Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tipologi Kiai di Masyarakat

Tipologi Kiai di Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
  • visibility 440
  • comment 0 komentar

Tipologi Kiai di Masyarakat

Oleh : Siswanto, M A

Istilah kiai pada umumnya digunakan masyarakat untuk menyebutkan orang lain yang dinilai memiliki keilmuan dan dianggap pintar oleh masyarakat di kampung halamannya. Istilah kiai juga pada umumnya mengkrucut pada sosok yang dianggap alim dan memiliki pesantren, ahli kitab, serta memiliki ketertarikan pada kajian tradisional Islam di masyarakat.

Sedangkan pemakaian istilah kiai sendiri di Indonesia hanya khas berlaku dalam kultur masyarakat Jawa. Sementara di daerah lain, istilah kiai memiliki arti yang berbeda-beda panggilannya, misalnya ajengan untuk masyarakat Sunda, bendere untuk masyarakat Madura, buya untuk masyarakat Sumatera, dan topanrita untuk masyarakat Sulawesi.

Dengan demikian istilah kiai, ajengan, dan buya merupakan istilah lokal yang ada di masing-masing daerah. Akan tetapi secara terminologi istilah tersebut merupakan istilah sama dengan istilah lain yang tersebar di pelbagai daerah.

Dalam khazanah intelektual masyarakat jawa, istilah kiai diidentikan  dengan ulama. Padahal pengertian ulama sendiri merupakan memiliki makna yang lebih luas cakupannya, yakni orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan tidak ada pembatasan maupun spesialisasi tertentu, sehingga sebutan ulama memiliki makna yang luas dan global.

Sementara kiai sendiri kerap hanya dipersepsikan sebagai orang yang menguasai kajian kitab kuning dan komitmen dengan keilmuan keislaman plus dalam pengalamannya disertai dengan kharismatiknya. Oleh karena itu, istilah kiai dan ulama pada umumnya di masyarakat dimaknai sama, yakni orang yang dianggap mampu dan bisa membimbing masyarakat menuju jalan yang lebih terang dan benar.

Dalam realitas sosial, kiai sebagai tokoh agama di masyarakat menduduki posisi ganda, yaitu selaku pemimpin spiritual, pelayan masyarakat maupun juga sebagai aktivis dalam dunia politik. Maka, dalam kajian sosiologis, tokoh spiritual semacamituselalu muncul dalamagama apapun yang dipeluk oleh masyarakat. Dalam kajian-kajiantentang kehidupan masyarakat mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling modern sekalipun, selalu dikenal religi, yaitu gejala penyembuhan dan pengobatan pada yang ghaib. Fenomena ini dapar disematkan sebagai bukti, bahwa kiai di masyarakat selain pahamilmu agama juga ilmu spiritual.

Oleh karena itu,istilah kiai sendiri dari pelbagai perspektif memiliki banyak makna. Hal ini sebagaimana dituturkan Gus Dur di NU online ada empat kategori kiai.

Pertama, Pertama, kiai tandur. Kiai jenis ini mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan mendidik murid-murid di pesantrennya, serta memimpin komunitas di musala atau majelis taklim.

Kedua, kiai sembur, yang disebut di kalangan pesantren sebagai “ahli suwuk” atau “ahli dalam semua jenis doa”, memiliki fokus pada dunia spiritual dan pengobatan.

Ketiga, kiai tutur. Berbicara dari satu tempat ke tempat lain adalah sesuatu yang menarik bagi kiai jenis ini. Berhubungan dengan banyak orang, termasuk artis dan pejabat. Gus Dur mengatakan bahwa kiai yang pandai membuat proposal dan sering nongkrong di kantor pejabat termasuk dalam kategori ini.

Keempat, seorang kiai catur. Kiai jenis ini sangat menyukai politik dan kekuasaan. Dalam kasus seperti ini, Gus Dur mengaku sebagai kiai.

Dari keempat jenis istilah kiai di atas, Gus Dur berpendapat bahwa keempat jenis kiai itu harus bertanggung jawab satu sama lain, bukan saling menyalahkan atau menjelek-jelekkan. Kedua jenis kiai, kiai tandur dan kiai sembur, harus tinggal di komunitas untuk mempertahankan keyakinan mereka. Mereka bertanggung jawab atas NU di wilayah itu, sementara dua kelompok kiai lainnya, kiai tutur dan kiai catur, bertanggung jawab atas NU di tingkat kebijakan.

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permudah Akses Literasi, IPNU-IPPNU Pati Luncurkan Perpustakaan Online

    Permudah Akses Literasi, IPNU-IPPNU Pati Luncurkan Perpustakaan Online

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    PATI-Pemuda memang selalu identik dengan gagasan gemilang untuk masa depan. pemikiran yang masih jernih serta wawasan tekhnologi yang mumpuni, membuat mereka selalu memiliki pemikiran yang lebih maju dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. IPNU-IPPNU Pati, sebagai pelopor pelajar NU, baru-baru ini melakukan gebrakan di bidang jurnalistik dan multimedia. Sebagai pelopor pemuda di Kabupaten Pati, sepasang organisasi Banom […]

  • PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – PC PMII Pati bersama PMII Komisariat Syekh Mutamakkin IPMAFA, PMII Komisariat Joyo Kesumo STAIP dan KSEI STIEF hari ini (Sabtu, 27/02) menggelar bakti sosial dengan memberikan paket sembako kepada masyarakat desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti yang terdampak banjir. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, PMII menyalurkan 100 paket sembako yang berupa beras 2,5 Kg, gula pasir […]

  • Peringati HSN, Banom NU Se Gunungwungkal Gelar Istighosah

    Peringati HSN, Banom NU Se Gunungwungkal Gelar Istighosah

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL – Banom NU se-Kecamatan Gunungwungkal berkolaborasi adakan istighotsah dan tausiyah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Jum’at (22/10/2021)  Acara bertempat di kediaman KH. Muadz Thohir, Dukuh Karanganyar, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal dan berlangsung pada pukul 07.00 – 11.30 WIB.  Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional, acara tersebut bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar banom NU […]

  • UPZIS Winong Setorkan 5% dari Rp 82 Juta kepada Lazisnu Cabang

    UPZIS Winong Setorkan 5% dari Rp 82 Juta kepada Lazisnu Cabang

    • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Zainul Wafa, manager UPZIS Kecamatan Winong (kiri) memperlihatkan bukti serah terima setoran UPZIS Kecamatan Winong kepada PC Lazisnu Pati, Senin (26/7). PATI-Upzis (Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqoh) Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong Menyetor koin 5% bulan Juni 2021 di kantor PC Lazisnu Pati, senin (26/7). Setoran ini merupakan hajat rutin bulanan yang diserahkan UPZIS Kecamatan […]

  • PCNU-PATI Photo by Marcel Strauß

    Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai […]

  • Pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Kec Sukolilo

    Pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Kec Sukolilo

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Bertempat di gedung IPHI Sukolilo Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama melaksanakan pelantikan terhadap Pengurus MWC NU masa khitmad 2015-2020,Jumat  8 Januari 2015 kemarin.             “Saya mengharapkan dengan pergantian kepengurusan yang baru ini, mampu membawa dan mengamalkan ajaran ahlussunah waljama’ah di Kecamatan Sukolilo secara khusus dan kab Pati secara umum. Bukan hanya itu saja berjuang di Nahdlatul […]

expand_less