Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Bukan Boneka

Anak Bukan Boneka

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Des 2022
  • visibility 429
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sebuah kisah. Tentang pengabdian seorang anak perempuan kepada ibunya. Pengabdian menurut saya sangat berlebihan, hingga membuatnya tak berani bahkan takut untuk bertindak atas pilihannya sendiri.

Awal kisah bermula saat anak ini masih duduk di bangku SMA. Ia dipaksa untuk menikah oleh sang ibu dengan laki-laki yang telah dipilihkan. Ia sama sekali tak menolak, apalagi membela haknya yang masih menyandang gelar seorang siswa. Ia hanya tunduk pada perintah ibunya.

Alhasil menikahlah mereka berdua, dan tinggal satu atap dengan sang ibu. Suatu ketika dia yang kini telah menyandang status sebagai seorang istri, diajak suaminya untuk pergi keluar. Kalau bahasa gaulnya sekarang, quality time. Mereka pulang agak larut. Dan sesampainya dirumah, sang ibu marah besar. Barangkali ibunya telah lupa bahwa anaknya sudah menikah dengan laki-laki tersebut. Atau bisa jadi karena alasan lain.

Laki-laki yang telah menjadi menantunya itu masih menjajaki dunia pekerjaan sehingga ekonomi masih belum stabil. Dan karena pertengkaran hebat malam itu, hubungan si anak perempuan dengan suaminya mulai renggang. Hingga pada saat itu suami memutuskan untuk pergi merantau. Sedangkan si anak perempuan tak diajaknya karena masih harus sekolah.

Selama suami ditempat perantauan, ia tak henti-hentinya memberikan kabar kepada istrinya. Namun yang dia dapat malah justru penghindaran. Istrinya menghindar dan tak bisa dihubungi. Hingga akhirnya suami meminta bantuan kepada salah satu teman istrinya untuk menyampaikan sebuah pesan kerinduan.

Bukan balasan menyenangkan yang ia dapatkan. Justru malah pengkambinghitaman dari ibu mertuanya. Ia dituduh berselingkuh dengan teman yang menyampaikan pesan tersebut kepada istrinya. Akhirnya si ibu meminta untuk anaknya bercerai dengan suaminya, di usia pernikahan yang baru menginjak tiga tahun tersebut.

Ini bukan dongeng atau kisah yang fiktif. Ini nyata dan terjadi di kota tempat saya dilahirkan. Miris mendengarnya. Saya sempat bertanya kepada seseorang yang berbagi kisah tersebut. Mengapa bisa terjadi seperti itu. Mengapa si ibu ikut andil dalam urusan rumah tangga anaknya. Bukankah pernikahan itu terjadi atas kehendaknya sendiri. Mengapa seegois itu?

Saya percaya jika setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun jika keinginan itu dilakukan dengan penuh paksaan dan keegoisan, hal itu seharusnya dihindari. Anak pun boleh menentukan apa yang mereka mau. Mereka punya kebebasan. Mereka berhak menentukan jalan mana yang ia pilih tanpa harus mendapatkan intervensi dari pihak manapun, termasuk ibunya.

Hak untuk meraih pendidikan, hak untuk berpendapat dan hak untuk memilih pasangan adalah beberapa dari sekian banyak hak yang dimiliki setiap manusia. Semoga kisah tadi dapat memberikan pelajaran, dan terimakasih sudah membaca.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    LAZISNU Pati, Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangsumber, Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Senin (1/11) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Winong selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari […]

  • PCNU-PATI

    Sedang Tuhan Pun Cemburu

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Sedang Tuhan pun Cemburu adalah sekumpulan esai-esai yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan. Mulai dari kritik-kritik sosial seperti permasalahan narkotika dan seks ; politik seperti korupsi yang merajalela *rupanya korupsi memang sudah menjamur sejak dulu hiks* ; agama tentang seni islami dan dakwah ; sampai budaya di bahas di sini. Semuanya ditulis secara bernas oleh […]

  • Tunjangan Hari Ramadan vs Tunjangan Hari Raya

    Tunjangan Hari Ramadan vs Tunjangan Hari Raya

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Dalam konteks Indonesia, Ramadan menjadi momen yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Artinya, tidak sekadar berpuasa dan beribadah, tetapi juga karena adanya berbagai tradisi yang menyertainya, termasuk Tunjangan Hari Ramadan (THR) dan Tunjangan Hari Raya (THR). Singkatan sama, tapi kepanjangannya berbeda. Kok isa ya? Namun mengapa kita hanya fokus pada Tunjangan Hari Raya? […]

  • Pelantikan Kepala MTs Ma'arif Sapuran, LP Ma'arif NU Wonosobo Tekankan Lima Amanah Kepemimpinan Nahdliyah

    Pelantikan Kepala MTs Ma’arif Sapuran, LP Ma’arif NU Wonosobo Tekankan Lima Amanah Kepemimpinan Nahdliyah

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.651
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Suasana penuh khidmat menyelimuti aula MTs Ma’arif Sapuran pada Sabtu (1/8/2026) saat digelar pelantikan Kepala MTs Ma’arif Sapuran. Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi menerima estafet kepemimpinan dari Arif Muchtar, S.E. yang telah mengabdikan diri sebagai kepala madrasah selama dua periode atau delapan tahun. Hadir dalam acara tersebut Rois Syuriah MWCNU […]

  • Buka Diklat Kamad Ma'arif Jateng, Prof. Ali Ramdhani Analogikan Pemimpin Sebagai Jantung

    Buka Diklat Kamad Ma’arif Jateng, Prof. Ali Ramdhani Analogikan Pemimpin Sebagai Jantung

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang* – Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T. menganalogikan pemimpin sebagai organ jantung dalam tubuh, hal tersebut ia sampaikan saat membuka Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Banyumanik, Senin (10/3/2025). Menurutnya, organ […]

  • Kurban di PB PMII

    Kurban di PB PMII

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Suasana malam takbiran di salah satu sudut Kantor PB PMII JAKARTA-Hari raya Idul Adha menjadi biasanya menjadi momen membahagiakan bagi umat islam. Datangnya pandemi tidak menghalangi keinginan untuk berbagi. Senin (19/7) tiga ekor sapi tampak berdiri gagah di depan kantor PB PMII di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Para pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam […]

expand_less