Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tipologi Kiai di Masyarakat

Tipologi Kiai di Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
  • visibility 369
  • comment 0 komentar

Tipologi Kiai di Masyarakat

Oleh : Siswanto, M A

Istilah kiai pada umumnya digunakan masyarakat untuk menyebutkan orang lain yang dinilai memiliki keilmuan dan dianggap pintar oleh masyarakat di kampung halamannya. Istilah kiai juga pada umumnya mengkrucut pada sosok yang dianggap alim dan memiliki pesantren, ahli kitab, serta memiliki ketertarikan pada kajian tradisional Islam di masyarakat.

Sedangkan pemakaian istilah kiai sendiri di Indonesia hanya khas berlaku dalam kultur masyarakat Jawa. Sementara di daerah lain, istilah kiai memiliki arti yang berbeda-beda panggilannya, misalnya ajengan untuk masyarakat Sunda, bendere untuk masyarakat Madura, buya untuk masyarakat Sumatera, dan topanrita untuk masyarakat Sulawesi.

Dengan demikian istilah kiai, ajengan, dan buya merupakan istilah lokal yang ada di masing-masing daerah. Akan tetapi secara terminologi istilah tersebut merupakan istilah sama dengan istilah lain yang tersebar di pelbagai daerah.

Dalam khazanah intelektual masyarakat jawa, istilah kiai diidentikan  dengan ulama. Padahal pengertian ulama sendiri merupakan memiliki makna yang lebih luas cakupannya, yakni orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan tidak ada pembatasan maupun spesialisasi tertentu, sehingga sebutan ulama memiliki makna yang luas dan global.

Sementara kiai sendiri kerap hanya dipersepsikan sebagai orang yang menguasai kajian kitab kuning dan komitmen dengan keilmuan keislaman plus dalam pengalamannya disertai dengan kharismatiknya. Oleh karena itu, istilah kiai dan ulama pada umumnya di masyarakat dimaknai sama, yakni orang yang dianggap mampu dan bisa membimbing masyarakat menuju jalan yang lebih terang dan benar.

Dalam realitas sosial, kiai sebagai tokoh agama di masyarakat menduduki posisi ganda, yaitu selaku pemimpin spiritual, pelayan masyarakat maupun juga sebagai aktivis dalam dunia politik. Maka, dalam kajian sosiologis, tokoh spiritual semacamituselalu muncul dalamagama apapun yang dipeluk oleh masyarakat. Dalam kajian-kajiantentang kehidupan masyarakat mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling modern sekalipun, selalu dikenal religi, yaitu gejala penyembuhan dan pengobatan pada yang ghaib. Fenomena ini dapar disematkan sebagai bukti, bahwa kiai di masyarakat selain pahamilmu agama juga ilmu spiritual.

Oleh karena itu,istilah kiai sendiri dari pelbagai perspektif memiliki banyak makna. Hal ini sebagaimana dituturkan Gus Dur di NU online ada empat kategori kiai.

Pertama, Pertama, kiai tandur. Kiai jenis ini mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan mendidik murid-murid di pesantrennya, serta memimpin komunitas di musala atau majelis taklim.

Kedua, kiai sembur, yang disebut di kalangan pesantren sebagai “ahli suwuk” atau “ahli dalam semua jenis doa”, memiliki fokus pada dunia spiritual dan pengobatan.

Ketiga, kiai tutur. Berbicara dari satu tempat ke tempat lain adalah sesuatu yang menarik bagi kiai jenis ini. Berhubungan dengan banyak orang, termasuk artis dan pejabat. Gus Dur mengatakan bahwa kiai yang pandai membuat proposal dan sering nongkrong di kantor pejabat termasuk dalam kategori ini.

Keempat, seorang kiai catur. Kiai jenis ini sangat menyukai politik dan kekuasaan. Dalam kasus seperti ini, Gus Dur mengaku sebagai kiai.

Dari keempat jenis istilah kiai di atas, Gus Dur berpendapat bahwa keempat jenis kiai itu harus bertanggung jawab satu sama lain, bukan saling menyalahkan atau menjelek-jelekkan. Kedua jenis kiai, kiai tandur dan kiai sembur, harus tinggal di komunitas untuk mempertahankan keyakinan mereka. Mereka bertanggung jawab atas NU di wilayah itu, sementara dua kelompok kiai lainnya, kiai tutur dan kiai catur, bertanggung jawab atas NU di tingkat kebijakan.

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Membangun organisasi itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh seorang ketua, bahkan pengurus yang dianggap paling inti, pasti banyak keterbatasan dan juga banyak tantangan. Oleh karena itu siapapun yang ada di dalam organisasi harus dijadikan unsur penting jika sebuah organisasi ingin maju, berkembang dan tumbuh kuat. Seperti halnya posisi staff yang duduk di meja […]

  • bgunn-jpeg-3

    Buruh Pembangunan Gereja

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

      1.       Ada orang bekerja membangun tempat ibadah orang kristen (gereja) dan yang melakukan pekerjaan itu orang Islam.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukumnya melakukan pekerjaan itu ?   Jawaban :Hukumnya diharamkan,karena termasuk muharromah.   Referensi : &  Qulyûbi, vol. 3 hal. 70  

  • PCNU-PATI Photo by pixel2013

    Tuan Muda Albana

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Sepasang mata berbingkai kacamata itu sedikit membeliak ketika menemukan wajah pucat tapi cantik dari jarak yang begitu dekat. “Lepas!” Gadis berhidung mancung itu berteriak dengan suara parau yang berat. “Kalau takut ngapain mau bunuh diri? Sudah gila kamu? Sudah nggak punya iman?” Balas lelaki itu tak kalah emosional. Lelaki bersarung biru […]

  • PCNU-PATI Photo by Tangerine Newt

    Saweran

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Pada sebuah kafe saya dengan beberapa tim kerja, membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan pengumpulan orang, menghimpun masa, menggiring opini untuk satu tujuan yaitu salah satu klien dari kami yang ingin maju dalam pertarungan merebut simpati dari masyarakat dan umat. Dan klien kami ingin menjadi pemenang dalam perebutan pemimpin tingkat nasional. […]

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Cemburu Jauh dalam rasa sungguh di bangku harapan; kosong setiap kali muncul, kecemasan ikut timbul berapa kali mencoba untuk tangguh ditepis kenyataan yang membuat ragu stigma keegoisan menjadi jembatan dalam bertarung mungkin akan menang, namun harus merobohkan kecemburuan Maret 2023 Bukan Lagi Rumah Kamu bukan lagi rumah: yang aku tuju sudah puas aku menanti kasihmu […]

  • Orientasi DKC CBP-KPP, Ketum IPNU : Kita Wajib Faham Tupoksi!

    Orientasi DKC CBP-KPP, Ketum IPNU : Kita Wajib Faham Tupoksi!

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

      Orientasi DKC CBP-KPP di Aula Lantai 3 kantor PCNU Pati PATI—Jum’at (10/12), Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Pati  melaksanakan orientasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PC NU Pati ini diawali dengan pembekalan materi yang bersifat umum, seperti menganalisis berbagai macam potensi yang dimiliki CBP KPP […]

expand_less