Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id Temanggung – Penetapan Desa Getas sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah disambut positif oleh Kepala Desa Getas, tokoh agama, sesepuh dan tokoh adat Desa Getas. Demikian ini tergambar dari forum sambung rasa lintas agama Desa Getas pada Senin (10/7/2023) kemarin di balai Desa Getas. Hadir pada kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kab. Temanggung, Pokjaluh Kabupaten Temanggung, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kec Kaloran, Camat Kaloran, Kepala KUA Kaloran, Danramil Kaloran, Kapolsek Kaloran dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kec Kaloran. Kades Getas Dwiyanto menyampaikan, guyup rukun warganya yang terdiri dari banyak agama dapat dilihat langsung pada setiap acara tradisi yang digelar di desanya. “Dari sedekah bumi, sadranan dan pagelaran tradisi lainnya, di sini melibatkan semua agama dan dihadiri oleh semua pemeluk agama juga,” tuturnya kepada awak media, Selasa (18/7/2023). Ditambahkannya, untuk menyelesaikan konflik yang muncul, digunakan pendekatan rembug kekeluargaan. “Konflik berbau agama pernah terjadi. Berangkat dari rasa kekelurgaan dan legowonya semua pihak, permasalahan selesai tanpa harus keluar desa,” imbuhnya. Selanjutnya, pihak pemerintah Desa Getas bersama seluruh tokoh agama, sesepuh dan tokoh masyarakat siap untuk bersama-sama dengan Tim Kelompok Kerja KMB Kantor Urusan Agama (KUA) Kaloran menyukseskan semua program dan kegiatan penguatan sikap dan perilaku moderasi beragama di Desa Getas. Sebagai bukti keseriusan, sekretariat rintisan KMB di diberi tempat di kantor balai desa. Desa yang berkontur perbukitan dengan mayoritas petani ini, sudah menjadi tujuan penelitian hubungan lintas agama dari pelbagai lembaga dan perorangan. Di dalamnya hidup pelbagai adat dan tradisi desa yang bersifat lintas agama. Terdapat juga destinasi wisata religi seperti dusun budhis Krecek. Karena itulah, selama ini Desa Getas dijuluki sebagai Indonesia mini-nya Kabupaten Temanggung. Ada juga yang menamakan sebagai sktesa kebhinekaan Indonesia. (oen)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWC-NU Gembong Dukung Pemerintah Desa Gembong Melestarikan Sejarah

    MWC-NU Gembong Dukung Pemerintah Desa Gembong Melestarikan Sejarah

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pelaksanaan kegiatan sedekah bumi Desa Gembong dibuka dengan khotmil qur’an bin nadhor Jumat (19/7) malam. Agenda tersebut dipimpin langsung oleh ketua MWC-NU Gembong K. Sholikhin dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Shofyan Noor al Hafidz. Seperti kebiasaan yang sudah berjalan, peringatan sedekah bumi ini dipysatkan di Balai Desa Gembong dan Masjid As Sholah […]

  • PCNU Pati Hadiri Public Hearing Raperda Pesantren yang Digelar DPRD

    PCNU Pati Hadiri Public Hearing Raperda Pesantren yang Digelar DPRD

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menggelar public hearing, Jumat (11/11/2022) siang, di Ruang Paripurna. Kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren, yang tengah digodok oleh Komisi D DPRD Pati. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, KH Yusuf Hasyim memyampaikan terimakasih kepada Dewan Pati karena sudah […]

  • Festival Muria Raya 5: Merayakan Panen Kopi dengan Musik Batu

    Festival Muria Raya 5: Merayakan Panen Kopi dengan Musik Batu

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

      Jepara – Festival Muria Raya ke-5 sukses digelar di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (17/8/2025). Festival ini seolah-olah merayakan panen kopi dengan memainkan musik batu. Sebuah panggung yang terbuat dari anyaman bambu berdiri indah di Petilasan Mbah Robyong. Beberapa seniman dari berbagai daerah hilir mudik mementaskan karya-karyanya. Seni […]

  • Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Ahmad Saiku, koordinator admin PCNU Pati sedang memberi arahan kepada para admin Ranting NU se-Kawedanan Pati kota Tambahkan tek GEMBONG-Hari ini, Rabu (19/8) untuk pertama kalinya PCNU Pati menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sensus Warga NU. Kegiatan tersebut diikuti oleh admin Pengurus Ranting NU yang ada di wilayah eks-kawedanan Pati Kota.  Sedikitnya, ada 60 peserta dari empat […]

  • MHI Gembong Sukses Galang Donasi hingga Rp 4 Juta untuk Sumatera

    MHI Gembong Sukses Galang Donasi hingga Rp 4 Juta untuk Sumatera

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.938
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Bencana alam yang melanda Sumatera masih menyisakan duka. Dikutip dari nu.or.id, Warga di sejumlah desa di Aceh belum terjangkau bantuan. Hal ini menggerakkan pengelola lembaga MI Hidayatul Islam (MHI), Dukuh Sentul, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati untuk memberikan uluran tangan. Sumarni, Kepala madrasah menegaskan, bahwa langkahnya untuk menggalang donasi ini merupakan […]

  • Posisi Mayat saat Disholati

    Posisi Mayat saat Disholati

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

      Ilustrasi : Pixabay Pertanyaan : Bagaimanakah kejelasan tentang posisi mayat saat disholati? masalahnya sebagian pihak ada yang mengatakan kepala mayat di arah utara, ada juga yang mengatakan jika mayatnya laki-laki maka kepalanya di arah selatan, jika mayatnya perempuan maka kepalanya ada di utara. Jawaban :Masalah ini merupakan masalah khilafiah, yakni masalah yang terdapat perbedaan […]

expand_less