Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Fatwa » Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
  • visibility 409
  • comment 0 komentar

Pada kesempatan ini redaksi akan menampilkan tanya jawab bersama Rois Syuriah PCNU Pati , KH. M. Aniq Muhammadun.

Assalamualaikum Wr Wb
Sebagai orang awam, saya ingin bertanya sama pak yai : di bumi nusantara tercinta ini kita sudah lazim dan sering kita lihat orang orang ziarah ke makam para auliya untuk mendoakannya dan sekaligus bertawasul, namun yang membingungkan saya adalah, sebagian pihak ada yang melarang tawassul karena dianggap bukan ajaran nabi SAW dan bahkan sampai mengkufurkannya. apakah yang dimaksud dengan tawassul? Apakah tawassul diperbolehkan? Dan adakah dasarnya dari qur’an dan haditsnya?. Terima kasih
Dari Fadli*******.gmail.com
Wassalamualaikum Wr Wb
Tawassul memiliki arti menjadikan wasilah, sementara Wasilah adalah media perantara untuk mencapai tujuan. Tawasul adalah salah satu cara berdoa atau salah satu pintu untuk menghadap kepada  Allah. Hakikat tujuan tawassul itu adalah Allah itu sendiri dan yang dibuat wasilah adalah sekedar mediator (wasilah) untuk mendekatkan diri pada Allah.Barang siapa yang meyakini selain itu berarti dia tidak faham dan termasuk orang musyrikkarena dia sudah tidak menjadikan Allah sebagai Tuhan yang haq di sembah.[1]
Dari beberapa hadis dan dalil Alqur’an, maka tawassul dapat dilakukan dengan dua jalur :
1.       Tawassul dengan orang orang yang sholeh seperti para nabi dan para wali baik pada saat masih hidup maupun sudah mati
2.       Tawassul dengan amal sholeh
Menurut Ahlus Sunah Wal Jama’ah bertawasul kepada para auliya sebagaimana yang ditanyakan oleh sa’il hukumnya diperbolehkan, hal ini dijelaskan dalambeberapa hadis baik yang shohih maupun hasan serta dalam surat al-maidah ayat 35
Selain Ahlus sunnah wal jama’ah, pendukung diperbolehkannya tawassul adalah Imam al_syaukani dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (tokoh pendiri faham Wahabi). Bahkan beliau mengatakan bahwa beliau tidak pernah mengkafirkan orang yang bertawassul, Namun sulaiman bin suhaim-lah yang mengatakannya dengan mengatasnamakn diriku
Mungkin ini yang dapat kami sampaikan dan garis besarnya adalah selama orang islam masih menganggap bahwa Allah itu Tuhan yang haq disembah dan menjadi tujuan utamanya maka dia adalah orang muslim dan tidak bias dinggap kafir.


[1] Mafahim Hal 123
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantapkan Kepengurusan, PC IPNU IPPNU Pati Selenggara Orientasi

    Mantapkan Kepengurusan, PC IPNU IPPNU Pati Selenggara Orientasi

    • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Suasana organisasi pengurus PC IPNU IPPNU di SMK NU Pati PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar orientasi bagi semua pengurus di SMK NU Margorejo, Sabtu-Minggu (9-10/10).  Ahmad Khoirul Anam, Ketua Panitia Orientasi mengatakan, terdapat tiga tema yang dibahas dalam orientasi kali ini. Diantaranya, penguatan kemistri, penguatan organisasi, dan tantangan IPNU IPPNU saat ini. […]

  • Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Oleh : DR. Abdul Karim, M.Pd A. Tuntutan Dunia Baru Kehidupan yang terus mengalami perubahan pada semua aspek baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik menuntut pembaruan pemahaman aswaja yang menjadi pedoman dalam menjalankan syariat dan pembinaan umat. Bukan menggeser isi dan substansi namun menyelaraskan metode kajian (manhaj) agar hasil pemaknaan teks yang sudah ada menjadi […]

  • LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur'an Gembong

    LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur’an Gembong

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU  Kabupaten Pati menggelar kegiatan pembinaan pertanian di Pesantren Nurul Quran Gembong, Jumat (24/1/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Ketua LPPNU Pati, Sutrisno, dan Instruktur Pelatihan, K. Ali Mustofa. Mereka memberikan materi tentang pentingnya melinial mengenal pertanian. Mulai dari cara olah tanah, menanam cabai, sawi, tomat, […]

  • Lagi, PN Salafiyah Ukir Prestasi

    Lagi, PN Salafiyah Ukir Prestasi

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Dua punggawa PN Salafiyah yang sukses meraih juara di tingkat nasional. Mereka adalah M. Rizky Falevi dan Zahwa Ananda Oltavianti MARGOYOSO – Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) MTs Salafiyah Kajen kembali mengharumkan nama baik Kabupaten Pati. Melalui seni bela diri pemcak silat, dua peserta didik MTs yang berada di Desa Kajen tersebut sukses […]

  • Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Kamis, 25 Februari 2021 PAC IPNU IPPNU Tlogowungu telah melaksanakan akreditasi dan visitasi administrasi pimpinan ranting se- Kecamatan Tlogowungu. Meskipun masih kategori baru, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu kini telah mempunyai 9 Ranting dari 15 Desa dan 7 Ranting yang telah ber SP. Saat asesor memanggil nama-nama ranting untuk maju menjalani proses asesmen, terlihat wajah-wajah […]

  • PCNU - PATI kaligrafi-kubah-masjid

    Kaligrafi di dalam Masjid

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Sekarang banyak sekali berbagai macam kaligrafi tulisan arab dengan bentuk seperti pohon, masjid dll. Pertanyaan : Apakah boleh menulis huruf Al-Qur’an dengan khot yang berbagai macam bentuk? Jawaban : Boleh jika : 1. Tidak berbentuk makhluk yang bernyawa 2. Tidah ada unsur ihanah (merendahkan) 3. Menggunakan rosm / khot ustmani menurut mayoritas ulama’     Referensi : […]

expand_less