Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ya Tradisi, Ya Sholawat Nabi

Ya Tradisi, Ya Sholawat Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
  • visibility 291
  • comment 0 komentar

Oleh : Laily N A

Sebagai warga negara baik, kita perlu melestarikan budaya yang ada. Istilah jawanya “nguri-nguri budaya”, merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaga warisan leluhur Jawa dikemas dalam bentuk tata cara, nilai-nilai atau selebrasi Jawa. Salah satunya yaitu tradisi sedekah bumi. Sedekah bumi adalah dua kata yang tak asing ditelinga para masyarakat Jawa, khususnya masyarakat Pati.

Tradisi sedekah bumi diadakan setiap setahun sekali adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt atas anugerah yang diberikan melalui hasil panen bumi yang melimpah, bumi subur dan indah. Kali ini tradisi sedekah bumi menampilkan beberapa pagelaran, ketoprak Tepos Kuncoro dan ospek community bersama “New Bintang Yenila”.

Warga berbondong-bondong untuk memeriahkan dan menikmati tasyakuran sedekah bumi ini desa Kedalon, Margomulyo Juwana Pati. Selain ramai para penonton, juga diramaikan oleh para penjual sekaligus wahana permainan anak-anak.

Sementara itu, acara sedekah bumi ini ditutup dengan pengajian umum dan dikemas dengan bersholawat bersama Sayyid Syauqi Bilfaqih dari Jepara dan diiringi oleh rebana Nurist (Nurul Istiqomah) dari Kedalon Margomulyo.

“Segemuk-gemuk ikan pasti ada durinya dan sekurus-kurusnya ikan pasti ada dagingnya”, tutur KH. Samu’in Wage, M.Pd.I dalam mauidhoh hasanahnya.

“Sebaik-baiknya manusia pasti ada kurangnya, dan sejelek-jeleknya manusia pasti ada kebaikannya”, lanjutnya lagi.

“Jika ada anak nakal, maka yang disalahkan siapa?,” tanya beliau kepada para jama’ah yang hadir.

“Bapak e, Yi,” serentak ibu-ibu menjawab dengan suara lantang.

Kyai Samu’in pun menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum.

“Al ummu madrasatul ula. Karena ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Sepiro sholih e anak, sepiro sholihah e ibu (Seberapa sholihahnya seorang ibu maka di situlah yang menentukan sholihnya seorang anak),” jelasnya dengan tegas. 

Kemudian, “Jika kamu bersholawat, maka Nabi Muhammad SAW akan memberi syafaa’t. Jika kamu bersholawat, maka niat dan do’a akan diijabah oleh Allah,” imbuhnya diakhir sebelum ditutup dengan do’a.

Ya tradisi, ya sholawat Nabi. Karena kita bukan siapa-siapa dan akan celaka jika tak mendapat syafa’at Nabi. Beliau juga ngendikan bahwasanya dengan adanya kegiatan ini mengandung nilai-nilai positif, selain melestarikan tradisi budaya kita, juga mampu mengangkat perputaran ekonomi masyarakat.

Maka dari itu kita perlu melestarikan tradisi dan memperbanyak sholawat Nabi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • brown wooden book shelves in library

    Urgensi Dokumentasi Dalam Mengungkap Fakta Sejarah

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    oleh: Isyrokh Fuaidi pcnupati.or.id – Pengetahuan tentang sejarah tokoh atau peristiwa, meski sebagian mengalami distorsi dan kesalahan dalam pengungkapan yang dihadirkan kepada masyarakat, tetap bermanfaat dan dibutuhkan untuk menjadi pintu masuk memahami perjalanan peradaban manusia dan berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas suatu masyarakat. Sayangnya di Indonesia, tidak semua informasi penting yang menjadi bagian sejarah […]

  • KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    GEMBONG-Kabar duka menyelimuti Kecamatan Gembong. Pasalnya, salah satu ulama kharismatik dari Kecamatan yang berada di Lereng Muria tersebut berpulang Sabtu (9/10) sore. Potret KH. Arwan Kholil (peci putih) saat pemilu 2019 Dialah K.H. Arwan Kholil, pengasuh Ponpes Darul Hikmah, Gembong. Di usia yang belum tergolong sepuh (56 tahun), ulama ahli fikih tersebut harus kembali ke […]

  • QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) sesungguhnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses perkembangan pendidikan terutama pendidikan Islam. Pada dasarnya sejarah pergerakan NU itu sendiri merupakan gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.[1]Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, majlis ta’lim, diniyah atau madrasah yang menjadi basis kultural NU dapat menjadi indikasi gerakan […]

  • PCNU-PATI

    Bumi

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Seli merupakan sahabat sekaligus teman semeja Raib. Suatu hari, seli bertabrakan dengan Ali si Biang kerok, mereka bertengkar dan Raib dapat membereskan pertengkaran kecil itu. Saat pelajaran miss keriting alias miss selena, Raib dan Ali di hukum. Mereka tidak boleh mengikuti pelajaran matematika kala itu karena mereka tidak mengumpulkan tugas. Raib menutup wajahnya dan mengintip […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 2

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Nga-ngapunten, Bu Nyai. Maaf, ini santri baru, Bu Nyai. Tolong dimaafkan. Biar nanti saya yang beri hukuman,” ucap lelaki berkacamata terbata—santri senior yang bertugas sebagai pengawas kelompok. Jika tidak salah dengar tadi namanya Kang Awan. Ya, Kang Awan. Dari suaranya, kentara sekali jika dia sedang menahan ketakutan. Sangat berbanding terbalik dengan sikap […]

  • PCNU - PATI

    Sepotong Hati yang Baru

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Banyak sekali diksi yang bisa gue resap di banyak cerpennya yang walau pun mengangkat tema romance, tetapi rasa dari setiap cerpennya begitu berbeda. Di cerpen pertama, romance yang ditawarkan begitu masa kini, tentang anak muda belia yang begitu GR dengan seorang laki laki yang ternyata hanya menebar pesona yang disalah artikan saja. Endingnya, si cewek […]

expand_less