Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tujuh Ranting Fatayat-Muslimat di Kecamatan Gembong Resmi Dilantik

Tujuh Ranting Fatayat-Muslimat di Kecamatan Gembong Resmi Dilantik

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
  • visibility 461
  • comment 0 komentar
GEMBONG-Pengurus Anak Cabang Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Gembong melakukan pelantikan untuk tujuh ranting tang ada di Kecamatan Gembong. Ketujuhnya adalah Gembong, Sitiluhur, Pohgading, Alastuwo, Bermi, Plukaran dan Kedungbulus.
Acara berlangsung Minggu (8/9) pagi hingga jelang siang hari. Bertempat di aula Pondok Pesantren Shofa Az Zahro’ Sentul, Gembong ratusan anggota Fatayat dan Muslimat memadati Pesantren asuhan KH. Imam Shofwan tersebut. 
Proses pelantikan tujuh Pengurus Ranting Muslimat dan Fatayat NU di Kecamatan Gembong
“Semua anggota kami undang agar ada keterkaitan secara psikologis jika mereka saling mengenal” unggap Durrotun Nihayah, ketua PAC Fatayat NU Gembong. 
Sementara, Maria Ulfa, S.Ag., Ketua PAC Muslimat NU Gembong juga memberikan apresiasi terhadap para pengurus ranting yang dilantik Minggu (8/9). Baginya, konsistensi adalah kunci kesuksesan organisasi. 
“Saya berharap pengurus yang dilantik ini bisa isastiqomah sehingga Muslimat bisa tumbuh subur” kata wanita berkaca mata ini. 
Selain itu, Ulfa juga menandaskan harapan besar untuk Muslimat dan Fatayat NU Gembong. Hemat Ulfa, semua pengurus Ranting Fatayat dan Muslimat bisa menggaet orang-orang yang belum masuk kedalam organisasi tersebut untuk diajak berkiprah di dua organisasi bentukan NU itum dengan demikian, potensi radikalisme beragama di kalangan wanita akan berkurang. Hal demikian juga diamini oleh Nihayah, Nakhoda Fatayat NU Gembong. 
Dalam Pelantikan tersebut, kursi PC Muslimat NU Pati diisi oleh Nyai Hj. Maisaroh, S.Pd.I. dan Hj. Ummu Hanik, S.Ag., M.Ag. ditemani Asmonah, M.Pd., Ketua PC Fatayat NU Kab. Pati. Kehadiran tiga wanita hebat ini adalah untuk melantik tujuh pengurus Ranting Fatayat dan Muslimat NU yang ada di Kecamatan Gembong tersebut. 
“Untuk Fatayat saya yang melantik, sedangkan untuk Muslimat dilantik oleh Nyai Hj. Maisaroh” ujar Asmonah saat ditemui usai kegiatan. 
Selain itu, elemen MWC NU Gembong turut juga memberikan dorongan kepada Fatayat dan Muslimat. Secara pribadi maupun lembaga, K. Sholikhin, ketua MWCNU Gembong menyampaikan peranan penting dua banom NU tersebut. Baginya, baik fatayat maupun muslimat adalah dwitunggal yang mampu menjadi salah satu banom sekaligus mitra terbaik dalam melancarkan agenda-agenda ke-NU-an di Kecamatan Gembong.(lut/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu PCNU Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Kecamatan Winong

    Lazisnu PCNU Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Kecamatan Winong

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Pati telah menutup open donasi untuk korban puting beliung di Kecamatan Winong. Diketahui, wilayah Kecamatan Winong, khusunya di Desa Danyangmulyo hingga Pekalongan, diterjang puting beliung pada 28 Desember 2024 lalu. Puluhan rumah mengalami kerusakan akibat kejadian ini. Adapun donasi dari warga Nahdhiyin yang […]

  • Tuwibon Muktamar NU ke 34

    Tuwibon Muktamar NU ke 34

    • calendar_month Jum, 10 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

     1. Klik Link https://twb.nz/muktamarnahdlatululama 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • a living room with a chair and a painting on the wall

    Makna Transformatif Kelahiran NU

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.427
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Dosen IPMAFA Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning Pati Sabtu, 31 Januari 2026 adalah momentum peringatan 1 abad NU versi Masehi karena NU dilahirkan pada 31 Januari 1926. Dalam momentum 1 abad ini, sudah seharusnya seluruh elemen NU mengingat dan merevitalisasi dimensi spiritualitas transformatif berdirinya NU. Napak tilas sejarah berdirinya NU […]

  • NU Tetapkan Idul Fitri 1441 H, 24 Mei 2020

    NU Tetapkan Idul Fitri 1441 H, 24 Mei 2020

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan tanggal 1 Syawal 1441 H (Idul Fitri) jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Demikian berdasarkan rilis surat ikhbar (pemberitahuan) PBNU yang diterima oleh redaksi NU Pati. Melalui Surat Pemberitahuan bernomor 3966/C.I.34/05/2020, tertanggal 22 Mei 2020 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengikhbarkan (memberitahukan) bahwa ibadah puasa Ramadan 1441 H, […]

  • Rundown Acara Muktamar ke-34 NU Tahun 2021

    Rundown Acara Muktamar ke-34 NU Tahun 2021

    • calendar_month Sel, 21 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Rundown Muktamar ke-34 NU Pati – Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) segera dilaksanakan besok 22 hingga 23 Desember 2021. Berdasar Rundown Acara yang diterima NU Pati, pembukaannya digelar pada Rabu (22/12) mulai pukul 10.00 hingga 12.00 dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.  Selain acara pembukaan, pelaksanaan Muktamar ke-34 […]

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

expand_less