Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ya Tradisi, Ya Sholawat Nabi

Ya Tradisi, Ya Sholawat Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
  • visibility 302
  • comment 0 komentar

Oleh : Laily N A

Sebagai warga negara baik, kita perlu melestarikan budaya yang ada. Istilah jawanya “nguri-nguri budaya”, merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaga warisan leluhur Jawa dikemas dalam bentuk tata cara, nilai-nilai atau selebrasi Jawa. Salah satunya yaitu tradisi sedekah bumi. Sedekah bumi adalah dua kata yang tak asing ditelinga para masyarakat Jawa, khususnya masyarakat Pati.

Tradisi sedekah bumi diadakan setiap setahun sekali adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt atas anugerah yang diberikan melalui hasil panen bumi yang melimpah, bumi subur dan indah. Kali ini tradisi sedekah bumi menampilkan beberapa pagelaran, ketoprak Tepos Kuncoro dan ospek community bersama “New Bintang Yenila”.

Warga berbondong-bondong untuk memeriahkan dan menikmati tasyakuran sedekah bumi ini desa Kedalon, Margomulyo Juwana Pati. Selain ramai para penonton, juga diramaikan oleh para penjual sekaligus wahana permainan anak-anak.

Sementara itu, acara sedekah bumi ini ditutup dengan pengajian umum dan dikemas dengan bersholawat bersama Sayyid Syauqi Bilfaqih dari Jepara dan diiringi oleh rebana Nurist (Nurul Istiqomah) dari Kedalon Margomulyo.

“Segemuk-gemuk ikan pasti ada durinya dan sekurus-kurusnya ikan pasti ada dagingnya”, tutur KH. Samu’in Wage, M.Pd.I dalam mauidhoh hasanahnya.

“Sebaik-baiknya manusia pasti ada kurangnya, dan sejelek-jeleknya manusia pasti ada kebaikannya”, lanjutnya lagi.

“Jika ada anak nakal, maka yang disalahkan siapa?,” tanya beliau kepada para jama’ah yang hadir.

“Bapak e, Yi,” serentak ibu-ibu menjawab dengan suara lantang.

Kyai Samu’in pun menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum.

“Al ummu madrasatul ula. Karena ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Sepiro sholih e anak, sepiro sholihah e ibu (Seberapa sholihahnya seorang ibu maka di situlah yang menentukan sholihnya seorang anak),” jelasnya dengan tegas. 

Kemudian, “Jika kamu bersholawat, maka Nabi Muhammad SAW akan memberi syafaa’t. Jika kamu bersholawat, maka niat dan do’a akan diijabah oleh Allah,” imbuhnya diakhir sebelum ditutup dengan do’a.

Ya tradisi, ya sholawat Nabi. Karena kita bukan siapa-siapa dan akan celaka jika tak mendapat syafa’at Nabi. Beliau juga ngendikan bahwasanya dengan adanya kegiatan ini mengandung nilai-nilai positif, selain melestarikan tradisi budaya kita, juga mampu mengangkat perputaran ekonomi masyarakat.

Maka dari itu kita perlu melestarikan tradisi dan memperbanyak sholawat Nabi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Definisi Aswaja

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Dalam dekade terakhir ini, keberadaan beberapa tokoh dan lembagakeagamaan dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.Terlebih lagi dalam kasus kontroversi aliran Ahmadiyah yang hampirbrsamaan dengan krisis politik dan implikasi sosial yang ditimbulkannya.Memang bukan wacana baru dalam konteks kehidupan sosial keagamaandi Indonesia. Namun keberadaan aliran sesat ini mampu menarikperhatian semua kalangan. Fenomena perkembagan alian-alirankeagamaan tidak lagi bisa […]

  • SAKO Pramuka Pandu Ma'arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.171
    • 0Komentar

      Kota Semarang – Malam hari di bawah langit mendung Bumi Perkemahan Candra Birawa Kwartir Daerah Jawa Tengah, terdengar dengan lantang ketua sangga putra kontingen dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara memimpin penyajian yel-yel. Mereka memasuki kawasan bumi perkemahan dengan semangat dan penuh energi. Gerimis tidak mampu mematahkan semangat para peserta kegiatan Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan, […]

  • Sehari Dua Agenda, Mulai Koin NU Hingga Sosialisasi UU PKDRT

    Sehari Dua Agenda, Mulai Koin NU Hingga Sosialisasi UU PKDRT

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    WINONG-Sosialisasi koin NU masih Gencar dilaksanakan oleh Lazisnu dan PCNU Pati. Minggu (19/1) Kemarin sosialisasi ini diadakan di Kecamatan Winong. Pesertanya beragam, mulai pengurus MWC, Ranting hingga Banom. Pengurus Banom yang paling banyak berasal dari para pengurus Fatayat NU Winong. Pengurus Cabang NU Pati bersama PC Fatayat NU dan PAC Fatayat NU Winong usai sosialisasi […]

  • PR Fatayat NU Desa Gembong Terbentuk, PAC : Kami Marathon

    PR Fatayat NU Desa Gembong Terbentuk, PAC : Kami Marathon

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    KH. Masruhin, menyaksikan penyerahan amanah jabatan Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Gembong oleh ketua PAC Fatayat NU Gembong, Munfarichah (tengah) kepada Yeni Munifah GEMBONG – Setelah sekian lama vakum, Fatayat NU Ranting Desa Gembong resmi dibentuk pada Sabtu (12/3) kemarin. Peristiwa bersejarah tersebut dilaksanakan di Gedung MWC NU, Jalan Raya Gembong-Colo, Km. 1, Gembong.  KH. […]

  • Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    Perjalanan Spiritual Ustadz Hanan Attaki: Menemukan Mursyid di NU

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Ustadz Hanan Attaki menyatakan resmi menjadi warga NU di bawah baiat Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar. Kejadian yang cukup menghebohkan dunia maya tersebut berlangsung pada Kamis (11/5) di Ponpes Sabilurrosyad, Malang. Proses baiat ini disaksikan ribuan santri Sabilurrosyad dan juga beberapa kiai yang hadir, seperti Gus Nadirsyah Hosen dan KH. Anwar Zahid. […]

  • Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan […]

expand_less