Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pusat Pergerakan NU di Kampung: Masjid

Pusat Pergerakan NU di Kampung: Masjid

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
  • visibility 441
  • comment 0 komentar

Kebanyakan Pengurus Ranting NU tidak mempunyai kantor. Kantor organisasi numpang di rumah Ketua Tanfidziyah sebagai pelaksana program organisasi yang ditetapkan syuriyah. Meskipun syuriyah sebagai pemegang kebijakan organisasi, NU di kampung sangat cair. Kebijakan organisasi dibicarakan bersama-sama antara Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah, bahkan dirapatkan bersama antar seluruh pengurus syuriyah dan tanfidziyah.

Masjid: Pusat Kegiatan NU

Bahkan banyak terjadi ketua tanfidziyah dari segi pengaruh sosial lebih luas dari pada rais syuriyah. Kriteria utama menjadi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah adalah mau bergerak mengurusi jamiyah Nahdlatul Ulama.

Ada contoh seseorang Ketua Tanfidziyah Ranting, kemudian naik ke Majelis Wakil Cabang (MWC) menjabat sebagai Rais Syuriyah atau jajaran Syuriyah. Perpindahan struktur dari tanfidziyah ke syuriyah atau sebaliknya syuriyah ke tanfidziyah bersifat fleksibel, sesuai kebutuhan

KH Said Aqil Siradj saat awal berkiprah di PBNU dalam muktamar di Cipasung tahun 1994 adalah Wakil Katib Syuriyah. Di era KH Hasyim Muzadi, Kiai Said pernah menjadi Wakil Rais Syuriyah dan pada periode selanjutnya menjadi salah satu Ketua PBNU. Baru pada Muktamar 2010 di Makasar, Kiai Said Aqil menduduki jabatan Ketum PBNU sampai kemudian terpilih kembali dalam Muktamar ke-33 tahun 2015 di Jombang.

Masjid: Pusat Kegiatan NU Ranting

Kembali ke kajian NU Ranting. Jika mayoritas tidak memiliki kantor sebagai tempat mengadakan rapat dan menggerakkan organisasi, maka opsi terbaiknya adalah menjadikan masjid sebagai kantor NU Ranting.

Masjid berfungsi sebagai tempat menggodok kebijakan organisasi, baik yang prinsip maupun praktis, sekaligus tempat melaksanakan kegiatan 0rganisasi. Masjid sekarang rata-rata berlantai dua, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kantor 0rganisasi dengan dua fungsi: tempat rapat dan tempat pelaksanaan kegiatan. Lantai dua masjid bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan ini. Lantai dua biasanya hanya digunakan seminggu sekali untuk pelaksanaan shalat jumat.

Masjid menjadi pusat pergerakan NU, berarti menjadikan masjid sebagai pusat dakwah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah yang toleran, moderat, dan progresif, jauh dari doktrin radikal dan teror.

Menuju visi besar ini, maka masjid harus benar-benar difungsikan secara optimal. Semakin optimal fungsi masjid, semakin besar pahala yang mengalir kepada waqif (orang yang mewakafkan tanah dam bangunan). Wakaf tergantung kepada intifa‘ (pemanfaatan).

Langkah-langkah distingtif optimalisasi fungsi masjid sebagai jantung pergerakan NU Ranting adalah sebagai berikut:

Pertama, struktur dan personalia pengurus ta’mir masjid harus orang-orang yang memiliki militansi tinggi dalam akidah aswaja nahdliyyah dan mengejawantahkan dalam kehidupan sosial. Syarat lain adalah orang-orang ini harus “kober” meluangkan banyak waktu untuk menghidupkan – meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif.

Kedua, melihat gelagat kelompok salafi Wahabi yang sering menuduh amaliah NU bid’ah, sesat, dan berhak masuk neraka, maka guna menangkis serangan mental ini harus dengan formalisasi dan simbolisasi dalam bentuk “papanisasi masjid”. Nama jam’iyah NU harus tertulis eksplisit sebagai tameng dhohir serangan salafi Wahabi yang ekstrim.

Ketiga, papanisasi ini harus diperkuat ruhnya dengan program internalisasi akidah Aswaja An-Nahdliyyah dan peningkatan keilmuan secara memadai.

Internalisasi akidah aswaja dilakukan dengan intensitas implementasi amaliah warga NU, mulai shalat lima waktu berjamaah, shalat Jum’ah, wiridan, berjanjejan, istighatsah, tahlilan, dan bacaan Al Qur’an.

Peningkatan keilmuan dilakukan dengan pengajian al-Quran ba’da maghrib, pengajian kitab aswaja, kajian fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Salah satu kitab yang seyogianya (wajib) dibaca untuk internalisasi ideologi Aswaja An-Nahdliyah adalah Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah karya Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dan Hujjatu Ahlissunnah Wal Jamaah karya KH Ali Ma’shum.

Diklat Fiqh Dan Manajemen Masjid

Lebih progresif lagi langkah ini ditingkatkan dengan diklat masjid yang mengambil dua topik utama.

Pertama, fiqh masjid yang meliputi sertifikasi tanah wakaf, pemanfaatan tanah wakaf, kesucian masjid, pemanfaatan masjid, MCK masjid, dan lain-lain.

Kedua, manajemen masjid yang berfungsi mendayagunakan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga tempat pembinaan moral, pencerahan keilmuan, dan pemberdayaan sosial ekonomi umat.

Sinergi Seluruh Kekuatan NU

Masjid menjadi tempat bersinerginya seluruh elemen NU. Muslimat, Fatayat, Anshar, IPNU-IPPNU dengan NU sebagai leading sector bersama-sama membangun masjid sebagai pusat dakwah Islam Aswaja An-Nahdliyyah.

IPNU-IPPNU diberdayakan untuk merintis dan mengelola perpustakaan masjid sebagai destinasi keilmuan. Perpustakaan masjid bisa dijadikan taman baca dan arena peningkatan keilmuan dalam bentuk kegiatan bedah buku, diskusi, seminar, dan diklat yang bermanfaat bagi remaja secara akidah, moral, ilmu, dan sosial.

Muslimat-Fatayat-Anshar dalam komando NU Ranting menghidupkan UPZISNU (Unit Pengelola Zakat, Infak Dan Sedekah Nahdlatul Ulama) yang bertugas menghimpun sumber dana filantropi warga NU dan mengalokasikan kepada mereka, baik dalam bentuk konsumtif maupun produktif.

Keberhasilan Lazisnu Ranting yang ada di Desa Nanggerang Cirucuk Sukabumi Jawa Barat dalam menggalakkan Koin NU dengan semboyan “one day five hundred rupiah” satu hari lima ratus rupiah sehingga mampu mendirikan klinik kesehatan dan memberikan layanan sosial dalam berbagai bentuk menjadi inspirasi dan motivasi seluruh pengurus NU Ranting untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi warga NU dan bangsa secara keseluruhan.

NU tingkat PBNU, PWNU, PCNU, dan MWCNU tidak ada taringnya jika NU Ranting tidak bergerak melahirkan prestasi nyata bagi warga NU dan bangsa. Jantung NU ada di Ranting. Semakin progresif Ranting NU, semakin maju NU.

والله اعلم بالصواب

Wonokerto, 7 Februari 2020

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Melek Gender Untuk Mencapai SDGs

    PMII Melek Gender Untuk Mencapai SDGs

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan  manusia dan planet bumi. SDGs diresmikan pada tanggal 25 September 2015 menggantikan program sebelumnya yaitu MDGs (Millennium Development Goals), sebagai tujuan […]

  • PCNU Pati Rumuskan Khidmat Pitu

    PCNU Pati Rumuskan Khidmat Pitu

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PNCU) Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim menjelaskan bahwa pihaknya telah merumuskan “Khidmat Pitu” sebagai panduan utama dalam menjalankan program kerja dan pelayanan kepada umat. Hal itu ia sampaikan saat acara Pelantikan Lembaga dan Musyawarah Kerja I PCNU Kabupaten Pati Masa Khidmat 2024-2029, di Kampus Institut Pesantren […]

  • Maskan; Ketua PAC Ansor Gembong Terpilih

    Maskan; Ketua PAC Ansor Gembong Terpilih

    • calendar_month Jum, 11 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Beberapa waktu yang lalu, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gembong mengadakan konferensi masa khidmat 2015-2018, bertempat di Madrasah Ma’arif  desa Gembong.             “Dengan terpilihnya Maskan sebagai ketua Pimpinan Anak Cabang, kami berharap dia mampu mengabdi kepada masyarakat Gembong khususnya dalam kegiatan-kegiatan sosial atau keagamaan, yang bermanfaat untuk masyarakat,”ujar Imam Rifa’I  ketua PC GP […]

  • 12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    WINONG – 12 Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Winong baru saja dilantik tepat pada Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10). Berlokasi di Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, agenda pelantikan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Ana Nailul Rohmah, ketua PAC Fatayat NU Winong, 12 Pimpinan Ranting tersebut di antaranya, Pagendisan, Padangan, Kudur, […]

  • Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ di Clonning, Pengasuh Beri Klarifikasi

    Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ di Clonning, Pengasuh Beri Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    GEMBONG – Baru-baru ini, jagad santri dihebohkan dengan akun Facebook yang mengatasnamakan Ponpes Shofa Az Zahro’, Gembong, Pati. Padahal, menurut Gus Faiz Aminuddin Shofwan, putra KH. Imam Shofwan, pengasuh pondok, akun Facebook pesantren tersebut telah lama vakum. Oknum yang disinyalir sebagai penipu tersebut, membuat akun yang sama persis dengan akun Facebook Ponpes Shofa Az Zahro’ […]

  • PAC Fatayat NU Winong Adakan Pelantikan

    PAC Fatayat NU Winong Adakan Pelantikan

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Pati.Pelantikan Pimpinan Ranting dan Rapat kerja Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Winong  Masa Khidmad 2017-2021, acara tersebut bertempat di Aula  Madrasah Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong, 21/9 kemarin. Dengan menghadirkan tamu undangan yang meliputi Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati, Camat Winong, Kapolsek Danranil, Ketua MWCNU Winong beserta Banom-banomnya, total keseluran yang menghadiri 185 orang. Sedangkan […]

expand_less