Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pusat Pergerakan NU di Kampung: Masjid

Pusat Pergerakan NU di Kampung: Masjid

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
  • visibility 370
  • comment 0 komentar

Kebanyakan Pengurus Ranting NU tidak mempunyai kantor. Kantor organisasi numpang di rumah Ketua Tanfidziyah sebagai pelaksana program organisasi yang ditetapkan syuriyah. Meskipun syuriyah sebagai pemegang kebijakan organisasi, NU di kampung sangat cair. Kebijakan organisasi dibicarakan bersama-sama antara Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah, bahkan dirapatkan bersama antar seluruh pengurus syuriyah dan tanfidziyah.

Masjid: Pusat Kegiatan NU

Bahkan banyak terjadi ketua tanfidziyah dari segi pengaruh sosial lebih luas dari pada rais syuriyah. Kriteria utama menjadi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah adalah mau bergerak mengurusi jamiyah Nahdlatul Ulama.

Ada contoh seseorang Ketua Tanfidziyah Ranting, kemudian naik ke Majelis Wakil Cabang (MWC) menjabat sebagai Rais Syuriyah atau jajaran Syuriyah. Perpindahan struktur dari tanfidziyah ke syuriyah atau sebaliknya syuriyah ke tanfidziyah bersifat fleksibel, sesuai kebutuhan

KH Said Aqil Siradj saat awal berkiprah di PBNU dalam muktamar di Cipasung tahun 1994 adalah Wakil Katib Syuriyah. Di era KH Hasyim Muzadi, Kiai Said pernah menjadi Wakil Rais Syuriyah dan pada periode selanjutnya menjadi salah satu Ketua PBNU. Baru pada Muktamar 2010 di Makasar, Kiai Said Aqil menduduki jabatan Ketum PBNU sampai kemudian terpilih kembali dalam Muktamar ke-33 tahun 2015 di Jombang.

Masjid: Pusat Kegiatan NU Ranting

Kembali ke kajian NU Ranting. Jika mayoritas tidak memiliki kantor sebagai tempat mengadakan rapat dan menggerakkan organisasi, maka opsi terbaiknya adalah menjadikan masjid sebagai kantor NU Ranting.

Masjid berfungsi sebagai tempat menggodok kebijakan organisasi, baik yang prinsip maupun praktis, sekaligus tempat melaksanakan kegiatan 0rganisasi. Masjid sekarang rata-rata berlantai dua, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kantor 0rganisasi dengan dua fungsi: tempat rapat dan tempat pelaksanaan kegiatan. Lantai dua masjid bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan ini. Lantai dua biasanya hanya digunakan seminggu sekali untuk pelaksanaan shalat jumat.

Masjid menjadi pusat pergerakan NU, berarti menjadikan masjid sebagai pusat dakwah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah yang toleran, moderat, dan progresif, jauh dari doktrin radikal dan teror.

Menuju visi besar ini, maka masjid harus benar-benar difungsikan secara optimal. Semakin optimal fungsi masjid, semakin besar pahala yang mengalir kepada waqif (orang yang mewakafkan tanah dam bangunan). Wakaf tergantung kepada intifa‘ (pemanfaatan).

Langkah-langkah distingtif optimalisasi fungsi masjid sebagai jantung pergerakan NU Ranting adalah sebagai berikut:

Pertama, struktur dan personalia pengurus ta’mir masjid harus orang-orang yang memiliki militansi tinggi dalam akidah aswaja nahdliyyah dan mengejawantahkan dalam kehidupan sosial. Syarat lain adalah orang-orang ini harus “kober” meluangkan banyak waktu untuk menghidupkan – meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif.

Kedua, melihat gelagat kelompok salafi Wahabi yang sering menuduh amaliah NU bid’ah, sesat, dan berhak masuk neraka, maka guna menangkis serangan mental ini harus dengan formalisasi dan simbolisasi dalam bentuk “papanisasi masjid”. Nama jam’iyah NU harus tertulis eksplisit sebagai tameng dhohir serangan salafi Wahabi yang ekstrim.

Ketiga, papanisasi ini harus diperkuat ruhnya dengan program internalisasi akidah Aswaja An-Nahdliyyah dan peningkatan keilmuan secara memadai.

Internalisasi akidah aswaja dilakukan dengan intensitas implementasi amaliah warga NU, mulai shalat lima waktu berjamaah, shalat Jum’ah, wiridan, berjanjejan, istighatsah, tahlilan, dan bacaan Al Qur’an.

Peningkatan keilmuan dilakukan dengan pengajian al-Quran ba’da maghrib, pengajian kitab aswaja, kajian fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, tafsir, dan hadis.

Salah satu kitab yang seyogianya (wajib) dibaca untuk internalisasi ideologi Aswaja An-Nahdliyah adalah Risalah Ahlissunnah Wal Jamaah karya Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dan Hujjatu Ahlissunnah Wal Jamaah karya KH Ali Ma’shum.

Diklat Fiqh Dan Manajemen Masjid

Lebih progresif lagi langkah ini ditingkatkan dengan diklat masjid yang mengambil dua topik utama.

Pertama, fiqh masjid yang meliputi sertifikasi tanah wakaf, pemanfaatan tanah wakaf, kesucian masjid, pemanfaatan masjid, MCK masjid, dan lain-lain.

Kedua, manajemen masjid yang berfungsi mendayagunakan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga tempat pembinaan moral, pencerahan keilmuan, dan pemberdayaan sosial ekonomi umat.

Sinergi Seluruh Kekuatan NU

Masjid menjadi tempat bersinerginya seluruh elemen NU. Muslimat, Fatayat, Anshar, IPNU-IPPNU dengan NU sebagai leading sector bersama-sama membangun masjid sebagai pusat dakwah Islam Aswaja An-Nahdliyyah.

IPNU-IPPNU diberdayakan untuk merintis dan mengelola perpustakaan masjid sebagai destinasi keilmuan. Perpustakaan masjid bisa dijadikan taman baca dan arena peningkatan keilmuan dalam bentuk kegiatan bedah buku, diskusi, seminar, dan diklat yang bermanfaat bagi remaja secara akidah, moral, ilmu, dan sosial.

Muslimat-Fatayat-Anshar dalam komando NU Ranting menghidupkan UPZISNU (Unit Pengelola Zakat, Infak Dan Sedekah Nahdlatul Ulama) yang bertugas menghimpun sumber dana filantropi warga NU dan mengalokasikan kepada mereka, baik dalam bentuk konsumtif maupun produktif.

Keberhasilan Lazisnu Ranting yang ada di Desa Nanggerang Cirucuk Sukabumi Jawa Barat dalam menggalakkan Koin NU dengan semboyan “one day five hundred rupiah” satu hari lima ratus rupiah sehingga mampu mendirikan klinik kesehatan dan memberikan layanan sosial dalam berbagai bentuk menjadi inspirasi dan motivasi seluruh pengurus NU Ranting untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi warga NU dan bangsa secara keseluruhan.

NU tingkat PBNU, PWNU, PCNU, dan MWCNU tidak ada taringnya jika NU Ranting tidak bergerak melahirkan prestasi nyata bagi warga NU dan bangsa. Jantung NU ada di Ranting. Semakin progresif Ranting NU, semakin maju NU.

والله اعلم بالصواب

Wonokerto, 7 Februari 2020

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Stand LP Ma’arif NU Jateng, 20 Universitas di Cina Sjap Jalin Kerjasama dengan Sekolah/Madrasah Ma’arif

    Kunjungi Stand LP Ma’arif NU Jateng, 20 Universitas di Cina Sjap Jalin Kerjasama dengan Sekolah/Madrasah Ma’arif

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Guang Zhou China – Rangkaian kegiatan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jateng di China pada event “2nd Belt and Road Chinese University and Overseas Partner Exchange Conference” adalah one to one overses delegates melalui kunjungan peserta konferensi. Ada 40 stand pemeran pendidikan dari universitas di Cina tersebut. Acara yang diikuti oleh 400 delegasi Internasional yang berasal […]

  • PCNU-PATI

    Lazisnu – Artha Mas Abadi Tasyarufkan Zakat Produktif

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – PC Lazisnu Pati menghadiri kerjasama dengan BPRS Artha Mas Abadi dalam hal pentasyarufan zakat produktif, kamis (15/12). Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh dewan pakar BPRS Artha Mas Abadi Ahmad Dimyati dan Ghufron Halim serta perwakilan PC Lazisnu Pati. Selain petinggi kedua instansi, kegiatan yang dilaksanakan di kantor BPRS Artha Mas Abadi tersebut turut […]

  • Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

    Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.813
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Wow, coba lihat, susunya besar dan kencang,” kata seorang pria yang fetish pada payudara. Setiap melihat wanita dengan body montok, dia selalu berseloroh soal susu kepada siapapun yang berada di dekatnya. Dirinya beranggapan bahwa, semua lelaki sama, fetish pada susu. Ini namanya generalisasi. Padahal kenyataannya kan tidak demikian. Ada lelaki yang […]

  • PCNU - PATI

    Idaroh Selapanan Bahtsul Masail MWCNU Kec Dukuhseti

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Dukuhseti. Jajaran Pengurus LBMNU Kecamatan Dukuhseti mengadakan kegiatan Bahtsul Masa’il dalam rangka Idaroh Selapanan Bahtsul Masa’il LBM MWC NU Dukuhseti, bertempat di Masjid Al Ilham Desa Bakalan Kec. Dukuhseti, Jumat 25 Juni 2022, berapa waktu lalu. “Kegiatan ini bertujuan untuk membahas permasalahan agama yang sedang berkembang saat ini,”jelas Iklil Ma’ruf ketua LBM MWCNU Kec Dukuhseti. […]

  • Halal Center INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan Nasional di Rakornas BPJPH 2026

    Halal Center INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan Nasional di Rakornas BPJPH 2026

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.365
    • 0Komentar

    ‎ ‎JAKARTA – Halal Center Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional Pendamping Proses Produk Halal (Rakornas LP3H) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Grand Mercure Jakarta KeKemayoran pada 2–4 Februari 2026, lembaga ini berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus. […]

  • PMH Al-Kautsar Gandeng LTN NU Gelar Training Jurnalistik

    PMH Al-Kautsar Gandeng LTN NU Gelar Training Jurnalistik

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Pesantren Mathali’ul Huda Al-Kautsar mengadakan Training of Journalism untuk pengelola media pesantren pada Jumat (26/7) di Gedung PDF PMH Al-Kautsar. Training tersebut menghadirkan M. Sofyan Alnashr dan Arwani dari LTN NU Pati sebagai trainer. Acara training diawali dengan materi pengantar jurnalistik, tehnik reportase dan wawancara. Kemudian sesi kedua dilanjutkan dengan manajemen redaksional dan praktik penerbitan […]

expand_less