Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Spirit Nuzulul Quran

Spirit Nuzulul Quran

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 28 Mar 2024
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Nuzulul Quran atau turunnya Quran menjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati sebagai momen ketika wahyu pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT melalui perantaraan Malaikat Jibril. Kejadian ini memulai proses pengungkapan wahyu ilahi yang kemudian dikumpulkan dalam bentuk Al-Quran, kitab suci umat Islam. Sementara momen tersebut secara khusus terjadi pada bulan Ramadan, dampak spiritual dan hikmahnya mencakup seluruh aspek kehidupan seorang muslim.

Bulan Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, ditandai dengan serangkaian praktik keagamaan yang meliputi puasa, doa, dan refleksi spiritual. Di tengah-tengah kesucian bulan ini, Nuzulul Quran, atau turunnya Al-Quran, menjadi peristiwa yang memberikan kedalaman tambahan pada spiritualitas umat Islam. Di sinilah wahyu pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT, membuka pintu bagi petunjuk ilahi yang akan membimbing umat manusia selamanya.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Selain ayat di atas, terdapat sejumlah ayat di dalam Al-Quran yang menegaskan Nuzulul Quran, yaitu Al-Qadr ayat 1-5, Asy-Syu’ara ayat 193, Ad-Dukjan ayat 3, Al-Anfal Ayat 41. Semua mengilustrasikan Nuzulul Quran sebagai bagian penting dari sejarah Al-Quran. Namun apakah hanya sekadar sejarah saja? Tentu tidak. Hakikatnya, Nuzulul Quran memiliki beragam spiritualitas yang terkandung di dalamnya.

 

Spirit

Nuzulul Quran memiliki kedalaman spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Inilah momen di mana komunikasi langsung antara Allah SWT dan Nabi Muhammad (SAW) dimulai. Ini adalah saat ketika wahyu ilahi diturunkan ke bumi untuk membimbing manusia menuju jalan yang benar dan menjelaskan prinsip-prinsip moral dan etika yang harus diikuti.

Pertama, koneksi langsung dengan Allah SWT. Nuzulul Quran mengingatkan umat Islam akan pentingnya koneksi pribadi dengan Allah SWT. Seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, setiap Muslim diundang untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Tuhan mereka. Kedua, pemurnian diri. Saat menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW berada dalam meditasi di Gua Hira. Hal ini menunjukkan pentingnya introspeksi dan pemurnian diri dalam mencapai pemahaman spiritual yang lebih tinggi. Ketiga, kebesaran Allah dan kerendahan diri. Turunnya Al-Quran menegaskan kebesaran Allah dan mengajarkan kerendahan diri kepada manusia. Ini menunjukkan bahwa kebenaran ilahi berada di luar pemahaman manusia, dan kita harus merendahkan diri untuk menerima petunjuk-Nya.

 

Hikmah Nuzulul Quran

Hikmah dari turunnya Al-Quran melampaui aspek spiritual dan mencakup pelajaran praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, petunjuk dan hidayah. Al-Quran adalah sumber petunjuk dan hidayah bagi umat manusia. Dalam setiap ayatnya, terdapat ajaran moral, etika, dan prinsip-prinsip untuk menjalani kehidupan yang benar. Kedua, kebijaksanaan dan pengetahuan. Al-Quran mengandung kebijaksanaan dan pengetahuan yang mendalam. Dalam mempelajari dan memahami Al-Quran, umat Islam diberikan kunci untuk memecahkan masalah yang kompleks dalam kehidupan mereka.

Ketiga, persatuan dan keadilan. Al-Quran mengajarkan persatuan, perdamaian, dan keadilan. Ini menjadi landasan bagi masyarakat yang adil dan harmonis, di mana semua individu diperlakukan dengan baik tanpa memandang perbedaan. Keempat, kemajuan dan pengembangan pribadi. Al-Quran mendorong umat Islam untuk mencari pengetahuan, berinovasi, dan berkembang dalam segala aspek kehidupan. Ini mendorong pembelajaran sepanjang hayat dan peningkatan pribadi yang berkelanjutan. Kelima, peningkatan amal saleh. Nuzulul Quran mendorong umat Islam untuk meningkatkan amal saleh mereka, baik dalam bentuk amal kebajikan maupun dalam kualitas hubungan mereka dengan sesama.

 Keenam, kemasyarakatan yang lebih baik. Dalam konteks masyarakat, Nuzulul Quran mengajarkan pentingnya keadilan, persatuan, dan perdamaian. Ini mendorong umat Islam untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis. Ketujuh, edukasi kepada masyarakat. Nuzulul Quran menekankan pentingnya pendidikan dan pengetahuan dalam Islam. Ini mendorong umat Islam untuk mengejar pengetahuan, memahami Al-Quran dengan lebih baik, dan mengaplikasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami dan merayakan makna Nuzulul Quran dalam bulan Ramadan, umat Islam diharapkan dapat mencapai tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, serta mengaplikasikan ajaran-ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan lebih baik. Ini tidak hanya memberikan arti yang mendalam bagi individu, tetapi juga mendorong kemajuan masyarakat secara keseluruhan menuju kebaikan dan keadilan.

Umat Islam diharapkan pula dapat mengambil inspirasi dan bimbingan dari Al-Quran dalam menjalani kehidupan mereka. Ini bukan hanya tentang memahami teksnya, tetapi juga tentang menerapkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam setiap aspek kehidupan.

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, melepas keberangkatan Kontingen Kabupaten Pati yang akan mengikuti Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) ke-12 tingkat Jawa Tengah Tahun 2023. Kontingen diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (9/2/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua dan Pengurus […]

  • PCNU-PATI

    Lama Vakum, Kiai Jalil Jadi Harapan Baru NU Jimbaran

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MARGOREJO – Setelah sekian lama nonaktif, sekarang, Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati memiliki Pengurus Ranting NU baru. Pengaktifan kembali ini sebagai bagian dari program kerja ketua MWC NU Margorejo, Mahfudz.  Dalam konferensi yang digelar pada Rabu (19/10) tersebut, Kiai Wagiman dan Kiai Abdul Jalil didapuk sebagai Ro’is Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Jimbaran.  […]

  • Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Pati memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi musim penghujan ini. Edi Fitrianto, salah satu staf di LPBINU Pati menyatakan bahwa di musim hujan, potensi bencana semakin besar. Oleh sebab itu, perlu diadakan tindakan preventif serta respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Flyer Sosialisasi Biopori yang […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh Pak kiai, bagaimanat pandangan syara’ tentang kepercayaan makna-makna tertentu dalam setiap prosesi adat seperti adat-adat dalam pernikahan dan sebagainya jika dikaitkan dengan hukum sebab-akibat ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Pandangan fiqih dalam masalah ini  adalah : Ø  Kepercayaan dihukumi tidak boleh dan menyebabkan seseorang menjadi kafir menurut ijma’, jika dia dengan […]

  • Bersyukur Ketika Gagal

    Bersyukur Ketika Gagal

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

      Banyak orang ingin menjadi yang pertama dalam hal apa saja. Bahkan tak sedikit orang  ingin menjdi “ter..” baik terkaya, terkeren, tersehat, tertampan maupun “ter..” yang lain. Meski demikian, di zaman seperti zaman sekarang ini, belum tentu kita berhasil menjadi yang “ter..” di antara sekian banyak manusia yang ada di dunia. Itulah sebabnya kita harus […]

  • PCNU-PATI

    Ciptakan Aplikasi Saka Instant, Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Prestasi Internasional

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Dua siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, ciptakan sebuah aplikasi untuk mempermudah para siswa berbelanja di kantin sekolah. Bahkan, aplikasi yang diberi nama Saka Instant itu menghantarkan mereka meraih prestasi tingkat internasional.  Dua siswa itu adalah Dalla Noor Khoirussalaman dan Irkham Shaifi Cahyo Sasono. Keduanya berinisiatif menciptakan sebuah aplikasi tersebut […]

expand_less