Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
  • visibility 1.551
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Semarak bola Indonesia tengah gundah gulana. Kisah-kisah manis Shin Tae-yong terpaksa harus segera menjadi kenangan. Sedangkan nakhoda baru, Patrick Kluivert datang berlapis tuxedo dan berjalan diatas karpet merah bermerk PSSI dengan penuh kepercayaan diri.

Self confident seorang Kluivert jelas nampak saat berhadapan dengan Najwa Shihab dalam sebuah wawancara. Meski sesekali tampak gelagapan menyahut pertanyaan Mbak Nana, namun dari tutur katanya, menunjukkan bahwa, pria Holand ini cukup PD.

Dari wawancara yang cukup singkat itu, alih-alih turut membully–seperti kebanyakan fans Timnas–penulis berusaha mengambil hikmah dari kalam-kalam yang dilontarkan oleh Kluivert. Seraya merenung, penulis juga memcoba memadu-padankan ungkapan demi ungkapan Kluivert dalam kaidah-kaidah fikih.

Tentu ini bukan sekadar iseng atau gurauan. Ada makna yang hendak penulis sampaikan, bahwa, kaidah fikih bisa diimplementasikan di mana saja, baik pelakunya menyadari telah mempergunakan kaidah islam tersebut atau tidak. Atau setidaknya, kita bisa belajar bahkan dari orang yang dicap negatif oleh khalayak, ternyata menyimpan mutiara, walaupun hanya pada level kata (karena kita belum melihat kerjanya).

Pertama, Meski aktivis media sosial menghujat, pengamat bola sampai politisi mengundat masa lalunya, Kluivert tetap tenang dan nyaman dengan status baru yang resmi di dapat, kepala pelatih Timnas Indonesia. Isu judi bola yang sempat menyeret namanya, tak membuat Kluivert minder sedikitpun. Gelagat dan body language saat wawancara dengan Najwa Shihab, menunjukkan bahwa ia cukup tenang menghadapi cacian masyarakat.

Ketika ditanya soal apakah ia ingin memberi klarifikasi dan menanggapi respon warganet plus enam dua, dia tidak menjawab juga enggan mengklarifikasi. Ia hanya mau fokus membahas sepak bola, dan nggak ikut campur soal pro dan kontra bola mania terhadap pribadinya.

Ini sesuai dengan ungkapan Imam Suyuthi bahwa, keluar dari perselisihan itu lebih disukai (lebih baik). Kuivert memilih keluar dari geger gedhen yang sedang terjadi di kalangan gila bola dan memilih menjawab pertanyaan seputar bola saja, alih-alih menanggapi komentar netizen.

Di samping itu, kaidah al furudhu afdhalu min an nafli (fardhu itu lebih utama dari pada sunnah), juga masih relevan. Kewajiban pelatih asal Amsterdam ini adalah menjalankan tugas melatih bola. Adapun menanggapi tudingan-tudingan itu hukumnya mubah, semau-maunya dia. Jadi, berangkat dari nalar ini, jawaban Kluivert yang emoh memberi tanggapan sangat tepat.

Hanya saja, pemerhati bola juga ada benarnya. Mereka menerapkan kaidah: tidak dianggap sebagai dzan (praduga) sesuatu yang sudah jelas salahnya. Sekandal judi dan duta judi bola adalah sesuatu yang melekat pada diri Kluivert. Akan tetapi, untuk urusan ini, penulis tidak mau memanjangkannya (insya Allah akan dibahas di lain waktu).

Ke dua, Kluivert mengakui keagungan Shin Tae-yong dan segenap prestasinya dengan Timnas Indonesia. Ia memuji dan akan melanjutkan perjuangan Shin. Bahkan ia akan tetap mempertahankan banyak squad utama pilihan Shin untuk menjadi peluru kendalinya.

Kluivert juga mengoreksi kekurangan seniornya itu dan akan menambalnya dengan racikannya sendiri. Agaknya, kaidah fikih menjaga tradisi lama yang masih relevan dan menerapkan pembaharuan, cocok dengan rencana pelatih timnas ini.

Ke tiga, saat ditanya bagaimana style-nya di ruang ganti, ia menjawab dengan sempurna, katanya: “tidak perlu memberikan pemain banyak informasi, karena pemain akan semakin banyak berfikir.”

Terkait afirmasi ini, ada kaidah fikih yang mengatakan, “al masyghul laa yasyhgul”, yang sudah sibuk jangan ditambah sibuk. Di ruang ganti, tentu para pemain sudah terkuras tenaga dan mentalnya. Lanjut Kluivert, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan. Jadi, benar saja, memberi informasi dalam kondisi ini justru malah menyibukkan otak pemain, yang tentu di dalamnya ada banyak perkara yang difikirkan untuk empat puluh lima menit ke depan.

Ke empat, jelang akhir wawancara, Najwa Shihab berusaha menggoyahkan ‘iman’ Kluivert dengan memberikan bayang-bayang menyeramkan akan tujuh poin yang wajib didapat Timnas Indonesia di laga-laga yang tersisa. Ditambah lagi, bar-barnya supporter bola Indonesia di media sosial yang sudah menjadi prestasi internasional juga ditegaskan lagi oleh Mbak Nana. Namun, Kluivert dengan PD menjawab, “i’m ready!.” Al yaqiinu laa yuzaalu bis syaak, kelas bosku!.

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan PCNU Pati menggelar acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair, Kamis (12/9/2019) malam. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati ini menggandeng juga perkumpulan Santri Sarang yang tergabung dalam Santri Gayeng. KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Acara Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair yang […]

  • PCNU - PATI

    IPNU Pati Pertanyakan Wacana Pemangkasan Usia

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris PC IPNU Pati, Mohammad Hafidz menilai wacana pemangkasan umur membuat membuat kaget kader Pelajar NU di seluruh Indonesia. Menurutnya, jika peremajaan usia ditetapkan sampai ke Pusat bakal menimbulkan ketidakpercayaan kader terhadap Pusat. Pasalnya, usia maksimal 24 tahun dinilai belum siap untuk menahkodai Pimpinan Pusat. “Tentunya kalau pemangkasan umur itu di serentakkan sampai […]

  • IPMAFA Peduli Korban Banjir

    IPMAFA Peduli Korban Banjir

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Pati. Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA Pati mendatangi salah satu wilayah korban banjir Pati. Bapak Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA selaku Kaprodi Zawa didampingi Sekprodi M. Luthfi, S.Pd.I perwakilan dari anggota BEM Pro Zawa menyerahkan bantuan secara langsung kepada bapak Agus Sutrisno (Ketua RT 02/03) Dukuh penggingwangi, Desa Kasiyan Sukolilo Pati. Di desa yang […]

  • Pelajar Hari Ini Adalah Pelajar Masa Depan

    Pelajar Hari Ini Adalah Pelajar Masa Depan

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Warta Lakpesdam NU-  Rabu 18 Maret 2015 Madrasah Miftahul Huda Tayu  mengadakan bedah jurnal “Khittah” LAKPESDAM NU Pati. Dalam kesempatan ini yang di bahas  adalah salah satu tulisan yang berada di Jurnal tersebut yaitu pergaulan bebas yang meyebabkan penyakit HIV Aids dan tentang dunia literasi. Pada kesempatan kali ini dari pengurus Lakpesdam yang datang sekaligus […]

  • Rapimancab Pelajar NU Wedarijaksa Berjalan Mulus

    Rapimancab Pelajar NU Wedarijaksa Berjalan Mulus

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

      Suasana Rapimancab IPNU IPPNU Wedarijaksa WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Wedarijaksa sukses menggelar Rapat Pimpinan Anak Cabang (Rapimancab) dengan tema ‘Satukan Visi, Perkuat Sinergi’, Jum’at (18/3) lalu. Ketua Panitia Rapimancab, Reno Panggalih menyebut bahwa tujuan utama dihelatnya acara tersebut adalah untuk memperkuat sinergitas. Masih menurut Reno, forum Rapimancab merupakan tempat berkumpulnya para […]

  • PCNU-PATI

    4 Langkah yang Perlu Dilakukan Ketika Terjadi Banjir 

    • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati tergenang banjir baru-baru ini. Ketinggian air pun bervariasi, bahkan ada yang mencapai satu meter lebih. Di beberapa desa, banjir merupakan bencana musiman yang hampir terjadi setahun sekali. Para warga rerdampak pastinya banyak yang mengalami kerugian materiil. Nah, kira-kira apa saja yang bisa kalian lakukan ketika banjir […]

expand_less