Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Kemarin malam saat sedang menikmati secangkir teh, sebagai pengantar istirahat malam saya mendapatkan pesan di Whatsapp dari orang yang saya sayangi. Singkat padat dan terkendali.

“Mas kejadian tadi buat tulisan buat hari Rabu ya,”

Saya langsung mengiyakan saja permintaanya; sedangkan tulisan dengan judul Dari Rumah Ke Rumah akan saya publish pada Rabu mendatang.

Ceritanya begini, pada suatu kala, maksudnya pada sore hari, ketika saya denganya makan sore untuk pengawalan makan malam. Sebab saya lagi menjalani program diet yang seharusnya berhenti makan setelah matahari terbenam di ufuk barat. Meski berat akan tetapi akan dan di paksa harus dilakukan, seperti halnya Nobita saat membuktikan cintanya pada Shizuka.

Di tempat langganan, saya memesan pecel lele sedangkan teman saya memesan cumi cumi goreng. Kami bertiga, makanan yang kami pesan sudah di iyakan, minuman sudah ditanyakan. Saya kira cepat, akan tetapi penjualnya masih sibuk bungkus sana bungkus sini, lirik ke sana, lirik kemari. Sedangkan kami yang duduk dengan tekun, menunggu hidangan yang telah kami pesan dengan penuh khidmat. Lama. Seakan di cuekin saja. Selain itu, ketika ada orang yang dating, memesan dan membungkus selalu di iyakan. Tanpa memperdulikan apakah orang yang pesan dan makan di tempat sudah terlayani belum? Bisa jadi penjualnya berfikiran yang penting  banyak yang pesan terlebih dahulu, soal lainya bisa di pikir belakangan.

Dari menit saat saya pesan hingga hidangan tersajikan satu jam lebih, itu pun amburadul. Cumi cumi goreng dingin dan pecel lelenya tak seperti biasanya, sambalnya pun sampai dobel dobel. Bahkan kami bertiga yang di hidangkan hanya dua. Benar apa yang dikatakan orang tua dulu, terkadang saat kita memburu omset banyak kita telah melupakan pelayanan yang maksimal.

Ada peribahasa terbaru menjelaskan Dinosaurus di Samudra nampak jelas sedangkan Kutu di pupil mata tak nampak. Melalui peribahasa tersebut bisa menggambarkan kondisi saya saat itu, perut lapar, menunggu hindangan tak kelar kelar. Malahan si penjualnya lebih mendahulukan yang bungkus sedangkan yang makan di tempat di tunda tunda, apakah ini adil? atau ini adalah sebuah ujian kesabaran, saya kira soal ini bukan kesabaran akan tetapi seharusnya dilontarkan. Bukankah, newongke wong itu perlu, dan tentu kita semua paham pembeli adalah raja.

Saya hanya mengerundel, meskipun terkadang dalam hati sumpah serapah dan jampi jampi mau dikeluarkan, dan alhamdullah tak jadi. Dan pada akhirnya saya dan teman saya memputuskam dengan seksama dalam tempo se singkat singkatnya, tak akan kembali lagi. Cukup sekali tersakiti setelah itu menyembarkan informasi tentang pelayanan, tentang kondisi yang sedang saya alami.

Dalam menjalankan usaha terutama restoran, rumah makan bahkan penyetan di pinggir jalan, yang terpenting yaitu pelayanan, kenyamanan kepada pembeli yang datang. Dengan begitu pembeli yang datang akan bercerita pada teman, saudara bahkan kolega. Jika makan disana itu enak, pelayanannya maksimal dan lain seterusnya.

Berbeda lagi apabila mengesampingkan pembeli yang datang dan lebih mementingkan yang orderan. Maka yang terjadi adalah waktu berbicara, kapan rumah makan dan penyetan di pinggir jalan tersebut selesai beroperasional, sebab sumpah serapah akan terus bermunculan ketika ada yang di kecewakan.

Bisa jadi senja kemarin saya dengan teman saya yang tersakiti, setidaknya bisa menahan diri. Belum tentu besok  hari, jika orang lain yang mengalami  akan melakukan hal yang sama menahan diri, bisa jadi orang lain akan mempublikasikan tentang hal hal yang tak mengenakan ke media sosial. Pada akhirnya kelar sudah.

Dengan kejadian yang saya alami tersebut saya ada tips apabila mengalami  kejadian sama seperti saya; pertama, ganti tempat, kedua bayar apa yang kita pesen dan suruh penjualnya yang makan, ketiga doakan semoga tak ada lagi korban yang sama. Sebuah tips sederhana bisa dipraktikkan, tentu semua itu harus melalui pertimbangan yang dalam dan masak sesuai dengan kadar kewajaran dan kesabaran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Maulid an-Nuronniyyah Posono, Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan antimainstream. Setelah bulan lalu meramaikan tempat wisata Bukit Kayangan, Sabtu (6/8) kemarin, majelis dibawah bimbingan Gus Mahmud Al A’shom Muhammad ini kembali membikin geger. Belokasi di tempat wisata Waduk Poncodan, Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Majelis an Nuronniyyah lagi-lagi menggelar maulid dibawah langit Waduk […]

  • LDNU Pati Gelar Ngaji Budaya dengan Mengusung Tema Syiar Islam melalui Budaya Wayang

    LDNU Pati Gelar Ngaji Budaya dengan Mengusung Tema Syiar Islam melalui Budaya Wayang

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – NU Ranting Luboyo Wedarijaksa menggelar Ngaji Budaya dan Selawat dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus peringatan Hari Santri 2025, pada Sabtu (11/10/2025) malam. Kegiatan terselenggara berkat kerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pati. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, Pengurus MWC NU Wedarijaksa, serta warga NU Ranting Luboyo […]

  • PCNU-PATI

    PC Lazisnu Pati, Bantu Korban Luka Bakar

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban luka bakar akibat minyak goreng panas di Desa Ngablak RT 03  RW 11, Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Kamis (17/11/2022). Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Cluwak selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu […]

  • PCNU-PATI

    PGMI INSINU Temanggung Kupas Tuntas Tantangan Profesonalitas Guru Abad 21

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Temanggung, 22 Juni 2024 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung mengadakan webinar dengan tema “Tantangan Profesionalitas Guru pada Abad 21” pada Sabtu (22/6). Acara yang diselenggarakan melalui platform Zoom ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta. Dalam kegiatan tersebut PGMI INISNU Temanggung berkolaborasi dengan UIN Saizu Purwokerto.  […]

  • Ketua PC-NU Dapat Kunjungan dari IPNU-IPPNU

    Ketua PC-NU Dapat Kunjungan dari IPNU-IPPNU

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    WINONG-Rombongan Pengurus Cabang IPNU/IPPNU terus melakukan sambung silaturrohim. Bukan hanya alumni yang menjadi sasaran, namun juga segenap Pengurus Cabang, Lembaga dan Banom-Banom NU Lainnya. “Kami sengaja datangi rumah-rumah beliau, bukan di kantor. Itu kami lakukan untuk membangun suasana kekeluargaan” tandas Salman, Ketua PC IPNU Pati. Suasana sambung silaturrohim IPNU/IPPNU di rumah Ketua PC-NU Pati Selain […]

  • PCNU-PATI Photo by Aqwam Jembatan Ilmu

    Puasa dan Literasi

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Bulan Ramadan identik dengan kegiatan pengajian kitab kuning dan tadarus Alquran baik di masjid, mushala, dan di pesantren. Kegiatan ini sudah berlaku sejak dahulu sampai sekarang. Antusias masyarakat juga sangat tinggi, hal ini bisa kita lihat baik di masjid, mushola, dan pesantren semua dipenuhi para jamaah yang ingin mendapatkan berkah di bulan […]

expand_less