ini nyata dan terjadi di kota tempat saya dilahirkan. Miris mendengarnya. Saya sempat bertanya kepada seseorang yang berbagi kisah tersebut. Mengapa bisa terjadi seperti itu. Mengapa si ibu ikut andil dalam urusan rumah tangga anaknya. Bukankah pernikahan itu terjadi atas kehendaknya sendiri. Mengapa seegois itu?

Saya percaya jika setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun jika keinginan itu dilakukan dengan penuh paksaan dan keegoisan, hal itu seharusnya dihindari. Anak pun boleh menentukan apa yang mereka mau. Mereka punya kebebasan. Mereka berhak menentukan jalan mana yang ia pilih tanpa harus mendapatkan intervensi dari pihak manapun, termasuk ibunya.

Hak untuk meraih pendidikan, hak untuk berpendapat dan hak untuk memilih pasangan adalah beberapa dari sekian banyak hak yang dimiliki setiap manusia. Semoga kisah tadi dapat memberikan pelajaran, dan terimakasih sudah membaca.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

    Meneledani Spirit Kisah Pengorbanan Nabi Ibrahim

    • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS: Ash-Shaffat:102).  Idul Adha merupakan momen di mana umat Islam […]

  • Kurban di PB PMII

    Kurban di PB PMII

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Suasana malam takbiran di salah satu sudut Kantor PB PMII JAKARTA-Hari raya Idul Adha menjadi biasanya menjadi momen membahagiakan bagi umat islam. Datangnya pandemi tidak menghalangi keinginan untuk berbagi. Senin (19/7) tiga ekor sapi tampak berdiri gagah di depan kantor PB PMII di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Para pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam […]

  • Pendidikan Responsif Gender

    Pendidikan Responsif Gender

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

     Oleh : Sulistiani* Gender merupakan perlabelan atas laki-laki dan perempuan. Kontruksi ini tidak lagi membedakan laki-laki dan perempuan atas perbedaan seks yang dimiliki. Secara mendasar gender berbeda dari jenis kelamin biologis. Jenis kelamin biologis merupakan pemberian, kita dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan. Seperti halnya yang di kemukakan Hartian Silawati dalam buku Gender & […]

  • Malam Ini, Tiga Habib Satu Panggung

    Malam Ini, Tiga Habib Satu Panggung

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    GEMBONG-Maulid Nabi menjadi salah satu ajang bersuka cita bagi sebagian kaum muslimin. Kesemarakan dalam menyambut hari kelahiran junjungan Nabi Agung Muhammad menggema di mana-mana. Robi’ul Awwal yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum emas bagi umat untuk meluapkan kecintaan kepada bagindanya tersebut. Di Kabupaten Pati, hampir seluruh masjid dan mushollah menggelar acara […]

  • Torehkan Prestasi Sebagai Madrasah Teraktif Literasi Nasional

    Torehkan Prestasi Sebagai Madrasah Teraktif Literasi Nasional

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Salah satu madrasah yakni MAN 1 Pati berhasil torehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Sekolah Teraktif Literasi tingkat Nasional. Penghargaan diterima di Bantul Yogyakarta pada akhir pekan lalu (26/1/2025) oleh penyelenggara Komunitas Yuk Menulis (KYM). PRedikat sekolah teraktif literasi diperoleh setelah menyisihkan sebanyak 34 sekolah yang berhasil masuk nominator dari berbagai […]

  • Sambut Lebaran, Satkorcab Banser Pati Buka Posko Mudik

    Sambut Lebaran, Satkorcab Banser Pati Buka Posko Mudik

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Pati membuka Posko Mudik menjelang Lebaran, Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Komandan Satkorcab Banser, Ashadi menginstruksikan jajaran Komandan Satkoryon untuk melakukan piket shift pagi dan malam untuk menjaga kegiatan posko mudik yang bertempat di Area Masjid Al-Aqsha Sunan Ngerang, Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana tersebut. Layanan Posko […]

expand_less