Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
  • visibility 1.773
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Semarak bola Indonesia tengah gundah gulana. Kisah-kisah manis Shin Tae-yong terpaksa harus segera menjadi kenangan. Sedangkan nakhoda baru, Patrick Kluivert datang berlapis tuxedo dan berjalan diatas karpet merah bermerk PSSI dengan penuh kepercayaan diri.

Self confident seorang Kluivert jelas nampak saat berhadapan dengan Najwa Shihab dalam sebuah wawancara. Meski sesekali tampak gelagapan menyahut pertanyaan Mbak Nana, namun dari tutur katanya, menunjukkan bahwa, pria Holand ini cukup PD.

Dari wawancara yang cukup singkat itu, alih-alih turut membully–seperti kebanyakan fans Timnas–penulis berusaha mengambil hikmah dari kalam-kalam yang dilontarkan oleh Kluivert. Seraya merenung, penulis juga memcoba memadu-padankan ungkapan demi ungkapan Kluivert dalam kaidah-kaidah fikih.

Tentu ini bukan sekadar iseng atau gurauan. Ada makna yang hendak penulis sampaikan, bahwa, kaidah fikih bisa diimplementasikan di mana saja, baik pelakunya menyadari telah mempergunakan kaidah islam tersebut atau tidak. Atau setidaknya, kita bisa belajar bahkan dari orang yang dicap negatif oleh khalayak, ternyata menyimpan mutiara, walaupun hanya pada level kata (karena kita belum melihat kerjanya).

Pertama, Meski aktivis media sosial menghujat, pengamat bola sampai politisi mengundat masa lalunya, Kluivert tetap tenang dan nyaman dengan status baru yang resmi di dapat, kepala pelatih Timnas Indonesia. Isu judi bola yang sempat menyeret namanya, tak membuat Kluivert minder sedikitpun. Gelagat dan body language saat wawancara dengan Najwa Shihab, menunjukkan bahwa ia cukup tenang menghadapi cacian masyarakat.

Ketika ditanya soal apakah ia ingin memberi klarifikasi dan menanggapi respon warganet plus enam dua, dia tidak menjawab juga enggan mengklarifikasi. Ia hanya mau fokus membahas sepak bola, dan nggak ikut campur soal pro dan kontra bola mania terhadap pribadinya.

Ini sesuai dengan ungkapan Imam Suyuthi bahwa, keluar dari perselisihan itu lebih disukai (lebih baik). Kuivert memilih keluar dari geger gedhen yang sedang terjadi di kalangan gila bola dan memilih menjawab pertanyaan seputar bola saja, alih-alih menanggapi komentar netizen.

Di samping itu, kaidah al furudhu afdhalu min an nafli (fardhu itu lebih utama dari pada sunnah), juga masih relevan. Kewajiban pelatih asal Amsterdam ini adalah menjalankan tugas melatih bola. Adapun menanggapi tudingan-tudingan itu hukumnya mubah, semau-maunya dia. Jadi, berangkat dari nalar ini, jawaban Kluivert yang emoh memberi tanggapan sangat tepat.

Hanya saja, pemerhati bola juga ada benarnya. Mereka menerapkan kaidah: tidak dianggap sebagai dzan (praduga) sesuatu yang sudah jelas salahnya. Sekandal judi dan duta judi bola adalah sesuatu yang melekat pada diri Kluivert. Akan tetapi, untuk urusan ini, penulis tidak mau memanjangkannya (insya Allah akan dibahas di lain waktu).

Ke dua, Kluivert mengakui keagungan Shin Tae-yong dan segenap prestasinya dengan Timnas Indonesia. Ia memuji dan akan melanjutkan perjuangan Shin. Bahkan ia akan tetap mempertahankan banyak squad utama pilihan Shin untuk menjadi peluru kendalinya.

Kluivert juga mengoreksi kekurangan seniornya itu dan akan menambalnya dengan racikannya sendiri. Agaknya, kaidah fikih menjaga tradisi lama yang masih relevan dan menerapkan pembaharuan, cocok dengan rencana pelatih timnas ini.

Ke tiga, saat ditanya bagaimana style-nya di ruang ganti, ia menjawab dengan sempurna, katanya: “tidak perlu memberikan pemain banyak informasi, karena pemain akan semakin banyak berfikir.”

Terkait afirmasi ini, ada kaidah fikih yang mengatakan, “al masyghul laa yasyhgul”, yang sudah sibuk jangan ditambah sibuk. Di ruang ganti, tentu para pemain sudah terkuras tenaga dan mentalnya. Lanjut Kluivert, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan. Jadi, benar saja, memberi informasi dalam kondisi ini justru malah menyibukkan otak pemain, yang tentu di dalamnya ada banyak perkara yang difikirkan untuk empat puluh lima menit ke depan.

Ke empat, jelang akhir wawancara, Najwa Shihab berusaha menggoyahkan ‘iman’ Kluivert dengan memberikan bayang-bayang menyeramkan akan tujuh poin yang wajib didapat Timnas Indonesia di laga-laga yang tersisa. Ditambah lagi, bar-barnya supporter bola Indonesia di media sosial yang sudah menjadi prestasi internasional juga ditegaskan lagi oleh Mbak Nana. Namun, Kluivert dengan PD menjawab, “i’m ready!.” Al yaqiinu laa yuzaalu bis syaak, kelas bosku!.

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Kabupaten Pati Punya Website

    NU Kabupaten Pati Punya Website

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Web yang dimiliki NU Kabupaten Pati sementara tampil dengan nama nu-kab-pati.blogspot.com namun kelak akan tampil simple, dan tidak panjang dalam memberi nama Websitenya. cukup ketik www.nu.kabpati.com atau nu.kabpati.org maka saat ini web NU Sudah bisa anda buka. Dalam web ini berisi tentang informasi yang berhubungan dengan NU Kabupaten Pati, pengumuman, pengumuman, mungkin nantibisa berkembang terus […]

  • Ma'arif NU Jateng Perlebar Kerjasama Internasional

    Ma’arif NU Jateng Perlebar Kerjasama Internasional

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Jakarta – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti Konferensi Kerjasama dengan tiga Kampus China di Hotel Ciputra Jakarta pada Ahad (23/02/2025). kegiatan difasilitasi oleh BRCC Indonesia, dengan dihadiri oleh perwakilan dari Kemendikdasmen, Direktur BRCC Global, LP Ma’arif NU PBNU, LP Ma’arif NU PWNU DKI Jakarta dan beberapa Sekolah Menengah Atas di Jakarta. […]

  • Hismawati PIM Tingkatkan Keterampilan Menulis Demi NKRI

    Hismawati PIM Tingkatkan Keterampilan Menulis Demi NKRI

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putri (Hismawati) menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa putri. Acara yg digelar pada Jumat (9/8) di Aula lantai 2 PIM Lil Banat diprakarsai oleh Sie Majalah Ukhuwah dengan menghadirkan narasumber M. Sofyan Alnashr, dosen IPMAFA Pati. Sofyan Alnashr sedang memaparkan materi tentang jurnalisme di aula lantai 2 PIM Lil […]

  • calendar

    3 Kriteria Pemimpin

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat satu dari mereka sebagai pemimpin rombongan” (HR. Abu Dawud). Hadits ini begitu menghujam dada, lantaran, penulis baru menyadari bahwa, ungkapan ini hanyalah satu pemantik. Sedangkan efek domino filolofisnya bisa begitu panjang. Maksudnya, begini, Nabi menyabdakan hal remeh temeh itu, agar ummatnya […]

  • Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

      Prosesi kegiatan ‘Learning Together’ Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa Masa pandemi tidak lantas menyurutkan semangat Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Wedarijaksa.  Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU di kecamatan tersebut justru membuat gebrakan baru. Sebuah program yang diberi nama ‘Learning Together’ justru lahir di tengah pandemi covid-19. Dimana organisasi-organisasi lain kerepotan untuk tetap menjalankan roda organisasi.  […]

  • Semar dan Agama Kapitayan : Religiusitas Leluhur Nusantara

    Semar dan Agama Kapitayan : Religiusitas Leluhur Nusantara

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.621
    • 0Komentar

    Oleh : Aditiya Tri Utami* Ilustrasi Semar Badranaya (sumber : islamindonesia.id) Beragama bagi orang nusantara erat kaitannya dengan ibadah dan ritual mistik. Orang-orang nusantara pra-Hindu meyakini bahwa setelah kematian jiwa aka nada kehidupan yang kekal di alam ruh. Bagi orang jawa kuno, keyakinan ini tidak lain merupakan agama jawa asli. Mereka percaya bahwa jenazah yang […]

expand_less