Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Potret Toleransi di Pati, Sarasehan Paseduluran GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin

Potret Toleransi di Pati, Sarasehan Paseduluran GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 6.803
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Di tengah hiruk-pikuk perayaan akhir tahun, sebuah gang di Desa Winong, Kecamatan Pati, menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan jiwa. Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, berdiri dua rumah ibadah yang tidak hanya saling berhadapan, tetapi juga “bergandengan tangan” melalui sebuah kanopi permanen yang membentang di atas jalan.

​Pada Minggu (28/12/2025) malam, suasana di bawah kanopi tersebut terasa sangat hangat. Puluhan jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan jemaah Masjid Al-Muqorrobin duduk bersimpuh bersama dalam sebuah acara bertajuk “Sarasehan Paseduluran”.

Acara dimulai dengan khidmat ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semangat nasionalisme ini menjadi fondasi akan kuatnya toleransi.

Suasana malam itu tampak jauh dari kesan formal dan kaku. Jemaah masjid dan gereja, bersama tokoh masyarakat setempat, larut dalam obrolan santai sambil menikmati hidangan yang telah disediakan.

Tahun ini, GKMI Winong memutuskan untuk tidak menggelar perayaan Natal seperti biasa. Tidak ada pesta Natal yang meriah. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di wilayah lain, hususnya di Sumatera, yang sedang berduka akibat bencana alam banjir dan tanah longsor. Sebagai gantinya, mereka menggelar sarasehan tersebut.

Pendeta GKMI Winong, Didik Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk meniadakan perayaan formal sebagai bentuk solidaritas bagi para korban bencana alam di Sumatera.

​”Kami belajar berempati dengan saudara-saudara kita yang sedang berduka akibat banjir dan tanah longsor. Sebagai gantinya, kami menyelenggarakan sarasehan ini untuk tetap merawat persaudaraan yang selama ini sudah terjalin sangat baik antara GKMI Winong dan Masjid Al-Muqorrobin serta masyarakat di lingkungan sekitar,” ujar Pendeta Didik.

​Bagi Didik, makna Natal tahun ini adalah tentang menyadari bahwa Indonesia adalah satu keluarga besar. Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga tersebut dengan cara menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang ada.

“Kalau tema Natal secara nasional itu kan ‘Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’. Nah, kami mencoba memaknai keluarga itu tidak hanya sekadar keluarga batih atau keluarga dalam rumah tangga, melainkan Indonesia ini adalah satu keluarga besar. Dan ada banyak ragam di dalamnya. Sungguh kehadiran Allah juga nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini karena umat yang ada di dalamnya di tengah keberagaman ini mau hidup rukun satu dengan yang lain,” tutur dia.

Acara malam itu jauh dari ketegangan. Para warga dari berbagai latar belakang, mulai dari Takmir Masjid, tokoh agama, hingga pengurus RT/RW, larut dalam obrolan santai.

​Guna memantik semangat perdamaian, acara ini juga menghadirkan pemutaran film dokumenter karya Pendeta Paulus Hartono dari Solo yang bertema perdamaian.

“Ada satu rekan, Bapak Pendeta Paulus Hartono dari Solo, yang memang punya film dokumenter tentang perdamaian, dan kami bagikan itu untuk menyemangati kembali di dalam kami merawat persaudaraan di antara kami,” ucap Didik.

Bagi warga Desa Winong, kerukunan bukanlah teori, melainkan praktik sehari-hari. Hal itu ditegaskan Rachmanudin, salah satu tokoh agama Islam di desa setempat yang turut menghadiri Sarasehan Paseduluran.

Ia pun mengapresiasi inisiatif GKMI Winong ini. Menurutnya, acara ini semakin memperkuat fondasi toleransi yang sudah dibangun sejak lama.

“Ini adalah acara yang luar biasa. Selain menunjukkan persatuan, sarasehan ini memperkuat toleransi yang sebetulnya sudah terbentuk di Winong sejak lama. Kita disatukan dalam satu visi, persatuan NKRI,” ujar dia.

Rachmanudin menilai, melalui pemutaran film bertema perdamaian dan dialog antarwarga, Sarasehan Paseduluran ini kembali mengingatkan bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ada satu ikatan yang tak boleh putus, yakni kemanusiaan.

Dalam konteks ini, Desa Winong telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan warna yang mempercantik tenun kebangsaan. Di bawah “kanopi persaudaraan” yang menghubungkan kedua tempat ibadah, mereka tidak hanya berbagi makanan, melainkan juga berbagi harapan untuk Indonesia yang lebih rukun. (Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Ketua IPPNU Pati Dukung Kebijakan Peremajaan Usia IPNU IPPNU

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mendukung wacana peremajaan usia IPNU IPPNU. Menurutnya, hal ini dibutuhkan untuk memetakan fokus garapan dalam IPNU IPPNU. Namun, ia memberikan catatan jika penerapan kebijakan ini diberikan waktu transisi hanya satu tahun, maka sangat memberatkan para pengurus yang ada di bawah “Apalagi dengan kondisi tiap daerah berbeda-beda. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ini Puasa dari Scroll

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.212
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Coba Anda Googling. Khususnya di Google Terjemah. Kata Scroll artinya menggulir. Scrolling berarti “bergulir”. Scroll Down bermakna “gulir ke bawah”. Scroll Up adalah “gulir ke atas. Mengapa harus mencari dan memastikan? Ya, jelas agar ada pengalaman empiris tentang mengapa kita harus puasa dari scroll, baik itu media sosial (Facebook, Tiktok, Instagram), […]

  • Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah

    Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah Brebes – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kab. Brebes menggelar pelatihan Branding, Publikasi dan pengelolaan website. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Kab. Brebes yang dimulai pada Rabu 23 November 2023. Hadir narasumber pertama Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda yang mengisi strategi […]

  • Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    Ketua Dewan Pengawas LPPL Temanggung TV Lantik Direksi Baru

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Temanggung – Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhumi Phala Wisata serta Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV untuk periode 2025-2030, Senin (6/10/2025), di Pendopo Jenar Kompleks Kantor Bupati Temanggung. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan yang […]

  • PCNU-PATI

    Tim Farmasi UGM Datangi Perkumpulan Emak-Emak, Ada Apa? 

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    pcnupati.or.od. Rutinan Fatayat NU Kabupaten Pati bulan ini sukses diselenggarakan di Balai Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Ahad (8/10). Kehadiran 40 delegasi dari 20 PAC Fatayat NU Se-Kabupaten Pati menjadi indikator solidnya kaum pemudi NU ini. Bukan hanya itu, tuan rumah, PAC Jakenan juga mengirimkan 20 pengurusnya untuk hadir dalam agenda itu.  Jajaran tokoh masyarakat, baik […]

  • Kisah Arsya, Bocah 7 Tahun Pecahkan Celengan untuk Palestina

    Kisah Arsya, Bocah 7 Tahun Pecahkan Celengan untuk Palestina

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Donasi untuk Palestina tak henti-hentinya bergulir. Hari ini, Senin (6/11) giliran peserta didik MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong-Pati yang menggalang donasi. Satu di antara ratusan peserta didik tersebut, bahkan rela membongkar celengannya demi membantu korban genosida di Palestina. Peserta didik tersebut adalah Arsya Djamil, yang saat ini duduk di kelas 1B MHI. Putra […]

expand_less